• Tidak ada hasil yang ditemukan

Place atau distribusi

Dalam dokumen Pemasaran: Konsep dan Aplikasi (Halaman 112-117)

Marketing model: Bagaimana marketing model bekerja

Kasus 4.3 Marketing mix 7Ps

D. Place atau distribusi

Karena konsumen yang dituju adalah konsumen premium dan memiliki keinginanya untuk sehat, tempat pemasaran Lotus di daerah yang premium seperti perkantoran dan mall besar di kota-kota besar. White Lotus ini membuka cabang di beberapa kota seperti Surabaya, Jakarta, dan Solo.

E. People

Lotus dikelola oleh seorang pemilik dan beberapa manajer. Lotus

merupakan holding company yang mengutamakan pelayanan dalam

bidang rasa, pelayanan, dan kesehatan. Lotus juga bisa menjadi “dokter

pribadi” customer dengan layanan keluhan 24 jam.

F. Process

Lotus mendapatkan bahan untuk produksinya dari ranch market.

Bahkan dapur Lotus selalu berada di area convenience store, baik yang

berada di Jakarta maupun Surabaya. Delivery juga dijaga dengan ketat

mengikuti jadwal makan siang dan makan malam customer meski mereka

Pertanyaan

mengapa perusahaan harus membuat strategi pemasaran? 1.

Apa yang dimaksud dengan

2. marketing mix? Apa fungsi ditetapkannya

marketing mix bagi perusahaan? Jelaskan maksud dari

3. marketing mix yang diterapkan di satu perusahaan dengan perusahaan lain berbeda!

Dalam perkembangan teori

4. marketing mix dikenal dengan nama marketing

mix 4Ps dan 7Ps. Jelaskan perbedaannya dan berikan contoh!

Berikan contoh bagaimana menghitung

5. marketing model yang

berhubungan dengan keberhasilan perusahaan menerapkan strategi pemasaran!

Apabila suatu produk ingin memasarkan ke daerah lain atau negara lain, 6.

apa saja yang harus diperhatikan berdasarkan aspek marketing mix,?

G. Phsycal evidence

Physical evidence merupakan suatu lingkungan di mana pelayanan disampaikan dan perusahaan berinteraksi dengan pelanggan dan segala komponen nyata yang memudahkan pelaksanaan atau komunikasi dalam sebuah layanan. Bentuk isik pelayanan Lotus adalah brosur Lotus dan layanan berupa kartu anggota.

mErEK

5.1 Pendahuluan

Secara umum aset perusahaan dibagi menjadi dua bagian, yaitu asset berwujud dan aset tidak berwujud. Aset berwujud meliputi properti yang bernilai tinggi seperti pabrik dan peralatan yang eisien. Dengan menggunakan aset-aset berwujud yang berkualitas tinggi, perusahaan dapat menghasilkan produk-produk yang bernilai tinggi. Aset tidak berwujud meliputi pengetahuan, merek dagang, dan relasi dengan para pedagang dan partner kerja.

Kendati aset tidak berwujud memiliki keanekaragaman bentuk, tetapi secara umum banyak industri yang menganggap bahwa merek dagang merupakan aset perusahaan yang paling penting. merek adalah kekayaan hakiki sebuah industri atau perusahaan. Segala cara dilakukan oleh perusahaan untuk membangun ekuitas merek. Nilai merek dagang dideinisikan sebagai

net present value (NPV) arus kas di masa depan yang diperoleh dari nama merek yang nilainya jauh melebihi produk yang tidak bermerek. Nilai suatu merek dagang terbentuk dari kepercayaan para pelanggan terhadap merek dagang perusahaan. Kepercayaan ini membentuk relasi antara merek dan pelanggan yang mendorong preferensi, loyalitas merek, dan keinginan untuk mempertimbangkan produk dan jasa baru yang ditawarkan perusahaan di masa depan dengan merek tersebut. merek yang kuat juga terbukti memberikan nilai lebih bagi pemegang saham selain pada pelanggan. Sebuah

penelitian yang dilakukan oleh Citibank dan dipublikasikan oleh Financial

Times menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan dengan merek yang terkenal memiliki kinerja rata-rata antara 15−20 persen selama jangka

waktu 15 tahun di pasar modal. Perusahaan dengan merek dagang yang

Tingginya nilai merek dapat dilihat pada kasus akuisisi perusahaan Hm Sampoerna oleh Philip morris yang merupakan perusahaan rokok terbesar di Amerika Serikat. Nilai kapitalisasi pasar Hm Sampoerna pada saat Akuisisi adalah sebesar US$5 miliar di mana 90 persen dari nilai tersebut merupakan

brand equity.

5.2 Pengertian merek

menurut Levens (2010), merek adalah sebuah janji yang memberikan manfaat spesiik yang terkait dengan produk dan jasa kepada konsumen. Sementara menurut Kotler dan Armstrong (2008), merek adalah janji perusahaan untuk mengantarkan sekumpulan itur, manfaat, pelayanan, dan pengalaman tertentu secara konsisten kepada pembeli.

he American Marketing Association (AmA) mendeinisikan merek sebagai nama, istilah, tanda, simbol atau desain, atau kombinasi dari seluruhnya yang menunjukkan barang atau jasa dari seorang penjual atau kelompok penjual untuk membedakannya dari penjual yang lain. Hampir senada dengan

pengertian merek dari he American Marketing Association, Evans dan Berman

(1982) mendeinisikan merek sebagai sebuah nama, desain, dan simbol atau kombinasi dari seluruh unsur tersebut yang mengidentiikasi produk dan jasa dari penjual dan kelompok penjual.

menurut Evans dan Berman (1982), terdapat empat tipe desain merek di antaranya:

1. A brand name adalah kata, huruf, atau kelompok kata yang dapat diucapkan. Sebagai contoh Lite Beer, Lipton Cup-A-Soup, dan Yankee Stadium

2. A brand mark adalah suatu simbol, desain, dan warna yang khusus. Sebagai contoh ralston-Purina checkerboard dan Chase manhattan Bank’s octagon

3. A trade character adalah sebuah brand name, brand mark atau trade character atau kombinasi dari kesemuanya yang diberikan perlindungan legal.

Pride dan Ferrell (1977) menyatakan bahwa merek merupakan suatu metode umum yang digunakan untuk membuat produk dapat dikenali sebagai sesuatu yang unik dan berbeda dan membuat pembeli mudah untuk mengidentiikasi produk-produk yang dibeli. merek adalah kata atau kelompok kata yang memberikan hak eksklusif bagi produsen untuk menjual produk tertentu.

merek lebih dari sekedar nama dan lambang. merek adalah elemen kunci dalam hubungan perusahaan dengan konsumen yang menurut Oliver (1990) merupakan salah satu cara yang dapat digunakan unutk menghemat waktu konsumen. merek merepresentasikan persepsi dan perasaan konsumen atas sebuah produk dan kinerjanya. Sebegitu pentingnya peran sebuah merek sehingga David Aaker (2011) yang merupakan salah seorang profesor pemasaran dari Universitas California, Berkeley mengatakan bahwa merek lebih memiliki kekuatan dibandingkan denngan produk itu sendiri. Hal ini dikarenakan produk bisa berubah karena teknologi tapi merek bisa tetap hidup karena direvitalisasi.

menurut Evans dan Berman (1982), terdapat beberapa alasan yang menjadikan merek sebagai suatu aset yang amat penting bagi perusahaan, yaitu:

Proses identiikasi produk akan menjadi lebih mudah. Konsumen dapat 1.

memesan suatu barang atau jasa melalui sebuah nama sebagai ganti dari suatu deskripsi produk. merek merupakan substitusi dari standar atau spesiikasi tertentu,

Konsumen diyakinkan bahwa produk atau jasa memiliki level kualitas 2.

tertentu dan konsumen akan memperoleh kualitas yang dapat dibandingkan dengan jika merek yang sama dipesan kembali,

Tanggung jawab perusahaan terhadap produk dapat diketahui. Produsen 3.

barang tanpa merek tidak dapat diidentiikasi secara langsung,

Perbandingan harga akan berkurang karena konsumen merasakan 4.

perbedaan pada setiap merek. Hal ini terutama ketika terdapat karakteristik-karakteristik khusus pada merek yang berbeda,

Perusahaan dapat mengiklankan produk dan jasanya dan menghubungkan 5.

merek dan karakteristiknya di benak konsumen, Prestise produk dapat ditingkatkan,

6.

Konsumen akan merasakan risiko yang lebih rendah ketika membeli 7.

produk bermerek yang familiar dengan mereka.

merek akan membantu segmentasi pasar dan menciptakan

8. image yang

berbeda. Dengan menggunakan banyak merek (multiple brands), segmen

pasar yang berbeda-beda dapat dikuasai,

Saluran kerja sama akan kuat bagi merek terkenal. merek yang kuat 9.

Sebuah merek dapat digunakan untuk menjual seluruh lini produk, dan 10.

Sebuah merek dapat digunakan untuk memasuki kategori produk baru. 11.

Kasus 5.1

Dalam dokumen Pemasaran: Konsep dan Aplikasi (Halaman 112-117)