BAB 4 HASIL PENELITIAN
4.2 Perbedaan Karakteristik Responden antara RS Imelda Pekerja
Tabel 4.2 Distribusi Frekuensi Karakteristik Individu di RS Imelda Pekerja Indonesia dan RS Martha Friska.
No Variabel Kategori n1
2 Jenis kelamin Laki-laki Perempuan 3 Status perkawinan Belum menikah
Sudah menikah
* Sumber : Peraturan Menteri Kesehatan No 25 Tahun 2016 Tentang Rencana Aksi Nasional Kesehatan Lanjut Usia.
Hasil penelitian di RS Imelda Pekerja Indonesia menunjukkan bahwa sebagian besar responden berumur 18-45 tahun sebanyak 39 orang (81,3%), namun pada RS Martha Friska sebagian besar responden juga berumur 18-45 tahun sebanyak 36 orang (75%).
Pada RS Imelda Pekerja Indonesia, jenis kelamin responden terbanyak adalah perempuan sebanyak 33 orang (68,8%) sedangkan laki-laki sebanyak 15 orang (31,2%) dan pada RS Martha Friska, jenis kelamin responden terbanyak adalah perempuan sebanyak 28 orang (58,4%) sedangkan laki-laki sebanyak 20 orang (41,6%). Tampak pada kedua RS bahwa responden terbanyak yang memanfaatkan pelayanan kesehatan di rumah sakit adalah perempuan.
Pada RS Imelda Pekerja Indonesia, status perkawinan responden pada penelitian ini menunjukkan bahwa responden yang belum menikah sebanyak 9 orang (18,8%) dan sudah menikah sebanyak 39 orang (81,2%). Sedangkan pada RS Martha Friska, status perkawinan responden pada penelitian ini menunjukkan bahwa responden yang belum menikah sebanyak 6 orang (12,5%) dan sudah menikah sebanyak 42 orang (87,5%).
Suku terbanyak responden pada RS Imelda Pekerja Indonesia adalah Suku Jawa sebanyak 27 orang (56,2%), diikuti oleh Suku Batak sebanyak 15 orang (31,3%), Suku Nias sebanyak 4 orang (8,3%) dan Suku Tionghoa sebanyak 2 orang (4,2%). Sedangkan pada RS Martha Friska, suku terbanyak pada penelitian ini adalah Suku Jawa sebanyak 26 orang (54,1%), diikuti oleh Suku Batak sebanyak 13 orang (27,1%), Suku Tionghoa sebanyak 7 orang (14,6%) dan Suku Aceh sebanyak 1 orang (2,1%) dan Suku Nias sebanyak 1 orang (2,1%). Dari hasil di atas tampak bahwa di kedua RS tersebut responden terbanyak adalah Suku Jawa dan Suku Batak, namun dapat terlihat bahwa pada RS Imelda Pekerja Indonesia selain kedua suku tersebut, masih ada suku lain seperti Suku Nias yang memanfaatkan pelayanan kesehatan di
RS Imelda, sedangkan pada RS Martha Friska tampak lebih banyak Suku Tionghoa yang memanfaatkan RS Martha Friska dibandingkan dengan RS Imelda Pekerja Indonesia. Pada RS Imelda Pekerja Indonesia, adanya Suku Nias dikarenakan Yayasan Imelda juga ada membuka sekolah untuk D3 dan S1 Keperawatan di mana marketing untuk promosi pendidikan tersebut sampai ke daerah Nias sehingga juga turut memperkenalkan tentang nama dan fasilitas di RS Imelda Pekerja Indonesia ke daerah Nias. Untuk di RS Martha Friska, pendapat peneliti bahwa lebih banyak dijumpai Suku Tionghoa dibandingkan RS Imelda Pekerja Indonesia dikarenakan suku pemilik RS yang juga merupakan Suku Tionghoa sehingga pasien suku tertentu lebih memilih rumah sakit yang pemilik sesuku dan apalagi jika pelayanannya bagus.
Pada RS Imelda Pekerja Indonesia, tingkat pendidikan terakhir responden yang paling banyak adalah tamat SMA sebanyak 34 orang (70,8%), lalu diikuti dengan tamat perguruan tinggi sebanyak 10 orang (20,8%), tidak tamat SD sebanyak 2 orang (4,2%), tamat SD sebanyak 1 orang (2,1%) dan tamat SMP sebanyak 1 orang (2,1%). Pada RS Martha Friska, tingkat pendidikan terakhir responden yang paling banyak adalah tamat SMA sebanyak 28 orang (58,3%), lalu diikuti dengan tamat perguruan tinggi sebanyak 15 orang (31,2%), tamat SMP sebanyak 3 orang (6,3%) dan tamat SD sebanyak 2 orang (4,2%).
Pada RS Imelda Pekerja Indonesia, jenis pekerjaan yang dimiliki oleh responden adalah pegawai swasta sebanyak 34 orang (70,8%), Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebanyak 7 orang (14,6%), wiraswasta sebanyak 5 orang (10,4%) dan tidak bekerja sebanyak 2 orang (4,2%). Sedangkan pada RS Martha Friska, jenis pekerjaan
yang dimiliki oleh responden adalah pegawai swasta sebanyak 27 orang (56,2%), Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebanyak 12 orang (25%), wiraswasta sebanyak 4 orang (8,3%) dan tidak bekerja sebanyak 5 orang (10,5%). Sebagian besar responden bekerja sebagai pegawai swasta di perusahaan, hal ini dikarenakan rayon dari RS Imelda Pekerja Indonesia dan RS Martha Friska merupakan daerah yang dekat dengan Kawasan Industri Medan (KIM), yang mana kebanyakan pekerja pada perusahaan-perusahaan tersebut adalah warga sekitar KIM yang mencakup daerah Marelan, Belawan, Titi Papan, Martubung, Mabar, Brayan dan Glugur.
4.2.1 Deskripsi Faktor Pendapatan Pasien BPJS yang Memanfaatkan Pelayanan Kesehatan di RS Imelda Pekerja Indonesia dan RS Martha Friska
Tabel 4.3 Perbedaan Jumlah Pendapatan Responden di RS Imelda Pekerja Indonesia dan RS Martha Friska 2017
No Variabel Kategori n1
Pada RS Imelda Pekerja Indonesia, pendapatan responden terbanyak adalah Rp. 2.200.000 - Rp. 5.000.000 sebanyak 36 orang (75%), demikian pula pada RS Martha Friska, pendapatan terbanyak responden adalah Rp. 2.200.000 - Rp.
5.000.000 sebanyak 30 orang (62,5%). Pendapatan terbanyak responden di kedua RS
tidak berbeda yakni di antara Rp. 2.200.000 - Rp. 5.000.000, ini menandakan bahwa gaji yang diterima oleh para pekerja sudah sesuai dengan UMK dan ada yang berada di atas UMK.
4.2.2 Deskripsi Faktor Organisasi yang Memengaruhi Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan.
Deskripsi faktor organisasi yang memengaruhi pemanfaatan pelayanan kesehatan terdiri dari jumlah dan jenis spesialistik serta ketersediaan fasilitas penunjang medis.
1. Jumlah dan jenis spesialistik.
Jumlah dan jenis spesialistik diukur melalui jawaban atas pertanyaan tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan ketersediaan jumlah dan jenis pelayanan spesialisik yang diinginkan, ketersediaan waktu pelayanan yang konsisten dan keahlian (kompetensi) dokter spesialis yang dirasakan oleh responden.
Pada RS Imelda Pekerja Indonesia, sebanyak 14,6% responden menyatakan bahwa tenaga dokter spesialis yang dimiliki oleh RS tidak tersedia, hal ini dikarenakan menurut responden, dokter spesislis tertentu tidak selalu ada setiap hari untuk melakukan pemeriksaan kepada responden sehingga responden hanya diperiksa oleh dokter umum yang sedang bertugas jaga di rumah sakit. Walau demikian responden menyatakan dokter spesialis kompeten dalam menangani penyakitnya.
Pada RS Martha Friska menunjukkan bahwa hanya 4,2% responden menyatakan bahwa jumlah dan jenis spesialistik yang dimiliki RS kurang tersedia. Menurut responden, tenaga dokter spesialis selalu ada setiap hari dan dapat memberikan
pelayanan kesehatan dan tenaga dokter spesialis juga kompeten dalam menangani penyakitnya.
Tabel 4.4 Distribusi Jawaban Responden Terhadap Jumlah dan Jenis Spesialistik di RS Imelda Pekerja Indonesia dan RS Martha Friska.
No Kategori RSIPI RSMF
n % n %
1 Tersedia 41 85,4 46 95,8
2 Kurang tersedia 7 14,6 2 4,2
Jumlah 48 100 48 100
2. Ketersediaan Fasilitas Penunjang Medis.
Ketersediaan fasilitas penunjang medis diukur melalui pertanyaan tentang ketersediaan dan konsistensi pelayanan fasilitas penunjang medis sehingga responden tidak pernah dirujuk untuk menjalani pemeriksaan penunjang medis di luar rumah sakit.
Penelitian di RS Imelda Pekerja Indonesia menunjukkan bahwa 97,9% responden menyatakan bahwa rumah sakit memiliki fasilitas penunjang medis seperti untuk foto rontgen dan CT Scan selalu tersedia dan 2,1% responden menyatakan bahwa dirinya pernah dikirim ke luar rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan penunjang medis. Pada RS Martha Friska menyatakan bahwa 85,4% responden menyatakan bahwa fasilitas penunjang medis di RS Martha Friska tersedia, namun sebanyak 18,8% responden menyatakan fasilitas penunjang medis di RS Martha Friska kurang tersedia. Hal ini diakibatkan responden pernah dikirim ke luar rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan penunjang medis terutama pemeriksaan CT Scan
diakibatkan alasan alat CT Scan di RS sedang rusak.
Distribusi jawaban responden terhadap ketersediaan fasilitas penunjang medis di RS Imelda Pekerja Indonesia dan RS Martha Friska disajikan pada Tabel 4.5.
Tabel 4.5 Distribusi Jawaban Responden Terhadap Ketersediaan Fasilitas Penunjang Medis di RS Imelda Pekerja Indonesia dan RS Martha Friska
No Kategori RSIPI RSMF
n1 % n2 %
1 Tersedia 47 97,9 41 85,4
2 Kurang tersedia 1 2,1 7 14,6
Jumlah 48 100 48 100