BAB VIII Rencana Kesepakatan (Memorandum) Rencana Investasi dan Kaidah Pelaksanaan, yang membahas tentang Ringkasan Rencana Pembangunan
101 101 pada lingkungan tata bangunan dan lingkungan pada kawasan
D. Pengembangan Kawasan Permukiman Perdesaan
3. Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat Di Perkotaan
4.2.4 Profil Rinci Penataan Bangunan Gedung dan Lingkungan
4.2.4.1. Gambaran Umum Penataan Bangunan Gedung dan Lingkungan Jika dilihat dari kondisi topografinya, Kabupaten Seram Bagian Timur sebagian besar memiliki lahan dengan kemiringan 30-50 % sehingga beberapa kawasan tidak dapat dijadikan kawasan budidaya dan diharuskan menjadi kawasan konservasi. Jika dilihat dari struktur geologi, kawasan beresiko bencana
149 149 gempa bumi Kabupaten Seram Bagian Timur ada pada wilayah utara, dan titik-titik gempanya berada pada wilayah laut. Kondisi tersebut mengakibatkan kegiatan pembangunan berstruktur di wilayah utara harus benar-benar mempehatikan kondisi wilayah yang rentan bencana pada kawasan beresiko terhadap bencana gempa bumi. Pengendalian lahan untuk kegiatan permukiman dan perkotaan perlu mengantisipasi akan peluang terjadinya gempa di wilayah ini.
Isu-isu terkait dengan pemanfaatan lahan adalah bahwa penggunaan lahan di Kabupaten Seram Bagian Timur adalah hutan dengan tutupan hutan sebagian besar berada dan tersebar di Pulau Seram. Lahan permukiman yang sangat sedikit dibandingkan dengan lahan hutan dan perkebunan juga menggambarkan relatif mudahnya untuk mengembangkannya menjadi jauh lebih baik karena ditunjang oleh hasil dari bidang kehutanan, perikanan dan perkebunan atau dengan kata lain, dengan komposisi tersebut akan sangat besar peluang untuk membangun dan mengembangkan permukiman yang ada menjadi permukiman yang ideal.
Selanjutnya berdasarkan data dan informasi peta yang ada menunjukkan bahwa Kabupaten Seram Bagian Timur belum berkembang sebagaimana yang diharapkan karena sebagian besar lahannya masih didominasi oleh kegiatan non-permukiman. Lahan permukiman yang sangat sedikit juga menunjukkan bahwa perkembangan yang terjadi belum merata karena hanya terjadi pada bagian-bagian kawasan tertentu saja, sehingga hasil dari kegiatan eksplorasi sumber daya alam belum dapat dirasakan secara optimal. Dalam arti, nilai tambah yang dihasilkan dari kegiatan eksplorasi sumber daya alam tidak langsung mendorong perekonomian Kabupaten Seram Bagian Timur.
Penggunaan lahan budidaya non pertanian di Kabupaten Seram Bagian Timur terlihat lebih banyak terkonsentrasi di sepanjang jalan lintas kabupaten, sehingga membentuk pola pembangunan berbentuk garis (linear development patern). Untuk masa mendatang, tentunya kecenderungan perkembangan fisik di sepanjang jalan kabupaten ini harus diarahkan secara tetap sehingga terjadi keseimbangan dengan perkembangan wilayah Kabupaten Seram Bagian Timur
150 150 secara keseluruhan.
Berdasarkan hasil analisa lahan yang potensial untuk dikembangkan baik untuk sawah, tegalan, kebun maupun pemukiman sangat luas yaitu 619,570.35 ha (hasil analisa) yang tersebar di seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Seram Bagian Timur. Seperti diketahui bahwa kabupaten ini mempunyai lahan yang potensial untuk pengembangan sawah terutama di Kecamatan Seram Timur dan Kecamatan Werinama dimana lahan tersebut belum dikembangkan sesuai dengan potensi yang dimilikinya. Untuk itu usaha pengembangan persawahan perlu dikembangkan mengingat lokasi tersebut juga didukung dengan air irigasi yang baik sepanjang tahun. Sedangkan pertanian lahan kering atau tegalan, lahan yang potensial dan telah dikembangkan kurang dari 1% dari lahan yang potensial. Lahan pertanian tanaman kering (tegalan) yang potensial ini tersebar di seluruh kecamatan yang ada, sehingga usaha pengembangan untuk tanaman lahan kering masih terbuka lebar untuk pengembangannya. Lahan potensial perkebunan yang tersebar di semua kecamatan namun lahan tersebut yang termanfaatkan baru 6,6% saja, sehingga di masa depan sektor perkebunan masih terbuka untuk dikembangkan menjadi sektor unggulan, hal ini mengingat pasar yang ada masih sangat potensial dan lahan yang potensial juga masih tersedia.
4.2.4.2. Kondisi Penataan Bangunan Gedung dan Lingkungan
Kawasan pemukiman yang tersebar di semua wilayah juga mempunyai area yang cukup baik dengan ketersediaan sumber air bersih bahkan baru termanfaatkan 0,65% dari luas pemukiman yang potensial. Di masa yang akan datang pengembangan pemukiman memerlukan distribusi penduduk pada lahan-lahan yang potensial untuk pemukiman.
Kabupaten Seram Bagian Timur ini masih banyak mempunyai sumberdaya lahan masih banyak yang belum termanfaatkan, untuk itu sumberdaya tersebut perlu dikembangkan untuk usaha-usaha yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan memperhatikan kelestarian lingkungan. Potensi lahan yang dapat dikembangkan di Kabupaten Seram Bagian
151 151 Timur dapat dilihat pada Tabel 4.4 di bawah ini :
Tabel 4.4
Potensi Lahan yang Dapat Dikembangkan/Diusahakan
No Potensi Lahan Luas (ha) Sudah diusahakan
(ha)
Lokasi
1 Sawah 4.845,22 Seram Timur, Werinama
2 Tegalan 120.030,74 901,82 Seram Timur, Werinama, Bula, P.P. Gorom
3 Perkebunan 360.373,12 23.873,37 Seram Timur, Werinama, Bula, P.P. Gorom
4 Pemukiman 134.321,27 873,44 Seram Timur, Werinama, Bula,
P.P. Gorom
S u m b e r : H a s il A n a lis is 2 0 0 8
Berdasarkan hasil analisis, carrying capacity lahan untuk masing-masing kecamatan di Kabupaten Seram Bagian Timur diuraikan pada Tabel 4.5 berikut ini:
Tabel 4.5
Kapasitas Daya Tampung Lahan dan Penduduk di Masing-masing Kecamatan di Kabupaten Seram Bagian Timur
KECAMATAN DAYA TAMPUNG LAHAN (HA) DAYA TAMPUNG PENDUDUK JUMLAH PENDUDUK TAHUN 2007 TAHUN 2028 Bula 73.285 15.389.869 18.121 27.466 P. P. Gorom 2.414 506.952 47.810 72.465 Seram Timur 14.212 2.984.608 40.935 62.043 Totok Tolu 5.580 1.171.827 - - Wakate 1.468 308.192 - - Werinama 29.581 6.212.036 12.609 19.111 TOTAL 126.540 26.573.483 119.475 181.085 Sum b er : H a s il An a lis is ,20 0 8
K et er a n g a n (-) : Ju m la h p en d u d u k m a sih b er g a b u ng d eng a n k eca m a t a n in d u k
Berdasarkan hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa Kabupaten Seram Bagian Timur memiliki daya tampung penduduk yang cukup besar. Kapasitas daya tampung tersebut selanjutnya dikombinasikan dengan hasil analisis daya dukung sumber daya air sehingga diperoleh carrying capacity sumber
152 152 daya fisik wilayah Seram Bagian Timur yang lebih komprehensif.
Kawasan perkotaan di Kabupaten Seram Bagian Timur berpusat di pulau-pulau kecil terutama di Pulau Gorom dan Wakate karena kedekatan aksesnya dengan Papua. Berdasarkan analisis dan pengamatan yang dilakukan, dapat diidentifikasikan bahwa konsentrasi penduduk berada di pulau-pulau kecil.
Kota-kota berkembang di sepanjang pantai mengikuti pemukiman penduduk yang berada di sepanjang pantai diikuti jaringan jalan utama di wilayah tersebut. Di masa yang akan datang jika ibukota Kabupaten Seram Bagian Timur tetap berada di kawasan tersebut, maka dapat diperkirakan bahwa pertumbuhan kota-kota di sepanjang pantai tersebut akan semakin tinggi. Untuk mengatasi hal tersebut diperlukan rencana pengembangan kawasan pantai untuk mengarahkan perkembangan kota dan menjaga keseimbangan lingkungan.
Desa-desa juga tersebar di sepanjang pantai terdiri dari pemukiman nelayan. Desa-desa ini memiliki keterbatasan karena akses untuk berinteraksi antar desa hanya dihubungkan oleh jalan-jalan hutan. Beberapa desa hanya bisa didekati melalui laut. Arah perkembangan desa di wilayah ini cenderung relatif tetap mengingat tidak terlihat adanya investasi yang cukup signifikan yang dapat mengubah pola aktivitas pertanian di wilayah Kabupaten Seram Bagian Timur. Kawasan perkotaan di Kabupaten Seram Bagian Timur berpusat di pulau-pulau kecil terutama di Pulau Gorom dan Wakate karena kedekatan aksesnya dengan Papua. Berdasarkan analisis dan pengamatan yang dilakukan, dapat diidentifikasikan bahwa konsentrasi penduduk berada di pulau-pulau kecil.