• Tidak ada hasil yang ditemukan

Potensi Sumber Daya Energi

Dalam dokumen Analisis Energi Alternatif (Halaman 65-75)

PEMANFAATAN ENERGI DI SUMATERA UTARA

3.1 Potensi Sumber Daya Energi

Kekayaan sumber daya energi di Sumatera Utara beranekaragam, yaitu ; minyak dan gas bumi, tenaga air, batubara, gambut, panas bumi, biogas, biomassa, tenaga surya, tenaga angin, tenaga pasang surut air laut dan tersedianya lahan untuk pengembangan  biofuel dan lainnya. Potensi yang kita miliki ini sebagian besar belum dimanfaatkan

dan mempunyai prospek dikembangkan untuk pemenuhan kebutuhan energi.

3.1.1 Tenaga Air

Daerah Sumatera Utara secara morfologi tersusun oleh morfologi pegunungan,  perbukitan dan dataran. Dengan kondisi tersebut memungkinkan daerah ini memiliki  potensi sumber daya energi air yang cukup besar. Pada daerah pegunungan/  perbukitan yang secara hidrologi merupakan daerah tangkapan air (cathment area)

merupakan daerah yang kaya akan potensi sumber daya energi air.

Air sebagai kekayaan alam yang dapat diperbaharui, tenaga air yang dimiliki sebagai salah satu sumber energi dapat dimanfaatkan secara langsung untuk tenaga mekanis. Disamping digunakan sebagai energi lain, yang terpenting usaha pengembangan tenaga air adalah untuk pembangkit listrik. Berdasarkan hasil pendataan yang

dilakukan bahwa potensi tenaga air di Propinsi Sumatera Utara sebesar  1.876.606,5 KW dengan rincian sebagai berikut :

- skala besar dan menengah 1.723.054 KW tersebar pada 23 lokasi - skala mini 143.019,9 KW tersebar di 82 lokasi

- skala mikro : 6.532,69 Kw tersebar pada 87 lokasi

Rincian data potensi tenaga air dan penyebarannya di Sumatera Utara sebagaimana  pada Lampiran 1 - 11.

3.1.2. Batubara

Batubara mempunyai nilai kalor cukup tinggi untuk menghasilkan energi. Nilai kalor   batubara hampir setara dengan kalor minyak solar. Dari penyelidikan pendahuluan

dan pengukuran, cadangan batubara di Propinsi Sumatera Utara cukup banyak yang tersebar di daerah Kabupaten. Dari beberapa daerah yang dilakukan penyelidikan  batubara di Sumatera Utara tersebar di 6 (enam) Kabupaten.

Jenis batubara yang terdapat di Propinsi Sumatera Utara mempunyai nilai kalor   berkisar sekitar 3500 – 6000 kkal/ Kg. Data dan lokasi batubara di Sumatera Utara

selengkapnya sebagaimana disusun pada Lampiran 12 - 17.

3.1.3. Panas Bumi

Daerah Sumatera Utara secara geologi terletak pada jalur gunung api (volcanic belt ) dan dibatasi oleh tinggian-tinggian dan patahan Sumatera (sesar Semangko). Kondisi

geologi tersebut menyebabkan daerah ini memiliki potensi panas bumi yang tersebar   pada daerah gunung api. Berdasarkan data yang ada potensi panas bumi di daerah ini

sudah cukup layak untuk dikembangkan.

Panas bumi merupakan energi terbarukan, yang apabila digunakan secara bijaksana akan dapat dimanfaatkan secara berkesinambungan terus menerus. Lambatnya  perkembangan energi panas bumi disebabkan karena dari hasil perhitungan mahalnya  biaya pembangunan pembangkit per kWH dibandingkan energi fosil. Tetapi seiring dengan meningkatnya harga minyak bumi yang begitu tinggi dan dikurangi beban subsudi yang selama ini ditanggung pemerintah serta semakin menipis dan terbatasnya jumlah cadangannya diharapkan pemanfaatan energi panas bumi dapat segera tumbuh dan terealisasi secara baik dan optimal. Potensi panas bumi di Propinsi Sumatera Utara berkisar 1.870 MW, tersebar di 5 (lima) Kabupaten. Data potensi dan  penyebaran panas bumi di Sumatera Utara sebagaimana pada Tabel 1 berikut :

Tabel 1. Potensi Panas Bumi di Sumatera Utara

No Daerah Lapangan MW

1 Tapanuli Selatan Sibual Buali 750 2 Mandailing Natal Sorik Merapi 250 3 Tapanuli Utara Sarulla 630

4 Samosir Pusuk Bukit 100

5 Karo Sibayak 240

Gambut di Propinsi Sumatera Utara terdapat di Kabupaten Labuhan Batu dan Kabupaten Humbang Hasundutan. Di daerah Kabupaten Labuhan Batu terdapat di Sungai Barumun dan Sungai Bilah dengan luas areal 500 Km2 dan ketebalan rata-rata 1 - 2 meter. Potensi gambut di Kabupaten Humbang Hasundutan terdapat di daerah Siborong Borong, Lintong Nihuta dengan jumlah cadangan belum diketahui secara rinci.

3.1.5. Gas Bumi

Cadangan gas bumi di Propinsi Sumatera Utara ditemukan di daerah Kabupaten Langkat dan lepas pantai Selat Malaka, yaitu : pada lapangan Pangkalan Susu, Arubay, Aru (off shore) dan Secanggang. Jumlah potensi gas bumi dari lapangan tersebut berkisar 9.422 BCF. Di Kabupaten Deli Serdang terdapat di Hamparan Perak, Diski dan Polonia. Di samping itu pernah dilakukan pemboran eksplorasi 3 (tiga) sumur di Binanga Kabupaten Tapanuli Selatan dan sedang berlangsung eksplorasi di Blok Kisaran Kabupaten Labuhan Batu oleh PT. Caltex Oil. Data dan informasi rinci cadangan dan produksi minyak dan gas bumi ini pun sampai saat ini  belum dapat diperoleh.

3.1.6. Biogas

Kotoran ternak melalui proses fermentasi akan menghasilkan gas metan (CH4) yang disebut sebagai biogas. Gas ini mempunyai nilai bakar (nilai kalor) dan dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar. Untuk memproduksi biogas, proses dilakukan

didalam suatu ruangan pencerna (digester), dan gas yang dihasilkan dikumpul pada sisi atas dari ruang tersebut, untuk selanjutnya dapat dimanfaatkan.

Biogas dapat digunakan sebagai bahan bakar untuk keperluan rumah tangga, yaitu  bahan bakar memasak makanan di dapur dan lampu penerangan. Sisa kotoran ternak 

yang telah diproses permentasi (dikeluarkan biogasnya) sangat cocok untuk pupuk  organik. Populasi ternak ini tersebar dan terdapat di beberapa daerah yaitu daerah Tapanuli Selatan, Kisaran, Tapanuli Utara dan Labuhan Batu. Nilai kalor biogas yang dihasilkan berkisar 5500 - 6000 Kkal/m3.

3.1.7. Biomassa

Biomassa adalah suatu jenis gas yang dapat diproduksi melalui proses fermentasi dari limbah pertanian. Sama halnya dengan pembuatan biogas, proses dilakukan didalam suatu ruangan pencerna (digester), dan gas yang dihasilkan dikumpul pada sisi atas dari ruangan tersebut. Limbah pertanian seperti cangkang sawit, batok kelapa, kayu dapat langsung dimanfaatkan sebagai bahan bakar. Nilai kalor yang dihasilkan  berkisar 5500 s/d 6000 Kkal/m3. Potensi limbah pertanian banyak terdapat di areal  perkebunan.dan hutan merupakan bagian yang tidak dapat diproses lagi yang

merupakan produk sampingan. Dari pengumpulan data yang dilakukan hanya Kabupaten Mandailing Natal yang memiliki data biomassa dan selengkapnya sebagaimana pada Lampiran 18.

Daerah tropis menerima sinar matahari dengan intensitas dan kontinuitas yang tinggi. Potensi ini dapat dimanfaatkan sebagai energi, dengan teknologi solar sel dapat membangkitkan tenaga listrik dan dengan memfokuskan sinar matahari dapat digunakan untuk memanaskan air.

3.1.9. Energi Angin

Kecepatan masa angin umumnya relatif rendah dengan kontinuitas yang tidak tetap. Kecepatan angin didaerah pantai dan daerah perbukitan relatif lebih tinggi, dapat dimanfaatkan sebagai tenaga mekanis pemutar pompa untuk menaikkan air.

3

.1.10. Energi Laut

Beda tinggi antara pasang naik dan pasang surut, dapat menghasilkan energi. Pemanfaatan diatur dengan konstruksi sedemikian, dimana disaat pasang naik massa air disimpan dan dilepaskan saat pasang surut terendah. Energi potensial dari air  tersebut digunakan untuk memutar turbin/kincir sehingga menghasilkan energi putar  (energi mekanik). Teknologi pengembangan pemanfaatan energi laut ini masih tahap  percobaan konstruksi dan model. Demikian juga dengan pemanfaatan energi

gelombang laut.

Dalam dokumen Analisis Energi Alternatif (Halaman 65-75)

Dokumen terkait