• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROFIL PENDIDIKAN TINGGI TAHUN 2012/2013 PROVINSI KALIMANTAN SELATAN

A. Pendahuluan

Profil Pendidikan Tinggi (Profil PT) disusun berdasarkan pada Statistik Perguruan Tinggi Tahun 2012/2013 yang diterbitkan oleh Pusat Data dan Statistik Pendidikan (PDSP), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud). Sesuai dengan Statistik Perguruan Tinggi maka Profil PT juga menyajikan data pada tahun akademik 2012/2013.

Profil PT mengacu pada visi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) 2014. Berdasarkan visi tersebut terdapat layanan prima pendidikan nasional yang dijabarkan menjadi misi pendidikan 5K. Visi Kemdikbud 2014 adalah terselenggaranya layanan prima pendidikan nasional. Indikator pendidikan yang dimaksud disesuaikan dengan Rencana Strategi (Renstra) Kemdikbud dalam rangka Pembangunan Pendidikan 2010-2014 yang terdiri dari tiga pilar kebijakan dan dijabarkan dalam misi pendidikan 5K. Misi pendidikan 5K terdiri atas 1) misi K-1 meningkatkan ketersediaan layanan pendidikan, 2) misi K-2 memperluas keterjangkauan layanan pendidikan, 3) misi K-3 meningkatkan kualitas dan relevansi layanan pendidikan, 4) misi K-4 mewujudkan kesetaraan dalam memperoleh layanan pendidikan, dan 5) misi K-5 menjamin kepastian memperoleh layanan pendidikan.

Profil PT terdiri atas data dan indikator pendidikan. Data pendidikan dirinci

menjadi lima variabel, yaitu 1) lembaga pendidikan, 2) mahasiswa baru, 3) mahasiswa, 4) lulusan, dan 5) dosen. Kelima variabel data tersebut dirinci

menurut jenis lembaga dan status lembaga. Pendidikan tinggi terdiri dari lima

jenis lembaga PT, yaitu 1) universitas, 2) institut, 3) sekolah tinggi (ST), 4) akademi, dan 5) politeknik. Pendidikan tinggi dirinci menurut status lembaga,

yaitu negeri dan swasta.

Indikator pendidikan dirinci berdasarkan misi pendidikan 5K. Untuk misi K-1 adalah rasio mahasiswa per lembaga yang dirinci menurut jenis dan status lembaga PT. Untuk misi K-2 adalah daerah terjangkau yang dihitung dari daerah terjangkau mahasiswa dibagi dengan daerah terjangkau lembaga. Daerah yang bisa dijangkau oleh mahasiswa dalam jarak 25 km2. Oleh karena itu, daerah terjangkau lembaga adalah jari-jari dikalikan 25 km dan dikalikan dengan kepadatan lembaga sedangkan daerah terjangkau mahasiswa adalah jari-jari

dikalikan 25 km dan dikalikan dengan kepadatan penduduk 19-23 tahun. Untuk misi K-3 terdiri dari empat jenis, yaitu rasio mahasiswa per dosen, rasio dosen per lembaga, dan angka produktivitas menurut status jenis dan status, sedangkan kelayakan mengajar dosen menurut status lembaga. Untuk misi K-4 terdiri dari tiga jenis, yaitu perbedaan gender APK, indeks paritas gender APK, dan persentase mahasiswa swasta menurut jenis lembaga. Untuk misi K-5 terdiri dari dua jenis, yaitu APK dan AM ke PT menurut jenis lembaga. Dengan demikian, jumlah indikator yang digunakan untuk menilai kinerja pendidikan tinggi sebanyak 11 jenis indikator pendidikan.

Tabel 1

Standar untuk Melakukan Konversi

Oleh karena 11 indikator tersebut memiliki satuan yang berbeda maka diperlukan standar untuk menyatukan nilainya seperti disajikan pada Tabel 1. Hanya ada empat indikator yang menggunakan ideal, yaitu %DL, PG APK, IPG APK, dan AM PT. Berdasarkan perhitungan kinerja maka nilai kinerja menurut jenis disajikan pada Tabel 2.

Tabel 2 Jenis Kinerja

B. Data Pendidikan

Gambaran umum pendidikan tinggi disajikan pada Tabel 3 yang dirinci menurut variabel pendidikan, status lembaga, dan jenis lembaga.

Berdasarkan Tabel 3, pada tahun 2012/2013 jumlah lembaga PT di provinsi Kalimantan Selatan adalah 46 dengan rincian 3 universitas (6,52%), 20 sekolah tinggi (43,48%), 18 akademi (39,13%), dan 5 politeknik (10,87%). Dengan demikian, jenis lembaga terbesar adalah sekolah tinggi dan terkecil adalah

No. Misi Indikator Standar Penjelasan

1 Misi K-1 Ketersediaan Rasio M/L 2.000 Asumsi 2 Mis K-2 Keterjangkauan DT 8.500 Asumsi 3 Misi K-3 Kualitas R-M/D 25 Asumsi R-D/L 100 Asumsi Aproduk 25 Asumsi %DL 100 Ideal 4 Misi K-4 Kesetaraan PG APK 0 Ideal IPG APK 1 Ideal %MhsSwt 75 Asumsi 5 Misi K-5 Kepastian APK 30 Asumsi AM PT 100 Ideal

No. Jenis Kinerja

1 Paripurna 2 Utama 3 Madya 4 Pratama 5 Kurang 80.00-84.99 kurang dari 80.00 Nilai 95.00 ke atas 90.00-94.99 85.00-89.99

politeknik. Untuk status lembaga negeri hanya memiliki 1 universitas dan 1 politeknik sehingga jumlah lembaga negeri sebesar 2 lembaga, sedangkan untuk lembaga swasta terdapat 2 universitas, 20 sekolah tinggi, 18 akademi, dan 4 politeknik sehingga jumlahnya 44 lembaga. Dengan demikian, jenis status lembaga negeri 1 universitas dan 1 politeknik sedangkan status lembaga swasta terbesar adalah sekolah tinggi dan terkecil adalah universitas.

Tabel 3

Gambaran Umum Pendidikan Tinggi Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2012/2013

Sumber: Statistik PT 2012/2013, PDSP

Grafik 1

Jumlah Lembaga Menurut Jenis dan Status Lembaga Perguruan Tinggi Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2012/2013

Jumlah mahasiswa baru PT di provinsi Kalimantan Selatan sebesar 15.387 orang, berada di Negeri sebesar 5.404 orang lebih besar daripada di swasta sebesar 9.983 orang. Bila dilihat menurut jenis lembaga, jumlah mahasiswa baru universitas yang terbesar sebesar 8.243 orang atau 53,51% dan terkecil pada politeknik sebesar 674 orang atau 4,38%. Bila dilihat menurut status lembaga maka mahasiswa baru PT negeri pada universitas yang terbesar sebesar 4.862 orang atau 89,97% dan PT swasta pada sekolah tinggi sebesar 5.626 orang atau 56,36%. Sebaliknya, yang terkecil untuk PT negeri adalah politeknik sebesar 542 orang atau 10,03% dan PT swasta adalah politeknik sebesar 132 orang atau

No. Variabel Universitas % Institut % ST % Akademi % Politeknik % Jumlah

1 Lembaga 3 6,52 0 0,00 20 43,48 18 39,13 5 10,87 46 a. Negeri 1 50,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00 1 50,00 2 b. Swasta 2 4,55 0 0,00 20 45,45 18 40,91 4 9,09 44 2 Mahasiswa Baru 8.234 53,51 0 0,00 5.626 36,56 853 5,54 674 4,38 15.387 a. Negeri 4.862 89,97 0 0,00 0 0,00 0 0,00 542 10,03 5.404 b. Swasta 3.372 33,78 0 0,00 5.626 56,36 853 8,54 132 1,32 9.983 3 Mahasiswa 35.386 46,41 0 0,00 31.724 41,61 5.741 7,53 3.391 4,45 76.242 a. Negeri 18.401 88,53 0 0,00 0 0,00 0 0,00 2.384 11,47 20.785 b. Swasta 16.985 30,63 0 0,00 31.724 57,20 5.741 10,35 1.007 1,82 55.457 4 Lulusan 5.526 54,39 0 0,00 3.624 35,67 548 5,39 462 4,55 10.160 a. Negeri 3.354 89,97 0 0,00 0 0,00 0 0,00 374 10,03 3.728 b. Swasta 2.172 33,77 0 0,00 3.624 56,34 548 8,52 88 1,37 6.432 5 Dosen 1.411 50,96 0 0,00 840 30,34 253 9,14 265 9,57 2.769 a. Negeri 1.031 84,79 0 0,00 0 0,00 0 0,00 185 15,21 1.216 b. Swasta 380 24,47 0 0,00 840 54,09 253 16,29 80 5,15 1.553 0 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50

Universitas Institut ST Akademi Politeknik Jumlah

1 2 0 0 0 0 1 2 20 18 4 44 3 0 20 18 5 46

1,32%. Dengan demikian, dominasi mahasiswa baru PT negeri pada universitas dan PT Swasta pada sekolah tinggi. Dapat dikatakan bahwa universitas masih menjadi idola banyak orang ketika melanjutkan ke PT.

Grafik 2

Jumlah Mahasiswa Baru dan Mahasiswa PT Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2012/2013

Jumlah mahasiswa PT provinsi Kalimantan Selatan sebanyak 76.242 orang berada di PT negeri sebanyak 20.785 orang dan di PT swasta sebanyak 55.457 orang. Bila dilihat menurut jenis lembaga, jumlah mahasiswa terbesar di universitas sebanyak 35.386 orang atau 46,41% dan terkecil di politeknik sebanyak 3.391 orang atau 4,45%. Bila dilihat menurut status lembaga, mahasiswa PT negeri pada universitas yang terbesar sebesar 18.401 orang atau 88,53% dan PT swasta pada sekolah tinggi sebesar 31.724 orang atau 57,20%. Sebaliknya, yang terkecil untuk PT negeri adalah politeknik sebesar 2.384 orang atau 11,47% dan PT swasta adalah politeknik sebesar 1.007 orang atau 1,82%. Dengan demikian, dominasi mahasiswa PT negeri pada universitas dan PT swasta juga pada sekolah tinggi.

Grafik 3

Jumlah Lulusan dan Dosen PT Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2012/2013

0 10.000 20.000 30.000 40.000 50.000 60.000 70.000 80.000

Negeri Swasta Jumlah

5.404 9.983

15.387 20.785

55.457

76.242

Mahasiswa Baru Mahasiswa

0 2.000 4.000 6.000 8.000 10.000 12.000

Negeri Swasta Jumlah

3.728 6.432 10.160 1.216 1.553 2.769 Lulusan Dosen

Jumlah lulusan PT provinsi Kalimantan Selatan sebanyak 10.160 orang dengan lulusan dari PT negeri sebanyak 3.728 orang dan dari PT swasta sebanyak 6.432 orang. Bila dilihat per jenis lembaga maka lulusan terbanyak juga pada universitas sebesar 5.526 orang atau 54,39% dan terkecil pada politeknik sebesar 462 orang atau 4,55%. Bila dilihat menurut status lembaga, lulusan PT negeri pada universitas yang terbesar sebesar 3.354 orang atau 89,97% dan PT swasta pada sekolah tinggi sebesar 3.624 orang atau 56,34%. Sebaliknya, yang terkecil untuk PT negeri adalah politeknik sebesar 374 orang atau 10,03% dan PT swasta adalah politeknik sebesar 88 orang atau 1,37%. Dengan demikian, dominasi lulusan PT negeri pada universitas dan PT swasta pada sekolah tinggi.

Jumlah dosen PT provinsi Kalimantan Selatan sebanyak 2.769 orang dengan dosen dari PT negeri sebanyak 1.216 orang dan dari PT swasta sebanyak 1.553 orang. Bila dilihat per jenis lembaga, jumlah dosen terbanyak juga pada universitas sebesar 1.411 orang atau 50,96% dan terkecil pada akademi sebesar 253 orang atau 9,14%. Bila dilihat menurut status lembaga, dosen PT negeri terbesar pada universitas sebesar 1.031 orang atau 84,79% dan PT swasta pada sekolah tinggi sebesar 840 atau 54,09%. Sebaliknya, yang terkecil untuk PT negeri pada politeknik sebesar 185 orang atau 15,21% dan PT swasta adalah politeknik sebesar 80 orang atau 5,15%. Dengan demikian, dominasi dosen PT negeri juga pada universitas dan PT swasta pada sekolah tinggi.

Secara rinci, pembangunan pendidikan di setiap jenis dan status lembaga PT tidak sama. Oleh karena itu, dilakukan penjabaran pada setiap jenis variabel pendidikan, seperti lembaga, mahasiswa baru, mahasiswa, lulusan, dan dosen. 1. Lembaga

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, lembaga adalah sekolah atau tempat belajar pada tingkat pendidikan tinggi.

Jumlah PT provinsi Kalimantan Selatan sebanyak 46 lembaga dengan rincian menurut status lembaga adalah PT negeri sebanyak 2 lembaga dan PT swasta sebanyak 44 lembaga. Bila dirinci menurut jenis lembaga maka terdapat 3 universitas atau 6,52%, 20 sekolah tinggi atau 43,48%, 18 akademi atau 39,13%, dan 5 politeknik atau 10,87%. Bila dirinci menurut status lembaga maka pada PT negeri terdiri dari 1 universitas dan 1 politeknik sedangkan PT swasta terdiri dari 2 universitas, 20 ST, 18 akademi, dan 4 politeknik.

2. Mahasiswa Baru

Mahasiswa baru adalah pendaftar pada pendidikan tinggi yang telah lulus dalam seleksi ujian masuk ke perguruan tinggi. Mahasiswa baru dirinci menurut tiga jenis program, yaitu S-0 atau diploma, S-1 atau sarjana, S-2 dan S-3 atau pascasarjana. Mahasiswa baru juga dirinci menurut jenis kelamin, yaitu laki-laki dan perempuan.

Tabel 4

Jumlah Mahasiswa Baru menurut Jenjang Program, Status Lembaga, dan Jenis Kelamin, Perguruan Tinggi

Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2012/2013

Sumber: Statistik PT 2012/2013, PDSP

Tabel 4 merupakan jumlah mahasiswa baru PT provinsi Kalimantan Selatan sebanyak 15.387 orang, bila dirinci menurut lima jenjang program tersebut yang terbanyak diterima menjadi mahasiswa baru pada program S-1 sebesar 12.235 orang atau 79,52% dengan rincian di PT negeri sebanyak 4.304 orang atau 79,64% dan PT swasta sebanyak 7.931 orang atau 79,45%. Sebaliknya, yang masuk program profesi yang terkecil sebesar 91 orang atau 0,59% dengan rincian di PT negeri sebesar 13 orang atau 0,59% dan PT swasta sebesar 78 orang atau 0,78%. Hal ini menunjukkan minat untuk masuk ke program profesi masih sangat kecil jika dibandingkan dengan program lainnya.

Berdasarkan jenis kelamin, proporsi mahasiswa baru laki-laki terbesar pada program S-2 sebesar 62,05% atau 453 orang, jika dibandingkan dengan perempuan sebesar 37,95% atau 277 orang. Jumlah mahasiswa baru laki-laki terkecil pada program profesi sebesar 30,77% atau 28 orang jika dibandingkan dengan perempuan sebesar 69,23% atau 63 orang. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa makin tinggi jenjang pendidikan laki-laki ternyata makin banyak bersekolah di PT. Sebaliknya, makin rendah jenjang pendidikan makin banyak perempuan bersekolah di PT. Hal ini berarti minat perempuan melanjutkan ke jenjang yang paling tinggi ternyata lebih rendah jika dibandingkan dengan laki-laki.

3. Mahasiswa

Mahasiswa adalah peserta didik yang terdaftar pada jenjang pendidikan tinggi. Mahasiswa dirinci menurut empat jenis program, yaitu S-0 atau diploma, S-1 atau sarjana, S-2 dan S-3 atau pascasarjana. Mahasiswa juga dirinci menurut jenis kelamin, yaitu laki-laki dan perempuan.

No. Jenjang Program Laki2 % Perempuan % Jumlah %

1 S-0 1.004 43,07 1.327 56,93 2.331 15,15 a. Negeri 468 0,00 203 0,00 671 12,42 b. Swasta 536 32,29 1.124 67,71 1.660 16,63 2 S-1 6.412 52,41 5.823 47,59 12.235 79,52 a. Negeri 2.231 51,84 2.073 48,16 4.304 79,64 b. Swasta 4.181 52,72 3.750 47,28 7.931 79,45 3 S-2 453 62,05 277 37,95 730 4,74 a. Negeri 255 61,30 161 38,70 416 7,70 b. Swasta 198 63,06 116 36,94 314 3,15 4 S-3 0 0,00 0 0,00 0 0,00 a. Negeri 0 0,00 0 0,00 0 0,00 b. Swasta 0 0,00 0 0,00 0 0,00 5 Profesi 28 0,00 63 0,00 91 0,59 a. Negeri 4 0,00 9 0,00 13 0,24 b. Swasta 24 0,00 54 0,00 78 0,78 6 Jumlah 7.897 51,32 7.490 48,68 15.387 100,00 a. Negeri 2.958 54,74 2.446 45,26 5.404 100,00 b. Swasta 4.939 49,47 5.044 50,53 9.983 100,00

Tabel 5 menunjukkan jumlah mahasiswa PT provinsi Kalimantan Selatan sebesar 76.242 orang, bila dirinci menurut lima jenjang program, mahasiswa yang terbanyak pada jenjang S-1 sebesar 60.610 orang atau 79,50% dengan rincian di PT negeri sebanyak 16.556 orang atau 21,72% dan PT swasta sebanyak 44.054 orang atau 57,78%. Besarnya mahasiswa di PT swasta karena memang lembaga PT swasta lebih besar jika dibandingkan dengan lembaga PT negeri. Jumlah mahasiswa terkecil adalah pada jenjang profesi sebanyak 489 orang atau 0,64% dengan rincian di PT negeri sebesar 51 orang atau 0,07% dan PT swasta sebesar 438 orang atau 0,57%. Hal ini berarti minat melanjutkan ke jenjang profesi ternyata masih sangat kecil.

Tabel 5

Jumlah Mahasiswa menurut Jenjang Program, Status Lembaga, dan Jenis Kelamin serta Penduduk Usia 19-23 tahun menurut Jenis Kelamin

Perguruan Tinggi, Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2012/2013

Sumber: Statistik PT 2012/2013, PDSP dan Proyeksi BPS

Berdasarkan jenis kelamin, proporsi mahasiswa laki-laki terbesar pada jenjang S-2 sebanyak 62,13% atau 2.077 orang jika dibandingkan dengan perempuan sebanyak 37,87% atau 1.266 orang. Proporsi mahasiswa laki-laki terkecil pada jenjang profesi sebanyak 30,67% atau 150 orang dan lebih kecil jika dibandingkan dengan perempuan sebanyak 69,33% atau 339 orang. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa makin tinggi jenjang pendidikan laki-laki ternyata makin banyak bersekolah di PT. Sebaliknya, makin rendah jenjang pendidikan makin banyak perempuan bersekolah di PT. Hal ini berarti kesempatan perempuan bersekolah di jenjang yang paling tinggi ternyata lebih rendah jika dibandingkan dengan laki-laki.

Dilihat dari penduduk usia PT maka penduduk usia 19-23 tahun provinsi Kalimantan Selatan sebesar 346.997 orang dengan rincian laki-laki sebesar 174.669 atau 50,34 % lebih besar daripada perempuan sebesar 172.328 orang atau 49,66 %.

No. Jenjang Program Laki2 % Perempuan % Jumlah %

1 S-0 4.777 40,48 7.023 59,52 11.800 15,48 a. Negeri 1.799 0,00 780 0,00 2.579 3,38 b. Swasta 2.978 32,30 6.243 67,70 9.221 12,09 2 S-1 31.803 52,47 28.807 47,53 60.610 79,50 a. Negeri 8.581 51,83 7.975 48,17 16.556 21,72 b. Swasta 23.222 52,71 20.832 47,29 44.054 57,78 3 S-2 2.077 62,13 1.266 37,87 3.343 4,38 a. Negeri 980 61,29 619 38,71 1.599 2,10 b. Swasta 1.097 62,90 647 37,10 1.744 2,29 4 S-3 0 0,00 0 0,00 0 0,00 a. Negeri 0 0,00 0 0,00 0 0,00 b. Swasta 0 0,00 0 0,00 0 0,00 5 Profesi 150 0,00 339 0,00 489 0,64 a. Negeri 15 0,00 36 0,00 51 0,07 b. Swasta 135 0,00 303 0,00 438 0,57 6 Jumlah 38.807 50,90 37.435 49,10 76.242 100,00 a. Negeri 11.375 54,73 9.410 45,27 20.785 100,00 b. Swasta 27.432 49,47 28.025 50,53 55.457 100,00 7 Penduduk 19-23 th 174.669 50,34 172.328 49,66 346.997

4. Lulusan

Lulusan adalah mahasiswa yang telah menyelesaikan kuliahnya berdasarkan pada hasil ujian dan paper/tesis/disertasi yang disiapkan pada suatu jenjang pendidikan tinggi. Lulusan dapat dirinci menurut empat program, yaitu S-0, S-1, S-2, dan S-3. Lulusan S-0 juga dirinci menurut diploma 1, diploma 2, diploma 3, dan diploma 4. Lulusan diploma 1 dengan masa kuliah selama 1 tahun, diploma 2 selama 2 tahun, diploma 3 selama 3 tahun, dan diploma 4 selama 4 tahun. Lulusan S-1 dengan masa kuliah selama 4 tahun sedangkan lulusan S-2 dan S-3 selama 2 tahun.

Tabel 6

Jumlah Lulusan menurut Jenjang Program, Status Lembaga, dan Jenis Kelamin Perguruan Tinggi, Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2012/2013

Sumber: Statistik PT 2012/2013, PDSP

Tabel 6 merupakan jumlah lulusan PT provinsi Kalimantan Selatan sebanyak 10.160 orang, dari kelima jenjang program tersebut, jumlah lulusan yang terbanyak pada jenjang S-1 sebesar 8.078 orang atau 79,51 % dengan rincian di PT negeri sebanyak 2.969 orang dan PT swasta sebanyak 5.109 orang. Jumlah lulusan terkecil adalah pada jenjang profesi sebanyak 61 orang atau 0,60% dengan rincian PT negeri sebesar 9 orang dan PT swasta sebanyak 52 orang. Hal ini berarti sejalan dengan jumlah mahasiswa maka lulusan di jenjang profesi ternyata masih sangat kecil.

Berdasarkan jenis kelamin, proporsi lulusan laki-laki terbesar pada jenjang S-2 sebesar 61,96 % atau 303 orang, jika dibandingkan dengan perempuan sebesar 38,04% atau 186 orang. Proporsi lulusan laki-laki terkecil pada program profesi sebesar 31,15% atau 19 orang, jika dibandingkan dengan lulusan perempuan sebesar 68,85% atau 42 orang. Hal ini berarti seperti halnya mahasiswa maka lulusan perempuan di jenjang profesi ternyata juga lebih rendah jika dibandingkan dengan laki-laki.

No. Jenjang Program Laki2 % Perempuan % Jumlah %

1 S-0 668 43,60 864 56,40 1.532 15,08 a. Negeri 323 0,00 140 0,00 463 12,42 b. Swasta 345 32,27 724 67,73 1.069 16,62 2 S-1 4.232 52,39 3.846 47,61 8.078 79,51 a. Negeri 1.539 51,84 1.430 48,16 2.969 79,64 b. Swasta 2.693 52,71 2.416 47,29 5.109 79,43 3 S-2 303 61,96 186 38,04 489 4,81 a. Negeri 176 61,32 111 38,68 287 7,70 b. Swasta 127 62,87 75 37,13 202 3,14 4 S-3 0 0,00 0 0,00 0 0,00 a. Negeri 0 0,00 0 0,00 0 0,00 b. Swasta 0 0,00 0 0,00 0 0,00 5 Profesi 19 0,00 42 0,00 61 0,60 a. Negeri 3 0,00 6 0,00 9 0,24 b. Swasta 16 0,00 36 0,00 52 0,81 6 Jumlah 5.222 51,40 4.938 48,60 10.160 100,00 a. Negeri 2.041 54,75 1.687 45,25 3.728 100,00 b. Swasta 3.181 49,46 3.251 50,54 6.432 100,00

5. Dosen

Dosen adalah tenaga pengajar pada perguruan tinggi. Dosen dapat dikategorikan sebagai dosen tetap dan tidak tetap. Dosen juga dirinci menurut enam tingkat pendidikan yang pernah diikuti, yaitu < S-1, S-1/D-4, S-2, S-3, spesialis, dan profesi menurut status kepegawaian.

Berdasarkan Tabel 7, jumlah dosen PT di provinsi Kalimantan Selatan sebanyak 2.769 orang, dari keenam tingkat pendidikan tersebut, dosen yang terbanyak adalah lulusan S-2 sebesar 1.532 orang atau 55,33% dengan rincian di PT negeri sebanyak 885 orang atau 31,96% dan PT swasta sebanyak 647 orang atau 23,37%. Proporsi dosen terkecil adalah lulusan <S-1 sebanyak 0,47% atau 13 orang dengan rincian di PT negeri sebesar 0,07% atau 2 orang dan PT swasta sebesar 0,40% atau 11 orang. Dengan demikian, sebagian besar dosen sudah memiliki ijazah sesuai dengan ketentuan kelayakan mengajar, yaitu S-2 dan yang lebih tinggi.

Tabel 7

Jumlah Dosen menurut Pendidikan Tertinggi, Status Lembaga, dan Status Kepegawaian Perguruan Tinggi, Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2012/2013

Sumber: Statistik PT 2012/2013, PDSP

Dosen layak mengajar adalah tenaga pengajar yang memiliki ijazah tertinggi S-2 dan yang lebih tinggi. Dosen layak mengajar di program diploma dan S-1 adalah dosen lulusan S-2 dan yang lebih tinggi sedangkan dosen layak mengajar di program pascasarjana adalah dosen lulusan S-3. Oleh karena keterbatasan data yang dimiliki maka dosen layak dimaksud adalah dosen yang memiliki ijazah S-2 dan yang lebih tinggi. Dosen dirinci menurut layak mengajar dan tidak layak mengajar serta menurut status kepegawaian.

1 < S-1 12 80,00 3 20,00 15 0,38 a. Negeri 10 0,00 3 0,00 13 0,33 b. Swasta 2 100,00 0 0,00 2 0,05 2 S-1/D-4 909 75,00 303 25,00 1.212 30,41 a. Negeri 718 70,39 302 29,61 1.020 25,60 b. Swasta 191 99,48 1 0,52 192 4,82 3 S-2 2.292 94,83 125 5,17 2.417 60,65 a. Negeri 1.407 91,84 125 8,16 1.532 38,44 b. Swasta 885 100,00 0 0,00 885 22,21 4 S-3 257 96,62 9 3,38 266 6,68 a. Negeri 146 94,19 9 5,81 155 3,89 b. Swasta 111 100,00 0 0,00 111 2,79 5 Spesialis 33 80,49 8 19,51 41 1,03 a. Negeri 21 72,41 8 27,59 29 0,73 b. Swasta 12 100,00 0 0,00 12 0,30 6 Profesi 32 94,12 2 5,88 34 0,85 a. Negeri 18 0,00 2 0,00 20 0,50 b. Swasta 14 100,00 0 0,00 14 0,35 7 Jumlah 3.535 88,71 450 11,29 3.985 100,00 a. Negeri 2.320 83,78 449 16,22 2.769 69,49 b. Swasta 1.215 99,92 1 0,08 1.216 30,51 Jumlah %

No. Pendidikan Tertinggi Tetap % Tidak Tetap

Tabel 8

Jumlah Dosen menurut Jenis Kelayakan Mengajar, Status Lembaga, dan Status Kepegawaian Perguruan Tinggi, Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2012/2013

Sumber: Statistik PT 2012/2013, PDSP

Tabel 8 menunjukan jumlah dosen layak mengajar sebesar 1.736 orang atau 62,69% lebih besar jika dibandingkan dengan tidak layak mengajar sebesar 1.033 orang atau 37,31%. Selain itu, proporsi dosen layak di PT negeri sebesar 84,05% atau 1.022 orang lebih besar daripada di PT swasta sebesar 45,98% atau 714 orang atau. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa dosen layak di PT negeri lebih baik jika dibandingkan dengan PT swasta, terutama untuk dosen tetap. Oleh karena itu, peningkatan kelayakan dosen mengajar di PT swasta sangat diperlukan.

C. Analisis Indikator Pendidikan Tinggi

Indikator pendidikan merupakan salah satu dari sejumlah faktor yang sangat penting dalam upaya mengetahui tercapainya tujuan sistem pendidikan nasional. Indikator pendidikan dapat digunakan sebagai peringatan awal terhadap permasalahan pendidikan yang ada di lapangan.

Indikator pendidikan disusun untuk mengetahui kinerja suatu daerah dengan mendasarkan pada data kuantitatif pendidikan. Kinerja pendidikan diukur dengan menggunakan misi pendidikan 5K. Misi pendidikan 5K terdiri dari 1) misi K-1 meningkatkan ketersediaan layanan pendidikan, 2) misi K-2 memperluas keterjangkauan layanan pendidikan, 3) misi K-3 meningkatkan kualitas dan relevansi layanan pendidikan, 4) misi K-4 mewujudkan kesetaraan dalam memperoleh layanan pendidikan, dan 5) misi K-5 menjamin kepastian memperoleh layanan pendidikan. Penggabungan kelima misi pendidikan tersebut menghasilkan kinerja program pendidikan.

Berdasarkan kelima misi pendidikan tersebut, disusun enam jenis komposit indikator, yaitu 1) ketersediaan layanan, 2) keterjangkauan layanan, 3) kualitas layanan, 4) kesetaraan layanan, 5) kepastian layanan, dan 6) kinerja program pendidikan. Analisis misi K-1 digunakan untuk mengukur ketersediaan layanan pendidikan pada suatu daerah. Analisis misi K-2 digunakan untuk mengukur keterjangkauan layanan pendidikan pada suatu daerah. Analisis misi K-3 digunakan untuk mengukur kualitas layanan pendidikan pada suatu daerah. Analisis misi K-4 digunakan untuk mengukur kesetaraan layanan pendidikan. Analisis misi K-5 digunakan untuk mengukur kepastian memperoleh layanan

1 Tidak layak 728 31,38 305 67,93 1.033 37,31 a. Negeri 193 15,88 1 100,00 194 15,95 b. Swasta 535 48,42 304 67,86 839 54,02 2 Layak 1.592 68,62 144 32,07 1.736 62,69 Negeri 1.022 84,12 0 0,00 1.022 84,05 Swasta 570 51,58 144 32,14 714 45,98 3 Jumlah 2.320 100,00 449 100,00 2.769 100,00 Negeri 1.215 52,37 1 0,22 1.216 43,91 Swasta 1.105 47,63 448 99,78 1.553 56,09 Jumlah %

No. Kriteria Tetap % Tidak

pendidikan. Kinerja program pendidikan untuk mengukur sejauh mana ketercapaian program pembangunan yang telah dilakukan pada tahun berjalan. 1. Ketersediaan Layanan Pendidikan: Misi K-1

Berdasarkan Rencana Strategi Pembangunan Pendidikan tahun 2010-2014, diperlukan indikator pendidikan yang dapat menilai kemajuan pendidikan, termasuk kemajuan program pembangunan PT. Indikator ketersediaan layanan PT digunakan rasio mahasiswa per lembaga. Indikator keterjangkauan layanan PT digunakan daerah terjangkau. Indikator kualitas layanan PT digunakan empat jenis indikator, yaitu rasio mahasiswa per dosen, rasio dosen per lembaga, angka produktivitas, dan kelayakan dosen mengajar. Indikator kesetaraan layanan Pendidikan digunakan tiga jenis indikator, yaitu PG APK, IPG APK, dan persentase mahasiswa swasta. Indikator kepastian layanan pendidikan digunakan dua jenis indikator, yaitu APK dan AM ke PT.

Tabel 9

Indikator Ketersediaan Layanan Pendidikan Misi K-1 Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2012/2013

Grafik 4

Ketersediaan Layanan Pendidikan Misi K-1 Provinsi Kalimantan SelatanTahun 2012/2013

Rasio mahasiswa per lembaga menggambarkan kepadatan mahasiswa pada suatu lembaga baik untuk universitas, institut, sekolah tinggi, akademi, maupun politeknik. Semakin besar nilainya berarti semakin padat mahasiswa yang ada pada lembaga tersebut. Berdasarkan Tabel 9 dan Grafik 4, rasio mahasiswa per lembaga sebesar 1.657 dengan rincian di negeri sebesar 10.393 orang dan di swasta sebesar 1.260 orang. Bila dirinci menurut jenis lembaga maka PT terpadat pada universitas sebesar 11.795 dan terjarang pada akademi sebesar 319 Bila

No. Indikator Universitas Institut ST Akademi Politeknik Rata2

1 Rasio Mahasiswa per Lembaga 11.795 0 1.586 319 678 1.657

a. Negeri 18.401 0 0 0 2.384 10.393 b. Swasta 8.493 0 1.586 319 252 1.260 0 2.000 4.000 6.000 8.000 10.000 12.000 14.000 16.000 18.000 20.000

Universitas Institut ST Akademi Politeknik Rata2

18.401 0 0 0 2.384 10.393 8.493 0 1.586 319 252 1.260 11.795 0 1.586 319 678 1.657

dirinci menurut status dan jenis lembaga maka PT negeri pada universitas yang terpadat sebesar 18.401 dan terjarang pada politeknik sebesar 2.384 sedangkan PT swasta pada universitas yang terpadat sebesar 8.493 dan terjarang pada politeknik sebesar 252.

2. Keterjangkauan Layanan Pendidikan: Misi K-2

Untuk melihat keterjangkauan layanan maka digunakan indikator kepadatan lembaga dan kepadatan penduduk usia PT dengan daerah terjangkau lembaga dan mahasiswa. Daerah terjangkau dihitung dari jarak 25 km2 dengan rincian daerah terjangkau mahasiswa dibagi dengan daerah terjangkau lembaga. Bila nilainya tinggi maka keterjangkauan makin luas, bila nilainya rendah maka keterjangkauannya makin kecil. Oleh karena itu, makin tinggi nilainya berarti makin baik karena jangkauannya makin luas.

Tabel 10

Indikator Keterjangkauan Layanan Pendidikan Misi K-2 Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2012/2013

Berdasarkan Tabel 10, kepadatan lembaga hanya sebesar 0,001187 lembaga per km2 sedangkan kepadatan penduduk usia 19-23 sebesar 8,96 orang per km2.

Daerah terjangkau lembaga dalam radius 25 km2 sebesar 2,00 lembaga per km2

sedangkan daerah terjangkau mahasiswa sebesar 17.592 mahasiswa per km2.

Dengan demikian, daerah terjangkau sebesar 8.796 mahasiswa per km2.

3. Kualitas Layanan Pendidikan: Misi K-3

Analisis indikator peningkatan mutu dan relevansi pendidikan digunakan untuk mengukur mutu pendidikan suatu daerah. Peningkatan mutu bisa dilakukan melalui proses belajar mengajar yang efektif dan ditunjang oleh sumber daya, sarana/prasarana serta biaya yang memadai. Proses belajar yang bermutu akan menghasilkan lulusan yang mampu mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi. Sejalan dengan ketersediaan layanan maka peningkatan mutu untuk semua program pendidikan tinggi juga dilaksanakan.

Berdasarkan Rencana Strategi Pembangunan Pendidikan 2010-2014 dan kualitas layanan pendidikan maka indikator pendidikan yang digunakan untuk pendidikan tinggi dapat dilihat dari tiga jenis, yaitu mahasiswa, dosen, dan lembaga. Berdasarkan ketiga jenis strategi tersebut maka dijabarkan menjadi empat indikator, yaitu 1) rasio mahasiswa per dosen (R-M/D), 2) rasio dosen per

Daerah

Lembaga P19-23 Lembaga Mahasiswa terjangkau

1 Daerah terjangkau 0,001187 8,96 2,00 17.592 8.796

Kepadatan Daerah terjangkau

lembaga (R-D/L), 3) angka produktivitas (APro), dan 4) persentase dosen layak (%DL). Indikator 1, 2, dan 4 dilihat dosen, dan indikator 3 dilihat dari mahasiswa.

Tabel 11

Indikator Kualitas Layanan Pendidikan Misi K-3 Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2012/2013

Tabel 11 (lanjutan)

Indikator Kualitas Layanan Pendidikan Misi K-3 Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2012/2013

Grafik 5

Rasio Mahasiswa per Dosen menurut Jenis Lembaga Perguruan Tinggi