HASIL DAN PEMBAHASAN Aspek Ekolog
3. Potensi Edukas
Terdapat beberapa potensi edukasi yang dapat dikembangkan di kawasan ini, antara lain: 1) edukasi mengenai kegiatan operasional waduk baik kegiatan pengelolaan di lapang maupun kegiatan operasional di dalam ruangan kantor yang berada di area bendungan; 2) edukasi program konservasi alam melalui kegiatan
touring/hiking menjelajahi area hutan dan menyusuri aliran sungai; 3) pengenalan kegiatan perkebunan karet; 4) dan pengenalan kegiatan budi daya ikan menggunakan metode keramba jaring apung.
Potensi-potensi yang ada tersebut belum dikelola dan dimanfaatkan secara optimal sehingga ketertarikan masyarakat untuk khusus berwisata di kawasan waduk tergolong rendah. Pengunjung yang datang sebagian besar hanya untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan. Belum optimalnya pengelolaan dan pemanfaatan kawasan waduk untuk kegiatan wisata disebabkan oleh adanya kendala di lapangan. Kendala ini disebabkan kurangnya pengetahuan masyarakat
tentang pentingnya menjaga kelestarian alam. Penjarahan hutan yang dilakukan dengan metode yang tidak memperhatikan kelestarian alam untuk dikonversi menjadi perkebunan masyarakat sering dilakukan. Metode slash and burn banyak dilakukan karena mudah dan tidak memerlukan biaya yang besar. Budidaya ikan air tawar secara besar-besaran turut menyumbang pendangkalan waduk. Hingga saat ini, orientasi masyarakat yang membudidayakan ikan air tawar di area genangan waduk adalah kepentingan ekonomi. Analisis titik lokasi potensi objek dan araksi dapat dilihat pada Gambar 37.
Tabel 22 Potensi objek dan atraksi di kawasan Waduk Koto Panjang
No. Objek/Atraksi Lokasi Keterangan
1. Desa Binamang, Kec.
XIII Koto Kampar
Perkebunan masyarakat
2. Desa Batu Bersurat,
Desa Tanjung Alai, Kec. XIII Koto Kampar Area perkemahan 3. Kawasan Waduk Koto Panjang Keliling waduk menggunakan perahu dan memancing
4. Desa Batu Bersurat,
Kec. XIII Koto Kampar
Pulau Tonga sebagai
viewing spot dan rest area
5. Desa Muara Takus,
Kec. XIII Koto Kampar
Candi Muara Takus
6. Desa Tanjung Alai,
Kec. XIII Koto Kampar
Lintas alam/menyusuri sungai
Tabel 22 Potensi objek dan atraksi di kawasan Waduk Koto Panjang (lanjutan)
No. Objek/Atraksi Lokasi Keterangan
7. Desa Merangin, Kec.
Bangkinang Barat
Lubang Kolam
8. Desa Koto Mesjid,
Kec. XIII Koto Kampar
Kampung Patin Desa Binaan Budidaya Ikan
9. Desa Tanjung Alai,
Kec. XIII Koto Kampar
Air terjun Pulo Timo, Arao Besar, Arao Kecil, Gulamo
10. Desa Merangin, Kec.
Bangkinang Barat
Bendungan Waduk Koto Panjang
11. Desa Tanjung Alai,
Kec. XIII Koto Kampar
Konstruksi jalan lama Riau-Sumbar
12. Area genangan waduk Formasi tonggak kayu
mati
13. Desa Batu Bersurat,
Kec. XIII Koto Kampar
Upacara Balimau Kasai
Ga mbar 37 P eta Ana li sis Obje k da n Atr aksi W isat a
Objek dan atraksi yang ada di kawasan waduk memiliki daya tarik masing- masing yang menjadi nilai tambah Waduk Koto Panjang. Potensi objek dan atraksi ini ada yang sudah dikelola oleh warga sekitar seperti aktivitas berperahu dan memancing. Selain objek dan atraksi tersebut, potensi objek dan atraksi yang ada di kawasan Waduk Koto Panjang dapat dilihat pada Tabel 23.
Tabel 23 Daya tarik objek/atraksi di kawasan Waduk Koto Panjang
No. Objek/Atraksi Daya Tarik
1. Perkebunan rakyat a. Visual tanaman karet yang ditanam dengan
pola teratur
b. Atraksi menyadap karet oleh petani
2. Area perkemahan a. Pemandangan alami perbukitan sekitar waduk
b. Berdekatan dengan area genangan air
3. Berperahu keliling waduk
dan memancing
c. Suasana saat berada di tengah waduk
d. Populasi ikan air tawar untuk dipancing
e. Sarana transportasi orang/barang utama di
kawasan waduk
4. Pulau Tonga a. Persinggahan untuk beristirahat
b. Keunikan yang tidak dimiliki oleh banyak
waduk
5. Candi Muara Takus a. Wisata religi dan sejarah
b. Keunikan yang tidak dimiliki oleh kawasan
lain
6. Lintas alam/menyusuri
sungai
a. Eksplorasi kawasan waduk yang masih alami
b. Menyusuri sungai dangkal menuju air terjun
c. Kegiatan wisata ekstrim melalui jalur tebing
vertikal
7. Lubang Kalam a. Keunikan yang tidak dimiliki oleh kawasan
lain
b. Jalan lama Riau-Sumbar yang ikut terendam
oleh waduk
a. Struktur terowong yang masih terlihat
8. Kampung Patin b. Pusat budi daya ikan patin
c. Pusat produk olahan ikan patin
9. Air terjun a. Air terjun dengan ketinggian ±15 m
b. Lokasi air terjun dapat dicapai melalui jalan
darat dan menyusuri sungai dangkal
c. Debit air terjun sangat dipengaruhi oleh
musim
10. Bendungan Koto Panjang a. Konstruksi bendungan yang masif
b. Study tour ke kantor operator bendungan
11. Konstruksi jalan lama
Riau-Sumatera Barat
Jalan lama Riau-Sumbar yang sebagian besar telah terendam oleh waduk
12. Formasi tonggak kayu
mati
a. Nuansa mistis kumpulan tonggk kayu yang
menjulang dari dalam air
b. Formasi tonggak kayu semakin terlihat ketika
musim kemarau
13. Upacara adat Balimau
Kasai
a. Diadakan untuk memperingati datangnya
bulan ramadhan
b. Kegiatan yang melibatkan banyak orang
c. Upacara adat yang melibatkan seremonial,
Penilaian terhadap potensi objek dan atraksi yang terdapat di kawasan Waduk Koto Panjang dilakukan melalui pengamatan langsung di tapak menggunakan kriteria oleh Avenzora (2008). Objek atraksi yang memiliki skor sedang dan tinggi ditetapkan sebagai objek wisata utama, sedangkan objek atraksi yang memperoleh nilai rendah dijadikan sebagai objek wisata pendukung .
Tabel 24 Analisis penilaian potensi objek/atraksi di kawasan Waduk Koto Panjang
No. Objek/atraksi Aspek
Indikator Nilai a b c d e f 1 Perkebunan rakyat I v v v 3 II v 1 III v v v 3 IV v 1 V v v v v v 5 VI v v v v 4 VII v v 2 2 Area perkemahan I v v 2 II v 1 III v v v v v 5 IV v 1 V v v v 3 VI v v v 3 VII v 1 3 Berperahu I v v v 3 II v 1 III v v v 3 IV 0 V v v v v v v 6 VI v v v 3 VII v v 2 4 Pulau Tonga I v v v v v 5 II v v v 3 III v v v v v 5 IV v 1 V v v v v v 5 VI v v v 3 VII v v v 3
5 Candi Muara Takus I v v v 3
II v v v v 4 III v v v v v 5 IV 0 V v v v v v 5 VI v v v v v 5 VII v v v v 4
Tabel 24 Analisis penilaian potensi objek/atraksi di kawasan Waduk Koto Panjang (lanjutan)
No. Objek/atraksi Aspek
Indikator Nilai a b c d e f 6 Lintas alam/menyusuri sungai I v v v v 4 II v v 2 III v v v v v 5 IV v v 2 V v v v 3 VI v v 2 VII v v 2 7 Lubang kalam I v v 2 II v v 2 III v 1 IV 0 V v v v v v v 6 VI v v v v v 5 VII v v 2 8 Kampung patin I v v 2 II v v 2 III v 1 IV v v v 3 V v v v v v 5 VI v v v v v 5 VII v v 2 9 Air terjun I v v v v v v 6 II v 1 III v v v v v v 6 IV v 1 V v v v v v 5 VI v v v 3 VII v v 2 10 Konstruksi bendungan I v v v v v 5 II v v 2 III v v v v 4 IV 0 V v v v v v 5 VI v v v 3 VII v v 2
11 Konstruksi jalan lama I v v v 3
II v 1
III v v 2
IV 0
Tabel 24 Analisis penilaian potensi objek/atraksi di kawasan Waduk Koto Panjang (lanjutan)
No. Objek/atraksi Aspek
Indikator
Nilai a b c d e f
VI v v v 3
VII v v 2
12 Formasi tonggak kayu mati I v v v v v v 6
II v v 2 III v v v v v 5 IV v 1 V v v v v v v 6 VI v v v 3 VII 0
13 Upacara Balimau Kasai I v v v v v v 6
II v v v v 4 III v v v 3 IV v v 2 V v v v v v v 6 VI v v v v 4 VII v v v v v v 6
Tabel 25 Hasil penilaian potensi objek/atraksi wisata di kawasan Waduk Koto Panjang
No. Objek/atraksi Aspek Skor Kategori Pemanfaatan
I II III IV V VI VII
1. Perkebunan rakyat 3 1 3 1 5 4 2 19 Sedang Objek utama 2. Area perkemahan 2 1 5 1 3 3 1 16 Rendah Objek
pendukung
3. Berperahu 3 1 3 0 6 3 2 18 Rendah Objek
pendukung 4. Pulau Tonga 5 3 5 1 5 3 3 25 Sedang Objek utama 5. Candi Muara Takus 3 4 5 0 5 5 4 26 Sedang Objek utama 6. Lintas Alam
/menyusuri sungai
4 2 5 2 3 2 2 21 Sedang Objek utama 7. Lubang Kalam 2 2 1 0 6 5 2 18 Rendah Objek
pendukung 8. Kampung Patin 2 2 1 3 5 5 2 18 Rendah Objek
pendukung 9. Air terjun 6 1 6 1 5 3 2 24 Sedang Objek utama 10. Konstruksi
bendungan
5 2 4 0 5 5 2 23 Sedang Objek utama 11. Konstruksi jalan lama 3 1 2 0 6 3 2 17 Rendah Objek pendukung 12. Formasi tonggak kayu mati
6 2 5 1 6 3 0 23 Sedang Objek utama 13. Upacara Balimau
Kasai
6 4 3 2 6 4 6 31 Tinggi Objek utama
Keterangan : I: keunikan, II: kelangkaan, III: keindahan, IV:seasonality, V: sensitifitas, VI: aksesibilitas, VII: fungsi sosial
Aksesibilitas
Kawasan Waduk Koto Panjang dapat dicapai melalui dua rute perjalanan. Rute pertama adalah dari Kota Payakumbuh melalui Kecamatan Pangkalan Koto Baru kearah utara. Rute ini menempuh jarak 87 km dari Kota Payakumbuh dan 35 km dari Kecamatan Pangkalan Koto Baru. Rute kedua adalah dari Kota Pekanbaru kearah barat melalui Kecamatan Bangkinang. Jarak yang ditempuh adalah 87 km dari Kota Pekanbaru dan 20 km dari Kecamatan Bangkinang.
Prasarana menuju kawasan waduk berupa jalan yang terdiri dari dua lajur dengan lebar masing-masing lajur tiga meter. Kondisi ini belum memenuhi syarat jalan antar provinsi pada PP nomor 34 tahun 2006 yang menyatakan bahwa jalan lintas provinsi yang tergolong pada kolektor primer yang menghubungkan ibukota antarprovinsi memiliki lebar badan jalan paling sedikit sembilan meter. Pelebaran jalan perlu dilakukan untuk menanggulangi hal ini. Kondisi jalan berkelok memerlukan fasilitas penunjang keamanan jalan seperti guard rail dan safety mirror.
Fasilitas Pendukung
Kawasan Waduk Koto Panjang hanya ditunjang oleh fasilitas pendukung kegiatan wisata seadanya. Fasilitas wisata disediakan secara perseorangan oleh warga yang menyediakan jasa wisata dan penjual makanan. Kondisi fasilitas yang tersedia sebagian besar berada dalam kondsi tidak terawat karena tidak adanya standar fasilitas yang disediakan. Fasilitas yang ada di kawasan waduk antar lain loket penerimaan, jalan konektor, jalan lokal, toilet umum, sarana parkir, kantin, dermaga perahu dan sebagainya.
Tabel 26 Potensi dan kendala fasilitas
No. Fasilitas Potensi Kendala Foto
1. Loket penerimaan
a.Sebagai pusat informasi awal bagi wisatawan
b.Sebagai tempat penjualan tiket dan penarikan retribusi c.Sebagai salah satu
area penerimaan kawasan wisata
a.Tidak memiliki ciri khas lokal
b.Kondisi tidak terawat c.Lokasi dekat dengan
jembatan d.Luas area terbatas e.Hanya satu area
penerimaan 2. Tempat
makan
a.Salah satu area untuk bersosialisasi b.Tempat untuk
beristirahat c.Salah satu viewing
spot kearah waduk d.Sebagai area
penjualan
makanan/minu man dan souvenir khas lokal
a.Kebersihan kurang diperhatikan b.Tidak memiliki ciri
khas lokal c.Bangunan bersifat semi permanen 3. Dermaga perahu a. Titik perpindahan wisata darat ke wisata air dan sebaliknya b. Sebagai fasilitas
untuk perahu wisata bersandar
a.Tidak ada fasilitas pengamanan dermaga b.Tidak ada fasilitas
keluar-masuk wisatawan c.Tidak ada penataan
Tabel 26 Potensi dan kendala fasilitas
No. Fasilitas Potensi Kendala Foto
d.Dermaga wisata menyatu dengan dermaga untuk bongkar muat hasil pertanian warga 4. Parkir
mobil/motor
a. Sebagai fasilitas parkir kendaraan pribadi dan umum wisatawan b. Sebagai rest area
supir kendaraan
a.Tidak ada pembagian yang jelas parkir mobil dan motor b.Luas area sangat
terbatas c.Kurang vegetasi penaung 5. Signage lokasi Petunjuk orientasi lokasi wisata
Kondisi tidak terawat
6. Jalan lokal a. Akses menuju objek pendukung wisata
b. Kondisi jalan relatif baik
c. Melintasi perkampungan warga
a.Tidak ada papan petunjuk jalan b.Tidak ada fasilitas
penerangan
c.Jarak perkam-pungan warga relatif jauh
7. Keramba jaring apung
a. Fasilitas budi daya ikan air tawar b. Sarana edukasi
budi daya ikan air tawar
a. Lokasi tidak sesuai dengan rekomendasi yang telah dibuat b. Sedimentasi sisa
pakan ikan
c. Pertumbuhan jumlah tidak terkendali
Potensi Pengunjung
Wisatawan yang datang ke Kabupaten Kampar didominasi oleh wisatawan domestik terutama yang berasal dari Provinsi Sumatera Barat dan Provinsi Riau, khususnya Kota Pekanbaru dan Kota Bangkinang. Menurut hasil wawancara pengunjung Waduk Koto Panjang, kawasan waduk menjadi tujuan wisata alternatif akhir pekan karena lokasi yang tidak begitu jauh dari tempat mereka tinggal. Umumnya mereka menghabiskan waktu untuk melihat pemandangan waduk. Pada akhir pekan dan hari libur nasional, tingkat keramaian di kawasan waduk cukup tinggi karena selain pengunjung yang datang untuk menikmati pemandangan waduk, banyak juga wisatawan yang datang untuk melakukan kegiatan memancing. Kawasan Waduk Koto Panjang belum memiliki data jumlah pengunjung tahunan yang didata oleh pengelola dan Dinas Pariwisata Kabupaten Kampar. Data jumlah wisatawan yang dimiliki oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Kampar hanya pada objek wisata Candi Muara Takus.
G amba r 38 Peta a na lis is a kse s da n f asil itas
Tabel 27 Jumlah pengunjung Candi Muara Takus tahun 2014 No. Bulan Wisatawan Jumlah Pelajar /Mahasiswa
Domestik Mancanegara Kedinasan
1. Januari 430 608 7 71 1.116 2. Februari 430 608 7 71 1.116 3. Maret 300 625 6 45 976 4. April 350 630 7 50 1.037 5. Mei 825 1.003 17 83 1.928 6. Juni 1.086 1.929 - 3 3.018 7. Juli 2.118 2.927 - 108 5.153 8. Agustus 250 2.700 50 5 3.005 9. September 1.556 1.271 - 3 2.830 10. Oktober 1.970 1.408 - 6 3.384 11. November 326 678 - 20 1.024 12. Desember 950 1.860 7 60 2.877 Jumlah 10.591 16.247 101 525 27.464
Sumber: Dinas Pariwisata Kabupaten Kampar, 2014
Dari hasil analisis komponen-komponen yang telah dijelaskan sebelumnya, diperoleh gambaran spasial kesesuaian pada aspek wisata di kawasan Waduk Koto Panjang. Hasil analisis kesesuaian wisata dapat dilihat pada Gambar 37.
Zona yang dikategorikan sesuai adalah area yang memiliki objek dan atraksi wisata dengan nilai sedang dan tinggi. Zona ini memiliki akses jalan yang baik dengan beberapa fasilitas pendukung seperti penunjuk jalan menuju waduk. Zona yang dikategorikan cukup sesuai memiliki objek atraksi dengan nilai rendah dengan aksesibilitas kurang baik. Zona yang dikategorikan tidak sesuai tidak memiliki objek dan atraksi wisata serta sulit untuk diakses oleh orang.
Aspek Legal
Kawasan Waduk Koto Panjang merupakan salah satu tujuan wisata yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi tujuan wisata utama di Kabupaten Kampar. Dalam Rencana Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Kampar tahun 2011-2016, kawasan Waduk Koto Panjang termasuk dalam objek wisata buatan di Kabupaten Kampar. Menurut data Badan Koordinasi Penanaman Modal tahun 2014, kawasan Waduk Koto Panjang menjadi salah satu potensi wisata alam yang perlu dikembangkan di Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar. Kawasan Waduk Koto Panjang yang meliputi Kelurahan Batu Bersurat, Binamang, Koto Tuo, Koto Tuo Barat, Muara Takus, Ranah Sungai, Tanjung Alai, Pongkai Istiqamah dan Gunung Bungsu dalam RTRW Kabupaten Kampar 2013-2033 diproyeksikan menjadi kawasan dengan potensi utama pertanian dan perkebunan. Selain itu, potensi yang dapat dikembangkan adalah perikanan darat dan kawasan konservasi air.
Arahan wisata yang sesuai untuk dikembangkan pada kawasan Waduk Koto Panjang adalah wisata yang memadukan sektor perairan dan kegiatan pertanian melalui keterlibatan masyarakat sekitar. Hal ini didasari oleh ketersediaan sumber-
77 Tidak sesuai
daya air dan lahan pertanian yang dimiliki oleh warga yang melimpah. Sesuai dengan Keputusan Presiden nomor 33 tahun 2011 yang menyatakan bahwa pilar penting dalam pengelolaan sumber daya meliputi peningkatan konservasi sumber daya air secara berkelanjutan, mendayagunakan sumber daya air untuk kesejahteraan rakyat, dan meningkatkan peran serta masyarakat dan dunia usaha dalam pengelolaan sumber daya air.
Tata Guna Lahan
Secara administrasi kawasan Waduk Koto Panjang berada di Kecamatan XIII Koto Kampar, meliputi kelurahan Batu Bersurat, Binamang, Koto Tuo, Koto Tuo Barat, Muara Takus, Ranah Sungai, Tanjung Alai, Pongkai Istiqamah, dan Gunung Bungsu. Potensi utama kawasan sekitar waduk adalah pertanian dan hutan konservasi. Pertanian yang dominan adalah perkebunan karet dan sebagian perkebunan kelapa sawit. Selain sektor pertanian, sektor jasa terkait wisata menjadi sektor yang perlu dikembangkan untuk mendukung pengembangan kawasan wisata Waduk Koto Panjang sesuai dengan RTRW di Kabupaten Kampar tahun 2013- 2033 yang dapat dlihat pada Gambar 40.
Tahun 2013, klasifikasi penggunaan lahan di Kabupaten Kampar meliputi tanah sawah 10.679 km2, lahan terbangun 354.549 km2, tegal kebun 91.044 km2,
ladang huma 92.251,5 km2, padang rumput 6.717 km2, kolam 7.135 km2, lahan
tidak dimanfaatkan 37.722 km2, hutan negara dan hutan rakyat 65.927 km2, perkebunan 401.246 km2, dan lainnya 171.909 km2. Kendala-kendala yang sering muncul terkait dengan penataan ruang dan wilayah di daerah umumnya terjadi karena pengembangan dan pembangunan yang dilakukan sering kali tidak mengikuti rencana tata ruang yang telah ditetapkan. Pemberian izin pembangunan tetap diberikan meskipun pembangunan berada bukan di wilayah pengembangan yang seharusnya. Pertimbangan terhadap pembangunan yang berkelanjutan dengan memperhatikan daya dukung kawasan sering diabaikan sehingga terjadi konflik antara fungsi ekonomi dan ekologi kawasan dalam hal pemanfaatan ruang oleh pemegang kepentingan seperti pihak kehutanaan, pemerintah daerah dan masyarakat setempat. Penyebab permasalahan ini berawal pada kurangnya kompetensi sumber daya manusia dalam bidang perencanaan tata ruang dan lemahnya penegakan hukum bagi pelanggar pemanfaatan ruang.
Tipe penggunaan lahan di kawasan Waduk Koto Panjang menurut data yang diolah dari Bappeda (2014) adalah badan air (124 km2), kebun karet (95,96 km2),
kebun kelapa sawit milik warga (2,30 km2), kebun kelapa sawit milik swasta (11,88
km2), Semak belukar (48,21 km2), kebun campuran (74,65 km2) dan hutan (91,22 km2). Penggunaan lahan pada kawasan Waduk Koto Panjang dapat dilihat pada Gambar 41.
Berdasarkan rencana pola ruang Kabupaten Kampar, kawasan Waduk Koto Panjang yang terletak di Kecamatan XIII Koto Kampar diproyeksikan terbagi menjadi kawasan kawasan lindung dan kawasan budi daya. Kawasan lindung adalah wilayah yang ditetapkan dengan fungsi utama melindungi kelestarian lingkungan hidup yang mencakup sumber daya alam dan sumber daya buatan. Kawasan lindung meliputi hutan lindung dan hutan konservasi. Kawasan budi daya adalah wilayah yang ditetapkan dengan fungsi utama untuk dibudidayakan atas dasar kondisi dan potensi sumber daya alam, sumber daya manusia, dan sumber
daya buatan. Kawasan budi daya di kawasan Waduk Koto Panjang meliputi hutan produksi, perkebunan rakyat, permukiman dan perkebunan swasta besar.
Gambar 40 Peta RTRW Kabupaten Kampar
Beberapa kriteria kawasan lindung yang sesuai dengan kawasan Waduk Koto Panjang adalah: a) kawasan yang memberikan dampak dan perlindungan ada kawasan di sekitarnya serta terletak pada kelerengan lebih dari 40%. Area dengan kriteria tersebut terletak di kelurahan Tanjung Alai, Koto Tuo Barat dan Muara Takus; b) kawasan rawan bencana terutama longsor, terletak di kelurahan Tanjung Alai; c) perlindungan terhadap kawasan resapan air untuk memberikan ruang yang Cukup bagi peresapan air hujan untuk keperluan penyediaan kebutuhan air tanah baik untuk kawasan di bawahnya maupun kawasan yang bersangkutan. Kriteria kawasan resapan air adalah struktur tanah dan bentuk geomorfologi yang mampu meresapkan air hujan secara baik; d) kawasan perlindungan setempat, dalam hal ini merupakan kawasan yang melindungi danau/waduk. sempadan waduk ditetapkan 100 meter ke darat dari titik muka air tertinggi (Keppres Nomor 32 Tahun 1990).
Ga mbar 41 P eta ide nti fik asi pengguna an lah an
Hasil Analisis
Setelah dilakukan analisis terhadap aspek ekologi, wisata, sosial dan budaya, serta aspek legal diperoleh hasil analisis berupa tabel analisis berisi potensi, kendala, pengembangan, dan pemecahan dari tiap-tiap aspek tersebut. Selain itu, diperoleh juga hasil spasial berupa peta komposit yang diperoleh dari overlay peta analisis kesesuaian ekologi untuk wisata dan peta analisis kesesuaian wisata. Untuk menyesuaiakan dengan aspek legal kawasan, peta hasil overlay tersebut di-overlay
dengan pola ruang kawasan waduk yang diperoleh dari peta RTRW Kabupaten Kampar 2011-2033. Skema proses analisis dapat dilihat pada Gambar 42.
Gambar 42 Skema proses overlay
Topografi kawasan waduk berbukit dengan kemiringan dari landai datar hingga curam. Keragaman topgrafi menciptakan lanskap alami yang menjadi daya tarik tersendiri. Namun area dengan kemiringan diatas 20 persen rentan terjadi longsor sehingga perlu dilakukan batas kawasan lindung untuk membatasi aktivitas yang diterapkan. Keberadaan waduk dapat dimanfaatkan untuk kegiatan wisata air. Keberlanjutan waduk sangat berpengaruh terhadap kehidupan warga. Di samping itu waduk juga sangat diperlukan sebagai sumber daya PLTA Koto Panjang. Sosialisasi harus dilakukan kepada masyarakat agar turut aktif menjaga kondisi waduk. Area konservasi terutama di hulu ditujukan agar suplai air dapat terjaga debit dan kualitasnya. Hasil analisis secara spasial dan tabulasi dapat dilihat pada Gambar 43 dan Tabel 28.
Ga mbar 43 P eta komposi t hasil a na li sis
No. Komponen Analisis Solusi
Potensi Kendala Pengembangan Pemecahan
A. Aspek Ekologi
1. Topografi dan kemiringan lahan
Topografi kawasan yang
didominasi perbukitan berpo- tensi untuk kegiatan wisata
Kawasan dengan kemiringan curam dapat menimbulkan erosi dan longsor sehingga membahayakan kegiatan wi- sata
Erosi dan longsor me- ningkatkan sedimentasi pada waduk
Pengembangan beberapa jenis kegiatan wisata seperti fasilitas
camping ground, kegiatan berfoto dengan pemandang perb- ukitan sebagai latar belakang, menentukan viewing spot di kawasan waduk, eksplorasi alam, dan sebagainya
Penentuan kawasan lindung
dan konservasi untuk
membatasi aktivitas wisata di area dengan kemiringan cu-
ram untuk mengurangi
kemungkinan terjadi erosi dan longsor
Penenaman berbagai jenis vegetasi seperti penutup tanah, semak dan perdu di kawasan rawan longsor
Melakukan pengelolaan tanah secara mekanik melalui pola penanaman sejajar dengan kontur
2. Jenis dan karakteristik tanah
Jenis tanah podsolik sesuai untuk perkebunan karet
Jenis tanah podsolik peka terhadap erosi dan longsor akibat dari kadar Al dan Fe yang tinggi
Tingkat kesuburan tanah organosol dan podsolik tergolong rendah
Pengembangan wisata dikaitkan dengan kegiatan pertanian warga
Penerapan teknologi pertanian organik melalui pengaplikasian pupuk organik untuk mening- katkan daya ikat tanah
3. Hidrologi Daerah tangkapan air dapat
dimanfaatkan untuk kegiatan wisata air
Area genangan dapat
dimanfaatkan oleh warga sebagai wadah kegiatan usaha
Daerah resapan air berfungsi untuk menjamin ketersedian air waduk dan masyarakat di sekitar waduk
Alih fungsi hutan dibagian hulu menyebabkan partikel tanah ikut terbawa air ke waduk sehingga berdampak pada pendangkalan waduk
Kurangnya penegakan aturan terkait kawasan lindung yang dialihfungsikan
Pengembangan wisata keliling danau menggunakan perahu warga dan pengembangan bu- didaya ikan air tawar dengan metode keramba jaring apung disesuaikan dengan area yang telah ditetapkan oleh pihak PLN
Melakukan pembatasan
aktivitas pada kawasan resapan air terutama di area dengan kemiringan >15%
Pihak yang berkepentingan seperti pemeritah, pihak PLN dan kelompok sadar wisata Koto Panjang saling bekerja sama untuk memeberikan pengeta- huan kepada masyarakat sekitar
waduk akan pentingnya
melestarikan area sempa-dan waduk sebagai kawasan resapan air
No. Komponen Analisis Solusi
Potensi Kendala Pengembangan Pemecahan
4. Iklim Kawasan waduk memiliki 5
sampai 6 bulan basah menyediakan sumber daya air yang cukup tinggi
Dengan suhu rata-rata 26,97 ˚C dan kelembaban relatif