• Tidak ada hasil yang ditemukan

Laporan Tata Kelola Perusahaan CORPORATE GOVERNANCE REPORT

RISK MAP PT PUPUK SRIWIDJAJA (PERSERO) ENDING OF

Pada tahun 2011, PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) telah melaksanakan 4 (empat) kali siklus proses Manajemen Risiko mulai dari Menentukan Konteks, Identifikasi Risiko, Analisis Risiko, Evaluasi Risiko, Perlakuan Risiko dan Pemantauan Risiko. Pengelolaan risiko Perusahaan dilakukan terhadap 12 fungsi kegiatan perusahaan, yaitu Produksi, Pemasaran, Pengadaan, Distribusi/ Transportasi, Investasi dan Pengembangan, Teknologi Informasi, Keuangan, Pengawasan, SDM, Umum, Hukum serta Lingkungan dan K3.

Risiko Strategis

Risiko Strategis Perusahaan pada tahun 2011 merujuk pada target/sasaran yang tertuang dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun 2011. Sebagian besar risiko – risiko strategis telah terungkap pada saat identifikasi risiko di awal tahun 2011 sehingga proses berikutnya yang dilakukan adalah melakukan pemantauan atas sistem pengendalian internal maupun realisasi rencana pengendalian/mitigasi risiko yang telah ditetapkan pada awal tahun. Risiko strategis yang teridentifikasi pada tahun 2011 dikelompokkan per fungsi kegiatan sebagai berikut:

a. Ketersediaan Pasokan Gas Bumi dan Bahan Baku Lainnya

Risiko Strategis yang teridentifikasi terkait bidang Produksi adalah supply gas terganggu, ketersediaan dan harga gas yang tinggi dan rata - rata kontrak gas hanya untuk jangka pendek (5 tahun), serta kenaikan harga bahan baku lainnya. Untuk PIM, sejak tahun 2004 belum ada perpanjangan kontrak, sehingga pabrik beroperasi dari pasokan gas yang berasal dari swap gas atau pembelian kargo LNG.

b. Pemasaran dan Distribusi

Risiko Strategis yang teridentifikasi terkait bidang Pemasaran dan Distribusi adalah daya serap pupuk sektor pertanian menurun, kesibukan bongkar muat di dermaga, kongesti (antrian yang panjang di pelabuhan), over stock di gudang produksi & gudang lini 3,

shipping out urea kantong terhambat, serta bertambahnya kompetitor di bidang EPC.

c. Produksi

Risiko Strategis yang teridentifikasi terkait bidang Produksi adalah menurunnya tingkat keandalan pabrik yang sebagian besar pabriknya sudah tua sehingga unschedule shut down meningkat.

d. Keuangan

In 2011, PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) has executed 4 (four) times the Risk Management process cycle starts from the Define Context, Risk Identification, Risk Analysis, Risk Evaluation, Risk Treatment, and Risk Monitoring. The Company's risk management conducted to 12 function of the company activities, they are; Production, Marketing, Procurement, Distribution/Transportation, Investment and Development, Information Technology, Finance, Supervision, Human Resources, General, Law and the Environment and K3.

Strategic Risk

The Company’s Strategic Risk in 2011 referring to the targets/objectives set out in the Company Work Plan and Budget in 2011. Most of the strategic risks have been revealed at the time of risk identification in early 2011 so the next process is to conduct monitoring over internal control system and the realization of the plan of control/ mitigation of risk that has been established at the beginning of the year. Strategic risks that identified in 2011 are grouped per activities function as follows:

a. The Availability of Natural Gas Supply and other Raw Materials

Strategic risks identified related to the field of Production are disrupted gas supply, the availability and high gas prices, and the average gas contract is only for short-term (5 years), as well as the increasing price of other raw materials. For PIM, since 2004 there has been no contract extension, so that the plant is operating from the gas supply from gas swap or purchase of LNG cargo.

b. Marketing and Distribution

Strategic risks identified related to the field of Marketing and Distribution is the decreasing of agricultural fertilizer absorptive capacity, the busy activity of loading and unloading at the dock, congestion (long queues at the port), over stock in the warehouse production and line 3 warehouse, the delay in the shipping out bags of urea, and the increase competitors in the field of EPC.

c. Production

Strategic risks identified related to the field of Production are the decreased level of plant reliabilities which most of them are old so that the unshedule shut down increased.

d. Finance

terhadap mata uang asing, keterlambatan Pencairan Subsidi dan Piutang Penjualan tidak dapat ditagih.

e. Lingkungan dan K3

Risiko strategis terkait bidang lingkungan dan K3 adalah : (1) Terjadinya pencemaran lingkungan akibat kegiatan operasional pabrik baik pencemaran dari limbah cair, limbah gas maupun limbah B3 (2) Terjadinya kecelakaan kerja baik kecelakaan ringan (first aid), medical treatment, maupun fatality.

(3) Tuntutan dan complain dari masyarakat akibat dari pencemaran lingkungan yang dapat mempengaruhi citra dari perusahaan.

f. Sumber Daya Manusia

Risiko terhambatnya kaderisasi dan “transfer knowledge” kepada karyawan baru karena karyawan lama yang telah berpengalaman banyak yang telah memasuki masa pensiun secara bersamaan serta perebutan tenaga ahli di bidang EPC.

Untuk memitigasi risiko-risiko yang akan berdampak pada tidak tercapainya sasaran perusahaan, maka dilakukan pengelolaan risiko dengan cara melakukan pengendalian/mitigasi terhadap risiko-risiko tersebut.

Pengendalian/Mitigasi Risiko

Pengendalian/mitigasi risiko merupakan tindakan yang dilakukan untuk menangani suatu risiko dengan tujuan untuk mengurangi kemungkinan terjadinya suatu risiko dan atau dampak yang ditimbulkan, sehingga tingkat risiko sampai pada

against foreign currencies, delays in Subsidy Disbursement, and Receivable Sales can not be collected.

e. Environment and K3

Strategic risks related to environmental and K3 are: (1) The occurrence of environmental pollution caused by either contamination of the operational activities of the plant wastewater, waste gas and waste B3 (2) The occurrence of occupational injuries both minor accident (first aid), medical treatment, or fatality. (3) The demands and complaints from the public due to environmental contamination that could affect the image of the company.

f. Human Resources

Risk on the delay of regeneration and "knowledge transfer" to new employees because of the longtime employees who have many experienced has approaching retirement time at the same time and the struggle for experts in the field of EPC.

To mitigate the risks that will impact the failure to achieve the company’s objectives, risk management is carried out by means of controlling/mitigate those risks.

Controlling/Risk Mitigation

Controlling/risk mitigation is an action taken to address the risks in order to reduce the likelihood of a risk or impact caused, so the level of risk to an acceptable level for the Company. In general, risk controls are grouped into 4 (four) classifications; to avoid risk, reduce risk, transfer risk, and exploit

dalam 4 (empat) klasifikasi pengendalian, yaitu menghindari risiko; mengurangi risiko; mentransfer risiko dan mengeksploitasi risiko. Hasil identifikasi risiko tahun 2011 yang telah dilakukan oleh masing-masing unit kerja telah divalidasi dan diklarifikasi dengan pimpinan unit kerja sebagai penanggungjawab manajemen risiko () di unit kerjanya . Klarifikasi juga menghasilkan saran pengendalian risiko berupa kegiatan yang dapat dilakukan langsung oleh unit kerja itu sendiri atau diteruskan ke unit kerja terkait yang bertanggungjawab atas pengendalian tersebut. Selain itu, khusus untuk rencana pengendalian risiko yang tidak dapat dilakukan di internal perusahaan, perlu diteruskan oleh manajemen ke lembaga atau instansi terkait.

Monitoring Risiko

Proses monitoring manajemen risiko dilakukan secara berkesinambungan agar tingkat risiko berada pada tingkat yang dapat diterima perusahaan. Untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan efektivitas penerapan Manajemen Risiko, maka masing-masing unit kerja wajib melaporkan realisasi tindak lanjut pengendalian risiko dan jumlah kerugian pada unit kerja sesuai dengan format yang telah disepakati.

Top Risiko Perusahaan akan disampaikan kepada Satuan Pengawasan Intern (SPI) dan dijadikan dasar pemeriksaan (Risk Based audit) oleh satuan Pengawasan Intern (SPI) dan digunakan sebagai dasar pertimbangan pada saat penyusunan Prosedur Operasional Baku (POB).