BAB IV. STUDI KASUS
4.1. Studi kasus pengembangan perumahan
4.1.2. Perumahan Kelas Menengah
4.1.2.1. Perumahan Jala Utama Rindang Alam (Y1)
Perumahan Jala Utama Rindang Alam, merupakan tipe
pengembangan rumah kelas menengah. Perumahan berlokasi di Kelurahan
Kampung Baru Pauh. Perumahan dikembangkan oleh pengembang PT. Jala
Mitra Internusa dengan jumlah unit yang dikembangkan yaitu 124 unit pada
luas lahan 1,2 Ha. Pengembang telah memiliki pengalaman dimulai sejak
tahun 1997 (19 tahun). Pengembang bertindak selaku kontraktor
pembangunan unit rumah dan juga dibantu oleh
subkontraktor-subkontraktor sesuai bidang pekerjaannya masing-masing. Pihak
pengembang juga bertindak lansung memasarkan unit-unit rumah kepada
para calon konsumen. Unit-unit rumah yang dikembangkan oleh
pemgembang dibangunkan apabila ada konsumen yang telah membeli
unit-unit rumah yang ditawarkan ( unit-unit indent).
Gambar 4.4. Perumahan Jala Utama Rindang Alam, Padang (2016).
a. Pihak yang Terlibat dalam Pengembangan Perumahan
Tabel 4.4. Identifikasi Pihak Yang Terlibat Pengembangan
Perumahan Y1
Lingkup Pekerjaan Pengembangan Perumahan Y1
Pihak Yang Terlibat Desain/ Perancangan Prasarana Perumahan Pengembang
Desain/Perancangan Unit-Unit Rumah Pengembang Desain/Perancangan Sarana Perumahan Pengembang Pekerjaan Pematangan Tanah Pengembang
Pekerjaan Jalan 1 Perusahaan Kontraktor Perseorangan Pekerjaan Saluran/Drainase 1 Perusahaan Kontraktor Perseorangan
Pekerjaan Jembatan Pengembang
Pekerjaan Air Bersih 1 Perusahaan Kontraktor Persekutuan (CV) Pekerjaan Listrik dan Penerangan Jalan
Umum
1 Perusahaan Kontraktor Perseroan Terbatas (PT)
Pekerjaan Unit-Unit Rumah 2 Perusahaan Kontraktor Perseorangan, 2 Perusahaan Kontraktor Persekutuan (CV) Pekerjaan Sarana Olahraga 1 Perusahaan Kontraktor Persekutuan (CV) Pekerjaan Sarana Perbelanjaan 2 Perusahaan Kontraktor Perseorangan Pekerjaan Sarana Peribadatan 1 Perusahaan Kontraktor Perseorangan Pekerjaan Taman 1 Perusahaan Kontraktor Perseorangan Pengawasan Pelaksanaan Konstruksi
Perumahan
Pengembang
Keseluruhan kontraktor yang terlibat dalam pengembangan perumahan Y1 berjumlah 9 Perusahaan Kontraktor Perseorangan, 3 Perusahaan Kontraktor Persekutuan (CV) dan 1 Perusahaan Kontraktor Perseroan Terbatas (PT).
b. Hubungan Pengembang dengan Pihak yang Terlibat Dalam
Pengembangan Perumahan
Pada pengembangan perumahan ini, keseluruhan
Desain/Perancangan Perumahan dilakukan sendiri oleh pengembang.
Pengembang tidak melibatkan pihak lain dalam keseluruhan
Desain/Perancangan Perumahan dikarenakan pengembang mempunyai
divisi Desain/Perancangan yang berkompeten dalam perusahaannya
untuk melakukan Desain/Perancangan Perumahan. Untuk meningkatkan
produktivitas dan efisiensi dalam mengembangkan suatu perumahan,
pengembang menyerahkan sebagian besar Pelaksanaan Konstruksi
Perumahan kepada kontraktor. Pengembang hanya melaksanakan
Pekerjaan Pematangan Tanah dan Pekerjaan Jembatan. Pengadaan untuk
seluruh kontraktor tersebut dilakukan melalui penunjukan langsung
dengan pertimbangan kontraktor tersebut telah menjadi rekanan
pengembang dan juga didasarkan track record kontraktor tersebut
dalam Pelaksanaan Konstruksi Perumahan. Hubungan kontrak antara
pengembang dengan setiap kontraktor tersebut diatur melalui Surat
Perintah Kerja. Jenis hubungan kontrak antara pengembang dengan
setiap kontraktor berdasarkan nilai kontrak adalah kontrak Lumpsum,
menurut cara pembayaran adalah pembayaran bertahap (progress
payment) dan menurut tahapan pihak- pihak yang terlibat dan lingkup
tugasnya adalah kontrak pemilik dan pelaksana konstruksi
(owner-builder).
Untuk Pekerjaan Pemantangan Tanah, pengembang melakukan
hubungan kontrak dengan pemasok tenaga kerja. Tenaga kerja tersebut
diadakan oleh mandor dengan pembayaran berdasarkan upah kerja
harian/mingguan. Tenaga kerja yang diperkerjakan berasal dari daerah
sekitar wilayah pengembangan perumahan tersebut. Selain pemasok
tenaga kerja, pengembang juga melakukan hubungan kontrak dengan
pemasok peralatan berat beserta operatornya dengan cara sewa. Untuk
Pekerjaan Jembatan, pengembang melakukan hubungan kerjasama
dengan kontraktor spesialis untuk pemasangan pondasi tiang pancang
dan railing besi jembatan dalam bentuk Surat Perintah Kerja. Untuk
Pekerjaan Jalan, pengembang juga melakukan hubungan kontrak dengan
subkontraktor spesialis untuk pemasangan material paving block. Untuk
Pekerjaan Saluran/Drainase, Pekerjaan Jembatan, Pekerjaan Unit-Unit
Rumah, Pekerjaan Sarana Olahraga, Pekerjaan Sarana Perbelanjaan dan
Pekerjaan Sarana Peribadatan, pengembang juga melakukan hubungan
kontrak dengan beberapa pemasok material yang volumenya besar
seperti pemasok material pasir dan split, besi. Selain itu, pengembang
juga melakukan hubungan kontrak dengan subkontraktor spesialis untuk
pemasangan material tiang pancang untuk Pekerjaan Unit-Unit Rumah
Bertingkat dan Pekerjaan Sarana Perbelanjaan. Pembayaran dari
pengembang terhadap pemasok material dilakukan pada saat jumlah
material yang dipesan pengembang telah dikirim.
Selain melaksanakan Pekerjaan Pemantangan Tanah, pengembang
juga melaksanakan pekerjaan estate, yaitu pekerjaan-pekerjaan
pemeliharaan, pekerjaan perbaikan atau koreksi yang bersifat minor.
Untuk Pengawasan Pelaksanaan Konstruksi Perumahan, pengembang
bertindak sebagai supervisor dalam mengawasi seluruh pekerjaan.
Pengawasan terhadap seluruh Pelaksanaan Konstruksi Perumahan
dilakukan secara rutin setiap hari.
c. Hubungan Kontraktor dengan Pihak yang Terlibat Dalam
Pengembangan Perumahan
Pekerjaan Jalan, Pekerjaan Saluran/Drainase, Pekerjaan Air
Bersih, Pekerjaan Listrik dan Penerangan Jalan Umum, Pekerjaan
Unit-Unit Rumah, Pekerjaan Sarana Olahraga, Pekerjaan Sarana
Perbelanjaan, Pekerjaan Sarana Peribadatan dan Pekerjaan Taman,
masing-masing kontraktor melakukan hubungan kerjasama dalam
bentuk Purchase Order dengan pemasok material. Pengadaan pemasok
material ditentukan berdasarkan harga penawaran dan sampel yang
ditunjukkan. Pembayaran dari kontraktor terhadap pemasok material
dilakukan berdasarkan tanggal jatuh tempo yang telah disepakati
kontraktor dan pemasok material tersebut. Sedangkan tenaga kerja
beserta peralatan kerjanya diadakan oleh mandor dengan pembayaran
berdasarkan upah kerja harian/mingguan. Tenaga kerja yang
diperkerjakan berasal dari daerah sekitar wilayah pengembangan
perumahan tersebut. Untuk Pekerjaan Jalan, Pekerjaan
Saluran/Drainase, Pekerjaan Jembatan, Pekerjaan Air Bersih,
masing-masing kontraktor juga melakukan hubungan kontrak dengan pemasok
peralatan berat beserta operatornya dengan cara sewa.
4.1.2.2. Perumahan Griya Asri Parak Karakah ( Y2 )
Perumahan Griya Asri Parak karakah, terletak di Kubu Dalam Parak
Karakah,kecamatan Padang Timur Kota Padang. Dikembangkan oleh CV.Griya
Asri dengan jumlah unit sebanyak 30 unit diatas lahan 8000 M
2. Pengembang
dalam hal ini bertindak lansung sebagai kontraktor dan supplier dibantu oleh
subkontraktor yang bekerja sesuai dengan bidangnya masing-masing.
Disamping itu pengembang juga memasarkan lansung unit-unit rumah yang
mereka tawarkan kepada konsumen. Unit-unit rumah dibuatkan beberapa
sebagai rumah contoh yang kemudian pembangunan unit-unit selanjutnya
tergantung kepada konsumen yang telah membeli unit rumah kepada
pengembang ( unit indent).
Gambar 4.5. Perumahan Griya Asri Parak Karakah, Padang (2016).
a. Pihak yang Terlibat dalam Pengembangan Perumahan
Tabel 4.5. Identifikasi Pihak Yang Terlibat Pengembangan Perumahan Y2
Lingkup Pekerjaan Pengembangan Perumahan Y2
Pihak Yang Terlibat Desain/ Perancangan Prasarana Perumahan Pengembang
Desain/Perancangan Unit-Unit Rumah Pengembang Desain/Perancangan Sarana Perumahan Pengembang Pekerjaan Pematangan Tanah Pengembang Pekerjaan Pagar Tembok/ Benteng Pengembang
Pekerjaan Jalan 1 Perusahaan Kontraktor Perseroan Terbatas (PT)
Pekerjaan Saluran/Drainase 1 Perusahaan Kontraktor Persekutuan (CV) Pekerjaan Dinding Penahan Tanah Pengembang
Pekerjaan Jembatan 1 Perusahaan Kontraktor Persekutuan (CV) Pekerjaan Air Bersih 1 Perusahaan Kontraktor Persekutuan (CV) Pekerjaan Listrik dan Penerangan Jalan
Umum
1 Perusahaan Kontraktor Perseroan Terbatas (PT)
Pekerjaan Unit-Unit Rumah 2 Perusahaan Kontraktor Perseorangan dan 2 Perusahaan Kontraktor Persekutuan (CV) Pekerjaan Taman 1 Perusahaan Kontraktor Perseorangan Pengawasan Pelaksanaan
Konstruksi Perumahan
b. Hubungan Pengembang dengan Pihak yang Terlibat Dalam
Pengembangan Perumahan
Pada pengembangan perumahan ini, keseluruhan
Desain/Perancangan Perumahan dilakukan sendiri oleh
pengembang. Pengembang tidak melibatkan pihak lain dalam
keseluruhan Desain/Perancangan Perumahan dikarenakan
pengembang mempunyai divisi Desain/Perancangan yang
berkompeten dalam perusahaannya untuk melakukan
Desain/Perancangan Perumahan. Untuk meningkatkan produktivitas
dan efisiensi dalam mengembangkan suatu perumahan, pengembang
menyerahkan sebagian besar Pelaksanaan Konstruksi Perumahan
kepada kontraktor. Pengembang hanya melaksanakan Pekerjaan
Pematangan Tanah, Pekerjaan Pagar Tembok/Benteng dan
Pekerjaan Dinding Penahan Tanah.
Pengadaan untuk seluruh kontraktor tersebut dilakukan melalui
penunjukan langsung dengan pertimbangan kontraktor tersebut telah
menjadi rekanan pengembang dan juga didasarkan track record
kontraktor tersebut dalam melakukan pekerjaan pengembangan
perumahan. Hubungan kontrak antara pengembang dengan setiap
kontraktor yang melaksanakan setiap pekerjaan diatur melalui Surat
Perintah Kerja.
Jenis hubungan kontrak antara pengembang dengan setiap
kontraktor berdasarkan nilai kontrak adalah kontrak Lumpsum,
menurut cara pembayaran adalah pembayaran bertahap (progress
payment) dan menurut tahapan pihak-pihak yang terlibat dan lingkup
tugasnya adalah kontrak pemilik dan pelaksana konstruksi
(owner-builder).
Pekerjaan Pemantangan Tanah, pengembang melakukan
Keseluruhan kontraktor yang terlibat dalam pengembangan perumahan Y2 berjumlah 3 Perusahaan Kontraktor Perseorangan, 5 Perusahaan Kontraktor Persekutuan (CV) dan 2 Perusahaan Kontraktor Perseroan Terbatas (PT).hubungan kontrak dengan pemasok tenaga kerja. Tenaga kerja
tersebut diadakan oleh mandor dengan pembayaran berdasarkan
upah kerja harian/mingguan. Tenaga kerja yang diperkerjakan berasal
dari daerah sekitar wilayah pengembangan perumahan tersebut.
Selain pemasok tenaga kerja, pengembang juga melakukan
hubungan kontrak dengan pemasok peralatan berat beserta
operatornya dengan cara sewa. Untuk Pekerjaan Pagar
Tembok/Benteng dan Pekerjaan Dinding Penahan Tanah,
pengembang melakukan hubungan kontrak dalam bentuk Purchase
Order dengan pemasok material. Pengadaan pemasok material
ditentukan berdasarkan harga penawaran dan sampel yang
ditunjukkan. Pembayaran dari pengembang terhadap pemasok
material dilakukan pada saat jumlah material yang dipesan
pengembang telah dikirim. Sedangkan tenaga kerja beserta peralatan
kerjanya diadakan oleh mandor dengan pembayaran berdasarkan
upah kerja harian/mingguan.
Tenaga kerja yang diperkerjakan berasal dari daerah sekitar
wilayah pengembangan perumahan tersebut. Untuk Pekerjaan Jalan
dan Pekerjaan Saluran/Drainase, pengembang juga melakukan
hubungan kontrak dengan pemasok peralatan berat dengan cara sewa.
Selain melaksanakan Pekerjaan Pemantangan Tanah dan Pekerjaan
Pagar Tembok/Benteng, pengembang juga melaksanakan pekerjaan
estate, yaitu pekerjaan-pekerjaan pemeliharaan, pekerjaan perbaikan
atau koreksi yang bersifat minor. Untuk Pengawasan Pelaksanaan
Konstruksi Perumahan, pengembang bertindak sebagai supervisor
dalam mengawasi seluruh pekerjaan. Pengawasan terhadap seluruh
Pelaksanaan Konstruksi Perumahan dilakukan secara rutin setiap hari.
c. Hubungan Kontraktor dengan Pihak yang Terlibat Dalam
Pengembangan Perumahan
Pekerjaan Jalan, Pekerjaan Saluran/Drainase, Pekerjaan Jembatan,
Pekerjaan Air Bersih, Pekerjaan Listrik dan Penerangan Jalan Umum,
Pekerjaan Unit-Unit Rumah, dan Pekerjaan Taman, masing-masing
kontraktor melakukan hubungan kerjasama dalam bentuk Purchase
Order dengan pemasok material. Pengadaan pemasok material
ditentukan berdasarkan harga penawaran dan sampel yang ditunjukkan.
Pembayaran dari kontraktor terhadap pemasok material dilakukan
berdasarkan tanggal jatuh tempo yang telah disepakati kontraktor dan
pemasok material tersebut. Sedangkan tenaga kerja beserta peralatan
kerjanya diadakan oleh mandor dengan pembayaran berdasarkan upah
kerja harian/mingguan. Untuk Pekerjaan Air Bersih, kontraktornya
melakukan hubungan kontrak dengan pemasok peralatan berat beserta
operatornya dengan cara sewa. Untuk Pekerjaan Unit-unit Rumah
terdapat juga subkontraktor spesialis untuk pemasangan railing tangga
besi.
4.1.2.3. Perumahan Green Redist Resident
Perumahan Green Redist Resident dikembangkan oleh PT.Berkah
Amanda sejahtera diatas lahan dengan luas 1,2 Ha yang berlokasi di
Jl.Bypass KM 6, Kecamatan Kuranji, Kota Padang. Jumlah unit yang
dikembangkan berjumlah 35 unit. Pengembang bertindak lansung selaku
kontraktor dan dibantu oleh subkontraktor-subkontraktor yang sesuai
bidangnya masing-masing. Pengembang juga bertindak lansung sebagai
supplier dan tim pemasaran untuk unit-unit rumah yang ditawarkan.
Pembangunan unit-unit rumah dilakukan apabila sudah ada konsumen yang
telah melaksanakan proses jual beli dengan pengembang ( unit indent).
Gambar 4.6. Perumahan Green Redist Resident, Padang(2016).
a. Pihak yang Terlibat dalam Pengembangan Perumahan
Tabel 4.6. Identifikasi Pihak Yang Terlibat Dalam Pengembangan
Perumahan Y3
b. Hubungan Pengembang dengan Pihak yang Terlibat Dalam
Pengembangan Perumahan
Pada pengembangan perumahan ini, keseluruhan
Desain/Perancangan Perumahan dilakukan sendiri oleh
Lingkup Pekerjaan Pengembangan Perumahan Y3
Pihak Yang Terlibat Desain/ Perancangan Prasarana Perumahan Pengembang
Desain/Perancangan Unit-Unit Rumah Pengembang Desain/Perancangan Sarana Perumahan Pengembang Pekerjaan Pematangan Tanah Pengembang Pekerjaan Pagar Tembok/ Benteng Pengembang
Pekerjaan Jalan 1 Perusahaan Kontraktor Perseorangan Pekerjaan Saluran/Drainase Pengembang
Pekerjaan Jembatan Pengembang
Pekerjaan Air Bersih Pengembang
Pekerjaan Listrik 1 Perusahaan Kontraktor Perseorangan Pekerjaan Unit-Unit Rumah Pengembang
Pengawasan Pelaksanaan
Konstruksi Perumahan
Pengembang
Keseluruhan kontraktor yang terlibat dalam pengembangan perumahan Y3 berjumlah 2 Perusahaan Kontraktor Perseorangan.