• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pertemuan Indonesia-Australia Business Partnership Group ke-3

BAB I KINERJA

D. Peningkatan Kerja Sama dan Perundingan Bilateral

6. Pertemuan Indonesia-Australia Business Partnership Group ke-3

Pada tanggal 18 Oktober 2012, telah dilaksankan pertemuan Indonesia-Australia Business Partnership Group (IA-BPG) ke-3 di Jakarta.

Sebagai pembukaan, pemerintah kedua negara menyampaikan dukungan penuh terhadap proses IA-BPG. Selain itu, pemerintah kedua negara juga menyambut baik hasil rekomendasi BPG mengingat rekomendasi dari IA-BPG merupakan a bird's-eye view of assessment yang baik dan penting untuk dipertimbangkan dari perspektif bisnis. Secara umum, kalangan bisnis Indonesia dan Australia memiliki pandangan yang sama bahwa IA-CEPA harus lebih

advanced dan menguntungkan dari Free Trade Agreement

yang konvensional dengan harapan agar IA-CEPA dapat meningkatkan kesejahteraan (living standards) masyarakat kedua negara. Diharapkan bahwa IA-CEPA dapat dimanfaatkan sebagai peluang dan kesempatan bagi kedua negara untuk memulai kemitraan yang komprehensif dan terpadu terhadap seluruh sektor yang menjadi kepentingan kedua negara. IA-CEPA juga diharapkan dapat menjadi forum kerja sama yang efektif antara pemerintah, kalangan bisnis dan institusi terkait lainnya termasuk untuk memfasilitasi adanya peningkatan kapasitas di bidang-bidang yang akan berdampak strategis bagi hubungan bilateral kedua negara. IA-BPG meyakini bahwa pemerintah kedua negara akan mempertimbangkan dengan baik position paper dimaksud demi memajukan negosiasi IA-CEPA. Selain hal tersebut, keberadaan IA-CEPA juga diyakini dapat menyediakan pemahaman lebih baik terhadap kerja sama antara kalangan bisnis kedua negara sebagai upaya peningkatan perekonomian kedua negara.

Berkenaan dengan hal-hal tersebut di atas, berikut hasil pertemuan IA-BPG yang perlu untuk menjadi perhatian: 1) Position Paper dimaksud telah dibuat berdasarkan

masukan dari para pemangku kepentingan, dalam hal ini kalangan bisnis kedua negara. Secara umum, position

paper dimaksud berisikan beberapa tantangan utama

dalam perdagangan Indonesia dan Australia, serta peluang untuk kalangan bisnis kedua negara guna meningkatkan kemitraan dagang serta kerja sama ekonomi lintas batas.

Position Paper tersebut akan disampaikan kepada

pemerintah kedua negara untuk dijadikan pertimbangan dalam perundingan IA-CEPA.

Laporan Bulanan Ditjen KPI Periode Oktober 2012 59

2) Merujuk pada pola komplementer antara konsumsi dan produksi antara Indonesia dan Australia, IA-BPG telah mengidentifikasi peluang kemitraan antara kedua negara yakni:

a) Mengembangkan hubungan lintas batas, integrated

industries and value chains untuk memenuhi

kebutuhan domestik dan negara ketiga.

b) Sharing pengetahuan dan teknologi melalui harmonisasi standar dan peraturan, pengakuan kualifikasi, pengakuan atas Hak Kekayaan Intelektual, membentuk mekanisme penyelesaian sengketa; kerja sama di bidang pendidikan, pelatihan dan pengembangan profesional; memfasilitasi joint venture dan izin usaha; dan mendorong pergerakan profesional antara kedua Negara.

c) Memfasilitasi kerja sama ekonomi melalui peningkatan program bantuan pengembangan yang fokus pada pembangunan kapasitas ekonomi, pengembangan keahlian, sharing informasi pasar, peluang akses pasar, memfasilitasi pengembangan nilai mata rantai, pembangunan bisnis dalam negeri dan meningkatkan kerja sama antara bantuan pengembangan pemerintah dengan kalangan swasta.

3) IA-BPG juga mengidentifikasi sektor bisnis potensial yang memiliki signifikansi terhadap kerja sama perdagangan lintas batas dan investasi antara Indonesia dan Australia, antara lain:

a) Agriculture and Agribusiness. b) Mining and Energy.

c) Manufacturing. d) Professional services. e) Education.

f) Health Services. g) Green Economy.

4) Adapun langkah-langkah yang diidentifikasikan dapat mengatasi hambatan perdagangan kedua negara secara lintas sektoral (cross cutting theme) antara lain:

a) Penurunan seluruh tarif ke 0% untuk seluruh pos tarif sejak entry into force.

b) Menghapus seluruh ketentuan kuota produk sejak

60 Laporan Bulanan Ditjen KPI Periode Oktober 2012

c) Menghapus seluruh capital thresholds sejak entry into

force.

d) Menghapus seluruh batasan atas equity holdings di seluruh sektor bisnis oleh BUMN atau perusahaan swasta mitra IA-CEPA dengan syarat bahawa hal ini memenuhi tes kepentingan nasional terkait dengan kriteria-kriteria penanaman modal sebagaimana dimonitor oleh Badan Penanaman Modal Asing atau lembaga yang setara.

e) Mengizinkan pergerakan penuh dan bebas bagi Sumber Daya Manusia berketerampilan yang akan melewati perbatasan negara.

f) Memberikan pengakuan bersama atas pelatihan dan tingkat keahlian sesuai dengan standar internasional. g) Mendorong pengembangan pemahaman budaya dan

bahasa melalui pencantuman mata pelajaran wajib dalam kurikulum sekolah.

h) Bantuan pengembangan harus dibuat sedemikian rupa sehingga dapat mencapai poin-poin tersebut di atas termasuk meningkatkan kapasitas bagi Indonesia untuk dapat menerapkan percepatan pengembangan ekonomi.

i) Tindakan yang diambil dalam kegiatan perdagangan internasional (measures) seharusnya ditujukan sebagai kerja sama dan kolaborasi guna mengakses rantai suplai global dan kebutuhan jasa.

5) Sebagai tahap awal, IA-BPG menambahkan usulan yakni adanya dua initial pilot projects untuk membangun momentum penting dalam perjalanan kemitraan ekonomi komprehensif kedua Negara, yakni: (i) "A Healthy Diet", bertujuan untuk mendukung MP3EI dalam meningkatkan konsumsi daging di Indonesia dan konsumsi tropical fruits asal Indonesia di Australia; (ii) "A Skilled Workforce", bertujuan untuk mendukung peningkatan pengembangan keahlian di Indonesia dan Australia melalui fasilitasi kemudahan pergerakan tenaga ahli di antara kedua Negara dan meningkatkan transfer keahlian.

Laporan Bulanan Ditjen KPI Periode Oktober 2012 61

7. Pertemuan Bilateral Pembahasan Transposisi Tariff Commitments Dalam Kerangka

Indonesia Japan Economic Partnership Agreement

Sehubungan dengan upaya untuk menyelesaikan transposisi

tariff commitments dalam kerangka Indonesia Japan economic Partnership Agreement (IJEPA) telah dilaksanakan

pertemuan bilateral dengan Jepang untuk membahas transposisi tariff commitments dari HS 2002 ke HS 2007 dan dari HS 2007 ke HS 2012 pada tanggal 18-19 Oktober 2012 di Jakarta.

Pertemuan bilateral ini sangat penting karena hasil kesepakatan transposisi tersebut akan digunakan untuk menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) baru yang berlaku pada tanggal 1 Januari 2013 untuk mengganti PMK lama (No. 95/PMK.011/2008) yang masa berlakunya akan berakhir pada akhir tahun 2012.

Dalam pertemuan ini, perwakilan dari Pusat Kebijakan Pendapat Negara, Badan Kebijakan Fiskal (BKF) menyampaikan penjelasan mengenai metode transposisi HS yang digunakan oleh Pemerintah Indonesia sekaligus menyampaikan usulan/tanggapan atas counter draft Jepang yang telah disampaikan pada tanggal 21 September 2012. Menanggapi hal tersebut, Jepang menyampaikan persetujuannya, namun masih memerlukan penjelasan beberapa hal teknis dari BKF. Juga karena mengingat banyaknya tariff lines yang harus diteliti, maka Jepang meminta waktu yang lebih panjang untuk menyelesaikan transposisi usulan dari Indonesia dimaksud.

Pada akhir pertemuan, kedua pihak telah menyepakati hal-hal sebagai berikut:

1) Pihak Jepang akan menyampaikan tanggapan final terhadap seluruh tariff lines dalam transposisi HS 2002 ke HS 2007 dan HS 2007 ke HS 2012 paling lambat tanggal 26 Oktober 2012;

2) Apabila masih terdapat beberapa hal teknis yang perlu diklarifikasi, pihak Jepang mengusulkan agar diadakan pertemuan melalui video conference dengan pihak Indonesia, khususnya dengan sektor utama terkait, yaitu dengan BKF dan Ditjen Bea dan Cukai, Kementerian Keuangan.

3) Pihak Jepang mengharapkan adanya pejabat Indonesia yang menangani teknis trasposisi HS berkunjung ke Tokyo untuk dapat melakukan pertemuan/konsultasi

62 Laporan Bulanan Ditjen KPI Periode Oktober 2012

teknis. Bersamaan dengan permintaan Jepang, pada akhir Oktober 2012, beberapa Pejabat teknis dari BKF dan Ditjen. Bea dan Cukai akan menghadiri pertemuan

ASEAN Japan Economic Partnership Agreement (AJEPA)

yang direncanakan akan dilaksanakan di Tokyo pada akhir Oktober 2012.