• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROFIL KOMUNITAS DESA PASIR EURIH Kondisi Geografis

Desa Pasir Eurih terletak di Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Desa Pasir Eurih termasuk ke dalam kawasan dengan iklim tropis basah dengan jumlah curah hujan rata-rata 3.500 - 4.500 mm/tahun atau 223 mm/bulan dengan jumlah hari hujan 284 hari. Desa Pasir Eurih secara umum merupakan dataran tinggi yang berada di ketinggian antara 500 m sampai 700 m di atas permukaan laut, dengan komposisi tanah datar 70 persen dan tanah berbukit 30 persen. Sekitar 132 606 ha merupakan tanah sawah dengan irigasi teknis dan 5.614 ha tanah sawah dengan tadah hujan. Lahan pertanian bukan sawah yang diperuntukan untuk ladang sekitar 25 717 ha, kebun campur 44 449 ha, tanah semak belukar atau tepi sungai 5 632 ha, dan tanah pemukiman dan lainnya sekitar 6.613 ha. Desa Pasir Eurih memiliki luas sekitar 285 606 ha dengan luas tanah kas desa sekitar 1.2 ha. Luas wilayah yang cukup luas dimanfaatkan masyarakat untuk dikembangkan sebagai kegiatan wisata bertemakan agroedukasi, seperti tanam padi, mencari ikan, dan lain sebagainya.

Desa Pasir Eurih merupakan daerah dengan sumber daya air yang melimpah karena berada di kaki Gunung Salak serta dilalui oleh aliran sungai Ciapus, sungai Cipamali, dan sungai Cinadita. Sumber air yang digunakan oleh masyarakat setempat berasal dari dua sumber yaitu cinyusu (mata air) dan walungan (air sungai) dengan kualitas dan kuantitas air yang sangat baik. Potensi tersebut dijadikan sebagai salah satu objek wisata Desa Wisata Pasir Eurih, seperti curug nangka.

Sebagian besar jenis tanah yang ada di Desa Pasir Eurih adalah Latosol. Keberadaan tanah Latosol di Desa Pasir Eurih menjadikan wilayah tersebut memiliki produksi pertanian yang baik. Dengan kondisi tersebut banyak dari masyarakat yang memanfaatkan lahannya untuk bercocok tanam seperti menanam padi dengan sistem sawah irigasi, palawija dan tanaman perkebunan. Padi merupakan hasil utama pertanian yang merupakan bahan pangan utama serta menjadi bahan utama dalam upacara Seren Taun (Sedekah Guru Bumi) yang biasa dilakukan setiap selesai panen raya atau tepat pada tanggal 1 Muharam.

Wilayah yang berada di kaki gunung salak pun menjadi daya tarik wisata tersendiri, disamping letak wilayah yang tidak terlalu jauh dari perkotaan.Jarak dari ibu kota negara dengan Desa Pasir Eurih sekitar 65 km, jarak dari pusat kota Bogor 10 km dan jarak dari pusat Kabupaten Bogor 30 km.

Batas-batas administratif pemerintah Desa Pasir Eurih, Kecamatan Tamansari sebagai berikut :

a. Sebelah Utara : Desa Parakan b. Sebelah Selatan : Desa Tamansari c. Sebelah Timur : Desa Sirnagalih d. Sebelah Barat : Desa Sukaresmi

Kondisi Demografi

Menurut data kependudukan Desa Pasir Eurih, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Jumlah penduduk Desa Pasir Eurih pada tahun 2014 sebanyak 13 396 jiwa yang terdiri dari 52.05 persen laki-laki dan 47.97 persen perempuan atau sekitar 6 972 jiwa penduduk laki-laki, dan 6 424

0.00% 5.00% 10.00% 15.00% 20.00% 25.00% TNI/POLRI Pensiunan Sopir Tukang Ojek PNS Wiraswasta Pertukangan Pedagang Buruh Pengrajin sepatu/sandal Petani Karyawan sepatu/sandal

jiwa penduduk perempuan dengan jumlah Kepala Keluarga (KK) 3 545 KK. Berdasarkan tabel 6 ditunjukkan kelompok usia masyarakat Desa Pasir Eurih.

Tabel 6 Jumlah dan persentase penduduk berdasarkan kelompok usia Desa Pasir Eurih tahun 2014

Kelompok Usia Jumlah (Orang) Persentase Non produktif muda (<18 tahun) 4 010 29.93

Produktif (19 - 64) 8 904 66.47

Non produktif tua (>64) 482 3.6

Jumlah 13 396 100.0

Sumber: Data Profil Desa Pasir Eurih 2014

Tabel 6 menunjukkan bahwa dari 13 396 penduduk sebanyak 8 904 (66.47 persen) penduduk termasuk kedalam kelompok usia produktif. Sebanyak 4 010 penduduk usia non produktif muda adalah balita dan pelajar, sedangkan 482 penduduk usia non produktif tua adalah jompo yang sudah pensiun dan tidak memiliki pendapatan. Potensi jumlah masyarakat yang tergolong dalam usia produktif dapat dimanfaatkan sebagai pendukung pengembangan Desa Wisata Pasir Eurih, Dimana masyarakat yang tergolong usia produktif dapat memberikankan pemikiran kritis serta sumbangan lainnya berupa dorongan untuk berpartisipasi bagi masyarakat untuk ikut berpartisipasi karena masih muda dan mobilitasnya tinggi.

Atraksi dan Mata Pencaharian

Jenis mata pencaharian di Desa Pasir Eurih yaitu, tukang ojek, pensiunan, pengrajin sepatu, pertukangan, buruh, sopir, Pegawai Negeri Sipil, karyawan sepatu, TNI/POLRI, pedagang, petani, dan wiraswasta. Persentase jenis mata pencaharian Desa Pasir Eurih berdasarkan data profil desa tahun 2014 dapat dilihat secara keseluruhan pada Gambar 2.

Berdasarkan Gambar 2, penduduk Desa Pasir Eurih yang bekerja pada tahun 2014 berjumlah 3027 jiwa, dominan bekerja sebagai karyawan sepatu sebesar 22 persen angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan mata pencaharian petani yaitu 20.2 persen. Terdapat banyak masyarakat yang membuka bengkel sebagai pengrajin sandal dan sepatu. Para pengrajin itu ada yang memang membuka bengkel untuk keuntungan sendiri yang kemudian di jual di pasar atau pusat grosir, ada juga yang hanya mengerjakan beberapa kerajinan dalam jumlah kecil dan dijual pada penampung yang akan mendistribusikannya ke pasar-pasar, pusat grosir, atau pun toko.

Atraksi merupakan seluruh kehidupan keseharian penduduk setempat beserta latar fisik lokasi desa yang memungkinkan berintegrasinya wisatawan sebagai partisipan aktif. Kebanyakan dari masyarakat Desa Pasir Eurih merupakan penrajin sehingga Desa Wisata Pasir Eurih memanfaatkan hal tersebut, dimana pembuatan sepatu dijadikan sebagai salah satu atraksi yang diberikan kepada wisatawan yang biasa datang ke Desa Wisata Pasir Eurih. Selain itu, Desa Pasir Eurih memiliki kondisi topografi yang datar sampai berbukit sehingga sangat sesuai untuk dikembangkan sebagai daerah pertanian. Hal ini terbukti dengan pemanfaatan lahan yang sebagaian besar dijadikan lahan pertanian oleh petani. Terdapat beberapa paket atraksi yang diberikan kepada wisatawan dan sudah disebarkan luaskan melalui web dari Desa Wisata Pasir Eurih sendiri. Paket atraksi wisata tersebut terdiri dari

1. “Paket Mulih Kalembur”, dengan fasilitas yang disediakan yaitu snack dan minuman khas, pengenalan sejarah Kampung Sindangbarang dan Desa Wisata Pasir Eurih, tracking ke situs purbakala, belajar membajak sawah dan memandikan kerbau, praktek menanam padi, pengenalan alat masak tradisional, permainan “lembur” (engrang dan bakiak), kunjungan kepengrajin sepatu/sandal/sangkar burung, “marak lauk” (menangkap ikan dikolam), pertunjukan kesenian (reog/ jaipong/ calung).

2. “Paket Sono Kalembur”, dengan fasilitas yang disediakan yaitu snack dan minuman khas, membuat layang-layang dan lukisan dari batang pohon pisang, keliling kampung sambil melihat pengrajin sepatu/sandal, berkunjung ke pembenihan ikan, menangkap ikan di kolam.

3. “Paket Sawengi di Lembur”,dengan fasilitas yang diberikan yaitu snack dan minuman khas, pengenalan sejarah Kampung Sindangbarang dan Desa Wisata Pasir Eurih, akomodasi penginapan di homestay, tracking ke situs purbakala, berkunjung ke pengrajin sepatu dan sandal, kunjungan ke pengrajin sangkar burung, kunjungan ke tempat kerajinan makanan, praktek menanam padi, praktek pembenihan ikan lele dan memberi pakan, mencari belut di sawah, menangkap ikan di kolam, bermain ke sungai ciapus, pertunjukan kesenian (reog/calung/tari jaipong), berdialog dengan tokoh masyarakat, 3 kali makan secara parasmanan ( malam, siang, dan pagi ) di homestay.

Keterangan:

: Titik pertemuan pertama : Titik pertemuan kedua : Titik pertemuan ketiga

Gambar 3 Denah lokasi dan pemetaan kegiatan wisata di Desa Wisata Pasir Eurih tahun 2016 1 2 3 1 2 3

Track yang dilalui untuk masing-masing paket yang disediakan pun sama, dimana meeting point yaitu di RW 08 dimana kegiatan utama dilakukan di wilayah ini termasuk diantaranya untuk penyambutan dan pemberian snack, kegiatan agroedukasi, kegiatan kunjungan kepada pengrajin sepatu dan sandal, kegiatan kunjungan ke pengrajin kuliner tradisonal, pertunjukkan tradisional, homestay. Kemudian ke RW 04 dan RW 05 untuk mengunjungi situs purbakala. Wilayah RW 04 dan RW 05 merupakan meeting point terakhir karena akses jalan menuju ke Bogor Kota lebih dekat dan terdapat angkutan umum yang memudahkan transportasi pulang.

Akomodasi Sarana Dan Prasarana

Sarana dan prasarana sangat penting untuk kelancaran kegiatan dibidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, maupun wisata. Hal tersebut merupakan kebutuhan bagi masyarakat desa, sarana dan prasarana yang tersedia dengan baik akan berdampak positif bagi kelancaran kegiatan tersebut. Semua sarana dan prasarana dapat dilihat pada Tabel 7.

Tabel 7 Jumlah sarana dan prasarana Desa Pasir Eurih tahun 2014

No Sarana dan Prasarana Jumlah (unit)

1 Pemandian Umum 7

2 Lapangan Sepak Bola 2

3 Lapangan Badminton 1 4 SD 3 5 MI 1 6 Pondok Pesantren 2 7 Puskesmas pembantu 1 8 Posyandu 14 9 Masjid 15 10 Surau/Langgar 20 11 Homestay 54 12 Kolam pembenihan ikan 8 13 Alat kesenian tradisional sunda 3 set

Sumber : Data Profil Desa Pasir Eurih tahun 2014

Berdasarkan tabel diatas, akomodasi, sarana dan parasarana penunjang kegiatan wisata sudah cukup baik tersedia. Desa Wisata Pasir Eurih sendiri sedang berencana untuk membangun galeri yang nantinya akan menjadi pusat berkumpulnya para wisatawan serta pusat informasi utama. Namun hal tersebut masih mengalami penundaan karena masalah dana yang dibutuhkan cukup besar dan belum ada bantuan dana dari pihak manapun. Sarana dan prasarana desa lainnya di Desa Pasir Eurih meliputi jalan desa. Kondisi jalan desa menuju ke Desa Wisata Pasir Eurih yang pusatnya berada di wilayah RW 08 mengalami kerusakan sepanjang 2 km. Keadaan tersebut mengakibatkan mobilitas masuk dan keluar desa terkadang tersendat jika melewati jalan yang rusak-rusak berat. Kemudian akses kendaraan umum tidak sampai ke wilayah RW 08. Sehingga

wisatawan yang tidak memiliki kendaraan pribadi kesulitan mencapai wilayah tersebut karena cukup jauh dari jalur utama adanya kendaraan umum.

Gambaran Sosial dan Profil Desa Wisata Pasir Eurih

Desa wisata Pasir Eurih sendiri terletak di daerah tujuan wisata kaki Gunung Salak yang lokasinya berada sebelah Selatan Bogor, desa ini masuk dalam zona pengembangan wisata Taman Sari yang meliputi Pura Bali Gunung Salak, Air Terjun Curug Nangka, Bumi Perkemahan Sukamantri, Agrowisata Ulat Sutra, Jamur, Markisa, Desa Wisata Taman Sari, Desa Wisata Sukajadi, Desa Wisata Tenjolaya, Kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak dan tidak jauh dari pusat Kota Bogor. Menyajikan keunikan budaya masa pajajaran dipadu dengan pusat kerajinan alas kaki dan kesenian tradisional. Desa Wisata Pasir Eurih termasuk dalam Handicraft Villages, dimana pengembangan tipe ini biasanya dilakukan pada desa-desa yang berfungsi sebagai pusat lokasi produksi dan penjualan barang hasil kerajinan, dan juga merupakan desa yang masih kurang atau bahkan tidak memiliki atraksi lainnya. Pengelolaannya cenderung berdasarkan pada ikatan keluarga atau kelompok dan menggunakan tenaga kerja lokal.

Mayoritas masyarakat sendiri Desa Wisata Pasir Eurih adalah masyarakat sunda. Karakteristik masyarakat Jawa Barat sangat beragam meski secara umum sering disebut sebagai masyarakat Sunda. Seiring dengan perkembangan zaman, keanekaragaman masyarakat Jawa Barat semakin bertambah, tidak hanya dari dimensi kultural namun juga dimensi identitas (ras, etnisitas, agama). Dalam kondisi seperti inilah konsep multikulturalisme memperoleh relevansinya. Wacana multikulturalisme menjadi relevan manakala berhadapan dengan realitas kehidupan sosial di Jawa Barat yang semakin hari semakin kosmopolis. Jawa Barat tidak sekedar menjadi milik etnik Sunda semata, tapi juga menjadi tanah tempat bermukim dan berkarya berbagai etnik bahkan bangsa. Sementara secara politik, karakter budaya politik Sunda cenderung menempatkan elit secara dominan dalam pengambilan keputusan, sementara karakter masyarakat Sunda kendati menunjukkan ciri masyarakat yang egaliter (sederajat), namun secara kultural masyarakat Sunda cenderung menunjukkan partisipasi politik yang individualistis.

Kondisi tersebut memberi peluang kepada pemegang otoritas politik untuk tidak memedulikan kepentingan politik mayoritas masyarakat. Dalam batas tertentu, masyarakat Sunda memang memperlihatkan ciri egaliter tetapi dalam egaliterianisme ini justru muncul sifat-sifat individualistis dalam persoalan yang menyangkut kepentingan pribadi. Dalam kondisi demikian, apatisme atau ketidakacuhan politik kerap tampak ke permukaan. Kondisi ini semakin memperlebar peluang pemegang otoritas politik untuk mengesampingkan aspirasi dan kepentingan masyarakat. Hal tersebut dapat dilihat dari munculnya perbedaan kepentingan antara otoritas desa dengan otoritas desa wisata. Tidak ada kerjasama baik yang terjalin antara kedua belah pihak terkait pengembangan desa wisata.

Karakteristik Responden Peserta Program Desa Wisata

Responden penelitian terdiri dari masyarakat yang ikut serta sebagai peserta maupun pengurus Desa Wisata Pasir Eurih. Terdapat sekitar 73 orang masyarakat yang ikut serta dalam kepengurusan dan keanggotaan di Desa Wisata

Pasir Eurih yang tersebar ke beberapa RW yang ada di Desa Pasir Eurih, yaitu RW 2 , RW 4, RW 5, RW 6. RW 7, RW 8, RW 9, RW 10, RW 13, dan RW 14. Seluruh masyarakat yang tergabung dalam Desa Wisata tersebut dijadikan kerangka sampling dan selanjutnya sejumlah 50 orang responden dipilih secara acak sederhana untuk diwawancarai menggunakan kuesioner.

Usia

Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa selang umur responden berkisar antara 24 - 65 tahun. Usia responden paling muda 24 tahun dan responden paling tua berusia 65 tahun. Peneliti mengkategorikan umur kedalam tiga kategori dewasa muda dengan rentang usia 24 – 41 tahun, dewasa tua dengan rentang usia 42 – 51 tahun, dan tua dengan rentang usia lebih dari 52 tahun. Pengkategorian tersebut didasarkan pada penghitungan standar deviasi dari keseluruhan umur responden yang ikut serta dalam pegembangan desa wisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden yang ikut serta dalam pengembangan desa wisata termasuk dalam kategori usia dewasa tua.

Gambar 4 Persentase usia responden yang ikut serta dalam pengembangan desa wisata tahun 2016

Dari hasil perhitungan, jumlah persentase responden terbanyak yang ikut serta dalam pengembangan desa wisata dikategorikan dewasa tua, dengan jumlah persentase 36 persen atau 18 orang dari jumlah total keseluruhan 50 orang responden. Kemudian responden yang dikategorikan dewasa muda dan tua memiliki persentase jumlah yang sama yaitu 32 persen atau masing-masing kategori 16 orang. Data menyebutkan bahwa usia yang paling banyak ikut serta dalam pengembangan desa wisata yaitu yang ada pada rentang usia dewasa tua dan dewasa muda, hal tersebut menunjukan bahwa responden pada usia produktif banyak yang berpartisipasi dalam pengembangan desa wisata.

Tingkat Pendidikan

Tingkat pendidikan adalah lama pendidikan formal tertinggi yang pernah ditempuh oleh responden. Sebaran tingkat pendidikan yang ditamatkan oleh responden pada penelitian ini adalah tamat SD, tamat SMP, tamat SMA/STM dan sarjana. Pendidikan yang dimiliki oleh anggota masyarakat akan mempengaruhi cara mereka berpikir. Pendidikan dapat diperoleh dari pendidikan formal melalui bangku sekolah dan pendidikan informal misalnya melalui kursus-kursus atau pelatihan. Kebanyakan penduduk Desa Pasir Eurih hanya mengikuti sekolah- sekolah formal saja, hal ini dikarenakan sekolah formal lebih familiar didapati ketimbang sekolah informal. Berdasarkan data tingkat pendidikan warga Desa Pasir Eurih sebagian besar tamat SD sebanyak 5,897 orang, kemudian SMA sebanyak 2,314 orang, tamat SMP sebanyak 2181 orang, tamat D2 sebanyak 121 orang, D3 sebanyak 86 orang, S1 sebanyak 188, S2 sebanyak 19 orang, dan S3 sebanyak 2 orang.

Gambar 5 Persentase tingkat pendidikan responden yang ikut serta dalam pengembangan desa wisata tahun 2016

Dari hasil perhitungan data, mayoritas responden yang ikut serta dalam pengembangan desa wisata yaitu berpendidikan akhir rendah dengan jumlah 46 persen atau sejumlah 23 orang dari total 50 responden. Kemudian responden yang berpendidikan akhir tinggi berjumlah 34 persen atau sejumlah 17 orang. Hal tersebut menunjukkan bahwa tingkat pendidikan responden yang ikut serta masih rendah, dengan pendidikan akhir SD sederajat. Kondisi demikian merupakan kendala bagi perkembangan kepariwisataan di kawasan tersebut, karena peran serta dari masyarakat sangat berpengaruh bagi terciptanya kondisi pariwisata yang ideal. Dengan kondisi masyarakat yang berpendidikan rendah dikhawatirkan tidak akan mampu menyesuaikan dengan kondisi wisatawan yang berpendidikan rata- rata lebih tinggi. Sehingga efektivitas dan efisiensi komunikasi antara wisatawan dan penduduk setempat sulit tercapai. Dengan demikian upaya pihak pengelola untuk memberdayakan masyarakat setempat dengan melakukan pendidikan dan

pelatihan sangat dibutuhkan untuk memberikan pelayanan yang prima bagi pengunjung.

Lama Menetap

Lamanya seseorang menetap dalam lingkungan tertentu dan pengalamannya berinteraksi dengan lingkungan tersebut akan mempengaruhi partisipasi seseorang. Semakin lama seseorang tinggal dalam lingkungan tertentu, maka rasa memiliki terhadap lingkungan akan semakin besar. Lama atau barunya waktu tinggal diukur berdasarkan jumlah tahun rata-rata lama menetap responden. Dimana kurang dari 14 – 35 tahun dikategorikan baru tinggal di wilayah Desa Pasir Eurih, rentang waktu 36 - 47 tahun dikategorikan sedang dan lebih dari 48 tahun dikategorikan lama.

Gambar 6 Persentase lama menetap responden yang ikut serta dalam pengembangan desa wisata tahun 2016

Berdasarkan pengolahan data, persentase lama menetap responden di Desa Pasir Eurih mayoritas lama menetapnya dikategorikan sedang dengan jumlah 36 persen atau 18 orang dari 50 responden, dan responden yang lama menetapnya dikategorikan lama jumlah 36 persen yaitu 18 orang. Responden yang dikategori baru menetap berjumlah 28 persen atau 14 orang dari total keseluruhan 50 reponden.

Jumlah Anggota Keluarga

Jumlah anggota keluarga adalah mereka yang hidup satu atap dan satu dapur, atau satu dapur lain atap. Termasuk didalamnya adalah suami/istri, anak-anak, anggota keluarga lainnya ataupun bukan keluarga tetapi menjadi tanggungan responden. Diukur dengan jumlah jiwa dan dengan dasar acuan standard BKKBN yaitu dua

anak cukup, dimana 2 orang kurang dikategorikan memiliki anggota keluarga yang sedikit, 3 orang – 4 orang dikategorikan sedang, dan lebih dari 4 dikategorikan banyak.

Gambar 7 Persentase jumlah anggota keluarga responden yang ikut serta dalam pengembangan desa wisata tahun 2016

Berdasarkan data yang didapatkan dari responden, mayoritas responden yang ikut serta dalam desa wisata memiliki jumlah anggota keluarga yang dikategorikan sedang sebanyak 48 persen atau sekitar 24 orang dari total 50 responden. Kemudian 34 persen atau berjumlah 17 orang memiliki jumlah tanggungan 2 orang dan dikategorikan sedang. Responden yang memiliki jumlah angggota keluarga lebih dari 4 atau dikategorikan banyak berjumlah 18 persen atau 9 orang dari keseluruhan total 50 responden.

Ikhtisar

Desa Pasir Eurih merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat yang terdiri dari empat dusun, 14 rukun warga (RW). Dusun 1 meliputi RW 1-5, dusun 2 meliputi RW 6,8,9, dusun 3 meliputi RW 7,13,12 dan dusun 4 meliputi RW 10,11,14. Jika dilihat dari jarak antara kota atau kabupaten Bogor, Desa Pasir Eurih lebih dekat dengan Kota Bogor. Kepadatan penduduknya 39 jiwa/ha dengan mayoritas berjenis kelamin laki-laki. Penduduk Desa Pasir Eurih yang bekerja pada tahun 2014 berjumlah 3027 jiwa, mayoritas bekerja sebagai karyawan sepatu.

Usia responden paling banyak yang ikut serta dalam pengembangan desa wisata berada pada rentang usia 42 – 51 tahun yang dikategorikan dewasa tua, dengan jumlah total 18 orang atau 36 persen dari jumlah total keseluruhan 50 orang responden. Dari hasil perhitungan data, mayoritas responden yang ikut serta dalam pengembangan desa wisata yaitu berpendidikan akhir SD dengan jumlah 46 persen atau 23 orang dari jumlah total 50 responden. Berdasarkan pengolahan data, persentase lama menetap responden di Desa Pasir Eurih mayoritas dalam rentang waktu 36 - 47 tahun yang dikategorikan sedang dengan jumlah 36 persen atau, dan lebih dari 48 tahun dikategorikan lama dengan jumlah 36 persen atau 18 orang responden. Kemudian mayoritas responden yang ikut serta dalam desa wisata yaitu memiliki jumlah anggota keluarga sebanyak 3 – 4 orang yang dikategorikan sedang sebanyak 48 persen atau 24 orang.

PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGEMBANGAN DESA