• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERMASALAHAN PEMBANGUNAN DAERAH .1 PERMASALAHAN URUSAN PENDIDIKAN

EVALUASI HASIL PELAKSANAAN RKPD TAHUN 2013 DAN CAPAIAN KINERJA PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN

PERKIRAAN HASIL EVALUASI PELAKSANAAN PERENCANAAN DAERAH TAHUN 2014

2.3 PERMASALAHAN PEMBANGUNAN DAERAH .1 PERMASALAHAN URUSAN PENDIDIKAN

Urusan Pendidikan pada tahun anggaran 2013 mendapat alokasi anggaran sebesar Rp287.271.764.986,00 dan dapat direalisasikan sebesar Rp256.155.909.416,00 (89,17%). Program dan kegiatan pada Urusan Pendidikan tahun 2013 dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan.

Adapun permasalahan dalam urusan pendidikan adalah:

a) Program Bawaku Sekolah dan Peyelenggaraan Sekolah Gratis pada satuan pendidikan SMA/MA/SMK masih perlu ditingkatkan - Disdik.

b) Fasilitas dan infrastruktur pendidikan SMP dan dan Pendidikan Menengah Negeri belum merata - Disdik.

c) Kinerja tenaga pendidik penerima tunjangan profesi masih perlu ditingkatkan serta masih terdapat tenaga pendidik yang belum memenuhi kualifikasi pendidikan minimal - Disdik.

d) Persepsi masyarakat mengenai sekolah yang difavoritkan kurang mendukung terhadap pemerataan kualitas sekolah - Disdik.

e) Partisipasi masyarakat, khususnya dunia usaha/dunia industri belum optimal dalam pembangunan pendidikan - Disdik.

f) Lulusan SMK yang belum relevansi dengan kebutuhan lapangan pekerjaan -Disdik.

g) Implementasi pendidikan karakter belum optimal - Disdik.

h) Mahalnya biaya pendidikan tinggi salah satu kendala bagi masyarakat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang pendidikan tinggi - Disdik.

i) Belum optimalnya pemanfaatan TIK/ICT dalam collecting data dan informasi data pendidikan - Disdik.

j) Program pembangunan pendidikan pada tingkat nasional, provinsi, dan kota belum bersinergi secara optimal - Disdik.

2.3.2 PERMASALAHAN URUSAN KESEHATAN

Urusan Kesehatan pada tahun anggaran 2013 mendapat alokasi anggaran sebesar Rp220.350.682.246,00 dan dapat direalisasikan sebesar Rp201.059.182.183,00 (91,25%). Program dan kegiatan pada Urusan Kesehatan tahun 2013 dilaksanakan oleh: 1) Dinas Kesehatan; 2) Rumah Sakit Umum Daerah; 3) Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak; 4) Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut; dan 5) Bagian Kesejahteraan Rakyat dan Kemasyarakatan Sekretariat Daerah.

Adapun permasalahan dalam urusan kesehatan adalah:

a) Belum optimalnya pemanfaatan posbindu oleh pralansia dan lansia - Dinkes.

b) Kurangnya tenaga sanitasi - Dinkes.

c) Inspeksi sanitasi air bersih tidak dapat dilaksanakan oleh petugas yang belum terlatih dan tidak dapat didelegasikan kepada kader - Dinkes.

d) Ada 1 RS yaitu RSKGM yang sudah mempunyai Instalasi Gawat Darurat namun belum memberikan pelayanan 24 jam karena kekurangan sumber daya manusia - Dinkes.

e) Kegiatan Penyuluhan Keamanan Pangan (PKP) dilaksanakan 2 kali sesuai dengan DPA 2013, sedangkan peserta yang mendaftar untuk mengikuti kegiatan tersebut banyak sehingga tidak semua peserta bisa mengikuti kegiatan PKP - Dinkes.

f) Tidak adalagi kerjasama dengan ASPAMI (Asosiasi Pengusaha Makanan dan Minuman) untuk penyelenggaraan Penyuluhan Keamanan Pangan dikarenakan ASPAMI tidak memperpanjang MOU dengan Dinkes sehingga kegiatan PKP hanya dilakukan sesuai dengan DPA 2013 - Dinkes.

g) Belum optimalnya integrasi dengan instansi terkait dalam memberdayakan masyarakat untuk memilih alat kontrasepsi yang tepat dan aman - Dinkes.

h) Target pencapaian SPM belum tercapai 100% - RSKGM.

i) Penetapan kelas belum terpenuhi - RSKGM.

j) Akreditasi RS belum terpenuhi - RSKGM.

k) Luas lahan RSUD Kota Bandung terbatas hanya 10.028 m2- RSUD.

l) Bangunan gedung rawat jalan masih bangunan lama dan kurang representatif dalam menunjang jumlah kunjungan pasien yang terus meningkat - RSUD.

m) Kapasitas Ruang Rawat Inap masih terbatas hanya menampung 151 TT, rencana penambahan tempat tidur menjadi 200 TT - RSUD.

n) Ruangan manajemen masih menggunakan ruangan yang semula diperuntukan bagi rawat inap - RSUD.

o) Tenaga dokter spesialis masih kurang dan tenaga dokter sub spesialis belum ada sehingga pengembangan jenis pelayanan belum optimal dan peningkatan kelas RSUD Kota Bandung dari kelas C ke kelas B belum terwujud - RSUD.

p) Pelayanan Jampersal. Dengan adanya pelayanan Jampersal, maka terjadi peningkatan jumlah kunjungan pasien yang signifikan. Tetapi hal ini tidak sebanding dengan fasilitas tempat tidur yang berjumlah 65 TT, sehingga pencapaian BOR pada Tahun 2013 sangat tinggi mencapai 100,42% - RSKIA.

q) Lahan RSKIA yang terbatas. Dengan lahan RSKIA yang terbatas tidak memungkinkan untuk mengembangkan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya dan tempat parkir - RSKIA.

r) RSKIA belum memenuhi persyaratan sebagai rumah sakit ibu dan anak kelas B - RSKIA.

s) Belum tersedianya data rumah sakit yang terkomputerisasi. Sehingga terdapat resiko kehilangan data rumah sakit yang akurat sehingga sangat sulit untuk menyajikan data yang up to date - RSKIA.

t) Lingkungan RSKIA belum memenuhi standar rumah sakit. Akses menuju rumah sakit menjadi terhambat karena lokasi RSKIA berdekatan dengan lingkungan pasar dan PKL yang berdagang di sekitar rumah sakit - RSKIA.

u) Terbatasnya tenaga Drug Food Insfektur (DFI). Adapun upaya yang dilakukan adalah memfasilitasi pelatihan tenaga Drug Food Insfektur (DFI).

2.3.3 PERMASALAHAN URUSAN PEKERJAAN UMUM

Urusan Pekerjaan Umum pada tahun anggaran 2013 mendapat alokasi anggaran sebesar Rp781.855.875.414,00 dan dapat direalisasikan sebesar Rp590.101.104.240,00 (75,47%). Program dan kegiatan pada Urusan Pekerjaan Umum tahun 2013 dilaksanakan oleh: 1) Dinas Bina Marga dan Pengairan; dan 2) Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya.

Adapun permasalahan dalam urusan pekerjaan umum adalah:

a) Pembangunan SUS Gedebage memiliki kendala yaitu cuaca akhir tahun yang memasuki musim hujan dimana pekerjaan tanah yang harus memenuhi kriteria teknis tertentu sangat tergantung pada kondisi cuaca.

b) Masih kurangnya penyerahan luas jalan (fasos/fasum) dari pengembang perumahan kepada Pemerintah Kota Bandung.

c) Pelayanan dan supply air minum terbatas dan degradasi air baku.

2.3.4 PERMASALAHAN URUSAN PERUMAHAN

Urusan Perumahan pada tahun anggaran 2013 mendapat alokasi anggaran sebesar Rp24.162.031.535,00 dan dapat direalisasikan sebesar Rp20.185.724.795,00 (83,54%). Program dan kegiatan pada Urusan Perumahan tahun 2013 dilaksanakan

oleh: 1) Dinas Pencegahan Penanggulangan Kebakaran; 2) Dinas Pemakaman dan Pertamanan; dan 3) Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya.

Adapun permasalahan dalam urusan perumahan adalah:

a) Tingkat pemahaman dan kepedulian masyarakat akan arti pentingnya pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran masih kurang - DPPK.

b) Kesadaran pemilik bangunan untuk melengkapi bangunan dengan sistem proteksi kebakaran masih kurang - DPPK.

c) Masih rendahnya kerjasama antara instansi terkait dalam sistem proteksi kebakaran pada bangunan gedung dalam pembuatan IMB - DPPK.

d) Keterbatasan sarana prasarana pencegahan dan penanggulangan kebakaran dan bencana lainnya (kurangnya pos wilayah) - DPPK.

e) Masih adanya gangguan informasi komunikasi kejadian kebakaran melalui telepon - DPPK.

f) Belum terbentuknya Rencana Induk Kebakaran dan Sistem Komunikasi Informasi Kebakaran - DPPK.

g) Kondisi kemacetan lalu lintas menghambat respond time - DPPK.

h) Kurangnya sarana air dengan banyaknya hidrant yang tidak berfungsi dan sungai-sungai yang airnya sedikit - DPPK.

i) Keterampilan dan kesejahteraan petugas masih kurang - DPPK.

j) Pola rekruitmen, mutasi, rotasi, dan promosi masih belum memperhatikan kompetensi dan keahlian dari petugas pemadam kebakaran - DPPK.

2.3.5 PERMASALAHAN URUSAN PENATAAN RUANG

Urusan Penataan Ruang pada tahun anggaran 2013 mendapat alokasi anggaran sebesar Rp6.062.025.000,00 dan dapat direalisasikan sebesar Rp4.285.964.302,00 (70,70%). Program dan kegiatan pada Urusan Penataan Ruang tahun 2013 dilaksanakan oleh: 1) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah; 2) Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah; dan 3) Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya.

Adapun permasalahan dalam urusan penataan ruang adalah:

Berkaitan dengan penetapan Peraturan Daerah tentang RDTR yang harus mendapat persetujuan substansi dari Provinsi Jawa Barat, sementara SOP BKPRD Provinsi Jawa Barat belum ditetapkan – Distarcip.

2.3.6 PERMASALAHAN URUSAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN

Urusan Perencanaan Pembangunan pada tahun anggaran 2013 mendapat alokasi anggaran sebesar Rp19.244.701.329,00 dan dapat direalisasikan sebesar Rp17.352.423.285,00 (90,17%). Program dan kegiatan pada Urusan Perencanaan Pembangunan tahun 2013 dilaksanakan oleh: 1) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah; 2) Badan Pelayanan Perizinan Terpadu; 3) BKepegawaian Daerah; 4)Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah; 5) Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya; 6) Dinas Pemakaman dan Pertamanan; 7) Bagian Kesejahteraan Rakyat dan Kemasyarakatan Sekretariat Daerah; 8) Bagian Organisasi dan Pemberdayaan Aparatur Daerah Sekretariat Daerah; dan 9) Kecamatan Sumur Bandung.

Adapun permasalahan dalam urusan perencanaan pembangunan adalah:

a) Keterwakilan dan keterlibatan warga dalam musrenbang masih belum optimal.

b) Belum optimalnya fungsi dan peran jabatan fungsional perencana.

c) Belum optimalnya tindak lanjut hasil kajian penelitian.

2.3.7 PERMASALAHAN URUSAN PERHUBUNGAN

Urusan Perhubungan pada tahun anggaran 2013 mendapat alokasi anggaran sebesar Rp52.567.189.302,00 dan dapat direalisasikan sebesar Rp49.266.386.222,00

(93,72%). Program dan kegiatan pada Urusan Perhubungan tahun 2013 dilaksanakan oleh Dinas Perhubungan.

Adapun permasalahan dalam urusan perhubungan adalah:

a) Bidang Sarana

(1) Keterlambatan pengurusan uji kendaraan bermotor

(2) Keberadaan pungutan liar untuk parkir di tempat parkir pengujian.

(3) Percaloan uji kendaraan bermotor.

b) Bidang Lalu Lintas dan Parkir

(1) Peralatan ATCS sebagian yang sudah tua.

(2) Rambu lalin ditabrak oleh pengemudi kendaraan bermotor.

c) Bidang AngkutanTerminal

Di dalam pelaksanaan proses pemeliharaan terminal, salah satu contoh

misalkan wc terminal yang belum kering karena tidak sabar sudah digunakan.

d) Bidang Operasi

(1) Keterbatasan Personil petugas di lapangan.

(2) Sarana alat komunikasi kurang.

(3) Keterbatasan kendaraan operasional.

(4) Keterbatasan anggaran operasional.

e) Unit Pelaksana Teknis Trans Metro Bandung

(1) Prasarana pendukung yaitu shelter Koridor TMB 1 belum terbangun (investasi pihak ke-3) terkendala perijinan pembangunan single pool dari Kementrian Pekerjaan Umum sebagai konsensi biaya yang ditanamkan pembangunan shelter Trans Metro Bandung.

(2) Keterbatasan armada koridor TMB 1 dan TMB 2, kondisi existing koridor 1

= 10 unit dan koridor 2 = 10 unit. Seharusnya, sesuai kepala lokasi bus tersebut koridor, 1 = 40 unit dan koridor 2 = 25 unit.

(3) Masih menggunakan karcis manual TMB.

(4) Keterbatasan personil petugas tiket.

(5) Prasarana penyimpan kendaraan terkait dengan transisi pelaksanaan tender.

f) Unit Pelaksanaan Teknis Terminal

(1) PAD Terminal menurun disebabkan karena beberapa hal, yaitu:

kurangnya tenaga pemungut retribusi, sarana dan prasarana yang kurang mendukung (kendaraan operasional penyetoran), cuaca, banjir, libur sekolah, persaingan transportasi, adanya bus gratis, bertambahnya trayek TMB, dan bertambahnya angkutan travel.

(2) Terdapat permasalahan di Area Stasiun Otobis, yaitu: kurangnya tenaga PPNS, banyaknya kendaraan yang tidak layak jalan, dan kurang maksimalnya perbaikan toilet di terminal.

g) Unit Pelaksanaan Teknis Parkir

Kurangnya sarana dan prasarana (alat komunikasi dan kendaraan operasional untuk operasi penggembokan parkir).

2.3.8 PERMASALAHAN URUSAN LINGKUNGAN HIDUP

Urusan Lingkungan Hidup pada tahun anggaran 2013 mendapat alokasi anggaran sebesar Rp50.432.818.500,00 dan dapat direalisasikan sebesar Rp38.210.133.505,00 (75,76%). Program dan kegiatan pada Urusan Lingkungan Hidup tahun 2013 dilaksanakan oleh: 1) Badan Pengelola Lingkungan Hidup; 2) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah; dan 3) Dinas Pemakaman dan Pertamanan.

Adapun permasalahan dalam urusan lingkungan hidup adalah:

a) Kegiatan 3R yang belum optimal – PD. Kebersihan.

b) Belum optimalnya penanganan sampah perkotaan (penyapuan jalan dan fasilitas umum) dan belum optimalnya pengangkutan sampah ke TPA – PD.

Kebersihan.

c) Tidak memiliki TPA yang representatif – PD. Kebersihan.

2.3.9 PERMASALAHAN URUSAN PERTANAHAN

Urusan Pertanahan pada tahun anggaran 2013 mendapat alokasi anggaran sebesar Rp164.888.092.478,00 dan dapat direalisasikan sebesar Rp71.460.635.550,00 (43,34%). Program dan kegiatan pada Urusan Pertanahan tahun 2013 dilaksanakan oleh Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah.

Adapun permasalahan dalam urusan pertanahan adalah:

Ketidaklengkapan persyaratan pengajuan sertifikat (dokumen tanah) dalam rangka sertifikasi tanah milik Pemerintah Kota Bandung.

2.3.10 PERMASALAHAN URUSAN KEPENDUDUKAN DAN CATATAN SIPIL

Urusan Kependudukan dan Catatan Sipil pada tahun anggaran 2013 mendapat alokasi anggaran sebesar Rp3.881.878.610,00 dan dapat direalisasikan sebesar Rp2.747.565.190,00 (70,78%). Program dan kegiatan pada Urusan Kependudukan dan Catatan Sipil tahun 2013 dilaksanakan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.

Adapun permasalahan dalam urusan kependudukan dan catatan sipil adalah:

a) Kurangnya SDM yang mempunyai dasar teknologi informasi dan akuntansi -Disdukcapil.

b) Rendahnya pemahaman masyarakat tentang pentingnya memiliki dokumen kependudukan - Disdukcapil.

c) Tingginya mobilitas penduduk di Kota Bandung - Disdukcapil.

2.3.11 PERMASALAHAN URUSAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

Urusan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak pada tahun anggaran 2013 mendapat alokasi anggaran sebesar Rp4.546.550.000,00 dan dapat direalisasikan sebesar Rp2.649.332.750,00 (58,27%). Program dan kegiatan pada Urusan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak tahun 2013 dilaksanakan oleh Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana.

Adapun permasalahan dalam urusan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak adalah:

a) Masih terbatasnya SDM aparatur.

b) Rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai Pengarusutamaan Gender (PUG), Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), serta trafficking anak dan remaja.

2.3.12 PERMASALAHAN URUSAN KELUARGA BERENCANA DAN KELUARGA SEJAHTERA

Urusan Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera pada tahun anggaran 2013 mendapat alokasi anggaran sebesar Rp9.798.095.000,00 dan dapat direalisasikan sebesar Rp7.052.447.550,00 (71,98%). Program dan kegiatan pada Urusan Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera tahun 2013 dilaksanakan oleh Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana.

Adapun permasalahan dalam urusan keluarga berencana dan keluarga sejahtera adalah:

a) Pemahaman, pengetahuan, sikap, dan perilaku pria tentang hak dan kewajiban dalam perencanaan keluarga masih rendah, serta masih berkembangnya anggapan bahwa ber-KB merupakan domain wanita.

b) Masih belum optimalnya peran institusi masyarakat dalam menginformasikan dan mengkomunikasikan tentang peran pria dalam ber-KB.

2.3.13 PERMASALAHAN URUSAN SOSIAL

Urusan Sosial pada tahun anggaran 2013 mendapat alokasi anggaran sebesar Rp17.981.944.300,00 dan dapat direalisasikan sebesar Rp11.844.781.658,00 (65,87%). Program dan kegiatan pada Urusan Sosial tahun 2013 dilaksanakan oleh Dinas Sosial.

Adapun permasalahan dalam urusan sosial adalah:

a) Keterbatasan anggaran dan sumber daya manusia yang dimiliki oleh Dinas Sosial Kota Bandung jika dibandingkan dengan jumlah dan kriteria PMKS – Dinsos.

b) Belum tersedianya panti penampungan untuk optimalisasi pelayanan terhadap PMKS – Dinsos.

c) Masih belum tersebarluaskannya penanganan masalah sosial yang dilaksanakan oleh Dinas Sosial Kota Bandung – Dinsos.

d) Keterbatasan kuota panti rehabilitasi sosial – Dinsos.

2.3.14 PERMASALAHAN URUSAN KETENAGAKERJAAN

Urusan Ketenagakerjaan pada tahun anggaran 2013 mendapat alokasi anggaran sebesar Rp7.136.288.820,00 dan dapat direalisasikan sebesar Rp6.692.637.665,00 (93,78%). Program dan kegiatan pada Urusan Ketenagakerjaan tahun 2013 dilaksanakan oleh 1) Dinas Tenaga Kerja dan 2) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah.

Adapun permasalahan dalam urusan ketenagakerjaan adalah:

a) Belum tersedianya sarana dan prasarana UPT Balai Latihan Kerja (BLK) – Disnaker.

b) Tidak adanya link and match antara lowongan kerja/kebutuhan tenaga kerja dengan kualitas pencari kerja – Disnaker.

c) Masih terjadinya pelanggaran norma ketenagakerjaan oleh perusahaan, salah satunya disebabkan ketidakseimbangan antara jumlah perusahaan (6.654 perusahaan) dengan tenaga fungsional pengawasan ketenagakerjaan, mediator/pegawai perantara perselisihan hubungan industrial, pengantar kerja, dan Pemberdayaan Swadaya Masyarakat (PSM) penyuluhan tentang pelaksanaan transmigrasi – Disnaker.

d) Dalam periode tertentu (adanya penerimaan CPNS) pelayanan AK-1 volumenya sangat tinggi, sehingga memerlukan fasilitas yang lebih memadai (pencaker = 17.091 orang) – Disnaker.

e) Dua tahun terakhir ini terjadi ketidaksepakatan nilai UMK di Dewan Pengupahan Kota Bandung sehingga terjadinya demo/unjuk rasa – Disnaker.

2.3.15 PERMASALAHAN URUSAN KOPERASI DAN USAHA KECIL DAN MENENGAH

Urusan Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah pada tahun anggaran 2013 mendapat alokasi anggaran sebesar Rp3.614.556.200,00 dan dapat direalisasikan sebesar Rp3.556.558.060,00 (98,40%). Program dan kegiatan pada Urusan Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah tahun 2013 dilaksanakan oleh: 1) Dinas Koperasi,

UKM, dan Perindustrian Perdagangan dan 2) Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah.

Adapun permasalahan dalam urusan koperasi dan usaha kecil dan menengah adalah:

a) Kualitas SDM KUKM yang masih rendah - Dinas KUKM dan Perindag.

b) Kualitas produk yang belum optimal - Dinas KUKM dan Perindag.

c) Kerjasama antara KUKM masih lemah - Dinas KUKM dan Perindag.

d) Penguasaan informasi pasar dan teknologi - Dinas KUKM dan Perindag.

e) Keterbatasan akses sumber permodalan KUKM - Dinas KUKM dan Perindag.

f) Masih banyak rentenir yang berkedok koperasi - Dinas KUKM dan Perindag.

g) Masih banyak koperasi dalam menjalankan aktivitasnya tidak sejalan dengan jati diri, prinsip, dan azas sebuah organisasi koperasi - Dinas KUKM dan Perindag.

h) Masih banyak koperasi yang belum melaksanakan RAT - Dinas KUKM dan Perindag.

i) Masih banyak koperasi yang belum melaksanakan standar kompetensi koperasi - Dinas KUKM dan Perindag.

j) Koperasi yang asetnya besar namun belum mampu berdaya saing di tingkat internasional - Dinas KUKM dan Perindag.

k) Belum adanya distributor barang konsumsi yang memiliki harga di bawah harga pasar - Dinas KUKM dan Perindag.

2.3.16 PERMASALAHAN URUSAN PENANAMAN MODAL

Urusan Penanaman Modal pada tahun anggaran 2013 mendapat alokasi anggaran sebesar Rp3.751.050.000,00 dan dapat direalisasikan sebesar Rp3.206.414.530,00 (85,48%). Program dan kegiatan pada Urusan Penanaman Modal tahun 2013 dilaksanakan oleh: 1) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan 2) Badan Pelayanan Perizinan Terpadu.

Adapun permasalahan dalam urusan penanaman modal adalah:

a) Pemberian kewenangan penerbitan penanaman modal kepada pemerintah kabupaten/kota masih dibatasi hanya untuk investasi yang nilainya di bawah Rp10 miliar, sementara investasi yang nilainya di atas Rp10 miliar masih menjadi kewenangan Pemerintah Pusat.

b) Produk hukum yang melandasi aturan penyelenggaraan penanaman modal di Kota Bandung sudah tidak berlaku yaitu Peraturan Daerah Nomor 26 Tahun 2002 tentang Penyelenggaraan Penanaman Modal di Kota Bandung. Sementara produk-produk yang lainnya, seperti: Undang-Undang Penanaman Modal diterbitkan tahun 2007 (Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal), Peraturan Kepala BKPM Nomor 11 Tahun 2009 Pasal 2 dan Pasal 3, Peraturan Kepala BKPM Nomor 12 Tahun 2009 Pasal 3, Peraturan Kepala BKPM Nomor 14 Tahun 2009, dan Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2009 tentang PTSP di Bidang Penanaman Modal.

c) Belum adanya petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis penyelenggaraan penanaman modal, karena peraturan yang memayunginya tidak dapat diterapkan lagi.

d) Posisi dan kelembagaan penanaman modal secara tegas merupakan perangkat teknis, sehingga posisi dan kelembagaannya perlu ditinjau kembali. Dari 26 Kabupaten/Kota di Jawa Barat, hanya tinggal 4 kabupaten/kota yang belum menyesuaikan bentuk kelembagaannya dengan aturan pemerintah pusat, termasuk Kota Bandung.

2.3.17 PERMASALAHAN URUSAN KEBUDAYAAN

Urusan Kebudayaan pada tahun anggaran 2013 mendapat alokasi anggaran sebesar Rp4.615.770.000,00 dan dapat direalisasikan sebesar Rp4.354.693.599,00 (94,34%).

Program dan kegiatan pada Urusan Kebudayaan tahun 2013 dilaksanakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.

Adapun permasalahan dalam urusan kebudayaan adalah:

a) Pelaksanaan garapan urusan pemerintah bidang seni budaya di Kota Bandung saat ini ditangani oleh satu bidang dengan dua seksi di bawah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung. Hal ini perlu dikaji ulang, mengingat begitu luasnya tugas dan garapan yang harus dilaksanakan pada urusan seni budaya.

b) Masih terbatasnya sarana dan prasarana milik/aset Pemerintah Kota Bandung yang bisa dipergunakan oleh para seniman dan budayawan dalam mengekspresikan seni budaya di Kota Bandung.

c) Tingkat partisipasi masyarakat maupun sektor swasta dalam pemanfaatan kegiatan seni budaya tradisional masih belum optimal.

2.3.18 PERMASALAHAN URUSAN KEPEMUDAAN DAN OLAHRAGA

Urusan Kepemudaan dan Olahraga pada tahun anggaran 2013 mendapat alokasi anggaran sebesar Rp12.743.492.000,00 dan dapat direalisasikan sebesar Rp10.692.342.854,00 (83,90%). Program dan kegiatan pada Urusan Kepemudaan dan Olahraga tahun 2013 dilaksanakan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga.

Adapun permasalahan dalam urusan kepemudaan dan olahraga adalah:

a) Belum terbangunnya sinergitas antara kegiatan Dispora Kota Bandung dengan Lembaga Kepemudaan – Dispora.

b) Masih terbatasnya sarana/gelanggang untuk Pemuda Berkreasi – Dispora.

c) Belum optimalnya penyediaan data prasarana olahraga dilapangan yang dapat terinformasikan secara utuh kepada Dispora Kota Bandung – Dispora.

2.3.19 PERMASALAHAN URUSAN KESATUAN BANGSA DAN POLITIK DALAM NEGERI

Urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri pada tahun anggaran 2013 mendapat alokasi anggaran sebesar Rp10.467.051.500,00 dan dapat direalisasikan sebesar Rp8.277.863.388,00 (79,08%). Program dan kegiatan pada Urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri tahun 2013 dilaksanakan oleh: 1) Badan Kesatuan Bangsa, Perlindungan, dan Pemberdayaan Masyarakat; 2) Satuan Polisi Pamong Praja; dan 3) Bagian Kesejahteraan Rakyat dan Kemasyarakatan Sekretariat Daerah.

Adapun permasalahan dalam urusan kesatuan bangsa dan politik dalam negeri adalah:

a) Masih kurangnya sosialisasi dan informasi bagi masyarakat terhadap Perda dan Perwal Kota Bandung – Satpol PP.

b) Terdapat keraguan dalam tindakan represif karena bias berbenturan dengan pelanggaran HAM – Satpol PP.

c) Masih lemahnya perlindungan hukum bagi aparatur dalam menegakkan Perda dan Perwal – Satpol PP.

d) Masih terdapat oknum-oknum yang bermain dalam pelanggaran Perda dan Perwal – Satpol PP.

e) Terbatasnya ruang politik dalam melaksanakan aktivitas masyarakat sehingga menimbulkan gangguan ketenteraman dan ketertiban – Satpol PP.

f) Besarnya jumlah aktivitas dan daya tarik sehingga banyaknya pendatang yang masuk Kota bandung untuk mengadu nasib – Satpol PP.

g) Masih terbatasnya jumlah personil Satpol PP Kota Bandung – Satpol PP.

h) Partisipasi masyarakat dalam Pemilu Kepala Daerah (Pilwalkot dan PilGub) masih rendah dan banyak masyarakat yang tidak memilih (golput) yaitu sebesar 42% - BKBPM.

i) Semakin maraknya ormas dan LSM yang tidak berkualitas baik secara kepengurusan atau administrasi sebuah organisasi – BKBPM.

2.3.20 PERMASALAHAN URUSAN OTONOMI DAERAH, PEMERINTAHAN UMUM, ADMINISTRASI KEUANGAN DAERAH, PERANGKAT DAERAH, KEPEGAWAIAN, DAN PERSANDIAN

Urusan Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan Daerah, Perangkat Daerah, Kepegawaian, dan Persandian pada tahun anggaran 2013 mendapat alokasi anggaran sebesar Rp183.912.717.027,00 dan dapat direalisasikan sebesar Rp154.351.240.838,00 (83,93%). Program dan kegiatan pada Urusan Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan Daerah, Perangkat Daerah, Kepegawaian, dan Persandian tahun 2013 dilaksanakan oleh: 1) Setda Non Bagian; 2) Sekretariat DPRD, 3) Inspektorat; 4) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah; 5) Badan Kepegawaian Daerah; 6) Badan Pelayanan Perizinan Terpadu; 7) Dinas Pelayanan Pajak; 8) Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah; 9) Bagian Hukum dan Hak Asasi Manusia Sekretariat Daerah; 10) Bagian Organisasi dan Pemberdayaan Aparatur Daerah Sekretariat Daerah; 11) Bagian Pembangunan dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah; 12) Bagian Pemerintahan Umum Sekretariat Daerah; 13) Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah; 14) Bagian Tata Usaha Sekretariat Daerah; 15) Bagian Umum dan Perlengkapan Sekretariat Daerah; 16) Bagian Kerjasama Sekretariat Daerah; dan 17) 30 Kecamatan.

Adapun permasalahan dalam urusan otonomi daerah, pemerintahan umu, administrasi keuangan daerah, perangkat daerah, kepegawaian, dan persandian adalah:

a) Dalam pelaksanaan rapat kerja dengan SKPD terkait, masih ada beberapa SKPD yang kehadirannya diwakilkan sehingga pengambilan keputusan tidak bisa dilaksanakan secara tepat waktu - Setwan

b) Penyelenggaraan diklat pada BKD belum terakreditasi, salah satunya karena tidak memiliki gedung/asrama diklat - BKD.

c) Keterbatasan kemampuan anggaran - BKD.

d) Keterbatasan ruang kerja BKD - BKD.

e) Keterbatasan kompetensi aparatur - BKD.

f) Belum optimalnya penyerahan dan pengisian data kepegawaian PNS dari SKPD di lingkungan Pemerintah Kota Bandung terkait dengan rekonsiliasi/pemutakhiran data pegawai, masih adanya keterlambatan pelaporan administrasi bagi PNS di lingkungan Pemerintah Kota Bandung yang telah memasuki batas usia pensiun, pindah pergi, meninggal dunia, dan pemberhentian sebagai PNS dalam memproses penerbitan Surat Keterangan Penghentian Penghasilan (SKPP) dan administrasi lainnya yang berkaitan dengan gaji - BKD.

f) Belum optimalnya penyerahan dan pengisian data kepegawaian PNS dari SKPD di lingkungan Pemerintah Kota Bandung terkait dengan rekonsiliasi/pemutakhiran data pegawai, masih adanya keterlambatan pelaporan administrasi bagi PNS di lingkungan Pemerintah Kota Bandung yang telah memasuki batas usia pensiun, pindah pergi, meninggal dunia, dan pemberhentian sebagai PNS dalam memproses penerbitan Surat Keterangan Penghentian Penghasilan (SKPP) dan administrasi lainnya yang berkaitan dengan gaji - BKD.