• Tidak ada hasil yang ditemukan

POTRET Pintu

Dalam dokumen fa transmedia edi 5 low rev3 (Halaman 44-48)

Gerbang

Kawasan

Utara

Indonesia

B

agi pemerintah, upaya

pengembangan wilayah perbatasan dilakukan melalui sejumlah cara. Salah satunya peningkatan kapasitas bandara yang menjadi pintu gerbang perekonomian di kawasan perbatasan. Pengembangan Bandara Internasional Juwata Tarakan merupakan prioritas pemerintah Jokowi – Jusuf Kalla bagi pengembangan wilayah perbatasan Indonesia – Malaysia.

POTRET

Adapun dari sisi darat telah dikembangkan terminal penumpang dari semula 2.532 m2 menjadi 12.440 m2. Untuk mendukung kelancaran pengguna jasa fasilitas parker kendaraan juga ditingkatkan dari 1000 m2 menjadi 14.000 m2.

Kini,bandara yang telah ada sejak zaman Belanda itu telah bertransformasi menjadi modern. Modernisasi tidak hanya pembangunan secara fisik namun juga perubahan manajemen keuangan untuk peningkatan pelayanan dan transparansi.

Dalam memberikan pelayanan, Bandara Juwata mengutamakan prinsip profesionalisme, efisiensi, dan produktivitas. Prinsip tersebut dapat terwujud dengan adanya pembaharuan manajemen keuangan sektor publik. Transformasi melalui reformasi keuangan diharapkan mampu memberikan otonomi dalam pengelolaan keuangan. Pengelolaan keuangan bisa secara mandiri,

pengelolaan sumber daya manusia, dan pengelolaan serta pengadaan aset/ barang juga akan dilakukan secara mandiri.

Termasuk di dalamnya, adalah keleluasaan dalam pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).“Dengan demikian, kami dapat memanfaatkan dana sendiri dan berkreasi untuk meningkatkan pelayanan di Bandara Juwata. Di sisi lain, kami masih mendapat dukungan pendanaan dari Pusat untuk pengembangan bandara,” ujar Kepala Otoritas Bandara Juwata-Tarakan, Syamsul Banri.

Namun, hal terpenting dari transformasi sistem ini adalah adanya perubahan pola pikir dari birokrasi menjadi

government enterpreneur. Hal ini dikarenakan instansi terkait akan menjalankan fungsi yang lebih melayani ketimbang mengatur. Mewirausahakan Pemerintah

(Enterprising the Government) ini juga merupakan sebuah paradigma yang memberi arah yang tepat bagi sektor Selain menjadi transit para TKI yang

akan bekerja di negara tetangga, potensi ekonomi wilayah Kalimantan Utara cukup besar. Letak geografisnya yang strategis, dan potensi sektor pariwisata serta sumber daya ekonomi yang ada, menuntut ketersediaan sarana dan prasarana transportasi yang memadai. Selain pelabuhan, pembangunan infrastruktur transportasi bandara menjadi target selanjutnya guna memancing perekonomian kawasan. Upaya memancing perekonomian dengan pembangunan infrastruktur transportasi yang baik merupakan langkah strategis pemerintah.

Selain untuk menunjang pariwisata, pembangunan bandara akan menopang tingginya pergerakan penumpang yang melintasi langit Kalimantan Utara. Sejak 2008, rata-rata penumpang yang melewati Bandara Tarakan naik secara signifikan. Dari hanya 400-an orang, meningkat pesat menjadi hampir satu juta penumpang pada 2015.

Potensi jumlah penumpang yang besar menuntut peningkatan pelayanan dunia penerbangan. Guna menjawab kebutuhan tersebut, pemerintah menggalakkan pembangunan bandara lainnya secara masif. Peningkatan kapasitas Bandara Juwata dilakukan dengan perpanjangan landasan pacu menjadi 2.250 m dan lebar 45 meter.

Peningkatan kapasitas bertujuan untuk mendukung Bandara Juwata Tarakan sebagai bandara hub internasional. Bandara ini menjadi penghubung Indonesia, Malaysia, Philipina dan Brunei Darussalam. Kehadiran Bandara Juwata diharapkan bisa menunjang konektivitas antarpulau di seluruh kawasan Kalimantan Utara.

BANDARA PENGHUBUNG

Dalam penyelenggaraannya, Bandara Juwata dikelola oleh Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas I Utama Juwata Kementerian Perhubungan. Bandara Juwata Tarakanyang hanya berjarak 3,5 km dari pusat Kota Tarakan, dibangun pertama kali pada masa penjajahan Belanda. Awalnya bandara ini difungsikan sebagai pangkalan militer.

Di masa kemerdekaan, Bandara Juwata secara resmi dimiliki Pemerintah Indonesia dan difungsikan sebagai bandara perintis yang hanya didarati pesawat-pesawat kecil. Saat itu, pengembangan bandara dilakukan dengan peningkatan runwaysepanjang 1.850 m. Pada Tahun 2000, Bandara Juwata menjadi bandara domestik yang didarati oleh pesawat-pesawat dari berbagai maskapai nasional. Kini, setelah dicanangkan sebagai bandara Hub Internasional, pemerintah memperluas area apron dari semula

335 m x 70 m menjadi 335 m x 97 m. 1. Bandara Juwata Tarakan2. Fasilitas pubdlik Bandara Juwata Tarakan 2

POTRET

keuangan publik untuk mendorong peningkatan pelayanan. Dalam hal ini, terjadi pergeseran sistem penganggaran menjadi berbasis kinerja.

KEKUATAN DAN PELUANG Adapun kekuatan yang dimiliki UPBU yang berada di kota terbesar di Provinsi Kaltara ini, antara lain kedudukan Bandara Juwata sebagai bandara pengumpul skala tersier serta posisi bandara yang strategis karena berada di kawasan lintas penerbangan internasional dan berbatasan langsung dengan Malaysia dan Filipina Selatan. Bandara Juwata juga merupakan satu-satunya bandara internasional di wilayah Kalimantan Utara yang melayani penerbangan internasional berjadwal dengan rute Tarakan—Tawau (Malaysia). UPBU Kelas I Utama Juwata telah memiliki regulasi pendukung untuk pengembangan bandara. Disamping itu, kekuatan lainnya berupa ketersediaan fasilitas/saran antarmoda, koordinasi yang telah berjalan baik antara UPBU dengan Pemda, serta penguasaan dan pemanfaatan lahan bandara yang cukup luas dan telah bersertifikat hukum.

“Dari lahan seluas 252 ha, masih ada sekitar 30% yang tersisa—dalam arti belum digunakan untuk operasional bandara. Lahan inilah yang akan dimanfaatkan karena memiliki potensi. 3

4

Mungkin, perlu investor, misalnya saja untuk pembangunan hotel transit di lahan tersebut,” jelas Banri. Sementara itu, peluang yang dimiliki UPBU Kelas I Utama Juwata, antara lain sebagai pintu gerbang kegiatan perekonomian di Kalimantan Utara. Kemudian, adanya potensi kebijakan

Open Sky skala nasional dan internasional serta pertumbuhan jasa transportasi udara yang melintasi wilayah Asia Pasifik.

Kalimantan Utara memiliki potensi wisata yang menarik wisatawan.

Berbagai destinasi wisata yang tersebar di berbagai lokasi, mencakup kawasan konservasi satwa, hutan lindung mangrove dan pantai. Begitu pula dengan peluang investasi di Kota Tarakan yang masih terbuka luas, terutama di sektor kelautan dan perikanan, pariwisata, industri dan perdagangan.

Tingginya pengunjung dari Luar Kalimantan Utara memiliki potensi memberi peningkatan PNBP bandara yang dikelola Kementerian Perhubungan. Selama kurun waktu 2010—2015 penerimaan PNBP selalu

POTRET

mencapai target. Meskipun demikian, masih ada banyak sumber pendapatan lain yang bisa digali. Saat ini, sekitar 80% penerimaan PNBP tersebut bersumber dari pengguna jasa/ penumpang.“Tahun 2015 lalu, realisasi PNBP Bandara Juwata mencapai Rp 24 miliar, melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp 22 miliar. Tahun 2016 ini, ditetapkan target sekitar Rp 35 miliar,” tambah Banri.

Banri menambahkan bahwa masih banyak ruang-ruang yang memungkinkan untuk meningkatkan pendapatan. Misalnya saja, melalui efisiensi energi. Salah satu upaya berhemat energi yang dilakukan

Bandara Juwata adalah menggunakan panel surya sebagai sumber energi untuk penerangan jalan bandara. ENTITAS EKONOMI

Namun, tak dipungkiri Banri, bahwa kesiapan sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu tantangan dalam upaya bertransformasi, baik dari segi jumlah maupun kesiapan personil itu sendiri. Menurut Banri, saat ini Bandara Juwata masih membutuhkan sekitar 40% tambahan pegawai. Dari kebutuhan sekitar 300 orang, baru tersedia 185 orang.

Kendati demikian, hal tersebut tidak mengurangi keamanan dan

3. Fasilitas layanan bagasi 4. Ruang tunggu 5. Kegiatan check in counter 6. Kegiatan layanan perintis 7. Kegiatan layanan bagasi

7 5

keselamatan hingga pengabaian pelayanan. Justru dengan kondisi yang demikian, dapat dilakukan efisiensi dan optimalisasi kinerja pegawai dari berbagai sisi. “Di sinilah tantangannya. Saya harus dapat mendorong seluruh pegawai untuk bekerja lebih efektif dan lebih keras demi memberikan pelayanan terbaik. Manajemen SDM harus terkelola dengan baik sehingga organisasi pun akan berjalan dengan baik,” ujar Banri.

Dengan pengelolaan organisasi yang baik, efektif, efisien, dan profesional, diharapkan Bandara Juwata dapat menjadi salah satu infrastruktur yang mampu menggerakkan perekonomian daerah, khususnya Provinsi Kalimantan Utara. Tidak hanya itu, Bandara Juwata pun dapat bertransformasi menjadi entitas ekonomi yang menopang perekonomian kawasan. (*)

POTRET

S

ebagai kota Jasa, Tarakan memiliki banyak pelabuhan yang menjadi pintu gerbang arus barang dan kegiatan perdagangan. Pelabuhan berperan penting menunjang aktivitas

Dalam dokumen fa transmedia edi 5 low rev3 (Halaman 44-48)

Dokumen terkait