• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERKEMBANGAN APBD PROVINSI

Dalam dokumen KAJIAN EKONOMI REGIONAL (Halaman 65-70)

BAB IV PERKEMBANGAN KEUANGAN DAERAH

4.2. PERKEMBANGAN APBD PROVINSI

Berdasarkan komponennya, alokasi dana perimbangan di masing – masing wilayah administratif di Sulawesi Utara pada APBD Tahun 2010 sebagian besar berasal dari Dana Alokasi Umum. Sementara itu, Dana Bagi Hasil yang diperuntukan guna mengatasi masalah ketimpangan vertikal (antara Pusat dan Daerah) yang dilakukan melalui pembagian hasil dari sebagian penerimaan perpajakan (nasional) dan penerimaan sumber daya alam antara Pemerintah Pusat dan Daerah penghasil,

masih menunjukan prosentase yang relatif kecil. Rendahnya pangsa Dana Bagi Hasil di Sulawesi Utara mencerminkan bahwa kontribusi Provinsi Sulawesi Utara terhadap penerimaan negara, baik dari segi pajak maupun pengelolaan sumber daya alam masih kecil.

4.2. PERKEMBANGAN APBD PROVINSI

Kinerja keuangan pemerintah pada triwulan II-2010 menunjukan pencapaian yang lebih baik, hal ini tercermin dari realisasi pendapatan dan belanja daerah yang mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sampai dengan 30 Juni 2010, realisasi belanja pemerintah mencapai Rp423,57 miliar atau sebesar 38,7% dari target pengeluaran dalam APBD sebesar Rp1.094 miliar. Sementara itu, realisasi pendapatan pemerintah pada triwulan laporan sebesar Rp589,39 miliar atau telah mencapai 55,3% dari target pendapatan dalam APBD sebesar Rp1.066 miliar. Secara neto, APBD Provinsi Sulawesi Utara tahun 2010 mengalami defisit sebesar Rp27 miliar. Namun demikian, bila dibandingkan APBD-P 2009 defisit APBD Sulut tahun 2010 sudah jauh menurun. Untuk menutupi defisit tersebut, pemerintah provinsi menggunakan pos Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) dan penerimaan kembali investasi daerah.

6,06%

81,13% 12,81%

Dana Bagi Hasil Pajak/Bukan Pajak Dana Alokasi Umum (DAU) Dana Alokasi Khusus (DAK)

Grafik 4.4.

Komposisi Dana Perimbangan APBD-2010

4.2.1 Pendapatan Provinsi

Pendapatan daerah adalah total penerimaan dana yang diperoleh daerah pada suatu periode waktu tertentu. Besarnya nilai pendapatan daerah merupakan ukuran besarnya kemampuan fiskal suatu daerah. Semakin besar pendapatan maka semakin besar pula kekuatan fiskal daerah. Untuk itu suatu daerah diharapkan dapat memaksimalkan setiap potensi penerimaan pendapatan daerahnya, sehingga dapat memberikan ruang gerak kebijakan fiskal yang lebih luas.

Sampai dengan triwulan II-2010 realisasi pendapatan Provinsi Sulawesi Utara telah mencapai Rp589,39 miliar, atau sebesar 55,3% dari target pendapatan dalam APBD. Berdasarkan komponen pembentuknya, sumber penerimaan terbesar berasal dari dana perimbangan (utamanya Dana Alokasi Umum) dengan pangsa 62,5% disusul Penerimaan Asli Daerah (PAD) dengan pangsa 32,8%.

Sementara itu, kinerja pemerintah provinsi dalam melakukan berbagai pemanfaatan aset-aset yang dimiliki pada triwulan II-2010 cukup menggembirakan. Hal ini tercermin dari pencapaian realisasi Penerimaan Asli Daerah (PAD) pada triwulan laporan sebesar 57,1% dari target APBD atau meningkat dibandingkan realisasi PAD pada periode yang sama tahun lalu yang hanya mencapai 46,9% dari target APBD 2009. Berdasarkan komponen pembentuknya, PAD ini terutama bersumber dari penerimaan pajak (89,1%) sedangkan sisanya dalam bentuk retribusi, hasil pengelolaan kekayaan daerah dan lain-lain.

Tabel 4.3.

Kinerja Keuangan Daerah Provinsi Sulawesi Utara s.d. 30 Juni 2010

Sumber : Biro Keuangan Provinsi Sulawesi Utara, diolah

(dlm jutaan rupiah)

Nominal % Nominal %

I Pendapatan 1.028.716 476.924 46,4 1.066.545 589.394 55,3

Pendapatan Asli Daerah 309.720 145.121 46,9 350.031 199.718 57,1

Dana Perimbangan 668.996 326.479 48,8 666.514 356.875 53,5

Lain-lain PAD yang Sah 50.000 5.324 10,6 50.000 32.801 65,6

II Belanja 1.120.452 401.679 35,8 1.093.545 423.568 38,7

Belanja Operasi 702.081 281.637 40,1 746.124 349.867 46,9

Belanja Modal 242.945 63.256 26,0 207.921 32.634 15,7

Belanja Tidak Terduga 7.500 1.454 19,4 7.500 405 5,4

Transfer (Ke Kab/Kota/Desa) 167.925 55.332 33,0 132.000 40.662 30,8

III Pembiayaan 91.736 (150.000) 27.000 (215.000) Penerimaan Daerah 391.836 100.000 25,5 329.000 39.000 11,9 - SILPA 54.836 - - 29.000 - -Pengeluaran Daerah 300.100 250.000 83,3 302.000 254.000 84,1 No Uraian APBD-P 2009 (Rp Juta) Realisasi APBD Tw. II-2009 APBD 2010 (Rp Juta) Realisasi APBD Tw. II-2010

Namun demikian, pencapaian PAD sepanjang Tahun 2010 tersebut masih relatif kecil bila dibandingkan kebutuhan dana pembangunan di Sulawesi Utara, hal ini tercermin dari relatif rendahnya rasio kemandirian fiskal daerah yaitu perbandingan PAD terhadap total belanja yang hanya 32%. Hal ini berarti kegiatan ekonomi dan sosial sebagian besar masih digerakkan oleh dana perimbangan yang berasal dari pemerintah pusat.

4.2.2 Belanja Provinsi

Belanja daerah merupakan salah satu instrumen fiskal daerah yang paling signifikan disamping pajak dan retribusi daerah. Besarnya belanja daerah ini akan mencerminkan peranan pemerintah daerah terhadap perekonomian daerah. Sebagai instrumen fiskal, besarnya belanja daerah ini juga dapat mendorong laju pertumbuhan ekonomi daerah. Realisasi belanja daerah yang besar merupakan indikasi peran fiskal daerah yang ekspansif, yang diharapkan dapat berpengaruh positif dalam peningkatan output daerah, selain investasi daerah dan ekspor daerah.

Total belanja daerah yang dianggarkan dalam APBD 2010 adalah sebesar Rp1.093 miliar, mengalami sedikit penurunan dibandingkan total belanja pada APBD 2009 sebesar Rp1.122 miliar. Namun demikian, kinerja belanja provinsi menunjukan peningkatan dibandingkan tahun lalu. Realisasi belanja provinsi sampai dengan triwulan II-2010 mencapai Rp423,57 miliar atau mencapai 38,7% dari target total belanja dalam APBD, lebih tinggi dibandingkan

Tabel 4.4.

Kinerja Pendapatan Daerah Provinsi Sulawesi Utara s.d. 30 Juni 2010

Sumber : Biro Keuangan Provinsi Sulawesi Utara, diolah

(dlm jutaan rupiah)

Nominal % Nominal %

PENDAPATAN 1.028.716 476.924 46,4 1.066.545 100,0 589.394 55,3 Pendapatan Asli Daerah 309.720 145.121 46,9 350.031 32,8 199.718 57,1

- Pajak Daerah 275.626 134.797 48,9 311.927 89,1 172.510 55,3

- Retribusi Daerah 7.594 3.189 42,0 11.589 3,3 4.880 42,1

- Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah 16.500 - - 16.500 4,7 13.484 82

- Lain-lain 10.000 7.136 71,4 10.015 2,9 8.845 88,3

Dana Perimbangan 668.996 326.479 48,8 666.514 62,5 356.875 53,5

- Dana Bagi Hasil Pajak 56.516 6.882 12,2 54.035 8,1 25.032 46,3

- Dana Bagi Hasil Bukan Pajak (SDA) 965 621 64,4 965 0,1 534 55,3

- Dana Alokasi Umum 558.635 279.317 50,0 558.635 83,8 325.956 58,3

- Dana Alokasi Khusus 52.879 39.659 75,0 52.879 7,9 5.353 10,1

Lain-lain Pendapatan yang Sah 50.000 5.324 10,6 50.000 4,7 32.801 65,6

Uraian APBD-P 2009 (Rp Juta) Realisasi APBD Tw. II-2009 APBD 2010 (Rp Juta) Proporsi APBD 2010 (%) Realisasi APBD Tw. II-2010

Tabel 4.5.

Kinerja Belanja Daerah Provinsi Sulawesi Utara s.d. 30 Juni 2010

Menurut komponen pembentuknya, belanja provinsi didominasi untuk belanja operasional dengan pangsa 68,2% atau mencapai Rp746,12 miliar. Sampai dengan triwulan II-2010 realisasi belanja operasional telah mencapai 46,9% (Rp349,87 miliar). Sementara itu, pangsa belanja modal hanya sebesar 19% atau senilai Rp207,92 miliar dari total anggaran belanja secara keseluruhan, dengan nilai realisasi pada triwulan II-2010 hanya mencapai 15,7% atau sebesar Rp32,63 miliar. Hal ini menunjukan bahwa belanja daerah masih banyak dialokasikan untuk konsumsi semata (pembayaran gaji, tunjangan, dan lain sebagainya).

4.2.3. Kontribusi APBD Terhadap Sektor Riil dan Uang Beredar

Realisasi APBD di tingkat provinsi khususnya realisasi belanja daerah sedikit banyak telah memberikan kontribusi bagi pertumbuhan perekonomian. Dengan melakukan identifikasi terhadap pos-pos belanja dalam APBD provinsi ke dalam 2 (dua) kegiatan utama berdasarkan tabel PDRB sisi permintaan, yaitu konsumsi pemerintah dan belanja modal diperoleh hasil bahwa realisasi konsumsi pemerintah memberikan kontribusi sebesar 4,16% terhadap proyeksi PDRB Provinsi Sulawesi Utara triwulan II-2010, sedangkan realisasi belanja modal hanya memberikan kontribusi sebesar 0,39%. Kontribusi di tingkat kabupaten dan kota relatif sulit untuk diperoleh sehingga hanya besaran-besaran pokok saja yang dimiliki. Secara total, realisasi anggaran belanja dan modal dalam APBD provinsi memberikan kontribusi sebesar 5,03% terhadap proyeksi PDRB Sulawesi Utara triwulan II-2010.

(dlm jutaan rupiah) Nominal % Nominal % BELANJA*) 1.120.452 401.679 35,8 1.093.545 100,0 423.568 38,7 Belanja Operasi 702.081 281.637 40,1 746.124 68,2 349.867 46,9 - Belanja Pegawai 397.308 169.894 42,8 402.388 53,9 184.591 45,9 - Belanja Barang 221.274 69.177 31,3 231.236 31,0 93.019 40,2 - Belanja Hibah 16.375 9.235 56,4 63.500 8,5 49.020 77,2

- Belanja Bantuan Sosial 57.125 33.332 58,3 45.000 6,0 19.236 42,7

- Belanja Bantuan Keuangan 10.000 - - 4.000 0,5 4.000 100

Belanja Modal 242.945 63.256 26,0 207.921 19,0 32.634 15,7

- Belanja Tanah - - - 13.800 6,6 3.000 22

- Belanja Peralatan dan Mesin - - - 24.789 11,9 5.600 22,6

- Belanja Bangunan dan Gedung - - - 17.921 8,6 4.876 27

- Belanja Jalan, Irigasi dan Jaringan - - - 148.113 71,2 19.035 12,9

- Belanja Aset Tetap Lainnya - - - 3.298 1,6 122 4

Belanja Tak Terduga 7.500 1.454 19,4 7.500 0,7 405 5,4 Transfer (Bagi Hasil ke Kab/Kota/Desa) 167.925 55.332 33,0 132.000 12,1 40.662 30,8

Uraian APBD-P 2009 (Rp Juta) Realisasi APBD Tw. II-2009 APBD 2010 (Rp Juta) Proporsi APBD 2010 (%) Realisasi APBD Tw. II-2010

Ket: *) Penyusunan anggaran Belanja dalam APBD-P 2009 menggunakan Peraturan Menteri Dalam Negeri No 25 Tahun 2009, sedangkan untuk APBD 2010 menggunakan Standar Akuntansi Pemerintahan

Sementara itu, dampak realisasi APBD provinsi terhadap perkembangan uang beredar sampai dengan posisi 30 Juni 2010 berada pada kondisi kontraksi yang berarti jumlah pengeluaran pemerintah (belanja pemerintah) lebih kecil dibandingkan jumlah pendapatannya.

Tabel 4.6.

Kontribusi APBD Provinsi Terhadap Sektor Riil s.d. 30 Juni 2010

Sumber: Biro Keuangan Daerah Sulawesi Utara, diolah

(dlm jutaan rupiah)

PENDAPATAN 589.394 7,00

Pendapatan Asli Daerah 199.718 2,37

- Pajak Daerah 172.510 2,05

- Retribusi Daerah 4.880 0,06

- Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah 13.484 0,16

- Lain-lain 8.845 0,11

Dana Perimbangan 356.875 4,24

- Dana Bagi Hasil Pajak 25.032 0,30

- Dana Bagi Hasil Bukan Pajak (SDA) 534 0,01

- Dana Alokasi Umum 325.956 3,87

- Dana Alokasi Khusus 5.353 0,06

Lain-lain Pendapatan yang Sah 32.801 0,39

BELANJA 423.568 5,03

Konsumsi Pemerintah 349.867 4,16

- Belanja Pegawai 184.591 2,19

- Belanja Barang 93.019 1,10

- Belanja Hibah 49.020 0,58

- Belanja Bantuan Sosial 19.236 0,23

- Belanja Bantuan Keuangan 4.000 0,05

- Belanja Tak Terduga 405 0,00

- Transfer (Bagi Hasil ke Kab/Kota/Desa) 40.662 0,48

Pembentukan Modal Tetap Bruto (Blnj Modal) 32.634 0,39

1 Data menggunakan PDRB harga berlaku proyeksi Tw.II-2010

Uraian Realisasi APBD Tw.II-2010 (Rp Juta) % thd PDRB 1

Dalam dokumen KAJIAN EKONOMI REGIONAL (Halaman 65-70)

Dokumen terkait