• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V ANALISIS DAN PEMBAHASAN

5.2 Preferensi PKL dan Masyarakat Sekitar

5.2.2 Preferensi Masyarakat

Tabel 5.29 Preferensi PKL Terhadap Kesesuaian Lokasi

No Lokasi

Preferensi Kesesuaian Lokasi

Jumlah

Ya Tidak

Dekat keramai

an

Lokasi telah ditentukan

Transpor t mudah

Merasa sepi

Merasa terganggu

Lain nya

1 Pasar Sentral 4 7 3 0 0 1 15

2 Lapangan Syekh Yusuf

5 3 0 1 0 0 9

3 Jl. Usman Salengke 4 2 4 0 0 1 11

Total 13 12 7 1 0 2 35

Persentase (%) 37 34 20 3 0 6 100

Sumber : Data Primer Diolah, 2017

Sedangkan responden PKL yang menyatakan lokasi yang ditempati saat ini masih tidak sesuai dengan keinginannya memberikan alasan bahwa lokasi tersebut masih sepi (3%) merupakan responden yang berada pada lokasi Lapangan Syekh Yusuf. Hal ini karena lokasi ini bukan termasuk jalur utama yang dilalui angkutan kota. Sedangkan responden PKL yang menyatakan alasan lainnya adalah PKL yang masih termasuk baru berdagang di lokasi tersebut dan belum yakin untuk menetap.

ditambahkan, dan juga kesesuaian lokasi PKL. Berikut ini akan dibahas tentang preferensi tersebut:

1. Alasan Berbelanja

Pada zaman modern ini, telah banyak masyarakat yang sering berbelanja di mall atau pusat perbelanjaan. Namun masih banyak pula yang berbelanja pada pedagang kaki lima di pinggir jalan. Adapun di bawah ini terdapat sebuah tabel yang menjelaskan tentang alasan mengapa masyarakat berbelanja pada PKL di lokasi penelitian.

Tabel 5.31 Preferensi Masyarakat Terhadap Alasan Berbelanja

No Lokasi

Alasan Berbelanja di PKL

Jumlah Dekat dari

rumah

Harga murah

Serba ada/

lengkap

Nyaman &

bersih

1 Pasar Sentral 8 10 8 4 30

2 Lapangan Syekh Yusuf

4 6 4 4 18

3 Jl. Usman

Salengke

2 8 8 4 22

Total 14 24 20 12 70

Persentase (%) 20 34 29 17 100

Sumber : Data Primer Diolah, 2017

Dilihat dari tabel di atas maka dapat diketahui bahwa alasan masyarakat berbelanja di PKL terbesar yaitu sebanyak 34% dengan alasan karena harga yang ditawarkan relatif murah, kemudian masyarakat yang menyatakan alasan dengan berbelanja pada PKL tidak perlu sulit karena disana sudah serba ada/lengkap yaitu sebanyak 29%, dan masyarakat yang menyatakan alasan karena lokasi tersebut sangat dekat dari rumah mereka adalah sebanyak 20%, sedangkan masyarakat yang menyatakan alasan nyaman dan bersih adalah sebanyak 17%. Berdasarkan pernyataan yang disampaikan oleh responden masyarakat tersebut maka dapat dilihat bahwa keberadaan PKL sangat dibutuhkan oleh masyarakat namun masih perlunya sebuah penataan yang dapat meningkatkan kenyamanan bagi masyarakat lain.

2. Jarak Lokasi dan Moda Transportasi yang Digunakan

Jarak lokasi tempat tinggal masyarakat dengan lokasi pedagang kaki di Kawasan Perkotaan Sungguminasa dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 5.32 Jarak Lokasi Tempat Tinggal Masyarakat Dengan Lokasi PKL

No Lokasi Jarak Lokasi

Jumlah

< 1 km 1-3 km > 3 km

1 Pasar Sentral 10 14 6 30

2 Lapangan Syekh Yusuf

4 8 6 18

3 Jl. Usman Salengke

6 12 4 22

Total 20 34 16 70

Persentase (%) 29 48 23 100

Sumber : Data Primer Diolah, 2017

Berdasarkan tabel di atas dapat diliht bahwa jarak rumah masyarakat dengan lokasi pedagang kaki lima mayoritas berada antara 1-3 km dengan jumlah sebanyak 34 orang (48%), kemudian masyarakat yang tinggal sekitar kurang dari 1 km dari lokasi PKL adalah sebanyak 20 orang (29%) dan masyarakat yang tinggal lebih dari 3 km dari lokasi penelitian sebanyak 16 orang (23%). Pada lokasi penelitian, masyarakat yang jarak rumahnya dekat dengan lokasi ini lebih banyak menggunakan kendaraan pribadi dibandingkan angkutan umum maupun berjalan kaki.

Adapun moda transportasi yang digunakan oleh masyarakat menuju ke lokasi PKL yaitu motor pribadi sebanyak 30 orang (43%), mobil pribadi sebanyak 17 orang (24%), masyarakat yang menggunakan moda transpotasi umum sebanyak 14 orang (20%), sedangkan masyarakat yang memilih berjalan kaki menuju lokasi PKL hanya sebanyak 9 orang (13%) saja. Hal inilah yang biasa membuat jalanan menjadi macet karena banyaknya kendaraan pribadi milik masyarakat yang memarkir kendaraannya di pinggir jalan.

Tabel 5.33 Moda Transportasi yang Digunakan Masyarakat

No Lokasi

Moda Transportasi

Jumlah Berjalan

kaki

Motor Pribadi

Mobil Pribadi

Angkutan Umum

1 Pasar Sentral 6 8 8 8 30

2 Lapangan Syekh Yusuf 2 7 5 4 18

3 Jl. Usman Salengke 1 15 4 2 22

Total 9 30 17 14 70

Persentase (%) 13 43 24 20 100

Sumber : Data Primer Diolah, 2017

3. Manfaat Keberadaan PKL

Manfaat yang didapatkan masyarakat atas adanya PKL di kawasan perkotaan Sungguminasa dapat dilihat pada tabel 5.29 berikut ini:

Tabel 5.34 Preferensi Masyarakat Terhadap Manfaat Keberadaan PKL

No Lokasi

Manfaat Keberadaan PKL

Jumlah Tidak

ada

Lokasi menjadi ramai

Mudah mendapatkan

kebutuhan

1 Pasar Sentral 2 11 17 30

2 Lapangan Syekh Yusuf

0 12 6 18

3 Jl. Usman Salengke

2 9 11 22

Total 4 32 34 70

Persentase (%) 6 46 48 100

Sumber : Data Primer Diolah, 2017

Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa sebagian besar masyarakat menyatakan manfaat keberadaan PKL adalah mereka dapat mudah mendapatkan kebutuhan sehari-hari (48%), kemudian masyarakat yang menyatakan manfaat keberadaan PKL yaitu lokasi tersebut menjadi ramai sebanyak 32 orang (46%).

Sedangkan masyarakat yang menyatakan bahwa keberadaan PKL tidak memberikan manfaat bagi dirinya adalah sebanyak 4 orang (6%) saja. Padahal dengan adanya PKL dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat kecil sehingga mampu mengurangi tingkat pengangguran di Indonesia (Mashudi, 2014)

4. Gangguan Terhadap Keberadaan PKL

Meskipun pedagang kaki lima telah memberikan banyak manfaat bagi masyarakat namun keberadaan PKL juga memberikan beberapa gangguan terhadap masyarakat lain. Berikut ini akan dijabarkan apa saja gangguan yang ditimbulkan dengan adanya PKL pada lokasi penelitian.

Tabel 5.35 Preferensi Masyarakat Terhadap Gangguan Keberadaan PKL N

o Lokasi

Gangguan Keberadaan PKL

Juml Tidak ah

ada

Trotoar sempit

Parkir sulit

Lingkungan kotor

Jalan macet

Kurang aman

1 Pasar Sentral 2 6 6 9 3 4 30

2 Lapangan Syekh Yusuf

0 4 4 7 1 2 18

3 Jl. Usman Salengke

0 4 2 4 8 4 22

Total 2 14 12 20 12 10 35

Persentase (%) 3 20 17 29 17 14 100

Sumber : Data Primer Diolah, 2017

Berdasarkan hasil kuesioner yang telah diberikan kepada masyarakat, sebesar 29% msyarakat menyatakan bahwa gangguan yang ditimbulkan dengan

adanya pedagang kaki lima akan membuat lingkungan menjadi kotor, kemudian masyarakat yang menyatakan trotoar menjadi sempit adalah sebesar 20%, masyarakat yang menyatakan bahwa gangguan yang disebabkan keberadaan PKL dapat membuat lahan parkir menjadi sulit dan jalan menjadi macet adalah masing-masing sebesar 17%, dan masyarakat yang menyatakan keberadaan PKL memberikan gangguan membuat kurang aman sebesar 14%. Sedangkan masyarakat yang menyatakan tidak ada gangguan yang ditimbulkan dengan adanya PKL di lokasi penelitian adalah sebesar 3% saja.

Hal ini menunjukkan bahwa keberadaan PKL memberikan gangguan yang sangat besar terhadap masyarakat sehingga pemerintah diharapkan mampu memberikan penataan/ pengaturan terhadap keberadaan PKL di lokasi penelitian.

5. Preferensi Masyarakat Terhadap Peran Struktural Pemerintah

Pemerintah sangat berperan penting dalam hal penataan lokasi pedagang kaki lima untuk menentukan tempat apa dan dimana saja yang dapat digunakan oleh para pedagang kaki lima dalam menjajakan dagangannya. Adapun preferensi masyarakat terhadap peran struktural pemerintah dalam penataan dan pembinaan PKL dapat kita lihat pada tabel berikut ini:

Tabel 5.36 Preferensi Masyarakat Terhadap Peran Struktural Pemerintah No

Preferensi Peran Pemerintah

Lokasi

Total Persentase Pasar (%)

Sentral

Lapangan Syekh Yusuf

Jl. Usman Salengke 1 Izin berdagang

tanpa ada kekhawatiran penertiban petugas

10 8 10 28 40

2 Pembinaan sosial (termasuk Kesehatan dan Agama)

8 6 6 20 29

3 Bantuan atau pinjaman modal

12 4 6 22 31

Jumlah 30 18 22 70 100

Sumber : Data Primer Diolah, 2017

Tabel di atas menunjukkan bahwa 40% masyarakat mengungkapkan bahwa peran struktural pemerintah yang dibutuhkan oleh para PKL adalah izin berdagang tanpa ada kekhawatiran penertiban petugas (legalisasi), kemudian

masyarakat yang mengungkapkan peran pemerintah selanjutnya adalah memberikan bantuan atau pinjaman modal kepada PKL yaitu sebanyak 31%, dan masyarakat yang mengungkapkan peran strutural pemerintah dalam hal penataan PKL dengan memberikan pembinaan sosial (termasuk kesehatan dan agama) adalah sebesar 29%. Hal ini menunjukkan bahwa peran struktural pemerintah sangat dibutuhkan dalam penataan/ pengaturan pedagang kaki lima yang berada di Kawasan Perkotaan Sungguminasa.

6. Preferensi Masyarakat Terhadap Penanganan Masalah PKL

Penanganan masalah PKL sangat dibutuhkan dalam hal penataan sebuah kota agar terlihat rapi dan tidak kumuh. Adapun preferensi yang diungkapkan oleh masyarakat terhadap penanganan masalah terkait keberadaan pedagang kaki lima di Kawasan Perkotaan Sungguminasa dapat kita lihat pada tabel 5.32 berikut ini:

Tabel 5.37 Preferensi Masyarakat Terhadap Penanganan Masalah Keberadaan PKL No Penanganan Masalah

Lokasional PKL

Lokasi

Total Persentase (%) Pasar

Sentral

Lap.

Syekh Yusuf

Jl. Usman Salengke 1 Dipindahkan di lokasi

baru

8 2 4 14 20

2 Mengatur peruntukan kegiatan

4 2 2 8 12

3 Pembatasan jumlah pedagang

4 4 7 15 21

4 Penutupan jalan-jalan tertentu

4 6 2 12 17

5 Pemanfaatan bagian tertentu dari jalan/ trotoar

6 4 5 15 21

6 Menghilangkan/

penertiban pedagang pada ruang fungsional

4 0 2 6 9

Jumlah 30 18 22 70 100

Sumber : Data Primer Diolah, 2017

Berdasarkan tabel di atas maka dapat kita ketahui bahwa sebagian masyarakat mengungkapkan untuk dilakukan pembatasan jumlah pedagang dan memberikan pemanfaatan bagian tertentu dari jalan/trotoar untuk mengurangi masalah yang ditimbulkan oleh PKL dengan jumlah persentase masing-masing sebanyak 21%, kemudian masyarakat yang berpendapat bahwa sebaiknya PKL dipindahkan di lokasi baru adalah sebanyak 20%, masyarakat yang mengungkapkan untuk dilakukan penutupan jalan-jalan tertentu adalah sebanyak 17% dan masyarakat yang mengungkapkan bahwa agar dilakukan pengaturan

peruntukkan kegiatan adalah sebanyak 12%. Sedangkan masyarakat yang mengungkapkan agar menghilangkan/ melakukan penertiban pedagang pada ruang fungsional adalah sebanyak 9%.

7. Preferensi Masyarakat Terhadap Pola Pengelompokkan Dagangan PKL

Dari hasil penelitian pada 70 responden masyarakat yang berbelanja di Kawasan Perkotaan Sungguminasa maka dapat diketahui bahwa responden masyarakat yang menyatakan pola pengelompokkan PKL sebaiknya sejenis adalah sebanyak 54% dimana 31% responden masyarakat menyatakan agar dapat memudahkan pilihan dan 23% menyatakan agar pedagang yang berjualan khusus makanan maupun jenis lain mudah dicari sehingga masyarakat yang ingin berbelanja dapat berjalan-jalan terlebih dahulu sebelum menentukan pilihannya.

Sedangkan responden masyarakat yang menyatakan bahwa pola pengelompokkan PKL sebaiknya bercampur dengan pedagang jenis barang dagangan berbeda adalah sebanyak 46% dengan pendapat bahwa dengan bercampurnya dagangan PKL maka jenis dagangannya lebih bervariasi sehingga dapat mengurangi persaingan antar PKL yaitu sebanyak 20% dan dapat menarik niat pembeli dalam hal belanja adalah sebanyak 26%. Disini yang dimaksud pola pengelompokkan bercampur adalah seperti pedagang makanan berdagang di samping pedagang yang berdagang bukan makanan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 5.38 Preferensi Masyarakat Terhadap Pola Pengelompokkan Dagangan PKL

N

o Lokasi

Pola Pengelompokkan PKL

Jum lah

Sejenis Bercampur

Memudahkan Pilihan

Mudah

Dicari Lebih Bervariasi

Lebih Rapi &

Teratur

1 Pasar Sentral 12 6 6 6 30

2 Lapangan Syekh Yusuf

4 6 4 4 18

3 Jl. Usman Salengke 6 4 4 8 22

Total 22 16 14 18 70

Persentase (%) 31 23 20,0 26 100

Sumber : Data Primer Diolah, 2017

8. Preferensi Masyarakat Terhadap Penataan/Pengaturan PKL

Penataan pedagang kaki lima sangat diperlukan agar pemandangan kota dapat terlihat rapi dan teratur. Adapun berikut ini akan disajikan tabel mengenai preferensi masyarakat terhadap penataan/ pengaturan PKL di lokasi penelitian dapat dilihat di bawah ini:

Tabel 5.39 Preferensi Masyarakat Terhadap Penataan/ Pengaturan PKL

No Lokasi

Preferensi Penataan/Pengaturan

Jumlah

Setuju Tidak Setuju

Lebih Teratur

Menarik Konsumen

Sudah Rapi

Perlu Biaya/Tenaga

1 Pasar Sentral 12 6 6 6 30

2 Lapangan Syekh Yusuf

7 5 2 4 18

3 Jl. Usman

Salengke

7 9 4 2 22

Total 26 20 12 12 70

Persentase (%) 37 29 17 17 100

Sumber : Data Primer Diolah, 2017

Berdasarkan hasil kuesioner yang telah disebarkan kepada responden masyarakat ditemukan bahwa sebagian besar (66%) masyarakat mengungkapkan setuju untuk dilakukan penataan/ pengaturan dan sisanya (34%) menyatakan tidak setuju. Responden masyarakat yang menyatakan setuju dilakukan penataan memiliki alasan agar lebih teratur (37%) dan responden masyarakat yang menyatakan alasan agar dapat menarik lebih banyak konsumen (29%). Sedangkan responden masyarakat yang mengungkapkan bahwa tidak setuju untuk dilakukan penataan/ pengaturan PKL menyatakan alasan bahwa lokasi tersebut sudah rapi dan juga membutuhkan biaya dan tenaga (17%).

Adapun apabila akan dilakukan penataan/ pengaturan, responden masyarakat lebih memilih untuk dilakukan penataan pada waktu berdagang dan juga tempat berdagang PKL (34%) agar kedepannya tidak menimbulkan kemacetan. Selain itu, masyarakat juga berharap dilakukan penataan pada jenis dagangan (17%) dan sarana dagang (15%). Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

Tabel 5.40 Preferensi Masyarakat Terhadap Hal yang Perlu Diatur

No Lokasi

Hal Yang Perlu Diatur

Jumlah Jenis

Dagangan

Sarana Dagang

Waktu Berdagang

Tempat Berdagang

1 Pasar Sentral 2 2 14 12 30

2 Lapangan Syekh Yusuf

7 4 2 5 18

No Lokasi

Hal Yang Perlu Diatur

Jumlah Jenis

Dagangan

Sarana Dagang

Waktu Berdagang

Tempat Berdagang

3 Jl. Usman

Salengke

3 4 8 7 22

Total 12 10 24 24 70

Persentase (%) 17 15 34 34 100

Sumber : Data Primer Diolah, 2017

9. Preferensi Masyarakat Terhadap Fasilitas Yang Perlu Ditambah

Sedangkan fasilitas yang tersedia saat ini menurut masyarakat masih belum memadai, seperti listrik, air bersih, tempat sampah, parkir, dan MCK/toilet pada ketiga lokasi yang telah ditetapkan oleh Pemerintah. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 5.41 Preferensi Masyarakat Terhadap Fasilitas Yang Perlu Ditambah

No Lokasi

Fasilitas Yang Perlu Ditambah

Jumlah Listrik Air

Bersih

Tempat Sampah

Parkir MCK/

Toilet

1 Pasar Sentral 4 4 14 6 2 30

2 Lapangan Syekh Yusuf

2 4 3 8 1 18

3 Jl. Usman

Salengke

2 4 5 9 2 22

Total 8 12 22 23 5 70

Persentase (%) 11 20 31 29 9 100

Sumber : Data Primer Diolah, 2017

Saat ini pada Pasar Sentral Sungguminasa sebagian besar masyarakat menyatakan bahwa fasilitas umum yang perlu ditambah adalah tempat sampah.

Hal ini dikarenakan jumlah pedagang makanan dan bahan mentah lebih banyak dibandingkan pedagang lainnya sehingga produksi sampahnya lebih besar namun tidak memiliki tempat untuk menampung sampah tersebut sehingga sampah pada lokasi tersebut menjadi menumpuk dan memberikan pemandangan yang kotor.

Pada Lapangan Syekh Yusuf dan Jl. Usman Salengke, menurut preferensi masyarakat fasilitas umum yang perlu ditambahkan adalah lahan parkir karena pada lokasi ini memiliki banyak pengunjung namun lahan parkir yang disediakan tidak mencukupi sehingga masyarakat seringkali memarkir kendaraan di bahu jalan.

Untuk penataan PKL selanjutnya, responden masyarakat juga banyak yang menyatakan setuju untuk dilakukannya penambahan penanda/ rambu lalu lintas pada lokasi PKL. Adapun alasan para responden masyarakat tersebut

Lanjutan...

mengungkapkan setuju dengan penambahan rambu dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 5.42 Preferensi Masyarakat Terhadap Penambahan Penanda/ Rambu Lalu Lintas

No Lokasi

Preferensi Penambahan Penanda/Rambu

Jumlah

Setuju Tidak Setuju

Mudah dikenali

Tidak ada pelanggaran

Sudah tersedia

Tidak diperlukan

1 Pasar Sentral 8 10 6 6 30

2 Lapangan Syekh Yusuf

6 8 2 2 18

3 Jl. Usman

Salengke

3 4 13 2 22

Total 17 22 21 10 35

Persentase (%) 24 32 30 14 100

Sumber : Data Primer Diolah, 2017

Dari hasil tabel di atas dapat dilihat bahwa sebanyak 39 orang (56%) masyarakat setuju dalam hal penambahan penanda/ rambu lalu lintas dengan alasan bahwa agar tidak ada lagi pelanggaran sebanyak 22 orang (32%) dan responden masyarakat yang menyatakan alasan mudah dikenali sebanyak 17 orang (24%). Sedangkan sisanya sebanyak 31 orang (44%) menyatakan tidak setuju dengan alasan penanda/ rambu lalu lintas tersebut telah tersedia di lokasi sebanyak 21 orang (30%) dan yang merasa bahwa penanda tersebut tidak diperlukan adalah sebanyak 10 orang (14%).

Pada ruas Jl. Usman Salengke, sebagian besar masyarakat yang menyatakan tidak setuju untuk menambahkan penanda/ rambu lalu lintas dengan alasan sudah tersedia. Namun rambu yang tersedia tersebut tidak berfungsi secara optimal karena masih banyak pula PKL maupun masyarakat yang melanggar pada lokasi ini.

10. Preferensi Masyarakat Terhadap Kesesuaian Lokasi PKL

Dari hasil survei primer yang telah dilakukan, 80% responden masyarakat mengungkapkan bahwa lokasi yang ditempati oleh PKL saat ini sudah sesuai dengan alasan dekat keramaian (38%), kemudian masyarakat yang menyatakan karena mendapatkan transportasi m udah dari lokasi tersebut (29%), dan masyarakat yang mengungkapkan alasan lokasi tersebut telah ditentukan oleh pemerintah (14%).

Tabel 5.43 Preferensi Masyarakat Terhadap Kesesuaian Lokasi PKL

No Lokasi

Preferensi Kesesuaian Lokasi

Jumlah

Ya Tidak

Dekat keramai

an

Lokasi telah ditentukan

Transpor t mudah

Merasa sepi

Merasa terganggu

Lain nya

1 Pasar Sentral 8 6 10 0 4 2 30

2 Lapangan Syekh Yusuf

11 2 2 0 3 0 18

3 Jl. Usman Salengke 8 2 8 0 4 0 22

Total 24 10 20 0 11 2 70

Persentase (%) 38 14 29 0 16 3 100

Sumber : Data Primer Diolah, 2017

Masyarakat yang mengungkapkan lokasi tersebut tidak sesuai adalah sebesar 19% dengan alasan mereka merasa terganggu (16%), lalu masyarakat yang menyatakan alasan lainnya (3%), dan tidak ada masyarakat yang menyatakan merasa sepi di lokasi tersebut (0%). Responden masyarakat yang mengungkapkan bahwa merasa terganggu dengan keberadaan PKL, karena terkadang merasa kesal apabila sedang terburu-buru ke suatu tempat namun kondisi lalu lintas menjadi macet karena banyaknya kendaraan yang berhenti untuk berbelanja pada PKL.

Adapun hasil perbandingan analisis terhadap preferensi PKL dan masyarakat di atas dapat dilihat pada gambar di bawah ini:

Gambar 5.7 Diagram Preferensi PKLdan Masyarakat Terhadap Peran Struktural

Pemerintah

Sumber: Data Primer Diolah, 2017

Gambar 5.8 Diagram Preferensi PKLdan Masyarakat Terhadap Penanganan Masalah

PKL

Sumber: Data Primer Diolah, 2017

49%

40%

28% 29%

23%

31%

0%

10%

20%

30%

40%

50%

60%

Preferensi PKL Preferensi Masyarakat

Preferensi Terhadap Peran Struktural Pemerintah

Izin berdagang tanpa ada kekhawatiran penertiban petugas Pembinaan sosial (termasuk Kesehatan dan Agama) Bantuan atau pinjaman modal

5%

20%

37%

12%

9%

21%

29%

17%

20% 21%

0%

9%

0%

5%

10%

15%

20%

25%

30%

35%

40%

Preferensi PKL

Preferensi Masyarakat

Preferensi Terhadap Penanganan Masalah

Dipindahkan di lokasi baru

Mengatur lokasi peruntukkan kegiatan Pembatasan jumlah pedagang

Penutupan jalan-jalan tertentu

Pemanfaatan bagian tertentu dari jalan/trotoar Menghilangkan/Penertib an pedagang

Gambar 5.9 Diagram Preferensi PKL dan Masyarakat Terhadap Pengelompokkan

PKL

Sumber: Data Primer Diolah, 2017

Gambar 5.10 Diagram Preferensi PKL dan Masyarakat Terhadap Penataan PKL

Sumber: Data Primer Diolah, 2017

Gambar 5.11 Diagram Preferensi PKLdan Masyarakat Terhadap Hal Yang Perlu

Diatur

Sumber: Data Primer Diolah, 2017

Gambar 5.12 Diagram Preferensi PKLdan Masyarakat Terhadap Fasilitas Yang Perlu

Ditambah

Sumber: Data Primer Diolah, 2017

Gambar 5.13 Diagram Preferensi PKLdan Masyarakat Terhadap Penambahan

Penanda/Rambu Lalu Lintas Sumber: Data Primer Diolah, 2017

Gambar 5.14 Diagram Preferensi PKLdan Masyarakat Terhadap Kesesuaian Lokasi

Sumber: Data Primer Diolah, 2017

26%

31%

31%

16%

23%

14%

20% 18%

0%

5%

10%

15%

20%

25%

30%

35%

Preferensi PKL

Preferensi Masyarakat

Preferensi Terhadap Pengelompokkan PKL

Memudahkan Pilihan Mudah Dicari Lebih Bervariasi Lebih Rapi &

Teratur

34% 37%

23%

29%

20% 17%

23%

17%

0%

5%

10%

15%

20%

25%

30%

35%

40%

Preferensi PKL

Preferensi Masyarakat

Preferensi Terhadap Penataan PKL

Lebih Teratur Menarik Konsumen Sudah Rapi Perlu Biaya/Tenaga

23%

17%

10%

15%

8%

34%

6%

34%

0%

5%

10%

15%

20%

25%

30%

35%

40%

Preferensi PKL

Preferensi Masyarakat

Preferensi Terhadap Hal Yang Perlu Diatur

Jenis Dagangan

Sarana Dagang

Waktu Berdagang Tempat Berdagang

15%

11%

11%

20%

34%29% 31%29%

11% 9%

0%

5%

10%

15%

20%

25%

30%

35%

40%

Preferensi PKL

Preferensi Masyarakat

Preferensi terhadap Fasilitas Yang Perlu Ditambah

Listrik Air Bersih Tempat Sampah Parkir MCK/ Toilet

37%

24%

14%

32%

32% 30%

17% 14%

0%

5%

10%

15%

20%

25%

30%

35%

40%

Preferensi PKL

Preferensi Masyarakat

Preferensi terhadap Penambahan Penanda/Rambu Lalu Lintas

Mudah dikenali

Tidak ada pelanggaran Sudah tersedia

Tidak diperlukan

37% 38%

34%

14%

20%

29%

3%0% 0%

16%

6% 3%

0%

10%

20%

30%

40%

Preferensi PKL

Preferensi Masyarakat

Preferensi Terhadap Kesesuaian Lokasi

Dekat keramaian Lokasi telah ditentukan Transport mudah Merasa sepi Merasa terganggu Lainnya

5.3 Arahan Penataan Pedagang Kaki Lima Berdasarkan Preferensi PKL

Dokumen terkait