• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERSIAPAN PENGALIHAN PENGESAHAN DIPA KE DJA

ASUMSI MAKRO EKONOMI APBN

PERSIAPAN PENGALIHAN PENGESAHAN DIPA KE DJA

Yogyakarta, 12/10/2012

angkah sinergis antara Ditjen Perbendaharaan (DJPB) dan Ditjen

L

A n g g a r a n ( D J A ) s e m a k i n digalakkan. Terlebih terkait rencana pengalihan pengesahan DIPA dari DJPB ke DJA.mulai tahun anggaran 2013. Bagian terpenting dalam proses pengalihan tersebut adalah penyesuaian proses bisnis (alur kerja) penyelesaian dokumen pelaksanaan anggaran, yang semula berada pada 2 unit eselon I (DJA dan DJPB) menjadi satu kesatuan proses bisnis di DJA.

Beberapa pertimbangan pengalihan fungsi tersebut antara lain adalah penyederhanaan proses bisnis, peningkatan kualitas layanan serta perubahan fokus peran DJPB. DJPB akan semakin fokus menjalankan peran dalam melaksanakan fungsi Bendahara Umum Negara yang meliputi treasury/cash

management, budget execution dan

spending review.

Tidak kalah penting dalam proses pengalihan tersebut adalah adanya sistem teknologi yang handal dan terintegrasi yang dinamakan SPAN (Sis tem Perbendaharaan dan Anggaran Negara). Secara menyeluruh, nilai tambah yang diharapkan dari pengalihan fungsi ini antara lain adalah: Adanya efisiensi biaya

(cost effective), Peningkatan kualitas

layanan (better quality of service),

Percepatan waktu layanan (quick service

time).

informasi. Uji coba tersebut dimaksudkan juga untuk melihat keterkaitan alur data yang diterima DJPB sebagai lanjutan dari pengesahan DIPA yang telah dilaksanakan DJA.

Kegiatan uji coba dihadiri oleh Direktur Jenderal Anggaran, Direktur Jenderal Perbendaharaan, Staff Khusus Menteri Keuangan Bidang TI, Tenaga Pengkaji Bidang Perbendaharaan, beberapa pejabat eselon II dan III serta perwakilan dari DJA dan DJPB yang terlibat dalam proses pengalihan DIPA. Ujicoba berlangsung sangat lancar. Peserta memberikan masukan serta tanggapan sebagai bahan perbaikan sebelum sistem digunakan sepenuhnya pada bulan November nanti.

Kegiatan uji coba tersebut merupakan salah satu langkah awal yang ditempuh DJA untuk mempersiapkan proses pengalihan DIPA. Selanjutnya, kegiatan sosialisasi dan pelatihan, baik untuk para p e g a w a i D J A , D J P B d a n kementerian/lembaga akan segera dilaksanakan. Semua langkah tersebut dimaksudkan untuk lebih menunjang keberhasilan proses pengalihan DIPA. (masjon)

foto: dok. pribadi

lingkungan Kementerian Keuangan terkait dengan pemisahan fungsi perencanaan anggaran dan fungsi pelaksanaan anggaran. Kini, para Pengguna Anggaran (PA) cukup dilayani oleh DJA mulai dari pengajuan RKA K/L hingga pengesahan DIPA-nya.

Acara sosialisasi dibuka oleh Rakhmat, Direktur Sistem Penganggaran mewakili Dirjen Angaran. Dalam sambutannya Direk tur Sis tem Peng ang g aran mengatakan bahwa sesungguhnya pengesahan RKAKL itu merupakan 'ruh' nya DIPA atau sesuatu hal yang sangat penting dari pengesahan/ penerbitan DIPA. Sebagai 'ruh' tentu tidak bisa dipisahkan dengan jasadnya. Oleh karenanya, instruksi Menteri Keuangan mengenai pengintegrasian antara proses bisnis pengesahan RKAKL dengan pengesahan DIPA merupakan langkah yang tepat guna peningkatan kualitas pelayanan kepada K/L. Salah satu manfaatnya adalah adanya optimalisasi waktu dalam pengesahan DIPA. Sehingga untuk proses pengesahan DIPA K/L tidak lagi menempuh dua jalur birokrasi unit eselon I yaitu pengesahan RKAKL dengan DJA dan pengesahan DIPA dengan DJPB.

Sosialisasi Penyelesaian DIPA 2013 Jakarta, 15/10/2012

rofesionalisme Ditjen Anggaran M e n u j u A n g g a r a n y a n g

P

Berkualitas”. Demikian bunyi tema utama sosialisasi penyelesaian Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) tahun 2013. Sosialisasi berlangsung di Gedung Dhanapala hari Senin, 15 Oktober 2013 dan dihadiri oleh seluruh pegawai dan pejabat di lingkungan Direktorat Jenderal Anggaran (DJA). Ini merupakan sosialisasi DIPA yang pertama kali diselenggarakan oleh DJA dan diikuti oleh seluruh pegawai di lingkungan DJA.

Mulai tahun anggaran 2013 proses penyelesaian DIPA telah beralih dari Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPB) ke DJA. Peralihan ini merupakan instruksi Menteri Keuangan dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada k e m e n t e r i a n / l e m b a g a ( K / L ) . S e b e l u m ny a , s e j a k t a h u n 2 0 0 5 , persetujuan pengajuan Rencana Kerja Anggaran (RKA) K/L dilayani oleh DJA dan penyelesaian DIPA-nya dilaksanakan oleh DJPB. Pemisahan pelayanan ini sebagai konsekuensi dari reorganisasi di

Dengan pelayanan birokrasi satu atap (di DJA) diharapkan akan tercipta efisiensi biaya/waktu, percepatan waktu layanan yang selanjutnya akan terjadi peningkatan kualitas pelayanan.

Untuk menjamin keberlangsungan akuntabilitas laporan keuangan di DJPB maka format DIPA tahun 2013 tidak mengalami perubahan. Namun demikian, dari segi wujudnya DIPA tahun 2013 mengalami penyesuaian. Karena pada tahun anggaran 2013, DIPA akan terdiri atas DIPA Induk dan DIPA Petikan. DIPA Induk merupakan akumulasi/rangkuman dari DIPA milik satuan kerja (satker) yang disusun oleh PA untuk satu unit eselon I. N a n t i n y a D I P A I n d u k a k a n dit andat ang ani oleh Sekret aris Jenderal/Sestama/Sekretaris/Pejabat eselon I sebagai penanggungjawab program dan memiliki alokasi anggaran. Di DIPA Induk inilah nantinya Dirjen Anggaran membubuhkan tanda tangan sebagai tanda pengesahan atas dokumen DIPA . Pada DIPA Petikan yang diperuntukan bagi satker tidak diperlukan tanda tangan basah. Namun keabsahan DIPA Petikan tetap dapat terjamin karena melalui otomatisasi sistem, nantinya pada “

foto: dok. pribadi

41

setiap DIPA Petikan akan diberikan digital

stamp.

Pada sosialisasi ini juga disampaikan materi mengenai penyesuaian proses bisnis pengelolaan RKA K/L dan DIPA oleh Kasubdit Trasformasi Sistem Pengangaran Made Arya Wijaya dan materi sistem aplikasi RKA K/L - DIPA 2013 oleh Kasubdit Teknologi Informasi Penganggaran Gede Ginarya. Nantinya aplikasi yang dipakai oleh setiap kementerian akan meliputi aplikasi RKAKL DIPA Satker, aplikasi DIPA dan aplikasi RKAKL DIPA Online yang akan

dipakai dalam kaitannya penelaahan RKAKL secara online.

Terkait pengelolaan RKAKL dan DIPA di DJA, setidaknya terdapat 7 proses bisnis yang perlu disesuaikan yaitu proses penerimaan RKAKL Final, proses penelaahan (online dan tatap muka),

proses penerbitan Daftar Hasil

Penelaahan (DHP) RKAKL dan pencetakan Keppres Rincian Anggaran Belanja Pemerintah Pusat (RABPP), proses pencetakan DIPA Induk, proses pengesahan DIPA Induk, proses pencetakan dan penggandaan DIPA Petikan dan proses pendistribusian DIPA Petikan. Kesemua proses bisnis tersebut perlu dipahami oleh seluruh pegawai DJA sebagai konsekwensi dari proses pengesahan DIPA oleh DJA.

Secara umum pelaksanaan kegiatan sosialisasi tersebut berjalan dengan lancar dari awal hingga akhir acara. Sosialisasi ini merupakan salah satu kegiatan awal yang dilaksanakan DJA dalam mempersiapkan diri untuk melaksanakan penambahan tugas baru. Sebelumnya, hari Jum'at 12 Ok tober 2012 yang lalu telah dilaksanakan uji coba proses upload

RKAKL secara online dari Kanwil DJPB

Propinsi Yogyakarta. Lebih lanjut guna lebih memantapkan pemahaman

mengenai proses bisnis pengelolaan RKAKL - DIPA maka secara marathon akan dilaksanakan sosialisasi kepada seluruh K/L dan para pegawai di lingkungan DJPB. Tak terkecuali pelatihan aplikasi RKA KL - DIPA untuk seluruh pegawai di lingkungan Direktorat Anggaran I, II, III, dan Pusat Layanan DJA. Menyusul setelah itu juga akan dilaksanakan pelatihan serupa untuk para pegawai Biro Perencanaan/Keuangan di seluruh K/L.

Akhirnya, seperti kepompong yang bermetamorfosis menjadi kupu-kupu. Perlu usaha dan perjuangan yang sungguh-sungguh dari seekor ulat m e n j a d i k e p o m p o n g m e n u j u kesempurnaanya menjadi seekor kupu- kupu yang indah. Maka begitupun yang seharusnya dilakukan oleh seluruh pegawai dan jajaran pejabat di lingkungan DJA. Sukses selalu DJA-ku.. (masjon)

unit eselon I menjadi agenda kegiatan dihari pertama, sedangkan hari kedua membahas tentang Langkah-langkah akhir tahun persiapan penyusunan laporan keuangan TA 2012 serta tindak lanjut temuan Badan Pemeriksa Keuangan Tahun 2011.

Untuk laporan keuangan triwulan III ini Direktorat Jenderal Anggaran tidak mengalami kendala, temuan Badan Pemeriksa Keuangan atas laporan keuangan tahun 2011 telah diselesaikan sesuai dengan rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan.

Badan Pemeriksa Keuangan memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas hasil auditnya terhadap laporan keuangan Tahunan Kementerian Keuangan TA 2011. Hal ini menjadi trigger

K e m e n t e r i a n K e u a n g a n mempertahankan opini tersebut untuk laporan keuangan tahun berikutnya. (gunawan)

PENYUSUNAN LAPORAN

Dokumen terkait