• Tidak ada hasil yang ditemukan

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.5. Profil Gaya Keputusan Pembelian

Jumlah responden yang memiliki gaya keputusan pembelian dapat diketahui dengan menggunakan factor score. Responden dapat diketahui gaya keputusan pembeliannya dengan melihat nilai factor score yang paling besar dari masing-masing faktor dalam satu baris. Misalnya, pada responden 1 termasuk konsumen dengan gaya keputusan pembelian bingung dengan banyaknya pilihan, hal tersebut diketahui dari nilai-nilainya, yaitu: 1.64851 pada gaya keputusan pembelian bingung dengan banyaknya pilihan; 0.32845 pada gaya keputusan pembelian memperhatikan mode; -0.64121 pada gaya keputusan pembelian kebiasaan, setia terhadap sesuatu yang telah konsumen percayai; -0.86881 pada gaya keputusan pembelian memperhatikan harga; - 1.19406 pada gaya keputusan pembelian memperhatikan keamanan produk daging sapi yang dikonsumsi; -0.74756 pada gaya keputusan pembelian penuh pertimbangan; -0.46208 pada gaya keputusan pembelian ceroboh; dan 0.63398 pada gaya keputusan pembelian memperhatikan mutu. Hasil factor score selengkapnya dapat dilihat pada Lampiran 7.

Berdasarkan hasil factor score, sebagian besar responden termasuk dalam gaya keputusan pembelian bingung dengan banyaknya pilihan yaitu sebanyak 19 persen, gaya keputusan pembelian memperhatikan mutu sebanyak 14 persen, gaya keputusan pembelian penuh pertimbangan sebanyak 13 persen, gaya keputusan pembelian memperhatikan mode sebanyak 12 persen, gaya keputusan pembelian memperhatikan harga sebanyak 12 persen, gaya keputusan pembelian kebiasaan, setia pada sesuatu yang konsumen percayai sebanyak 11 persen, gaya keputusan pembelian memperhatikan keamanan konsumsi produk sebanyak 10 persen, dan gaya keputusan pembelian ceroboh sebanyak 9 persen. Dari data di atas, dapat diketahui bahwa persentase dari masing-masing gaya keputusan pembelian tidak jauh berbeda, dengan persentase yang paling besar adalah gaya keputusan pembelian bingung dengan banyaknya pilihan yaitu sebanyak 19 persen.

Setelah mengetahui jumlah dari masing-masing gaya keputusan pembelian responden, kita dapat mengetahui profil responden dan informasi produk yang dikonsumsi dari masing-masing gaya keputusan pembelian responden. Profil responden daging sapi segar yang dilihat meliputi usia dan jumlah pendapatan keluarga. Informasi produk yang dikonsumsi oleh responden meliputi total daging sapi yang dikonsumsi oleh keluarga responden dan frekuensi pembelian daging keluarga dalam satu bulan.

4.5.1. Profil Gaya Keputusan Pembelian : Bingung dengan Banyaknya Pilihan

Gaya keputusan pembelian yang pertama adalah bingung dengan banyaknya pilihan. Responden yang memiliki gaya keputusan pembelian ini berusia 30-39 tahun sebanyak 36.8 persen, 40-49 tahun sebanyak 31.6 persen, 50-59 tahun sebanyak 21.1 persen, dan 20-29 tahun sebanyak 10.5 persen. Berdasarkan jumlah pendapatan keluarga responden, dapat diketahui bahwa sebagian besar responden

memiliki pendapatan Rp 700.000-Rp 4.000.000 sebanyak 68.4 persen, Rp 6.000.000-Rp8.000.000 sebanyak 21.1 persen, dan

diatas Rp 8.000.000 sebanyak 10.5 persen.

Total konsumsi daging sapi segar yang dikonsumsi oleh keluarga responden adalah sebesar 0.25 kg-5 kg daging sapi segar, dengan rata-rata sebesar 1.90 kg. Sebagian besar responden mengkonsumsi daging sapi segar di bawah 2 kg yaitu sebanyak 52.6 persen, 2 kg-4 kg sebanyak 26.4 persen, dan lebih besar sama dengan 4 kg sebanyak 21.1 persen. Biasanya responden membeli daging secara tidak tentu, tergantung keinginan dari responden itu

sendiri (89.5 persen), mingguan (5.3 persen), dan bulanan (5.3 persen).

4.5.2. Profil Gaya Keputusan Pembelian : Memperhatikan Mode Gaya keputusan pembelian yang kedua adalah memperhatikan mode. Responden yang memiliki gaya keputusan pembelian ini sebagian besar berusia 40-49 tahun sebanyak 41.7 persen, 30-39 tahun sebanyak 33.3 persen, dan 50-59 tahun sebanyak 25 persen. Berdasarkan jumlah pendapatan keluarga responden, dapat diketahui bahwa sebagian besar responden memiliki pendapatan Rp 2.000.000-

Rp 4.000.000 sebanyak 33.3 persen, Rp 4.000.000-Rp 6.000.000

sebanyak 50 persen, Rp 6.000.000-Rp 8.000.000 sebanyak 8.3 persen, dan diatas Rp 8.000.000 sebanyak 8.3 persen.

Total konsumsi daging sapi segar yang dikonsumsi oleh keluarga responden adalah sebesar 1 kg-5 kg daging sapi segar, dengan rata-rata sebesar 3 kg. Sebagian besar responden mengkonsumsi daging sapi segar sebanyak 2 kg-4 kg (41.7 persen), lebih besar sama dengan 4 kg (41.7 persen), dan di bawah 2 kg (16.6 persen). Biasanya responden membeli daging secara tidak tentu, tergantung keinginan dari responden itu sendiri (91.7 persen) dan mingguan (8.3 persen).

4.5.3. Profil Gaya Keputusan Pembelian : Kebiasaan, Setia pada Sesuatu yang Konsumen Percayai

Gaya keputusan pembelian yang ketiga adalah kebiasaan, setia pada sesuatu yang konsumen percayai. Responden yang memiliki gaya keputusan pembelian ini berusia 40-49 tahun sebanyak 72.7 persen dan 30-39 tahun sebanyak 27.3 persen. Berdasarkan jumlah pendapatan keluarga responden, dapat diketahui bahwa sebagian besar responden memiliki pendapatan Rp 4.000.000-Rp 6.000.000 sebanyak 36.4 persen, diatas Rp 8.000.000 sebanyak 27.3 persen, Rp 2.000.000-Rp 4.000.000 sebanyak 18.2 persen, dan Rp 6.000.000-Rp8.000.000 sebanyak 18.2 persen.

Total konsumsi daging sapi segar yang dikonsumsi oleh keluarga responden adalah sebesar 1 kg-5 kg daging sapi segar, dengan rata-rata sebesar 2,54 kg. Sebagian besar responden mengkonsumsi daging sapi segar sebanyak 2 kg-4 kg (72.7 persen), di atas 4 kg (18.2 persen), dan di bawah 2 kg (9.1 persen). Biasanya responden membeli daging secara tidak tentu, tergantung keinginan dari responden itu sendiri (63.6 persen) dan mingguan (36.4 persen). 4.5.4. Profil Gaya Keputusan Pembelian : Memperhatikan harga

Gaya keputusan pembelian yang keempat adalah memperhatikan harga. Responden yang memiliki gaya keputusan pembelian ini sebagian besar berusia 30-39 tahun, 40-49 tahun, dan 50-59 tahun yang masing-masingnya sebanyak 33.3 persen.

Berdasarkan jumlah pendapatan keluarga responden, dapat diketahui bahwa sebagian besar responden memiliki pendapatan Rp 700.000- Rp 4.000.000 sebanyak 41.7 persen, Rp 6.000.000-Rp8.000.000

sebanyak 33.3 persen, Rp 4.000.000-Rp 6.000.000 sebanyak 16.7 persen, dan diatas Rp 8.000.000 sebanyak 8.3 persen.

Total konsumsi daging sapi segar yang dikonsumsi oleh keluarga responden adalah sebesar 0.5 kg-5 kg daging sapi segar, dengan rata-rata sebesar 2.54 kg. Sebagian besar responden mengkonsumsi daging sapi segar sebanyak 4 kg atau lebih (33.4 persen), sebanyak 2 kg-4 kg (33.3 persen), dan di bawah 2 kg (33.3 persen). Biasanya responden membeli daging secara tidak tentu, tergantung keinginan dari responden itu sendiri (83.3 persen), mingguan (8.3 persen), dan bulanan (8.3 persen).

4.5.5. Profil Gaya Keputusan Pembelian : Memperhatikan Keamanan Konsumsi Produk

Gaya keputusan pembelian yang kelima adalah memperhatikan keamanan konsumsi produk. Responden yang memiliki gaya keputusan pembelian ini sebagian besar berusia 30-39 tahun sebanyak 30 persen, 40-49 tahun sebanyak 30 persen, 50-59 tahun sebanyak 20 persen, dan 20-29 tahun sebanyak 20 persen. Berdasarkan jumlah pendapatan keluarga responden, dapat

diketahui bahwa sebagian besar responden memiliki pendapatan Rp 2.000.000-Rp 4.000.000 sebanyak 50 persen, Rp 4.000.000- Rp 6.000.000 sebanyak 40 persen, dan diatas Rp 8.000.000 sebanyak 10 persen.

Total konsumsi daging sapi segar yang dikonsumsi oleh keluarga responden adalah sebesar 1 kg-5 kg daging sapi segar, dengan rata-rata sebesar 2.95 kg. Sebagian besar responden mengkonsumsi daging sapi segar sebanyak 2 kg-4 kg (40 persen), sebanyak 4 kg atau lebih (40 persen), dan di bawah 2 kg (20 persen). Sebagian besar responden yang memiliki gaya keputusan pembelian ini membeli daging secara tidak tentu, tergantung keinginan dari responden itu sendiri (60 persen) dan mingguan (40 persen).

Gaya keputusan pembelian yang keenam adalah penuh pertimbangan. Responden yang memiliki gaya keputusan pembelian ini sebagian besar berusia 40-49 tahun sebanyak 53.8 persen, 50-59 tahun sebanyak 23.1 persen, 30-39 tahun sebanyak 15.4 persen, dan 20-29 tahun sebanyak 7.7 persen. Berdasarkan jumlah pendapatan keluarga responden, dapat diketahui bahwa sebagian besar responden memiliki pendapatan Rp 700.000-Rp 4.000.000 sebanyak 61.6 persen, diatas Rp 8.000.000 sebanyak 23.1 persen, dan Rp 4.000.000-Rp 6.000.000 sebanyak 15.4 persen.

Total konsumsi daging sapi segar yang dikonsumsi oleh keluarga responden adalah sebesar 0.5 kg-5 kg daging sapi segar, dengan rata-rata sebesar 2.46 kg. Sebagian besar responden mengkonsumsi daging sapi segar sebanyak 2 kg-4 kg (46.2 persen),

di bawah 2 kg (30.8 persen), dan sebanyak 4 kg atau lebih (23 persen). Biasanya responden membeli daging sapi segar secara

tidak tentu, tergantung keinginan dari responden itu sendiri (69.2 persen), mingguan (23.1 persen), dan harian (7.7 persen).

4.5.7. Profil Gaya Keputusan Pembelian : Ceroboh

Gaya keputusan pembelian yang ketujuh adalah ceroboh. Responden yang memiliki gaya keputusan pembelian ini sebagian besar berusia 30-39 tahun sebanyak 55.6 persen, 40-49 tahun sebanyak 22.2 persen, 50-59 tahun sebanyak 11.1 persen, dan 20-29 tahun sebanyak 11.1 persen. Berdasarkan jumlah pendapatan keluarga responden, dapat diketahui bahwa sebagian besar responden memiliki pendapatan Rp 700.000-Rp 4.000.000 sebanyak 77.7 persen, Rp 4.000.000-Rp 6.000.000 sebanyak 11.1 persen, dan diatas Rp 8.000.000 sebanyak 11.1 persen.

Total konsumsi daging sapi segar yang dikonsumsi oleh keluarga responden adalah sebesar 1 kg-10 kg daging sapi segar, dengan rata-rata sebesar 4 kg. Sebagian besar responden mengkonsumsi daging sapi segar sebanyak 4 kg atau lebih (44.4 persen), sebanyak 2 kg-4 kg (33.3 persen), dan di bawah 2 kg (22.2 persen). Biasanya responden membeli daging sapi segar secara

tidak tentu, tergantung keinginan dari responden itu sendiri (77.8 persen) dan harian (22.2 persen).

4.5.8. Profil Gaya Keputusan Pembelian : Memperhatikan Mutu

Gaya keputusan pembelian yang kedelapan adalah memperhatikan mutu. Responden yang memiliki gaya keputusan

pembelian ini sebagian besar berusia 40-49 tahun sebanyak 42.9 persen, 50-59 tahun sebanyak 28.6 persen, 30-39 tahun sebanyak

21.4 persen, dan 20-29 tahun sebanyak 7.1 persen. Berdasarkan jumlah pendapatan keluarga responden, dapat diketahui bahwa sebagian besar responden memiliki pendapatan Rp 700.000- Rp 4.000.000 sebanyak 64.3 persen, Rp 6.000.000-Rp 8.000.000 sebanyak 21.4 persen, diatas Rp 8.000.000 sebanyak 7.1 persen, dan Rp 4.000.000-Rp 6.000.000 sebanyak 7.1 persen.

Total konsumsi daging sapi segar yang dikonsumsi oleh keluarga responden adalah sebesar 1 kg-6 kg daging sapi segar, dengan rata-rata sebesar 2.85 kg. Sebagian besar responden mengkonsumsi daging sapi segar sebanyak 2 kg-4 kg (50 persen), sebanyak 4 kg atau lebih (35.7 persen), dan di bawah 2 kg (14.3 persen). Biasanya responden membeli daging sapi segar secara tidak tentu, tergantung keinginan dari responden itu sendiri (71.4 persen) dan mingguan (28.6 persen).

KESIMPULAN DAN SARAN

Dokumen terkait