BAB 4 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.2 Hasil Penelitian
4.2.4 Perbandingan Peringkat Komposit Bank
Dalam penelitian ini terdapat 4 rasio yang sama untuk kedua metode, yaitu CAR, ROA, LDR, dan IRR. Perbedaannya metode CAMELS
115 menggunakan rasio NPA dan BOPO, sementara RGEC menggunakan NPL, NIM dan penilaian GCG. Beberapa bank memiliki peringkat yang sama meskipun menggunakan metode yang berbeda. Itu artinya bank tersebut mampu menerapkan pengelolaan yang seimbang untuk semua aspek yang ditinjau dari rasio-rasio tersebut. Beberapa bank yang lain memiliki peringkat komposit yang lebih rendah atau lebih tinggi bila menggunakan salah satu metode dibandingkan metode yang lain. Untuk penelitian ini, apabila bank tersebut mendapat peringkat komposit yang lebih rendah dengan metode CAMELS, hal itu mengindikasikan terdapat kelemahan dalam pengelolaan aktiva produktif bermasalah atau pengelolaan beban operasionalnya. Sebaliknya bila peringkat komposit dengan menggunakan metode RGEC lebih rendah, hal tersebut mengindikasikan terdapat kelemahan dalam pengelolaan kredit bermasalah, pengelolaan aktiva produktif untuk menghasilkan bunga bersih, atau kelemahan dalam pelaksanaan tata kelola perusahaan.
Berikut rangkuman perbandingan peringkat komposit bank:
Tabel 4.67
Perbandingan Peringkat Komposit Bank
Nama Bank
116
CIMB Niaga 1 1 1 1 1 1 2 2
Panin 1 2 1 2 1 1 1 1
BTPN 1 1 1 1 1 1 1 1
OCBC NISP 1 1 1 1 1 1 1 1
Maybank 1 2 1 2 1 2 1 2
BTN 3 2 1 2 1 2 1 2
Bank Jabar 1 1 1 1 1 1 1 1
Sinarmas 3 2 2 2 1 1 1 1
Bukopin 3 2 3 3 3 3 1 2
Bank Jatim 1 1 1 1 1 2 1 2
Mestika 1 1 1 1 1 1 1 1
Bank China
Construction 2 2 2 2 1 2 2 2
Bank Banten 3 4 3 3 3 4 3 3
Capital 2 2 1 2 2 2 1 1
Oke 3 2 2 2 2 2 3 3
Yudha Bakti 3 2 4 3 3 2 1 1
QNB 3 2 2 2 2 2 3 3
MNC 2 2 2 2 4 3 2 2
Maspion 1 2 1 2 1 2 1 1
Victoria 2 3 2 2 1 2 1 2
Harda 3 3 3 2 2 2 2 2
Ganesha 2 2 3 2 1 2 1 2
IBK 2 2 3 3 3 2 3 2
Bank India 2 2 3 2 2 2 4 3
Sumber : hasil olahan peneliti (2021)
117 BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan
Berdasarkan penilaian tingkat kesehatan bank yang telah dilakukan terhadap bank yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2016 – 2019 menggunakan metode CAMELS dan metode RGEC, beberapa kesimpulan yang dapat ditarik adalah sebagai berikut :
1. Pada tahun 2016, hasil penilaian tingkat kesehatan bank dengan metode CAMELS terdapat 21 bank dengan Peringkat Komposit (PK) 1 (Sangat Sehat), 4 bank dengan PK 2 (Sehat), 5 bank dengan PK 3 (Cukup Sehat), dan 1 bank dengan PK 4 (Kurang Sehat). Sementara penilaian dengan metode RGEC terdapat 15 bank dengan Peringkat Komposit (PK) 1 (Sangat Sehat), 11 bank dengan PK 2 (Sehat), dan 5 bank dengan PK 3 (Cukup Sehat).
2. Pada tahun 2017, hasil penilaian tingkat kesehatan bank dengan metode CAMELS terdapat 20 bank dengan Peringkat Komposit (PK) 1 (Sangat Sehat), 6 bank dengan PK 2 (Sehat), 4 bank dengan PK 3 (Cukup Sehat), dan 1 bank dengan PK 4 (Kurang Sehat). Sementara penilaian dengan metode RGEC terdapat 13 bank dengan Peringkat Komposit (PK) 1 (Sangat Sehat), 15 bank dengan PK 2 (Sehat), 2 bank dengan PK 3 (Cukup Sehat), dan 1 bank dengan PK 4 (Kurang Sehat).
3. Pada tahun 2018, hasil penilaian tingkat kesehatan bank dengan metode CAMELS terdapat 17 bank dengan Peringkat Komposit (PK) 1
118 (Sangat Sehat), 7 bank dengan PK 2 (Sehat), 6 bank dengan PK 3 (Cukup Sehat), dan 1 bank dengan PK 4 (Kurang Sehat). Sementara penilaian dengan metode RGEC terdapat 12 bank dengan Peringkat Komposit (PK) 1 (Sangat Sehat), 15 bank dengan PK 2 (Sehat), dan 4 bank dengan PK 3 (Cukup Sehat).
4. Pada tahun 2019, hasil penilaian tingkat kesehatan bank dengan metode CAMELS terdapat 16 bank dengan Peringkat Komposit (PK) 1 (Sangat Sehat), 7 bank dengan PK 2 (Sehat), dan 8 bank dengan PK 3 (Cukup Sehat). Sementara penilaian dengan metode RGEC terdapat 11 bank dengan Peringkat Komposit (PK) 1 (Sangat Sehat), 17 bank dengan PK 2 (Sehat), 2 bank dengan PK 3 (Cukup Sehat), dan 1 bank dengan PK 4 (Kurang Sehat).
5. Secara keseluruhan, pada beberapa bank terdapat perbedaan Peringkat Komposit yang didapat dengan menggunakan metode CAMELS dan metode RGEC. Namun semua perbedaan tersebut tidak terlalu jauh, hanya satu peringkat diatas atau dibawahnya.
Berikut tabel perbandingan peringkat komposit dari total 31 bank setiap tahunnya berdasarkan metode CAMELS dan RGEC :
Tabel 5.1
Perbandingan Peringkat Komposit Bank Peringkat
Komposit
2016 2017 2018 2019
CAMELS RGEC CAMELS RGEC CAMELS RGEC CAMELS RGEC
PK 1 21 15 20 13 17 12 16 11
PK 2 4 11 6 15 7 15 7 7
PK 3 5 5 4 2 6 4 8 2
119
PK 4 1 - 1 1 1 - - 1
PK 5 - - - - - -
Sumber : Hasil olahan peneliti
5.2 Saran
Beberapa saran yang dapat penulis sampaikan dalam penelitian antara lain :
1. Adanya beberapa perbedaan peringkat komposit pada perusahaan perbankan menunjukkan bahwa bank masih perlu meningkatkan keseimbangan antara manajemen risiko dari operasional perusahaan dan risiko dari luar serta menerapkan Tata Kelola atau Good Corporate Governance yang lebih baik.
2. Terdapat beberapa keterbatasan dalam penelitian ini. Misalnya pada penilaian Risk Profile, hanya beberapa risiko yang dapat diteliti. Untuk itu diharapkan peneliti selanjutnya dapat menambah faktor Risk Profile lainnya yang belum dapat diteliti pada penelitian ini.
3. Peneliti hanya menggunakan beberapa rasio yang terkait dengan kedua metode CAMELS dan RGEC. Untuk hasil Peringkat Komposit yang lebih akurat, disarankan peneliti selanjutnya dapat menggunakan rasio-rasio keuangan lainnya yang belum tercantum dalam penelitian ini sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia.
120 DAFTAR PUSTAKA
Alvionita, A. K. (2016). Perbandingan Analisis Camel Dan Rgec Dalam Menilai Tingkat Kesehatan Bank Pada Pt. Bank Central Asia, Tbk.
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB, 4(2).
Bank Indonesia (2011). Peraturan BI No:13/1/PBI/2011 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum.
(2011). Surat Edaran BI No 13/24/DPNP tanggal 25 Oktober 2011 perihal Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum.
Bambang, Riyanto. 2012. Dasar-dasar Pembelanjaan, Edisi 4, Yogyakarta: BPFE
Budisantoso, Totok dan Nuritomo. (2018). Bank dan lembaga keuangan lain. Jakarta: Salemba Empat
Budi Utami, S. (2015). Perbandingan Analisis CAMELS dan RGEC Dalam Menilai Tingkat Kesehatan Bank Pada Unit Usaha Syariah Milik Pemerintah (Studi Kasus: PT BANK NEGARA INDONESIA, TBK Tahun 2012-2013.[Skripsi]. Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Yogyakarta. Diakses dari:
https://eprints.uny.ac.id/15358/
Hafiz, A. P. (2018). Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Syariah Dengan Metode CAMEL dan REGC (Studi Pada Bank BNI Syariah Tahun 2011-2015). Iltizam Journal Of Shariah Economic Research, 2(1), 66-83.
Husein, A. R., & Hasib, F. F. (2016). Tingkat Kesehatan Bank: Analisis Perbandingan Pendekatan CAMELS Dan RGEC (Studi Pada Bank Umum Syariah Tahun Periode 2012 – 2014). Jurnal Ekonomi Syariah Teori dan Terapan, 3(2), 99.
Ikatan Akuntan Indonesia. (2002). Standar Akuntansi Keuangan. Jakarta:
Salemba Empat
Julianti, Azuar dkk. (2014). Metodologi Penelitian Bisnis Konsep dan aplikasi. Medan: UMSU Press. Diakses dari:
https://play.google.com/books/reader?id=0XrBAAAQBAJ&hl=id
&printsec=frontcover&pg=GBS.PR3
121 Julianto, A. (2012). Analisis Camels Dalam Memprediksi Tingkat Kesehatan Bank Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode Tahun 2009 - 2011. Media, 19(1). Diakses dari:
http://publikasi.dinus.ac.id/index.php/media/article/view/894 Kasmir, 2009. Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya, Edisi Revisi, PT.
Raja Grafindo Persada, Jakarta.
Koch, T.W. (2000). Bank Management: Timothy W. Koch, S. Scott MacDonald. Edisi empat: The Drygen Press
Permana, A., & Aji, B. A. Y. U. (2012). Analisis Tingkat Kesehatan Bank Berdasarkan Metode CAMELS dan Metode RGEC. Jurnal Akuntansi AKUNESA, 1(1). Diakses dari:
https://jurnalmahasiswa.unesa.ac.id/index.php/jurnalakuntansi/artic le/view/288
Putri, P. A. C., & Suarjaya, A. G. (2017). Analisis Tingkat Kesehatan Bank Dengan Metode Rgec Pada PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. E-Jurnal Manajemen Universitas Udayana, 6(7).
Diakses dari:
https://ojs.unud.ac.id/index.php/Manajemen/article/download/3022 5/19185
Setiawan, Ngadirin. 2012. Analisis Laporan Keuangan: Penilaian Keseluruhan Bank (Bahan Perkuliahan). Universitas Negeri Yogyakarta: Yogyakarta
Siringoringo, R. (2012). Karakteristik dan fungsi intermediasi perbankan di Indonesia. Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan, 15(1), 61-83. Diakses dari:
http://www.bmeb-bi.org/index.php/BEMP/article/view/57
Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D.
Bandung : Alfabeta
Widari, N. K. S., Sinarwati, N. K., & Purnamawati, I. G. A. (2017).
Analisis Perbandingan Dalam Menilai Tingkat Kesehatan Bank Dengan Menggunakan Metode Camels Dan Rgec (Studi Kasus: Pt Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Tahun 2011-2015). JIMAT (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi) Undiksha, 7(1).