• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pemegang Saham dan Stakeholders yang terhormat,

Dengan memanjatkan puja puji kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, perkenankanlah kami atas nama Direksi menyampaikan Annual Report Tahun 2011 sebagai berikut.

Kebijakan Strategis

Manajemen PT Pupuk Indonesia (Persero) mengawali kegiatan tahun 2011 dengan berpedoman kepada format baru Perseroan sebagai focused and strategic Holding. Perubahan bentuk tersebut dilakukan sebagai upaya mengoptimalkan sinergi dan meningkatkan nilai tambah Perseroan dan Anak Perusahaan.

Restrukturisasi Holding PT Pupuk Indonesia (Persero) merupakan keputusan Pemegang Saham yang memungkinkan bagi Perseroan untuk lebih sigap berbenah melakukan transformasi sistim kerja dan manajemen dalam mengelola kegiatan Grup Holding. Perubahan ini juga memberikan peran PT Pupuk Indonesia (Persero) lebih jelas dan terarah dalam menata Holding untuk lebih mampu berkompetisi di masa yang akan datang. Fungsi koordinasi dan pengendalian secara strategis melalui program-program dan kebijakan

Holding dapat berjalan secara fokus pada bidang- bidang produksi, pemasaran dan distribusi, keuangan, pengadaan, logistik/transportasi, investasi/pengembangan serta bidang SDM dan Umum.

Langkah-langkah Strategis

Pada tahun 2011 manajemen telah melakukan langkah-langkah strategis sebagaimana target dan sasaran Perseroan sebagai berikut:

Melaksanakan perikatan Supply Agreement

kepada Pemerintah c.q. Kementerian Pertanian RI dimana PT Pupuk Indonesia (Persero) menjamin ketersediaan pasokan pupuk untuk sektor pangan.

Guna mengoptimalkan penjualan pupuk ke sektor pangan, Holding melalui Permendag No.17/M-DAG/PER/6/2011 diberikan kewe- nangan untuk menetapkan Rayon Penjualan yang disusun berdasarkan least cost of distribution.

Koordinasi strategis Holding di bidang pemasaran untuk meningkatkan sinergi dan efisiensi serta pelayanan Public Service Obligation (PSO) pada Anak Perusahaan seluruh Grup Holding.

Dengan terlaksananya Supply Agreement di atas maka Perseroan memiliki perencanaan yang lebih baik untuk mengkoordinasikan mekanisme penjualan sektor komersil (dalam negeri dan ekspor) baik dalam segi tonase

Dear Shareholders and Stakeholders,

With utter gratitude the presence of God Almighty, allow us on behalf of the Directors to present our 2011 Annual Report as follows.

Strategic Policy

PT Pupuk Indonesia (Persero) Management started its activities in 2011 with reference to the new format of the Company as a focused and strategic Holding. This change of shape is done in an effort to optimize synergies and increase the added value of the Company and its Subsidiaries.

PT Pupuk Indonesia (Persero) Holding restructuring is Shareholders decision that allows the Company to be more alert to straighten up the transformation of work and management system in managing the Holding Group activities. These changes also provide the role for PT Pupuk Indonesia (Persero) to be more clear and focused in managing Holding to be able to compete in the future. Strategically coordination functions and control through Holding programs and policies can focus run on the areas of production, marketing and distribution, finance, procurement, logistics/ transportation, investment/development and HR and General sectors.

Strategic Steps

In 2011 the management has taken strategic steps as the goals and objectives of the Company as follows:

• Implement Supply Agreement commitment to the Government c.q. Ministry of Agriculture where PT Pupuk Indonesia (Persero) ensures the supply of fertilizer for the food sector. • To optimize the sales of fertilizer to the

food sector, Holding through Minister of Commerce Regulation No. 17/M-DAG/ PER/6/2011 was given authority to set the Sales Rayon which was arranged based on least cost of distribution.

• Holding strategic coordination in marketing to enhance synergies and efficiency and service Public Service Obligation (PSO) in subsidiaries throughout Group Holding.

• With the execution of Supply Agreement above, the Company has a better plan for coordinating commercial sector sales mechanism (domestic and export) both in terms of tonnage and in terms of time/timing

• Holding mengusahakan perolehan ijin ekspor mulai dari awal tahun secara terpadu sehingga dapat lebih antisipatif dan terencana dalam menghadapi gejolak pasar internasional. Pelaksanaan tender bersama untuk tender ekspor urea dengan koordinasi holding telah memperoleh harga terbaik, menjadi price leader di Asia Pasific dan jadwal ekspor yang lebih fleksibel disesuaikan dengan situasi pasar internasional.

Kebijakan Holding untuk mendukung kelancaran operasional dan pemeliharaan pabrik serta mendukung kelancaran pasokan bahan baku terus dilakukan. Tender-tender pengadaan barang-barang dan jasa strategis dilakukan secara terpadu, telah mampu memperoleh harga yang lebih kompetitif, sangat mendukung program efisiensi Holding

secara keseluruhan.

Langkah Holding memberikan dukungan kepada Anak Perusahaan dalam melaksanakan hubungan dengan pihak perbankan telah mampu meningkatkan leverage, menurunkan biaya bunga dan administrasi perbankan.

Pencapaian Kinerja

Dalam waktu yang relatif singkat, kebijakan restrukturisasi telah memberikan hasil kinerja positif. Peningkatan kinerja antara lain diperlihatkan yaitu peningkatan profitabilitas yang signifikan dan pengelolaan dana yang lebih terkendali; perolehan harga penjualan yang lebih baik; kehandalan operasi dan pemeliharaan pabrik; investasi dan pengembangan lebih terintegrasi yaitu revitalisasi pabrik, pembentukan cluster industri pupuk NPK, program riset dan pengembangan; serta harmonisasi organisasi dan SDM.

Produksi pupuk tahun 2011 mencapai 10.552.349 ton atau 88% terhadap RKAP tahun 2011 dan dibandingkan realisasi tahun 2010 meningkat 2%. Tidak tercapainya target produksi pupuk antara lain disebabkan kurangnya pasokan gas untuk PT PIM, keterbatasan bahan baku asam fosfat untuk memproduksi NPK dan SP-36 serta dilaksanakannya pengendalian produksi menyesuaikan rencana pemasaran, sehingga biaya-biaya pengadaan material, biaya persediaan dan risiko kerusakan pupuk akibat penumpukan stok dapat diminimalisir. Sementara tonase penjualan pupuk tahun 2011 mencapai 10.804.919 ton, dibandingkan realisasi tahun 2010 meningkat 7%.

Dari sisi keuangan, pencapaian laba bersih (konsolidasi) sebesar Rp4,1 triliun atau 117% dibandingkan RKAP tahun 2011 dan

• Holding pursue the acquisition of an export license from the beginning of the year in an integrated manner so as to more anticipatory and planned in facing of international market turmoil. The implementation of joint tender for the urea export tender with the holding coordination has obtained the best price, become price leader in Asia Pacific and export schedule more flexible adapted to the international market situation.

• Holding Policies to support the smooth operation and plant maintenance and support the smooth supply of raw materials continue to be made. Tenders of goods and strategic services procurement carried out in an integrated manner, has been able to obtain more competitive prices, strongly supports the overall Holding efficiency program. • The Holding move on gives support to

Subsidiaries in conducting relations with the banks have been able to increase leverage, lower interest costs and bank administration.

Performance Achievement

In a relatively short time, the restructuring policy has produced positive performance result. The performance improvement among others demonstrated in a significant increase in profitability and a more controlled fund management; gain better sale price; reliabilities of plant operation and maintenance; more integrated investment and development that is revitalizing plant, NPK fertilizer industry cluster formation, research and development program; and organization harmonization and HR.

Fertilizer production in 2011 reached 10,552,349 tons or 88% of RKAP in 2011 and compared to the realization of 2010 increased by 2%. Failure to achieve the fertilizer production targets, among others, due to lack of gas supply for PT PIM, limited phosphoric acid raw materials for producing NPK and SP-36 and the implementation of production control to adjust the marketing plan, so the material procurement costs, inventory costs and the fertilizer damage risk caused by the stocks build-up can be minimized. While the tonnage of fertilizer sales in 2011 reached 10,804,919 tons, compared to the realization of 2010 increased by 7%.

From the financial side, the achievement of net profit (consolidated) amounted to Rp4.1 trillion or 117% compared to 2011 RKAP and compared to realization in 2010 achieved an increase of

laba yang cukup signifikan pada tahun 2011 disebabkan lebih tingginya margin penjualan baik dibandingkan RKAP 2011 maupun realisasi tahun 2010. Sedangkan realisasi total aset pada tahun 2011 mencapai Rp39,3 triliun atau 101% dari RKAP sebesar Rp38,7 triliun dan mengalami peningkatan 17% jika dibandingkan dengan tahun 2010 sebesar Rp33,6 triliun.

Realisasi investasi rutin pada tahun 2011 sebesar Rp686,2 miliar atau 74% dari RKAP Tahun 2011. Tidak tercapainya target investasi disebabkan perusahaan melakukan evaluasi kembali berdasarkan skala prioritas serta tingkat urgensinya. Sedangkan realisasi investasi pengembangan PT Pupuk Indonesia (Persero) pada tahun 2011 sebesar Rp932,8 miliar atau 35% dari RKAP 2011 sebesar Rp2,69 triliun dan investasi penyertaan PT Pupuk Indonesia (Persero) pada tahun 2011 sebesar Rp164,2 miliar atau 63% dari RKAP 2011. Rendahnya investasi ini terutama disebabkan adanya penundaan jadwal proyek-proyek pengembangan dan penyertaan, antara lain Revitalisasi pabrik Pusri II, pembangunan pembangkit listrik dan steam serta pengadaan kapal amoniak dan kapal barge.

Program Riset dan Pengadaan Bahan Baku

Untuk menunjang kegiatan usaha, Perusahaan telah membuat program riset yang terpadu dengan melaksanakan program ERP dalam rangka harmonisasi seluruh sistem dan business process

di Perusahaan.

Selain itu Kelangsungan pabrik pupuk tidak lepas dari ketersediaan bahan bakunya, yang dalam hal ini yang utama adalah gas bumi. Di tengah kondisi ketersediaan gas bumi di Indonesia yang terus menurun, Perusahaan melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait, seperti ESDM, BP Migas dan PSC, agar pabrik pupuk bisa mendapatkan alokasi gas bumi, sehingga pabrik bisa berproduksi secara berkesinambungan.

Prospek Usaha

Kami menilai bahwa prospek usaha Perseroan masih sangat baik untuk tahun-tahun mendatang. Prospek tersebut dilihat dari sejumlah faktor yang mendukung. Pertumbuhan sektor perkebunan yang diikuti dengan pembukaan lahan-lahan perkebunan baru. Sektor pertanian juga akan terus tumbuh dengan adanya program intensifikasi dan pembukaan lahan pertanian baru. Kementerian Pertanian mulai pada tahun 2012 merencanakan akan mengadakan pembukaan lahan baru di berbagai daerah di tanah air. Selain itu permintaan pasar internasional (ekspor) yang terus tumbuh dari tahun ke tahun.

due to higher margin sales, both compared to RKAP 2011 and the realization in 2010. While the realization of total assets in 2011 reached Rp39.3 trillion or 101% from Rp38.7 trillion RKAP and experienced an increased by 17% when compared to the year 2010 amounted to Rp33.6 trillion.

Realization of routine investments in 2011 amounting Rp686.2 billion or 74% of RKAP 2011. Failure to achieve the target of investment caused by the company to re-evaluate based on priority scale and sense of urgency. While the realization of PT Pupuk Indonesia (Persero) investment development in 2011 amounting Rp932,8 billion or 35% from RKAP 2011 of Rp2.69 trillion and equity investments of PT Pupuk Indonesia (Persero) in 2011 amounting Rp164,2 billion or 63% of RKAP 2011. The low investment is primarily due to delay of development projects and equity, among other Pusri II plant Revitalization, Steam and Power Plant development, as well as Barge and Ammonia Ship procurement.

Research and Raw Materials Procurement Program

To support business activities, the Company has made an integrated research program by implement the ERP program in order to harmonize the whole system and business process in the company.

Besides that, the fertilizer plant survival cannot be separated from the availability of raw materials, which in this case is natural gas. In the midst of conditions of natural gas decreasing availability in Indonesia, the Company is coordinating with relevant parties, such as EMR, BP Migas and the PSC, in order for the fertilizer plant be able to get allocation of natural gas, so the plant can produce continuously.

Business Prospects

We evaluate that the prospects of the Company's business is still very good for years to come. Those prospects are viewed from a number of supporting factors. Growth in the plantation sector, followed by the opening of new plantation land. The agricultural sector also continues to grow with the intensification program and the opening of new agricultural land. Ministry of Agriculture began in 2012 plan will hold the opening of new land in various areas in the country. Besides the international market demand (exports) which continues to grow from year to year.

Pengembangan SDM

Memasuki tahun 2011 Perseroan telah melakukan perubahan mendasar di bidang manajemen SDM mulai dari konsep, strategi, kebijakan serta arahan pelaksanaanya. Perubahan-perubahan mendasar disusun oleh Holding untuk kemudian diselaraskan pelaksanaannya di seluruh Anak Perusahaan. Sejalan dengan hal tersebut, Perseroan telah menetapkan Road Map Kebijakan SDM dalam lima tahun ke depan yang meliputi rekrutmen dan pelatihan, pengelolaan SDM serta program paska kerja.

Restrukturisasi perusahaan yang mengubah bentuk operating holding menjadi focused holding, selain manfaat-manfaat yang telah diuraikan di atas, juga dihadapkan pada sejumlah permasalahan strategis pengelolaan SDM menyangkut keseimbangan usia produktif, pelatihan, remunerasi serta struktur organisasi. Untuk itu manajemen di tahun 2011 telah mengambil langkah-langkah strategis yaitu: Penetapan kebijakan sistem rekrutmen Karyawan baik untuk PT Pupuk Indonesia (Persero) maupun untuk Anak Perusahaan; Perencanaan SDM secara terintegrasi dengan Anak Perusahaan; Pengelolaan Sistem Manajemen SDM dari

Human Resource Management System menjadi

Human Capital Management System; penerapan remunerasi berdasarkan kompetensi dan kinerja karyawan; evaluasi dengan melakukan penilaian/

assessment kompetensi untuk Karyawan, serta sosialisasi nilai-nilai Perusahaan melalui seminar mengenai corporate culture.

Perusahaan secara bertahap dan berjenjang menyiapkan program kaderisasi calon pimpinan perusahaan melalui Talent Selection & Nomination mengingat sebagian besar usia Direksi PT Pupuk Indonesia (Persero) dan Anak Perusahaan pada tahun 2015 akan di atas 58 tahun, begitu pula secara berjenjang untuk level General Manager dan Manager yang diharapkan pada tahun 2015 tersebut, sudah dapat melakukan rotasi di antara Anak Perusahan dan ke Holding sebagai jenjang karir sehingga dalam waktu 3 tahun Perusahaan telah mempunyai Talent Pool untuk posisi calon Direksi BUMN maupun Anak Perusahaan BUMN, termasuk calon-calon General Manager dan Manager di level selanjutnya.

Komitment GCG

Manajemen Perusahaan melaksanakan dan mendukung secara penuh praktek Tata Kelola perusahaan yang baik. Dengan perubahan proses bisnis Perusahaan saat ini sebagai Holding

yang lebih fokus kepada kebijakan strategis dan pengelolaan manajemen anak perusahaan,

Human Resource Development

Entering the year 2011 the Company has made a fundamental change in the field of HR management from concept, strategy, policy, and implementation guidance. These fundamental changes prepared by Holding to later harmonized the implementation across the company's subsidiaries. Accordingly, the Company has set a Road Map of HR policy in the next five years which includes recruitment and training, HR management, as well as post-employment program.

Corporate restructuring that changes the form from operating holding into focused holding, in addition to the benefits described above, are also faced with a number of strategic issues of HR management concerning productive age balance, training, remuneration, and the structure of organizations. For that, the management in 2011 has taken strategic steps, i.e.: the Establishment of Employee Recruitment system policy for both PT Pupuk Indonesia (Persero) and its subsidiary companies; integrated HR planning with its subsidiary companies; managing the HR System Management from Human Resource Management System to Human Capital Management System; implementation of remuneration based on employee’s competency and performance; evaluation by assessing competence for employee; and socialization of Company values through seminar on corporate culture.

Company gradually and tiered prepared regeneration program for company’s leader candidate through Talent Selection and Nomination given that most of PT Pupuk Indonesia (Persero) and its Subsidiaries Directors’ age in 2015 will be above 58 years, as well as tiered for the level of General Manager and Manager is expected in 2015, was able to rotate between Subsidiaries and to Holding as a career path so that within 3 years the Company has had a Talent Pool of candidates for the candidate position of SOEs Directors as well as its Subsidiaries, including candidates for General Manager and Manager in the next level.

GCG Commitment

The Company's management implement and fully support the practice of good Corporate Governance. With changes in business processes the Company at present as Holding is more focused on strategic policy and management arrangement of subsidiaries, hence needed a clear guidelines

Transformasi budaya dan sistim kerja serta manajemen baik di internal Holding maupun pada seluruh Anak Perusahaan memerlukan komitmen besar seluruh jajaran karyawan dan manajemennya. Pedoman GCG yang terus disempurnakan saat ini mengikuti perubahan proses bisnis Perseroan.

Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Perusahaan sesuai dengan visi misinya antara lain untuk meningkatkan kualitas hidup dan ekonomi SDM menyangkut masyarakat dengan berkomitmen untuk memberikan kontribusi terhadap masyarakat, khususnya yang berada di sekitar lingkungan perusahaan, yang dituangkan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Program CSR Perseroan diwujudkan melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL). Dalam mewujudkan tanggung jawab sosial Perseroan dan berkembang bersama masyarakat Perseroan melaksanakan beragam kegiatan masyarakat yang mencakup aspek ekonomi, pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan sosial. Pada bidang sosial dan ekonomi, perseroan menyelenggarakan program tanggung jawab sosial tersebut lebih diarahkan pada pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar.

Realisasi penyaluran dana program kemitraan mencapai Rp132,8 miliar atau 102% dibandingkan RKAP 2011 dengan tingkat pengembalian dana sebesar Rp112,2 miiar atau 110% dibandingkan RKAP 2011. Penyaluran dana Bina Lingkungan mencapai Rp27,4 miliar atau 71% dibandingkan RKAP 2011.

Rencana ke Depan

Kondisi Perekonomian yang terus membaik dan prospek usaha secara nasional yang menjanjikan dengan tren pertumbuhan cenderung meningkat, perekonomian Indonesia sesungguhnya menunjukkan perkembangan yang cukup baik. Neraca perdagangan relatif baik, dengan seluruh proyeksi perekonomian yang diperkirakan memberikan dampak positif, Perseroan mempersiapkan rencana ke depan yang berpeluang untuk meningkatkan kinerja operasional dan keuangan.

Dalam lima tahun ke depan fokus Perseroan adalah bagaimana membangun pabrik-pabrik baru yang mempunyai efisiensi lebih baik. Saat ini setengah dari pabrik-pabrik yang dimiliki PT Pupuk Indonesia (Persero) sudah tua dan boros energi. Kami berharap semoga sumber daya yang ada dapat merespon kebutuhan pangan dalam jangka panjang.

Culture transformation and good system of work and management in both Holding internal and all its Subsidiaries requires massive commitment of all ranks employees and management. GCG guideline that always perfected at this time following the change in the Company's business processes.

Corporate Social Responsibility

Company in accordance with the vision and mission, among others, to improve the quality of life and economic HR concerns of the community by committed to contributing to society, especially those based around the company, which is stated through the program of Corporate Social Responsibility (CSR). The Company's CSR program is actualized through the Partnership and Community Development Program.

In actualizing the Corporate social responsibility and grow with the community the Company carrying out a variety of community activities that include aspects of economics, education, health and social welfare. On social and economic fields, the company organizes social responsibility program that is more geared towards the economic empowerment of local communities.

The actualization of the partnership program funds reached Rp132.8 billion or 102% compared to 2011 with a degree of RKAP refund amounting to Rp112.2 billion or 110% compared RKAP 2011. The channelling of Community Development funds reached Rp27.4 billion or 71% compared RKAP 2011.

Plan Ahead

The economy's improving condition and business prospects nationally are promising with the growth trend tends to increase, Indonesia's economy actually showed a fairly good progress. The trade balance is relatively good, with all the economic projections are expected to give positive impact, the Company to prepare a plan forward that is likely to improve operational and financial performance.

In the next five years the Company's focus is how to build new plants that have better efficiency. Currently half of the plants owned by PT Pupuk Indonesia (Persero) are old and wasteful of energy. We hope that the existing resources able to respond the needs of food in the long run.

Sementara untuk mengamankan kebutuhan bahan baku produksi pupuk, Perseroan akan menarik investor. Akan ada tiga proyek yang akan dikerjakan secara joint investment dengan pemilik sumber daya dari luar negeri, yaitu pendirian pabrik Phosphoric Acid di PT Petrokimia Gresik, PT Pupuk Kalimantan Timur dan PT Pupuk Sriwidjaja Palembang.