• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

E. Teknik Pengumpulan Data

1. Persiapan Alat Ukur Penelitian

Tahapan pertama dalam penelitian yaitu mempersiapkan alat ukur untuk pengumpulan data penelitian. Pada penelitian ini alat ukur yang digunakan adalah dua skala psikologi yaitu skala Fear of Mising Out dan skala Kesejahteraan Psikologis. skala ini disusun dengan menggunakan skala likert. Sugiyono (2017) menyatakan dengan skala Likert, maka variabel yang diukur dijabarkan menjadi indikator variabel. Kemudian indikator tersebut dijadikan sebagai titik tolak untuk menyusun aitem- aitem instrument yang dapat berupa pertanyaan atau pernyataan. Jenis skala yang digunakan yaitu dengan empat alternatif jawaban yang

dipisahkan menjadi pernyataan favourable dan unfavourable, yaitu Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Tidak Setuju (TS), dan Sangat Tidak Setuju (STS).

Tabel 3.1

Skor skala favourable dan skala unfavourable

No jawaban Favorable Unfavorable

1 Sangat Setuju (SS) 4 1

2 Setuju (S) 3 2

3 Tidak Setuju (TS) 2 3

4 Sangat Tidak Setuju (STS) 1 4

Berikut adalah gambaran skala yang digunakan dalam penelitian ini:

1. Skala Fear of Missing Out (FoMO)

Skala fear of missing out (fomo) disusun berdasarkan aspek yang kemukakan oleh Przybylski, Murayama, DeHaan dan Gladwell (2013), Fear of Missing Out memiliki 2 aspek yaitu:

a. Kebutuhan psikologis akan relatedness yang tidak terpenuhi Relatedness adalah kebutuhan individu untuk dapat merasakan suatu hubungan atau kedekatan dengan orang lain dimana kondisi tersebut memiliki hubungan yang hangat dan peduli yang dapat memuaskan kebutuhan individu sehingga memiliki kesempatan untuk berinteraksi dengan orang yang lain yang dianggap penting dan kompeten dalam sosialnya. Apabila kebutuhan psikologis akan relatedness tidak terpenuhi akan menimbulkan suatu kecemasan. Yang pertama kecemasan fisik yaitu perasaan gelisah dan gugup, yang kedua kecemasan behavioral yaitu perilaku melekat dan dependen dengan orang lain dan yang ketiga

kecemasan kognitif yaitu kekhawatiran dan ketakutan (Nevid, Rathus &

Greene, 2005). Selain itu, individu akan mencoba mencari tahu pengalaman dan apa yang dilakukan oleh orang lain salah satunya melalui media sosial.

b. Kebutuhan psikologis akan self yang tidak terpenuhi Kebutuhan psikologis akan self berkaitan dengan Competence dan Autonomy. Competence adalah keinginan individu untuk merasa efektif dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Apabila competence individu tidak terpenuhi maka akan menimbulkan kurangnya umpan balik interaksi di lingkungannya dan kurang optimal dalam menghadapi tantangan di lingkungan. Sedangkan Autonomy bermakna bahwa individu bebas mengintegrasikan tindakan yang dijalankan dengan diri sendiri tanpa terikat atau mendapat kontrol dari orang lain. Apabila autonomy individu tidak terpenuhi maka akan membuat individu kurang mampu menentukan pilihan, kurangnya pengakuan perasaan dalam lingkungan dan adanya suatu keinginan yang dipaksakan oleh orang lain (Ryan & Deci 2000).

Sehingga ketika individu tidak memenuhi kebutuhan self individu akan menyalurkannya melalui media sosial untuk memperoleh berbagai macam informasi dan berhubungan dengan orang lain.

Tabel 3.2

Blue Print Skala Fear of Missing Out (FoMO)

No Aspek Indikator Aitem Total

Favorable Unfavorable 1 Kebutuhan

akan relatedness yang tidak

Perasaan gelisah

6 16 15

terpenuhi

Perasaan gugup

2 21

Perilaku melekat

dengan orang lain

14 25

Perilaku dependen dengan orang lain

10 28

kekhawatiran 1 17

Ketakutan 13 22

Individu mencari tahu pengalaman orang lain melalui media sosial

3 23

Individu mencari tahu apa yang dilakukan orang lain melalui media sosial

7, 12 18, 29

2 Kebutuhan Kebutuhan Competence yang tidak terpenuhi:

Kurangnya hubungan timbal balik dalam

lingkungan

4 27 15

akan self yang tidak

terpenuhi

Kurangnya komunikasi dalam lingkungan

15 24

Kurang

dihargai dalam lingkungan

8 19

Kebutuhan autonomy

9 30

yang tidak terpenuhi:

Kurang mampu mengatur batas waktu dalam suatu hal

Keinginan yang dipaksakan orang lain

11 20

Individu menyalurkan aktivitas dirinya

melalui media sosial

5 26

Total 15 15 30

2. Skala Kesejahteraan Psikologis

Skala Kesejahteraan Psikologis disusun berdasarkan aspek yang dikemukakan oleh Ryff dan Keyes (1995) mengatakan kesejahteraan psikologis memiliki enam aspek yaitu:

a. Penerimaan Diri

Seseorang dengan kesejahteraan psikologisnya yang tinggi memiliki sikap positif terhadap diri sendiri, mengakui dan menerima berbagai aspek positif dan negatif dalam dirinya, dan perasaan positif tentang kehidupan masa lalu.

b. Hubungan Positif dengan Orang Lain

Seseorang dengan kesejahteraan psikologis yang tinggi memiliki hubungan yang hangat dengan orang lain, saling percaya, peduli tentang

kesejahteraan orang lain, mampu memiliki empati, kasih sayang dan keintiman yang kuat, memahami pemberian dan penerimaan dalam suatu hubungan.

c. Kemandirian

Merupakan kemampuan individu dalam mengambil keputusan sendiri dan mandiri, mampu menahan tekanan sosial untuk berpikir dan bersikap dengan cara yang benar, berperilaku sesuai dengan standar nilai individu itu sendiri dan mengevaluasi diri sendiri dengan standar pribadi.

d. Penguasaan terhadap lingkungan

Seseorang dengan kesejahteraan psikologis yang tinggi memiliki rasa penguasaan dan mampu dalam berkompetensi mengatur lingkungannya, mengendalikan berbagai aktivitas eksternal di luar dirinya, menggunakan secara efektif kesempatan dalam lingkungan, mampu memilih dan menciptakan konteks yang sesuai dengan kebutuhan dan nilai individu itu sendiri.

e. Tujuan hidup

Memiliki tujuan dalam hidup dan terarah, merasakan ada makna hidup masa kini dan masa lalunya, memegang keyakinan yang memberi tujuan hidup, memiliki maksud dan tujuan untuk hidup

f. Pertumbuhan pribadi

Merupakan perasaan mampu dalam melalui tahap-tahap perkembangan, terbuka pada pengalaman baru, memiliki rasa menyadari potensinya, melihat peningkatan dalam diri dan perilaku dari waktu ke

waktu, berubah dengan cara yang mencerminkan lebih banyak pengetahuan diri dan efektivitas.

Tabel 3.3

Blue Print Skala Kesejahteraan Psikologis

No Aspek Indikator Aitem Total

Favorable Unfavorable 1 Penerimaan

diri

Memiliki sikap positif

terhadap diri sendiri

11 53 12

Mengakui berbagai aspek positif dalam dirinya

20 66

Mengakui berbagai aspek negatif dalam dirinya

1 57

Menerima berbagai aspek positif dalam dirinya

30 65

Menerima berbagai aspek negatif dalam dirinya

5 62

Perasaan positif tentang kehidupan masa lalu

21 54

2 Hubungan positif dengan orang lain

Memiliki hubungan yang hangat

2 64 16

Memiliki hubungan yang memuaskan

4 67

Saling percaya dengan orang lain

12 56

Peduli tentang kesejahteraan

31 43

orang lain Mampu memiliki empati

3 58

Memiliki kasih sayang dan keintiman yang kuat

34 55

Memahami pemberian orang lain

22 42

Menerima hubungan dengan orang lain

13 45

3 Kemandirian Mampu mengambil keputusan

33 72 12

Mampu untuk mandiri

6 70

Mampu menahan tekanan sosial untuk berpikir

14 68

Mampu bersikap

dengan cara yang benar

26 73

Berperilaku sesuai dengan standar nilai individu itu sendiri

32 59

Mengevaluasi diri sendiri dengan standar pribadi

7 44

4 Penguasaan terhadap lingkungan

Memiliki rasa penguasaan terhadap lingkungan

15 39 10

Mampu berkompetensi mengatur lingkungan

23 74

Mengendalikan 9 69

berbagai aktivitas

eksternal di luar dirinya Memanfaatkan peluang

disekitarnya secara efektif

28 61

Mampu memilih dan menciptakan konteks yang sesuai dengan kebutuhan dan nilai individu itu sendiri

35 38

5 Tujuan hidup Memiliki tujuan yang terarah

8 60 10

Merasakan adanya makna untuk

kehidupan yang sekarang

37 63

Merasakan adanya makna untuk

kehidupan masa lalu

18 71

Memiliki keyakinan bahwa hidupnya berarti

27 47

Memiliki maksud untuk hidup

29 52

6 Pertumbuhan pribadi

Merasakan akan

perkembangan dalam

hidupnya

10 48 14

Melihat dirinya tumbuh dan berkembang

17 46

Terbuka terhadap pengalaman baru

24 51

Menyadari akan potensi yang

dimilikinya

16 41

Melihat peningkatan dalam diri sepanjang waktu

19 50

Melakukan perubahan diri dengan

pengetahuan

36 49

Efektivitas diri 25 40

Total 37 37 74

Dokumen terkait