• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II : KAJIAN TEORITIS DAN KERANGKA KONSEPTUAL

B. Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam

2. Prinsip Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam

maupun ekonomi yang memang benar-benar terjadi dalam suatu negara Islam dan dialami oleh masyarakat Islam.

2. Prinsip Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam

Dalam setiap bidang studi terdapat beberapa prinsip yang mesti diperhatikan dan diterapkan oleh setiap guru guna mengefektifkan proses pembelajaran di ruang kelas. Salah satu bidang studi yang di dalamnya terdapat prinsip-prinsip tersebut yakni Sejarah Kebudayaan Islam. Muhaimin dan kawan-kawan dalam bukunya Paradigma Pendidikan Islam: Upaya Mengefektifkan Pendidikan Agama Islam di Sekolah menjelaskan bahwa prinsip-prinsip pembelajaran yang di maksud antara lain sebagai berikut:

1. Prinsip kesiapan (readliness)

Proses belajar sangat dipengaruhi oleh kesiapan individu sebagai subjek yang melakukan kegiatan belajar. Kesiapan belajar adalah kondisi fisik-psikis (jasmani-mental) individu yang memungkinkan subjek dapat melakukan kegiatan belajar.

2. Prinsip motivasi (motivation)

Motivasi dapat diartikan sebagai “tenaga pendorong atau penarik yang menyebabkan adanya tingkah laku kearah suatu tujuan tertentu”.57

Berdasarkan sumbernya, motivasi dapat dibagi menjadi dua macam, yaitu

motivasi intrinsik (motivasi yang datang dari dalam diri siswa), dan motivasi ekstrinsik (motivasi yang datang dari lingkungan di luar diri siswa).

3. Prinsip perhatian

Perhatian merupakan strategi kognitif yang mencakup empat keterampilan, antara lain:

a. Berorientasi kepada suatu masalah. b. Meninjau sepintas isi masalah.

c. Memusatkan diri pada aspek-aspek yang relevan, dan d. Mengabaikan stimuli yang tidak relevan.

4. Prinsip persepsi

Persepsi merupakan “suatu proses bersifat kompleks yang menyebabkan orang dapat menerima atau meringkas informasi yang diperoleh dari lingkungannya”.58

Persepsi umumnya bersifat relatif, selektif dan teratur. Oleh karena itu, sejak dini kepada siswa perlu ditanamkan rasa memiliki persepsi yang baik dan akurat mengenai apa yang akan dipelajari.

5. Prinsip retensi

Retensi adalah apa yang tertinggal dan dapat diingat kembali setelah seseorang mempelajari sesuatu. Dengan retensi membuat apa yang

57 http://id.wikipedia.org/wiki/motivasi, 03 September 2010.

dipelajari dapat bertahan atau tertinggal lebih lama dalam struktur kognitif dan dapat diingat kembali jika diperlukan. Umumnya, dalam belajar terdapat tiga faktor yang dapat mempengaruhi retensi. Ketiga faktor tersebut yakni:

a. Apa yang dipelajari pada permulaan (original learning). b. Belajar melebihi penguasaan (over learning), dan c. Pengulangan dengan interval waktu (spaced review). 6. Prinsip transfer

Transfer yaitu suatu proses dimana sesuatu yang pernah dipelajari dapat mempengaruhi proses dalam mempelajari sesuatu yang baru. Transfer belajar dalam proses pembelajaran khususnya Sejarah Kebudayaan Islam sendiri merupakan aplikasi atau pemindahan pengetahuan, keterampilan, kebiasaan, sikap atau respons-respons lain dari suatu situasi ke dalam situasi yang lain. Umumnya, bentuk transfer dibedakan menjadi tiga macam, yakni:

a. Transfer positif. Terjadi apabila pengalaman sebelumnya dapat membantu atau mempermudah pembentukkan unjuk kerja siswa dalam tugas-tugas selanjutnya.

b. Transfer negatif. Terjadi apabila pengalaman yang diperoleh sebelumnya menghambat atau mempersulit unjuk kerja dalam tugas-tugas baru.

c. Transfer nol. Terjadi apabila pengalaman yang diperoleh sebelumnya tidak mempengaruhi unjuk kerja dalam tugas-tugas barunya.59

Selain Muhaimin dan kawan-kawan, Fadilah Suralaga dan kawan kawan dalam bukunya yang berjudul Psikologi Pendidikan dalam Perspektif Islam juga menjabarkan prinsip-prinsip pembelajaran yang terdiri atas:

1. Prinsip motivasi (motivation)

Motivasi merupakan sebuah prinsip penting dari beberapa prinsip pembelajaran. Hakikatnya, dalam proses pembelajaran di sekolah motivasi mempunyai peran yang begitu dominan dalam membangkitkan semangat individu guna mencari problem solving. Selain itu, motivasi jugalah yang mampu membantu merealisasikan tujuan yang akan diraih serta mempercepat daya tangkap pengetahuan yang dipelajari. Dengan pertimbangan inilah Fadilah Suralaga dan kawan-kawan menempatkan motivasi sebagai prinsip utama dalam proses pembelajaran.

2. Prinsip penghargaan (reward)

Sama halnya dengan motivasi, penghargaan (reward) juga mempunyai posisi penting untuk mensupport individu melakukan respons yang positif dalam pembelajaran. Penghargaan (reward) yang diberikan tidak selalu berupa materi, namun bisa juga bersifat abstrak. Misalnya, penghargaan bisa diberikan dalam bentuk pujian, apresiasi maupun motivasi. Pujian seorang guru kepada muridnya dapat menyebabkan murid tersebut semangat untuk belajar. Dengan kata lain, penghargaan sangat berpengaruh dalam proses pembelajaran untuk memunculkan respons positif yang mampu memberikan semnagat belajar.

3. Prinsip partisipasi aktif (activeparticipation)

Partisipasi adalah “proses keterlibatan mental dan emosi seorang individu kepada pencapaian suatu tujuan dan individu tersebut ikut bertanggung jawab di dalamnya”.60

Belajar akan lebih baik dan lebih cepat bila ada partisipasi aktif dari siswa dalam proses pembelajaran. Partisipasi siswa dalam pembelajaran sangat penting untuk menciptakan pembelajaran yang aktif, kreatif, dan menyenangkan. Dengan demikian tujuan pembelajaran yang sudah direncanakan bisa dicapai semaksimal mungkin.

Tidak ada proses belajar tanpa partisipasi dan keaktifan siswa yang belajar. Setiap siswa pasti aktif dalam belajar, hanya yang membedakannya adalah kadar atau bobot keaktifan anak didik dalam belajar. Ada keaktifan itu dengan kategori rendah, sedang dan tinggi. Disini perlu kreatifitas guru dalam mengajar agar siswa berpartisipasi aktif dalam pembelajaran.

4. Prinsip konsentrasi (concentration)

Konsentrasi ialah suatu proses pemusatan pemikiran kepada suatu objek tertentu. Konsentrasi merupakan hal yang sangat penting dalam proses pembelajaran. Individu tidak akan mampu mempelajari sesuatu kalau dia tidak berkonsentrasi untuk mendapatkannya. Bila demikian, konsentrasi menjadi syarat mutlak dalam proses pembelajaran. Membangkitkan konsentrasi siswa bisa melalui berbagai cara, diantaranya dengan menggunakan perumpamaan fakta yang mengandung makna, mengajukan pertanyaan, melakukan diskusi maupun dialog, menggunakan berbagai media pembelajaran, seperti peta, sketsa, audio visual dan sebagainya.61

Dari penjelasan di atas tentang prinsip-prinsip pembelajaran dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya proses mengajar maupun pembelajaran merupakan suatu pekerjaan yang rumit dan kompleks. Dalam proses tersebut terdapat hal-hal yang sudah semestinya diperhatikan baik itu oleh guru maupun siswa. Hal-hal inilah yang disebut oleh para ahli pendidikan sebagai prinsip. Prinsip-prinsip tersebut diantaranya kesiapan, motivasi, perhatian, persepsi, retensi dan transfer. Ada pula yang mengemukakan bila prinsip pembelajaran itu diantaranya motivasi, penghargaan, partisipasi aktif dan konsentrasi. Bagaimana pun pengklasifikasian prinsip pembelajaran oleh para ahli pendidikan tersebut, yang jelas prinsip-prinsip ini memiliki perannya masing-masing dalam menumbuh kembangkan keefektifan proses pembelajaran di sekolah.

60Bambang Suryobroto, Proses Belajar Mengajar di Sekolah, (Jakarta: PT. Rineka

Cipta, 2002), h. 279.

Dokumen terkait