• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROFIL PENDIDIKAN TINGGI TAHUN 2012/2013 PROVINSI MALUKU UTARA

A. Pendahuluan

Profil Pendidikan Tinggi (Profil PT) disusun berdasarkan pada Statistik Perguruan Tinggi Tahun 2012/2013 yang diterbitkan oleh Pusat Data dan Statistik Pendidikan (PDSP), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud). Sesuai dengan Statistik Perguruan Tinggi maka Profil PT juga menyajikan data pada tahun akademik 2012/2013.

Profil PT mengacu pada visi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) 2014. Berdasarkan visi tersebut terdapat layanan prima pendidikan nasional yang dijabarkan menjadi misi pendidikan 5K. Visi Kemdikbud 2014 adalah terselenggaranya layanan prima pendidikan nasional. Indikator pendidikan yang dimaksud disesuaikan dengan Rencana Strategi (Renstra) Kemdikbud dalam rangka Pembangunan Pendidikan 2010-2014 yang terdiri dari tiga pilar kebijakan dan dijabarkan dalam misi pendidikan 5K. Misi pendidikan 5K terdiri atas 1) misi K-1 meningkatkan ketersediaan layanan pendidikan, 2) misi K-2 memperluas keterjangkauan layanan pendidikan, 3) misi K-3 meningkatkan kualitas dan relevansi layanan pendidikan, 4) misi K-4 mewujudkan kesetaraan dalam memperoleh layanan pendidikan, dan 5) misi K-5 menjamin kepastian memperoleh layanan pendidikan.

Profil PT terdiri atas data dan indikator pendidikan. Data pendidikan dirinci

menjadi lima variabel, yaitu 1) lembaga pendidikan, 2) mahasiswa baru, 3) mahasiswa, 4) lulusan, dan 5) dosen. Kelima variabel data tersebut dirinci

menurut jenis lembaga dan status lembaga. Pendidikan tinggi terdiri dari lima

jenis lembaga PT, yaitu 1) universitas, 2) institut, 3) sekolah tinggi (ST), 4) akademi, dan 5) politeknik. Pendidikan tinggi dirinci menurut status lembaga,

yaitu negeri dan swasta.

Indikator pendidikan dirinci berdasarkan misi pendidikan 5K. Untuk misi K-1 adalah rasio mahasiswa per lembaga yang dirinci menurut jenis dan status lembaga PT. Untuk misi K-2 adalah daerah terjangkau yang dihitung dari daerah terjangkau mahasiswa dibagi dengan daerah terjangkau lembaga. Daerah yang bisa dijangkau oleh mahasiswa dalam jarak 25 km2. Oleh karena itu, daerah terjangkau lembaga adalah jari-jari dikalikan 25 km dan dikalikan dengan

kepadatan lembaga sedangkan daerah terjangkau mahasiswa adalah jari-jari dikalikan 25 km dan dikalikan dengan kepadatan penduduk 19-23 tahun. Untuk misi K-3 terdiri dari empat jenis, yaitu rasio mahasiswa per dosen, rasio dosen per lembaga, dan angka produktivitas menurut status jenis dan status, sedangkan kelayakan mengajar dosen menurut status lembaga. Untuk misi K-4 terdiri dari tiga jenis, yaitu perbedaan gender APK, indeks paritas gender APK, dan persentase mahasiswa swasta menurut jenis lembaga. Untuk misi K-5 terdiri dari dua jenis, yaitu APK dan AM ke PT menurut jenis lembaga. Dengan demikian, jumlah indikator yang digunakan untuk menilai kinerja pendidikan tinggi sebanyak 11 jenis indikator pendidikan.

Tabel 1

Standar untuk Melakukan Konversi

Oleh karena 11 indikator tersebut memiliki satuan yang berbeda maka diperlukan standar untuk menyatukan nilainya seperti disajikan pada Tabel 1. Hanya ada empat indikator yang menggunakan ideal, yaitu %DL, PG APK, IPG APK, dan AM PT. Berdasarkan perhitungan kinerja maka nilai kinerja menurut jenis disajikan pada Tabel 2.

Tabel 2 Jenis Kinerja

B. Data Pendidikan

Gambaran umum pendidikan tinggi disajikan pada Tabel 3 yang dirinci menurut variabel pendidikan, status lembaga, dan jenis lembaga.

Berdasarkan Tabel 3, pada tahun 2012/2013 jumlah lembaga PT di provinsi Maluku Utara adalah 17 dengan rincian 5 universitas (29,41%), 6 sekolah tinggi (35,29%), 3 akademi (17,65%), dan 3 politeknik (17,65%). Dengan demikian, jenis lembaga terbesar adalah sekolah tinggi dan terkecil adalah politeknik dan

No. Misi Indikator Standar Penjelasan

1 Misi K-1 Ketersediaan Rasio M/L 2.000 Asumsi

2 Mis K-2 Keterjangkauan DT 8.500 Asumsi

3 Misi K-3 Kualitas R-M/D 25 Asumsi

R-D/L 100 Asumsi

Aproduk 25 Asumsi

%DL 100 Ideal

4 Misi K-4 Kesetaraan PG APK 0 Ideal

IPG APK 1 Ideal

%MhsSwt 75 Asumsi

5 Misi K-5 Kepastian APK 30 Asumsi

AM PT 100 Ideal

No. Jenis Kinerja 1 Paripurna 2 Utama 3 Madya 4 Pratama 5 Kurang 80.00-84.99 kurang dari 80.00 Nilai 95.00 ke atas 90.00-94.99 85.00-89.99

akadmei. Untuk status lembaga negeri hanya memiliki 1 universitas sehingga jumlah lembaga negeri sebesar 1 lembaga, sedangkan untuk lembaga swasta terdapat 4 universitas, 6 sekolah tinggi, 3 akademi, dan 3 politeknik sehingga jumlahnya 16 lembaga. Dengan demikian, jenis status lembaga negeri terbesar adalah universitas sedangkan status lembaga swasta terbesar adalah sekolah tinggi dan terkecil adalah politeknik dan akademi.

Tabel 3

Gambaran Umum Pendidikan Tinggi Provinsi Maluku Utara, Tahun 2012/2013

Sumber: Statistik PT 2012/2013, PDSP

Grafik 1

Jumlah Lembaga Menurut Jenis dan Status Lembaga Perguruan Tinggi Provinsi Maluku Utara, Tahun 2012/2013

Jumlah mahasiswa baru PT di provinsi Maluku Utara sebesar 4.197 orang, berada di negeri sebesar 1.917 orang lebih besar daripada di swasta sebesar 2.280 orang. Bila dilihat menurut jenis lembaga, jumlah mahasiswa baru universitas yang terbesar sebesar 3.155 orang atau 75,17% dan terkecil pada akademi sebesar 79 orang atau 1,88%. Bila dilihat menurut status lembaga maka mahasiswa baru PT negeri pada universitas yang seluruhnya sebesar 1.917 orang

No. Variabel Universitas % Institut % ST % Akademi % Politeknik % Jumlah

1 Lembaga 5 29,41 0 0,00 6 35,29 3 17,65 3 17,65 17 a. Negeri 1 100,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00 1 b. Swasta 4 25,00 0 0,00 6 37,50 3 18,75 3 18,75 16 2 Mahasiswa Baru 3.155 75,17 0 0,00 859 20,47 79 1,88 104 2,48 4.197 a. Negeri 1.917 100,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00 1.917 b. Swasta 1.238 54,30 0 0,00 859 37,68 79 3,46 104 4,56 2.280 3 Mahasiswa 16.771 64,25 0 0,00 7.584 29,05 825 3,16 923 3,54 26.103 a. Negeri 7.101 100,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00 7.101 b. Swasta 9.670 50,89 0 0,00 7.584 39,91 825 4,34 923 4,86 19.002 4 Lulusan 2.120 75,96 0 0,00 553 19,81 51 1,83 67 2,40 2.791 a. Negeri 1.322 100,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00 1.322 b. Swasta 798 54,32 0 0,00 553 37,64 51 3,47 67 4,56 1.469 5 Dosen 989 69,55 0 0,00 313 22,01 38 2,67 82 5,77 1.422 a. Negeri 515 100,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00 515 b. Swasta 474 52,26 0 0,00 313 34,51 38 4,19 82 9,04 907 0 2 4 6 8 10 12 14 16 18

Universitas Institut ST Akademi Politeknik Jumlah

1 0 0 0 0 1 4 0 6 3 3 16 5 0 6 3 3 17

dan PT swasta juga pada universitas sebesar 1.238 orang atau 54,30%. Sebaliknya, yang terkecil untuk PT swasta adalah akademi sebesar 79 orang atau 3,46%. Dengan demikian, dominasi mahasiswa baru PT negeri pada universitas dan PT swasta juga pada universitas. Dapat dikatakan bahwa universitas masih menjadi idola banyak orang ketika melanjutkan ke PT.

Grafik 2

Jumlah Mahasiswa Baru dan Mahasiswa PT Provinsi Maluku Utara, Tahun 2012/2013

Jumlah mahasiswa PT provinsi Maluku Utara sebanyak 26.103 orang berada di PT negeri sebanyak 7.101 orang dan di PT swasta sebanyak 19.002 orang. Bila dilihat menurut jenis lembaga, jumlah mahasiswa terbesar di universitas sebanyak 16.771 orang atau 64,25%. Bila dilihat menurut status lembaga, mahasiswa PT negeri pada universitas seluruhnya sebesar 7.101 orang dan PT swasta juga pada universitas sebesar 9.670 orang atau 50,89%. Sebaliknya, yang terkecil untuk PT swasta adalah akademi sebesar 825 orang atau 4,34%. Dengan demikian, dominasi mahasiswa PT negeri pada universitas dan PT swasta juga pada universitas.

Grafik 3

Jumlah Lulusan dan Dosen PT Provinsi Maluku Utara, Tahun 2012/2013

0 5.000 10.000 15.000 20.000 25.000 30.000

Negeri Swasta Jumlah

1.917 2.280

4.197 7.101

19.002

26.103

Mahasiswa Baru Mahasiswa

0 500 1.000 1.500 2.000 2.500 3.000

Negeri Swasta Jumlah

1.322 1.469 2.791 515 907 1.422 Lulusan Dosen

Jumlah lulusan PT provinsi Maluku Utara sebanyak 2.791 orang dengan lulusan dari PT negeri sebanyak 1.322 orang dan dari PT swasta sebanyak 1.469 orang. Bila dilihat per jenis lembaga maka lulusan terbanyak juga pada universitas sebesar 2.120 orang atau 75,96% Bila dilihat menurut status lembaga, lulusan PT negeri pada universitas seluruhnya sebesar 1.322 orang dan PT swasta juga pada universitas sebesar 798 orang atau 54,32%. Sebaliknya, yang terkecil untuk PT swasta adalah akademi sebesar 51 orang atau 3,47%. Dengan demikian, dominasi lulusan PT negeri pada universitas dan PT swasta juga pada universitas.

Jumlah dosen PT provinsi Maluku Utara sebanyak 1.422 orang dengan dosen dari PT negeri sebanyak 515 orang dan dari PT swasta sebanyak 907 orang. Bila dilihat per jenis lembaga, jumlah dosen terbanyak juga pada universitas sebesar 989 orang atau 69,55% dan terkecil pada akademi sebesar 38 orang atau 2,67%. Bila dilihat menurut status lembaga, dosen PT negeri seluruhnya pada universitas sebesar 515 orang dan PT swasta juga pada universitas sebesar 474 atau 52,26%. Sebaliknya, yang terkecil untuk PT swasta pada akademi sebesar 38 orang atau 4,19%. Dengan demikian, dominasi dosen PT negeri juga pada universitas dan PT swasta juga pada universitas.

Secara rinci, pembangunan pendidikan di setiap jenis dan status lembaga PT tidak sama. Oleh karena itu, dilakukan penjabaran pada setiap jenis variabel pendidikan, seperti lembaga, mahasiswa baru, mahasiswa, lulusan, dan dosen. 1. Lembaga

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, lembaga adalah sekolah atau tempat belajar pada tingkat pendidikan tinggi.

Jumlah PT provinsi Maluku Utara sebanyak 17 lembaga dengan rincian menurut status lembaga adalah PT negeri sebanyak 1 lembaga dan PT swasta sebanyak 16 lembaga. Bila dirinci menurut jenis lembaga maka terdapat 5 universitas atau 29,41%, 6 sekolah tinggi atau 35,29%, 3 akademi atau 17,65%, dan 3 politeknik atau 17,65%. Bila dirinci menurut status lembaga maka pada PT negeri terdiri dari 1 universitas sedangkan PT swasta terdiri dari 4 universitas, 6 ST, 3 akademi, dan 3 politeknik.

2. Mahasiswa Baru

Mahasiswa baru adalah pendaftar pada pendidikan tinggi yang telah lulus dalam seleksi ujian masuk ke perguruan tinggi. Mahasiswa baru dirinci menurut tiga jenis program, yaitu S-0 atau diploma, S-1 atau sarjana, S-2 dan S-3 atau pascasarjana. Mahasiswa baru juga dirinci menurut jenis kelamin, yaitu laki-laki dan perempuan.

Tabel 4

Jumlah Mahasiswa Baru menurut Jenjang Program, Status Lembaga, dan Jenis Kelamin, Perguruan Tinggi

Provinsi Maluku Utara, Tahun 2012/2013

Sumber: Statistik PT 2012/2013, PDSP

Tabel 4 merupakan jumlah mahasiswa baru PT provinsi Maluku Utara sebanyak 4.197 orang, bila dirinci menurut lima jenjang program tersebut yang terbanyak diterima menjadi mahasiswa baru pada program S-1 sebesar 3.918 orang atau 93,35% dengan rincian di PT negeri sebanyak 1.889 orang atau 98,54% dan PT swasta sebanyak 2.029 orang atau 88,99%. Sebaliknya, yang masuk program S-2 yang terkecil sebesar 43 orang atau 1,02% dengan rincian di PT negeri sebesar 28 orang atau 1,46% dan PT swasta sebesar 15 orang atau 0,66%. Hal ini menunjukkan minat untuk masuk ke program profesi S-2 sangat kecil jika dibandingkan dengan program lainnya.

Berdasarkan jenis kelamin, proporsi mahasiswa baru laki-laki terbesar pada program S-2 sebesar 58,14% atau 25 orang, jika dibandingkan dengan perempuan sebesar 41,86% atau 18 orang. Jumlah mahasiswa baru laki-laki terkecil pada program S-0 sebesar 39,41% atau 93 orang jika dibandingkan dengan perempuan sebesar 60,59% atau 143 orang. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa makin tinggi jenjang pendidikan laki-laki ternyata makin banyak bersekolah di PT. Sebaliknya, makin rendah jenjang pendidikan makin banyak perempuan bersekolah di PT. Hal ini berarti minat perempuan melanjutkan ke jenjang yang paling tinggi ternyata lebih rendah jika dibandingkan dengan laki-laki.

3. Mahasiswa

Mahasiswa adalah peserta didik yang terdaftar pada jenjang pendidikan tinggi. Mahasiswa dirinci menurut empat jenis program, yaitu S-0 atau diploma, S-1 atau sarjana, S-2 dan S-3 atau pascasarjana. Mahasiswa juga dirinci menurut jenis kelamin, yaitu laki-laki dan perempuan.

No. Jenjang Program Laki2 % Perempuan % Jumlah %

1 S-0 93 39,41 143 60,59 236 5,62 a. Negeri 0 0,00 0 0,00 0 0,00 b. Swasta 93 39,41 143 60,59 236 10,35 2 S-1 2.097 53,52 1.821 46,48 3.918 93,35 a. Negeri 1.041 55,11 848 44,89 1.889 98,54 b. Swasta 1.056 52,05 973 47,95 2.029 88,99 3 S-2 25 58,14 18 41,86 43 1,02 a. Negeri 12 42,86 16 57,14 28 1,46 b. Swasta 13 86,67 2 13,33 15 0,66 4 S-3 0 0,00 0 0,00 0 0,00 a. Negeri 0 0,00 0 0,00 0 0,00 b. Swasta 0 0,00 0 0,00 0 0,00 5 Profesi 0 0,00 0 0,00 0 0,00 a. Negeri 0 0,00 0 0,00 0 0,00 b. Swasta 0 0,00 0 0,00 0 0,00 6 Jumlah 2.215 52,78 1.982 47,22 4.197 100,00 a. Negeri 1.053 54,93 864 45,07 1.917 100,00 b. Swasta 1.162 50,96 1.118 49,04 2.280 100,00

Tabel 5 menunjukkan jumlah mahasiswa PT provinsi Maluku Utara sebesar 26.103 orang, bila dirinci menurut lima jenjang program, mahasiswa yang terbanyak pada jenjang S-1 sebesar 23.906 orang atau 91,58% dengan rincian di PT negeri sebanyak 6.997 orang atau 26,81% dan PT swasta sebanyak 16.909 orang atau 64,78%. Besarnya mahasiswa di PT swasta karena memang lembaga PT swasta lebih besar jika dibandingkan dengan lembaga PT negeri. Jumlah mahasiswa terkecil adalah pada jenjang S-2 sebanyak 232 orang atau 0,89% dengan rincian di PT negeri sebesar 104 orang atau 0,40% dan PT swasta sebesar 128 orang atau 0,49%. Hal ini berarti minat melanjutkan ke jenjang yang paling tinggi atau S-2 ternyata masih sangat kecil.

Tabel 5

Jumlah Mahasiswa menurut Jenjang Program, Status Lembaga, dan Jenis Kelamin serta Penduduk Usia 19-23 tahun menurut Jenis Kelamin

Perguruan Tinggi, Provinsi Maluku Utara, Tahun 2012/2013

Sumber: Statistik PT 2012/2013, PDSP dan Proyeksi BPS

Berdasarkan jenis kelamin, proporsi mahasiswa laki-laki terbesar pada jenjang S-2 sebanyak 65,52% atau 152 orang jika dibandingkan dengan perempuan sebanyak 34,48% atau 80 orang. Proporsi mahasiswa laki-laki terkecil pada jenjang S-0 sebanyak 39,39% atau 774 orang dan lebih kecil jika dibandingkan dengan perempuan sebanyak 60,61% atau 1.191 orang. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa makin tinggi jenjang pendidikan laki-laki ternyata makin banyak bersekolah di PT. Sebaliknya, makin rendah jenjang pendidikan makin banyak perempuan bersekolah di PT. Hal ini berarti kesempatan perempuan bersekolah di jenjang yang paling tinggi ternyata lebih rendah jika dibandingkan dengan laki-laki.

Dilihat dari penduduk usia PT maka penduduk usia 19-23 tahun provinsi Maluku Utara sebesar 96.450 orang dengan rincian laki-laki sebesar 50.631 atau 52,49% lebih besar daripada perempuan sebesar 45.819 orang atau 47,51%.

No. Jenjang Program Laki2 % Perempuan % Jumlah %

1 S-0 774 39,39 1.191 60,61 1.965 7,53 a. Negeri 0 0,00 0 0,00 0 0,00 b. Swasta 774 39,39 1.191 60,61 1.965 7,53 2 S-1 12.661 52,96 11.245 47,04 23.906 91,58 a. Negeri 3.857 55,12 3.140 44,88 6.997 26,81 b. Swasta 8.804 52,07 8.105 47,93 16.909 64,78 3 S-2 152 65,52 80 34,48 232 0,89 a. Negeri 43 41,35 61 58,65 104 0,40 b. Swasta 109 85,16 19 14,84 128 0,49 4 S-3 0 0,00 0 0,00 0 0,00 a. Negeri 0 0,00 0 0,00 0 0,00 b. Swasta 0 0,00 0 0,00 0 0,00 5 Profesi 0 0,00 0 0,00 0 0,00 a. Negeri 0 0,00 0 0,00 0 0,00 b. Swasta 0 0,00 0 0,00 0 0,00 6 Jumlah 13.587 52,05 12.516 47,95 26.103 100,00 a. Negeri 3.900 54,92 3.201 45,08 7.101 100,00 b. Swasta 9.687 50,98 9.315 49,02 19.002 100,00 7 Penduduk 19-23 th 50.631 52,49 45.819 47,51 96.450

4. Lulusan

Lulusan adalah mahasiswa yang telah menyelesaikan kuliahnya berdasarkan pada hasil ujian dan paper/tesis/disertasi yang disiapkan pada suatu jenjang pendidikan tinggi. Lulusan dapat dirinci menurut empat program, yaitu S-0, S-1, S-2, dan S-3. Lulusan S-0 juga dirinci menurut diploma 1, diploma 2, diploma 3, dan diploma 4. Lulusan diploma 1 dengan masa kuliah selama 1 tahun, diploma 2 selama 2 tahun, diploma 3 selama 3 tahun, dan diploma 4 selama 4 tahun. Lulusan S-1 dengan masa kuliah selama 4 tahun sedangkan lulusan S-2 dan S-3 selama 2 tahun.

Tabel 6

Jumlah Lulusan menurut Jenjang Program, Status Lembaga, dan Jenis Kelamin Perguruan Tinggi, Provinsi Maluku Utara, Tahun 2012/2013

Sumber: Statistik PT 2012/2013, PDSP

Tabel 6 merupakan jumlah lulusan PT provinsi Maluku Utara sebanyak 2.791 orang, dari kelima jenjang program tersebut, jumlah lulusan yang terbanyak pada jenjang S-1 sebesar 2.610 orang atau 93,51% dengan rincian di PT negeri sebanyak 1.303 orang dan PT swasta sebanyak 1.307 orang. Jumlah lulusan terkecil adalah pada jenjang S-2 pada PT sebanyak 29 orang atau 1,04% dengan rincian PT negeri sebesar 19 orang dan PT swasta sebanyak 10 orang. Hal ini berarti sejalan dengan jumlah mahasiswa maka lulusan di jenjang yang paling tinggi ternyata masih sangat kecil.

Berdasarkan jenis kelamin, proporsi lulusan laki-laki terbesar pada jenjang S-2 sebesar 58,6S-2% atau 17 orang, jika dibandingkan dengan perempuan sebesar 41,38% atau 12 orang. Proporsi lulusan laki-laki terkecil pada program profesi sebesar 39,47% atau 60 orang, jika dibandingkan dengan lulusan perempuan sebesar 60,53% atau 92 orang. Hal ini berarti seperti halnya mahasiswa maka lulusan perempuan di jenjang yang paling tinggi ternyata juga lebih rendah jika dibandingkan dengan laki-laki.

No. Jenjang Program Laki2 % Perempuan % Jumlah %

1 S-0 60 39,47 92 60,53 152 5,45 a. Negeri 0 0,00 0 0,00 0 0,00 b. Swasta 60 39,47 92 60,53 152 10,35 2 S-1 1.399 53,60 1.211 46,40 2.610 93,51 a. Negeri 718 55,10 585 44,90 1.303 98,56 b. Swasta 681 52,10 626 47,90 1.307 88,97 3 S-2 17 58,62 12 41,38 29 1,04 a. Negeri 8 42,11 11 57,89 19 1,44 b. Swasta 9 90,00 1 10,00 10 0,68 4 S-3 0 0,00 0 0,00 0 0,00 a. Negeri 0 0,00 0 0,00 0 0,00 b. Swasta 0 0,00 0 0,00 0 0,00 5 Profesi 0 0,00 0 0,00 0 0,00 a. Negeri 0 0,00 0 0,00 0 0,00 b. Swasta 0 0,00 0 0,00 0 0,00 6 Jumlah 1.476 52,88 1.315 47,12 2.791 100,00 a. Negeri 726 54,92 596 45,08 1.322 100,00 b. Swasta 750 51,06 719 48,94 1.469 100,00

5. Dosen

Dosen adalah tenaga pengajar pada perguruan tinggi. Dosen dapat dikategorikan sebagai dosen tetap dan tidak tetap. Dosen juga dirinci menurut enam tingkat pendidikan yang pernah diikuti, yaitu < S-1, S-1/D-4, S-2, S-3, spesialis, dan profesi menurut status kepegawaian.

Berdasarkan Tabel 7, jumlah dosen PT di provinsi Maluku Utara sebanyak 1.422 orang, dari keenam tingkat pendidikan tersebut, dosen yang terbanyak adalah lulusan S-2 sebesar 748 orang atau 52,60% dengan rincian di PT negeri sebanyak 413 orang atau 29,04% dan PT swasta sebanyak 335 orang atau 23,56%. Proporsi dosen terkecil adalah lulusan <S-1 sebanyak 0,07% atau 1 orang dengan rincian seluruhnya di PT swasta sebesar. Dengan demikian, sebagian besar dosen sudah memiliki ijazah sesuai dengan ketentuan kelayakan mengajar, yaitu S-2 dan yang lebih tinggi.

Tabel 7

Jumlah Dosen menurut Pendidikan Tertinggi, Status Lembaga, dan Status Kepegawaian Perguruan Tinggi, Provinsi Maluku Utara, Tahun 2012/2013

Sumber: Statistik PT 2012/2013, PDSP

Dosen layak mengajar adalah tenaga pengajar yang memiliki ijazah tertinggi S-2 dan yang lebih tinggi. Dosen layak mengajar di program diploma dan S-1 adalah dosen lulusan S-2 dan yang lebih tinggi sedangkan dosen layak mengajar di program pascasarjana adalah dosen lulusan S-3. Oleh karena keterbatasan data yang dimiliki maka dosen layak dimaksud adalah dosen yang memiliki ijazah S-2 dan yang lebih tinggi. Dosen dirinci menurut layak mengajar dan tidak layak mengajar serta menurut status kepegawaian.

1 < S-1 0 0,00 1 100,00 1 0,07 a. Negeri 0 0,00 0 0,00 0 0,00 b. Swasta 0 0,00 1 100,00 1 0,07 2 S-1/D4 289 46,02 339 53,98 628 44,16 a. Negeri 67 100,00 0 0,00 67 4,71 b. Swasta 222 39,57 339 60,43 561 39,45 3 S-2 636 85,03 112 14,97 748 52,60 a. Negeri 413 100,00 0 0,00 413 29,04 b. Swasta 223 66,57 112 33,43 335 23,56 4 S-3 40 95,24 2 4,76 42 2,95 a. Negeri 35 100,00 0 0,00 35 2,46 b. Swasta 5 71,43 2 28,57 7 0,49 5 Spesialis 0 0,00 2 100,00 2 0,14 a. Negeri 0 0,00 0 0,00 0 0,00 b. Swasta 0 0,00 2 100,00 2 0,14 6 Profesi 0 0,00 1 100,00 1 0,07 a. Negeri 0 0,00 0 0,00 0 0,00 b. Swasta 0 0,00 1 100,00 1 0,07 7 Jumlah 965 67,86 457 32,14 1.422 100,00 a. Negeri 515 100,00 0 0,00 515 36,22 b. Swasta 450 49,61 457 50,39 907 63,78 Jumlah %

No. Pendidikan Tertinggi Tetap % Tidak Tetap

Tabel 8

Jumlah Dosen menurut Jenis Kelayakan Mengajar, Status Lembaga, dan Status Kepegawaian Perguruan Tinggi, Provinsi Maluku Utara, Tahun 2012/2013

Sumber: Statistik PT 2012/2013, PDSP

Tabel 8 menunjukan jumlah dosen layak mengajar sebesar 793 orang atau 55,77% lebih besar jika dibandingkan dengan tidak layak mengajar sebesar 629 orang atau 44,23%. Selain itu, proporsi dosen layak di PT negeri sebesar 86,99% atau 448 orang lebih besar daripada di PT swasta sebesar 38,04% atau 345 orang atau. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa dosen layak di PT negeri lebih baik jika dibandingkan dengan PT swasta, terutama untuk dosen tetap. Oleh karena itu, peningkatan kelayakan dosen mengajar di PT swasta sangat diperlukan.

C. Analisis Indikator Pendidikan Tinggi

Indikator pendidikan merupakan salah satu dari sejumlah faktor yang sangat penting dalam upaya mengetahui tercapainya tujuan sistem pendidikan nasional. Indikator pendidikan dapat digunakan sebagai peringatan awal terhadap permasalahan pendidikan yang ada di lapangan.

Indikator pendidikan disusun untuk mengetahui kinerja suatu daerah dengan mendasarkan pada data kuantitatif pendidikan. Kinerja pendidikan diukur dengan menggunakan misi pendidikan 5K. Misi pendidikan 5K terdiri dari 1) misi K-1 meningkatkan ketersediaan layanan pendidikan, 2) misi K-2 memperluas keterjangkauan layanan pendidikan, 3) misi K-3 meningkatkan kualitas dan relevansi layanan pendidikan, 4) misi K-4 mewujudkan kesetaraan dalam memperoleh layanan pendidikan, dan 5) misi K-5 menjamin kepastian memperoleh layanan pendidikan. Penggabungan kelima misi pendidikan tersebut menghasilkan kinerja program pendidikan.

Berdasarkan kelima misi pendidikan tersebut, disusun enam jenis komposit indikator, yaitu 1) ketersediaan layanan, 2) keterjangkauan layanan, 3) kualitas layanan, 4) kesetaraan layanan, 5) kepastian layanan, dan 6) kinerja program pendidikan. Analisis misi K-1 digunakan untuk mengukur ketersediaan layanan pendidikan pada suatu daerah. Analisis misi K-2 digunakan untuk mengukur keterjangkauan layanan pendidikan pada suatu daerah. Analisis misi K-3 digunakan untuk mengukur kualitas layanan pendidikan pada suatu daerah. Analisis misi K-4 digunakan untuk mengukur kesetaraan layanan pendidikan.

1 Tidak layak 289 29,95 340 74,40 629 44,23 a. Negeri 67 13,01 0 0,00 67 13,01 b. Swasta 222 49,33 340 74,40 562 61,96 2 Layak 676 70,05 117 25,60 793 55,77 Negeri 448 86,99 0 0,00 448 86,99 Swasta 228 50,67 117 25,60 345 38,04 3 Jumlah 965 100,00 457 100,00 1.422 100,00 Negeri 515 53,37 0 0,00 515 36,22 Swasta 450 46,63 457 100,00 907 63,78 Jumlah %

No. Kriteria Tetap % Tidak Tetap

Analisis misi K-5 digunakan untuk mengukur kepastian memperoleh layanan pendidikan. Kinerja program pendidikan untuk mengukur sejauh mana ketercapaian program pembangunan yang telah dilakukan pada tahun berjalan. 1. Ketersediaan Layanan Pendidikan: Misi K-1

Berdasarkan Rencana Strategi Pembangunan Pendidikan tahun 2010-2014, diperlukan indikator pendidikan yang dapat menilai kemajuan pendidikan, termasuk kemajuan program pembangunan PT. Indikator ketersediaan layanan PT digunakan rasio mahasiswa per lembaga. Indikator keterjangkauan layanan PT digunakan daerah terjangkau. Indikator kualitas layanan PT digunakan empat jenis indikator, yaitu rasio mahasiswa per dosen, rasio dosen per lembaga, angka produktivitas, dan kelayakan dosen mengajar. Indikator kesetaraan layanan Pendidikan digunakan tiga jenis indikator, yaitu PG APK, IPG APK, dan persentase mahasiswa swasta. Indikator kepastian layanan pendidikan digunakan dua jenis indikator, yaitu APK dan AM ke PT.

Tabel 9

Indikator Ketersediaan Layanan Pendidikan Misi K-1 Provinsi Maluku Utara, Tahun 2012/2013

Grafik 4

Ketersediaan Layanan Pendidikan Misi K-1 Provinsi Maluku Utara,Tahun 2012/2013

Rasio mahasiswa per lembaga menggambarkan kepadatan mahasiswa pada suatu lembaga baik untuk universitas, institut, sekolah tinggi, akademi, maupun politeknik. Semakin besar nilainya berarti semakin padat mahasiswa yang ada pada lembaga tersebut. Berdasarkan Tabel 9 dan Grafik 4, rasio mahasiswa per

No. Indikator Universitas Institut ST Akademi Politeknik Rata2

1 Rasio Mahasiswa per Lembaga 3.354 0 1.264 275 308 1.535

a. Negeri 7.101 0 0 0 0 7.101 b. Swasta 2.418 0 1.264 275 308 1.188 0 1.000 2.000 3.000 4.000 5.000 6.000 7.000 8.000

Universitas Institut ST Akademi Politeknik Rata2

7.101 0 0 0 0 7.101 2.418 0 1.264 275 308 1.188 3.354 0 1.264 275 308 1.535

lembaga sebesar 1.535 dengan rincian di negeri sebesar 7.101 orang dan di swasta sebesar 1.188 orang. Bila dirinci menurut jenis lembaga maka PT terpadat pada universitas sebesar 3.354 dan terjarang pada akademi sebesar 275. Bila dirinci menurut status dan jenis lembaga maka PT negeri pada universitas yang sebesar 7.101 sedangkan PT swasta pada universitas yang terpadat sebesar 2.418 dan terjarang pada akademi sebesar 275.

2. Keterjangkauan Layanan Pendidikan: Misi K-2

Untuk melihat keterjangkauan layanan maka digunakan indikator kepadatan lembaga dan kepadatan penduduk usia PT dengan daerah terjangkau lembaga dan mahasiswa. Daerah terjangkau dihitung dari jarak 25 km2 dengan rincian daerah terjangkau mahasiswa dibagi dengan daerah terjangkau lembaga. Bila nilainya tinggi maka keterjangkauan makin luas, bila nilainya rendah maka keterjangkauannya makin kecil. Oleh karena itu, makin tinggi nilainya berarti makin baik karena jangkauannya makin luas.

Tabel 10

Indikator Keterjangkauan Layanan Pendidikan Misi K-2 Provinsi Maluku Utara, Tahun 2012/2013

Berdasarkan Tabel 10, kepadatan lembaga hanya sebesar 0,0005 lembaga per km2 sedangkan kepadatan penduduk usia 19-23 sebesar 3,02 orang per km2.

Daerah terjangkau lembaga dalam radius 25 km2 sebesar 1,00 lembaga per km2

sedangkan daerah terjangkau mahasiswa sebesar 5.924 mahasiswa per km2.

Dengan demikian, daerah terjangkau sebesar 5.924 mahasiswa per km2.

3. Kualitas Layanan Pendidikan: Misi K-3

Analisis indikator peningkatan mutu dan relevansi pendidikan digunakan untuk mengukur mutu pendidikan suatu daerah. Peningkatan mutu bisa dilakukan melalui proses belajar mengajar yang efektif dan ditunjang oleh sumber daya, sarana/prasarana serta biaya yang memadai. Proses belajar yang bermutu akan menghasilkan lulusan yang mampu mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi. Sejalan dengan ketersediaan layanan maka peningkatan mutu untuk semua program pendidikan tinggi juga dilaksanakan.

Berdasarkan Rencana Strategi Pembangunan Pendidikan 2010-2014 dan kualitas layanan pendidikan maka indikator pendidikan yang digunakan untuk pendidikan tinggi dapat dilihat dari tiga jenis, yaitu mahasiswa, dosen, dan lembaga. Berdasarkan ketiga jenis strategi tersebut maka dijabarkan menjadi empat indikator, yaitu 1) rasio mahasiswa per dosen (R-M/D), 2) rasio dosen per

Daerah

Lembaga P19-23 Lembaga Mahasiswa terjangkau

1 Daerah terjangkau 0,0005 3,02 1,00 5.924 5.924

Kepadatan Daerah terjangkau

lembaga (R-D/L), 3) angka produktivitas (APro), dan 4) persentase dosen layak (%DL). Indikator 1, 2, dan 4 dilihat dosen, dan indikator 3 dilihat dari mahasiswa.

Tabel 11

Indikator Kualitas Layanan Pendidikan Misi K-3 Provinsi Maluku Utara, Tahun 2012/2013

Tabel 11 (lanjutan)

Indikator Kualitas Layanan Pendidikan Misi K-3 Provinsi Maluku Utara, Tahun 2012/2013

Grafik 5

Rasio Mahasiswa per Dosen menurut Jenis Lembaga Perguruan Tinggi Provinsi Maluku Utara, Tahun 2012/2013

Rasio mahasiswa per dosen menggambarkan layanan dosen terhadap mahasiswa baik untuk universitas, institut, sekolah tinggi, akademi, maupun politeknik. Rasio ini diperlukan untuk mengetahui efektivitas belajar mengajar.

No. Indikator Universitas Institut ST Akademi Politeknik Rata2

1 Rasio Mahasiswa per Dosen 17 0 24 22 11 18

a. Negeri 14 0 0 0 0 14

b. Swasta 20 0 24 22 11 21

2 Rasio Dosen per Lembaga 198 0 52 13 27 84

a. Negeri 515 0 0 0 0 515

b. Swasta 119 0 52 13 27 57

3 Angka Produktivitas 12,64 0,00 7,29 6,18 7,26 10,69

a. Negeri 18,62 0,00 0,00 0,00 0,00 18,62

b. Swasta 8,25 0,00 7,29 6,18 7,26 7,73