Dengan semboyan “Sepucuk Jambi Sembilan Lurah” yang bermakna satu kesatuan kebangsaan, satu kesatuan rakyat dan wilayah Jambi dalam bingkai negara kesatuan Republik Indonesia. Menurut sejarah dari barbagai sumber yang ada,
“Sepucuk Jambi Sembilan Lurah" diambil dari naskah Undang-Undang Piagam Pencacahan Kisah Negeri Jambi yang ditulis oleh Ngebi Sutho Dilago Priyayi Rajo Sari pada tahun 1937 M.
Pada kitab tersebut tertulis, makna Sepucuk Jambi tersebut adalah Pulau Umak dimana durian di takuk rajo sebelah ulu sialang belantak besi antara dengan tanah Minangkabau. Sedangkan makna dari Sembilan Lurah merupakan wilayah Kesultanan Melayu Jambi yang meliputi 9 (sembilan) lurah yang dialiri oleh anak-anak Sungai Batang Hari yaitu 1). Sungai Batang Asai; 2). Sungai Batang Merangin; 3). Sungai Batang Masurai; 4). Sungai Batang Tabir; 5). Sungai Batang Senamat; 6). Sungai Batang Jujuhan; 7). Sungai Batang Bungo; 8). Sungai Batang Tebo; dan 9.) Sungai Batang Tembesi. Wilayah Kesultanan Melayu Jambi tersebut meliputi wilayah pemerintahan Rang Kayo Hitam yaitu VIII-IX Koto, Petajin, Muaro Sebo, Jebus, Aer Itam, Awin, Penegan, Miji dan Binikawan.
Terlepas dari sejarah wilayah Provinsi Jambi tersebut, hingga pada tahun 1957 terbentuklah Provinsi Jambi dengan cakupan wilayah administratif terdiri dari 5 (lima) kabupaten dan 1 (satu) kota dan berkembang menjadi 9 (sembilan) kabupaten dan 2
(dua) kota pada tahun 1999 dan 2008. Wilayah tersebut mencakup Kabupaten Kerinci, Kabupaten Merangin, Kabupaten Sarolangun, Kabupaten Batanghari, Kabupaten Muaro Jambi, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Kabupaten Tebo, Kabupaten Bungo, Kota Jambi dan Kota Sungai Penuh, dengan jumlah kecamatan 138 buah, desa 1.340 buah, dan kelurahan 213 buah.
Provinsi Jambi secara geografis terletak pada 0° 45¹ 3º 45¹ LS dan 101º 0¹ - 104º 55 BT di bagian tengah Pulau Sumatera dengan luas daratan 50.160,05 km2 dan luas perairan 425,50 km2. Wilayah Provinsi Jambi sebelah utara berbatasan dengan Provinsi Riau, sebelah timur berbatasan dengan Laut Cina Selatan dan Provinsi Kepulauan Riau, sebelah selatan berbatasan dengan Provinsi Sumatera Selatan, dan sebelah barat dengan Provinsi Sumatera Barat dan Provinsi Bengkulu.
Dengan luas wilayah Provinsi Jambi 50.160,05 km2, luasan masing-masing kabupaten/kota di Provinsi Jambi beserta jumlah penduduknya pada tahun 2014 dapat dilihat pada Tabel 1.1.
Tabel 1.1. Luas Wilayah Kabupaten/Kota di Provinsi Jambi Beserta Jumlah Penduduknya Tahun 2014.
No. Kabupaten/Kota Luas (km2) Jumlah Penduduk
1. Kabupaten Kerinci 3.355,27 247.895
2. Kabupaten Merangin 7.679,00 349.579
3. Kabupaten Sarolangun 6.184,00 331.354
4. Kabupaten Batanghari 5.804,00 319.175
5. Kabupaten Muaro Jambi 5.326,00 377.154
6. Kabupaten Tanjung Jabung Timur 5.445,00 255.864
7. Kabupaten Tanjung Jabung Barat 4.649,85 319.997
8. Kabupaten Tebo 6.461,00 342.324
9. Kabupaten Bungo 4.659,00 339.031
10. Kota Jambi 205,43 712.937
11. Kota Sungai Penuh 391,50 105.724
Total 50.160,05 3.701.034
Sumber : Data Olahan Tabel DE-1 Buku Data SLHD Provinsi Jambi Tahun 2014, 2015. Berdasarkan topografi wilayah, Provinsi Jambi memiliki topografi wilayah yang bervariasi mulai dari ketinggian 0 meter di atas permukaan laut di bagian timur sampai pada ketinggian di atas 1,000 meter di atas permukaan laut ke arah barat di mana morfologi lahannya semakin tinggi yang merupakan kawasan pegunungan Bukit Barisan
yang berbatasan dengan Provinsi Bengkulu dan Sumatera Barat. Variasi ketinggian wilayah Provinsi Jambi dapat dibedakan menjadi 3 (tiga) kelompok, yaitu:
1). Daerah dataran rendah 0 – 100 meter, berada di wilayah timur sampai tengah. Daerah dataran rendah ini terdapat di Kota Jambi, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, sebagian Kabupaten Batanghari, Kabupaten Bungo, Kabupaten Tebo, Kabupaten Sarolangun dan Kabupaten Merangin.
2). Daerah dataran sedang dengan ketinggian 100 – 500 meter berada di wilayah tengah. Daerah dengan ketinggian sedang ini terdapat di Kabupaten Bungo, Kabupaten Tebo, Kabupaten Sarolangun dan Kabupaten Merangin serta sebagian Kabupaten Batanghari.
3). Daerah dataran tinggi dengan ketinggian > 500 meter berada di wilayah barat. Daerah pegunungan ini terdapat di Kabupaten Kerinci, Kota Sungai Penuh serta sebagian Kabupaten Bungo, Kabupaten Tebo, Kabupaten Sarolangun dan Kabupaten Merangin.
Terdapat sungai-sungai besar yang membentuk 5 (lima) buah Daerah Aliran Sungai (DAS) di wilayah Provinsi Jambi yaitu DAS Batanghari, DAS Tungkal, DAS Mendahara, DAS Air Hitam dan DAS Air Dikit. Dari kelima DAS tersebut, DAS Batanghari merupakan DAS yang paling besar dibandingkan keempat DAS lainnya. DAS Batanghari dengan sungai utamanya adalah Sungai Batang Hari yang terbagi menjadi 5 (lima) Sub DAS yaitu Sub DAS Batang Merangin dengan sungai utamanya Sungai Batang Merangin, Sub DAS Batang Bungo dengan sungai utamanya Sungai Batang Bungo, Sub DAS Batang Tebo dengan sungai utamanya Sungai Batang Tebo, Sub DAS Batang Tabir dengan sungai utamanya Sungai Batang Tabir, dan Sub DAS Batang Tembesi dengan sungai utamanya Sungai Batang Tembesi.
Secara klimatologi, Provinsi Jambi memiliki iklim tropis dan kaya akan sumberdaya alam dan keanekaragaman hayati, namun juga tetap menjadi kerentanan terjadi perubahan iklim. Gejala perubahan iklim seperti kenaikan temperatur, perubahan intensitas dan periode hujan, pergeseran musim hujan/kemarau, dan kenaikan muka air laut, akan mengancam daya dukung lingkungan dan kegiatan seluruh sektor pembangunan. Sepanjang tahun 2014, Provinsi Jambi memiliki karakteristik curah hujan bervariasi mulai dari sedang hingga sangat tinggi. Rata-rata curah hujan bulanan pada tahun 2014 berkisar antara 120 – 180 mm. Suhu udara rata-rata mencapai 23,28oC pada daerah dataran tinggi di wilayah barat dan pada daerah lainnya suhu udara berkisar 27oC.
Dengan kondisi wilayah dan kondisi iklim di atas, Provinsi Jambi menjadi kawasan yang mudah ditumbuhi tanaman hutan. Data yang ada menunjukkan luas kawasan hutan di Provinsi Jambi mencapai 2.107.779 Ha yang terdiri dari 686.095 Ha
wilayah Kawasan Suaka Alam-Kawasan Pelestarian Alam (KSA-KPA), 179.926 Ha wilayah hutan lindung, 968.889 Ha wilayah hutan produksi, 261.453 Ha wilayah hutan produksi terbatas dan 11.416 Ha wilayah hutan produksi konversi. Pada wilayah KSA-KPA, wilayah Provinsi Jambi 4 (empat) buah Taman Nasional, 4 (empat) buah Cagar Alam, 2 (dua) buah Taman Hutan Raya, dan 1 (satu) Taman Wisata yang tersebar di seluruh wilayah Provinsi Jambi. Keempat Taman Nasional di Provinsi Jambi tersebut meliputi Taman Nasional Kerinci Sebelat (TNKS), Taman Nasional Bukit Dua Belas (TNBD), Taman Nasional Bukit Tiga Puluh (TNBT) dan Taman Nasional Berbak (TNB). Masing-masing taman nasional tersebut memiliki potensi keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa endemik yang bernilai tinggi. Bahkan TNBD merupakan tempat bermukimnya komunitas Suku Anak Dalam (SAD). Sementara TNB merupakan kawasan konservasi hutan rawa terluas di Asia Tenggara dengan keunikan berupa gabungan yang menarik antara hutan rawa gambut dan hutan rawa air tawar yang terbentang luas di pesisir timur Pulau Sumatera.
Dengan kondisi lingkungan seperti yang dijelaskan di atas, Provinsi Jambi memiliki beberapa potensi ungggulan yang menunjang pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jambi. Berdasarkan hasil Kajian Ekonomi Regional (KER) Bank Indonesia tahun 2014, pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jambi tercatat sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Sumatera sejak tahun 2013 yang lalu dan mampu melampaui pertumbuhan ekonomi nasional. Besarnya pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi tahun 2014 mencapai angka 7,24 %, sedangkan pertumbuhan ekonomi nasional tercatat pada angka 5,11%. Dan dalam kurun waktu 4 tahun Provinsi Jambi telah tumbuh menjadi daerah dengan pertumbuhan ekonomi cepat.
Salah satu potensi unggulan Provinsi Jambi adalah di sektor perkebunan meliputi perkebunan besar dengan komoditi kelapa sawit dan perkebunan rakyat dengan komoditi karet, kelapa, kopi, coklat, teh, cengkeh, tebu, tembakau, kapuk, kayu manis, lada, pinang, kemiri, aren, vanili dan nilam. Perkebunan karet yang memiliki areal perkebunan yang paling luas di wilayah Provinsi Jambi yaitu seluas 662.213 Ha dengan jumlah produksi 323.271 ton pada tahun 2014. Selain perkebunan karet, perkebunan kelapa sawit juga merupakan potensi unggulan Provinsi Jambi di sektor perkebunan. Luas perkebunan kelapa sawit di wilayah Provinsi Jambi adalah seluas 593.422 Ha dengan jumlah produksi yang paling banyak diantara hasil perkebunan lainnya yaitu sebanyak 1.555.697 ton.
Selain di sektor perkebunan, Provinsi Jambi juga memiliki potensi di sektor pertambangan, di mana luas wilayah pertambangan semakin meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2014, jenis pertambangan yang telah dieksplorasi maupun
mangan, emas, dan biji besi dengan jumlah luasan areal pertambangan 73.272,12 Ha dengan jumlah perusahaan pertambangan yang terdata sebanyak 100 buah perusahaan pertambangan.
Sektor pariwisata pun merupakan potensi unggulan bagi Provinsi Jambi yang belum tereksplorasi dan terekspos lebih mendalam. Provinsi Jambi memiliki potensi wisata yang cukup beragam pada setiap wilayahnya, tersebar mulai dari wisata alam dan agro pada daerah di dataran tinggi, hingga wisata bahari pada wilayah pesisir dan laut di bagian timur. Obyek wisata alam dan agro meliputi kawasan Taman Nasional, Cagar Alam, Hutan Kota, Hutan Adat, danau dan perkebunan teh. Obyek wisata bahari meliputi pantai-pantai di pesisir timur Pulau Sumatera.
Berkembangnya sektor pariwisata di Provinsi Jambi ditunjang oleh sarana dan prasarana hotel dan penginapan dari tingkatan hotel melati hingga hotel berbintang. Bahkan saat ini, telah terbangunnya hotel-hotel berskala nasional di beberapa wilayah kabupaten/kota di Provinsi Jambi. Hal ini mengindikasikan telah banyaknya investor nasional yang telah menanamkan modalnya pada perkembangan pembangunan di Provinsi Jambi.
Obyek-obyek wisata di Provinsi Jambi menyimpan keunikan tersendiri dibandingkan obyek-obyek wisata di daerah lain. Salah satunya terdapatnya taman bumi (Geopark) di Kabupaten Merangin. Kawasan ini memaduserasikan 3 (tiga) keragaman alam yaitu keragaman geologi (geodiversity), keragaman hayati (biodiversity), dan keragaman budaya (culturaldiversity). Geopark Merangin diperkirakan merupakan pecahan lempeng daratan tertua di dunia yang berada di Cina, karena jenis bebatuan yang ada d sekitar kawasan geopark ini mirip dan bahkan berusia hampir sama dengan bebatuan yang ada di situs bersejarah di Cina. Banyak terdapat fosil kayu, tumbuhan serta kerang-kerangan yang tercetak membatu di batu endapan lava dan abu vulkanik gunung purba sebagaimana dapat dilihat pada Gambar 1.1. dan Gambar 1.2. Menurut para ahli, geopark ini diperkirakan berumur 300 juta tahun. Peneliti-peneliti dunia seperti peneliti dari Eropa, Amerika, Malaysia dan Jepang telah mengunjungi daerah ini untuk mengeksplorasi kekayaan dan meneliti bebatuan yang ada di wilayah geopark ini. Dan saat ini, Geopark Merangin telah dinyatakan sebagai situs warisan dunia oleh UNESCO.
Gambar 1.1.
Fosil Yang Ditemukan Oleh Masyarakat Yang Menggemparkan Dunia Geologi
Internasional.
Gambar 1.2.
Wisatawan Internasional dan Peneliti Mengunjungi Lokasi Geopark.
Lebih ke arah barat lagi tepatnya di Desa Pelompek, Kecamatan Kayu Aro Kabupaten Kerinci, terdapat sebuah danau yang menyimpan pesona yang unik. Danau ini berada di ketinggian 1.950 meter di atas permukaan laut (mdpl) di puncak Gunung Tujuh dan menjadi salah satu danau kaldera tertinggi di Asia Tenggara dengan luas sekitar 960 Ha. Danau ini merupakan danau vulkanik nan menawan yang tercipta karena letusan gunung api yang menyebabkan terbentuknya kawah besar yang kemudian terisi air hujan sehingga membentuk sebuah danau. Danau ini berada di dalam kawasan TNKS dan dikelilingi oleh 7 (tujuh) puncak gunung yaitu Gunung Hulu Tebo (2.525 mdpl), Gunung Hulu Sangir (2.330 mdpl), Gunung Madura Besi (2.418 mdpl), Gunung Lumut (2.350 mdpl), Gunung Selasih (2.230 mdpl), Gunung Jar Panggang (2.469 mdpl) dan Gunung Tujuh (2.735 mdpl) sebagaimana dapat dilihat pada Gambar 1.3. dan Gambar 1.4.
Gambar 1.3.
Danau Gunung Tujuh Yang Keberadaannya Dikelilingi Oleh 7 (tujuh)
Buah Gunung.
Gambar 1.4.
Wisata Danau Gunung Tujuh Dengan Perahu Kano Masyarakat Setempat.
Pesona wisata lain yang merupakan kebanggaan Provinsi Jambi adalah kompleks Candi Muaro Jambi yang merupakan situs peningggalan purbakala terluas di Indonesia dengan luas 12 km2. Membentang dari Barat ke Timur sejauh 7.5 km di tepian Sungai Batang Hari tepatnya di Kecamatan Muaro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi. Candi ini merupakan warisan budaya yang menunjukkan bahwa di lokasi ini pernah menjadi pusat peribadatan agama Budha (Gambar 1.5. dan Gambar 1.6.).
Gambar 1.5.
Pemeluk Agama Budha Sedang Beribadah di Candi Muaro Jambi.
Gambar 1.6.
Penemuan Makara oleh Pendeta Budha.
Segala potensi yang dimiliki oleh Provinsi Jambi tersebut jika tidak terjaga dan terlestari akan menyebabkan kerusakan lingkungan dan hilangnya identitas daerah. Perlunya pengelolaan yang terorganisir dan terpadu serta mengacu pada upaya pelestarian lingkungan dalam menjaga semua potensi yang ada. Hingga suatu waktu Provinsi Jambi dapat tumbuh dan berkembang tidak hanya dengan percepatan pembangunan dan pertumbuhan ekonominya tapi juga perkembangan budaya dan pariwisatanya disertai dengan pelestarian lingkungan yang semakin membaik.