• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROGRAM CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN IMPLEMENTASI PROGRAM PENGHIJAUAN

Bagian ini memaparkan mengenai program corporate social responsibility

(CSR) Penghijauan yang dilakukan oleh PT Pertamina Gas (Area Jawa Bagian Timur). Penjelasan mengenai program CSR Penghijauan terbagi ke dalam beberapa sub bab. Sub bab pertama adalah mengenai latar belakang CSR PT Pertamina Gas. Sub bab kedua membahas kebijakan CSR PT Pertamina Gas, struktur organisasi CSR PT Pertamina Gas Jawa Bagian Timur (JBT), dan rencana anggaran pengembangan program CSR Tahun 2013. Sub bab selanjutnya, akan menjelaskan lebih lanjut mengenai Program Penghijauan dan implementasinya sebagai salah satu program CSR di bidang lingkungan yang mendukung keberlanjutan kelembagaan di Desa Permisan.

Latar Belakang Corporate Social Responsibility PT Pertamina Gas PT Pertamina Gas dalam pelaksanaan kegiatan operasionalnya senantiasa berinteraksi secara langsung maupun tidak langsung dengan pihak-pihak lain (stakeholders), terutama masyarakat di sekitar area operasi dan di area kegiatan proyek pengembangan usaha perusahaan. Salah satu wujud interaksi sosial yang dilakukan adalah melalui program CSR atau tanggung jawab sosial. Hal ini sebagaimana yang telah ditentukan melalui Peraturan Menteri Negara BUMN Per-05/MBU/2007, juga melalui UU Perseroan Terbatas No. 40 Tahun 2007. Atas dasar peraturan tersebut, PT Pertamina Gas JBT melaksanakan program CSR sebagai wujud tanggung jawab sosial terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar wilayah yang terkena dampak perusahaan dan wujud keikutsertaan terhadap pembangunan yang berkelanjutan.

Corporate Social Responsibility (CSR) adalah komitmen PT Pertamina (Persero) sebagai aset nasional untuk turut memajukan masyarakat Indonesia. Semangat pemberdayaan masyarakat yang telah berlangsung seiring berdirinya perusahaan ini adalah komitmen untuk memberikan nilai tambah lebih terhadap masyarakat Indonesia. Program CSR diselaraskan dengan kebutuhan komunitas di sekitar wilayah operasi Pertamina, sebagai salah satu stakeholder penting, sekaligus untuk mendukung keberhasilan bisnis PT Pertamina (Persero) secara berkelanjutan.

Salah satu unit bisnis PT Pertamina (Persero), PT Pertamina Gas JBT akan mengupayakan agar program CSR dapat berlangsung secara periodik sehingga akan dibentuk Tim Pelaksana harian program CSR. Tim ini dibentuk dalam upaya penyamaan misi dan melakukan pengawasan terhadap keberlangsungan program CSR dan melakukan evaluasi terhadap manfaat yang dirasakan oleh masyarakat di sekitar wilayah operasi PT Pertamina Gas JBT.

Kebijakan, Struktur Organisasi, dan Rencana Anggaran Pengembangan Program Corporate Social Responsibiliy PT Pertamina Gas

PT Pertamina Gas dalam menjalankan CSR-nya memiliki visi dan misi sebagai berikut:

a. Visi

Menuju kehidupan lebih baik b. Misi

Melaksanakan komitmen perusahaan atas tanggung jawab sosial dan lingkungan yang memberikan nilai tambah kepada setiap stakeholder

untuk mendukung pertumbuhan perusahaan. c. Tujuan

Pelaksanaan program CSR PT Pertamina Gas untuk membantu pemerintah dalam memperbaiki Indeks Pembangunan Indonesia dan membangun hubungan yang harmonis dengan para stakeholder dalam upaya mendukung pencapaian tujuan untuk membangun reputasi perusahaan. d. Komitmen

PT Pertamina Gas akan melaksanakan program CSR dalam 4 (empat) bidang, yaitu: lingkungan, kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur yang terbagi dalam 5 (lima) kriteria untuk mencapai efektifitas pelaksanaannya di seluruh wilayah operasi perusahaan, yaitu: bermanfaat, berkelanjutan, dekat wilayah operasi, publikasi ,dan mendukung PROPER. Direksi, pekerja, dan mitra kerja PT Pertamina Gas bertanggung jawab untuk melakukan dan mentaati kebijakan CSR serta malakukan evaluasi untuk perbaikan secara terus-menerus.

Struktur organisasi CSR PT Pertamina Gas (Area Jawa Bagian Timur) terdiri atas beberapa bagian dan memiliki anggota yang tetap sebagai berikut:

Penasehat : Dody Noza Ketua : Kustihadi Wakil Ketua : Sri Umi Astuti

Bendara : Rahma Chandra Isyana

Anggota : a. Bidang Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat 1. Supardi 2. M. Kadarisman 3. Benny C. Sangi b. Bidang Kesehatan 1. Puri Purwantini 2. Rudi Hermansyah c. Bidang Pendidikan 1. Anugerah Hutama 2. Aditya W. d. Bidang Infrastuktur 1. Basuki 2. Bakhrudin

Empat sektor utama perhatian CSR PT Pertamina Gas yang terdiri atas: lingkungan, kesehatan, pendidikan, dan infrastuktur memiliki rencana kegiatan

yang seimbang dan berkelanjutan. Hal tersebut terbukti dari tabel rencana anggaran pengembangan program CSR Tahun 2013 di bawah ini.

Tabel 7 Rencana Anggaran Program CSR PT Pertamina Gas Tahun 2013

No Bidang Uraian Keterangan Anggaran

1 Lingkungan Program Binaan kepada masyarakat di sekitar jalur pipa gas

Budidaya Sapi di Desa Tanjungsari

Rp 70 000 000

Program Binaan kepada masyarakat di sekitar jalur pipa gas

Budidaya Sapi di Desa Permisan

Rp 70 000 000

Program Binaan kepada masyarakat di sekitar jalur pipa gas

Budidaya tambak ikan dan pertanian

Pemanfaatan lahan tidur sekitar ORF Program Binaan kepada

masyarakat di sekitar jalur pipa gas pembinaan usaha bandeng asap di Penatarsewu Rp 154 000 000

Program Penghijauan Penanaman 1 000 Pohon

Anggaran HSE Pusat 2 Kesehatan Peralatan kesehatan Penyediaan

peralatan kesehatan di Polindes Desa Permisan Rp 35 000 000

3 Pendidikan Perbaikan fasilitas MCK SD Bligo Candi Sidoarjo

Perbaikan toilet Sekolah

Rp 20 000 000 4 Infrastruktur Pembangunan tempat

pengajian Majelis Ta‟lim Darusy Syabab Permisan Rp 25 250 000 Pembangunan tempat pengajian Anna Jikhiyah Annadhiyah Desa Permisan Rp 25 250 000 Total Rp 399 500 000

Sumber: Dokumen PT Pertamina Gas (2013)

Pada tabel tersebut terlihat bahwa PT Pertamina Gas senantisa telah merencanakan dan menganggarkan sejumlah dana untuk masing-masing program dari keempat sektor utama perhatian CSR-nya. Untuk Program Penghijauan sendiri, PT Pertamina Gas telah merencanakan untuk menanam 1 000 pohon kembali pada Tahun 2013 ini dengan anggaran dana berasal dari anggaran department HSE Pusat yang berada di Jakarta.

Program Penghijauan

Program Penghijauan merupakan salah satu program CSR bidang lingkungan dan masyarakat PT Pertamina Gas yang diselenggarakan di wilayah Desa Permisan, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo. Program Penghijauan adalah wujud kepedulian dan kontribusi perusahaan terhadap lingkungan khususnya di wilayah Desa Permisan melalui penanaman pohon bersama oleh masyarakat secara mandiri di wilayah desa karena desa merupakan area operasional PT Pertamina Gas.

Program Penghijauan yang dilakukan berawal dari program CSR PT Pertamina (Persero), yaitu Program Pertamina Sobat Bumi, yang merupakan sebuah program yang mencanangkan menanam 100 juta pohon di seluruh Indonesia. Terkait untuk mendukung program tersebut, maka CSR PT Pertamina Gas menggalangkan Program Penghijauan yang bertujuan untuk mengurangi emisi karbon akibat kegiatan operasional perusahaan dan peningkatan kesejahteraan yang dilaksanakan melalui skema kemitraan dengan penerapan perilaku-perilaku yang lebih ramah lingkungan atau green living, dan diharapkan mampu memperbaiki tingkat kehidupan masyarakat. Kegiatan dalam Program Penghijauan adalah penanaman pohon produktif karena selain berguna untuk menyerap karbon, di masa yang akan datang dapat berguna untuk masyarakat. Pada Tahun 2009 PT Pertamina Gas mulai melakukan penanaman pohon dan berlanjut hingga sekarang. Pada Tahun 2012 PT Pertamina Gas JBT sendiri telah melakukan penanaman 1 000 pohon dan direncanakan pada Tahun 2013 menanaman 1 250 pohon. 250 pohon telah ditanamkan dan 1 000 pohon masih termasuk dalam anggaran pengembangan program CSR Tahun 2013.

Langkah awal dari pelaksanaan program CSR PT Pertamina Gas, pihak PT Pertamina Gas menjalin kerjasama dengan INDOPURELS yang merupakan sebuah lembaga pengembangan sumber daya manusia untuk melaksanakan social mapping (pemetaan sosial) dengan tujuan agar program-program yang akan dilaksanakan nantinya sesuai dengan kondisi masyarakat dan tepat sasaran. Social mapping dilakukan di Desa Permisan, Kecamatan Jabon yang terdiri atas dua rukun warga (RW), enam rukun tetangga (RT), dan 438 kepala keluarga (KK).

Social mapping yang dilakukan meliputi beberapa tahapan, yaitu: (a) persiapan awal yang meliputi persiapan materi, penyusunan rencana kerja, dan peninjauan lokasi; (b) tahap pelaksanaan survei yaitu survei primer dan survei sekunder; (c) tahap analisis; (d) tahap penyusunan program dan laporan; (e) tahap sosialisasi kepada warga Desa Permisan dengan maksud agar usulan program yang telah disusun dapat diketahui dan disepakati oleh pihak desa.

Proses sosialisasi selanjutnya dilakukan oleh perusahaan ke Kecamatan Jabon dan diteruskan ke Desa oleh Kecamatan. Proses sosialisasi ini dibantu oleh aparat kecamatan yang berkoordinasi dengan aparat desa, kepala dusun, ketua RW, ketua RT, kader lingkungan, perwakilan ibu-ibu PKK, dan Dinas Pertanian serta perwakilan Badan Lingkungan Hidup (BLH) sebagai pihak yang membina dan memonitor pelaksanaan program. Penyuluhan Dinas Pertanian pun dilakukan di desa untuk mendukung program ini dan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader lingkungan dalam pengelolaan lingkungan dan kemampuan merangsang partisipasi masyarakat dalam program.

Tahap selanjutnya adalah penyelenggaraan penanaman pohon di wilayah Desa Permisan. Pihak Pertamina Gas menyerahkan pohon secara simbolik di Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo (Lampiran 7). Selanjutnya, masyarakat desa secara mandiri melakukan penanaman pohon secara bersama-sama. Penanaman pohon secara bersama ini melibatkan warga desa yang didampingi oleh kader lingkungan desa.

Bapak kepala desa yang diamanahkan oleh pihak PT Pertamina Gas dan Kecamatan Jabon membuka dan memimpin jalannya pelaksanaan penanaman pohon bersama tersebut. Pohon-pohon dari PT Pertamina Gas dibagikan secara merata kepada dua RW yang terdiri atas enam RT. Pengambilan pohon dari balai desa diwakili oleh masing-masing RT dan beberapa orang perwakilan dari warga yang ditunjuk oleh RT-nya sebagai perwakilan masyarakat. Selanjutnya, pohon- pohon tersebut mulai ditanam secara merata di jalan utama desa dan di wilayah RT-nya masing-masing didampingi oleh kader lingkungan dari Paguyuban Kader Lingkungan Desa Permisan dari masing-masing RT (Lampiran 7).

Selama masa penanaman pohon, tidak ditemui kesulitan karena sebelumnya para kader lingkungan dan sebagian warga telah diberi tahu tentang informasi dan pelatihan mengenai Program Penghijauan ini. Lahan untuk menanam pun telah disediakan oleh RT masing-masing sebelum program ini terlaksana. Pada saat penanaman pohon, para warga tidak dikenakan biaya apapun lagi, karena semua sarana dan prasarana untuk menanam pohon bersama ini telah disediakan oleh PT Pertamina Gas yang sebelumnya bekerja sama dengan beberapa pamong dan warga desa untuk melakukan survei terlebih dahulu.

Implementasi Program Penghijauan

Implementasi tanggung jawab sosial (social responsibiity) merupakan tahap aplikasi program social responsibility sebagaimana telah direncanakan sebelumnya. Wibisono (2007) menyebutkan bahwa dalam memulai implementasi pada dasarnya terdapat tiga pertanyaan yang harus dijawab, yaitu: (1) siapa orang yang akan menjalankan; (2) apa yang harus dilakukan; (3) bagaimana cara melakukan sekaligus alat apa yang diperlukan. Tahap implementasi terdiri atas tiga langkah utama yang terdiri atas sosialisasi, pelaksanaan, dan internalisasi (Wibisono 2007). Tingkat persepsi masyarakat terhadap implementasi program CSR menunjukkan sejauh mana penilaian masyarakat terhadap implementasi program CSR dilaksanakan dalam menciptakan efektifitas program yang dilihat dari keterlibatan masyarakat terhadap kinerja program. Oleh karena itu, dianalisis tingkat persepsi masyarakat terhadap implementasi program yang terdiri atas beberapa kinerja program. Analisis ini dilakukan terhadap pelaksanaan Program Penghijauan yang berjumlah sebanyak lima kinerja program terdiri atas 12 pertanyaan mengenai kegiatan apa yang dilakukan dalam Program Penghijauan, metode sosialisasi dan pelatihan, materi yang disampaikan selama Program Penghijauan, partisipasi aktif para stakeholders, dan media informasi dan alat bantu pelaksanaan program.

Kegiatan Program Penghijauan

Kegiatan program merupakan kegiatan yang dilakukan selama program berlangsung. Program Penghijauan yang dilakukan merupakan program yang memiliki tujuan untuk menciptakan ruang terbuka hijau dan mengurangi emisi karbon akibat kegiatan operasional perusahaan serta peningkatan kesejahteraan yang dilakukan melalui skema kemitraan dengan penerapan perilaku-perilaku yang lebih ramah lingkungan atau green living. Program ini diharapkan mampu memperbaiki tingkat kehidupan masyarakat dengan menanam pohon sebagai kegiatan utama. Pertanyaan atribut mengenai kegiatan apa yang dilakukan dalam Program Penghijauan terdiri atas dua pertanyaan yang diajukan kepada warga Desa Permisan.

Dua pertanyaan mengenai kegiatan apa yang dilakukan dalam Program Penghijauan dapat memberikan gambaran dan hasil mengenai persepsi warga terhadap tingkat keterlibatan warga dalam kegiatan Program Penghijauan apakah memberikan kinerja yang tinggi, sedang atau rendah. Hasil perhitungan terhadap tingkat keterlibatan warga dalam kegiatan Program Penghijauan menunjukkan sebanyak 20.0 persen warga menilai bahwa tingkat keterlibatan warga dalam kegiatan Program Penghijauan berada pada tingkat tinggi. Sebanyak 80.0 persen warga menilai tingkat keterlibatan warga dalam kegiatan Program Penghijauan berada pada tingkat sedang. Jumlah dan persentase warga terhadap tingkat keterlibatan kegiatan Program Penghijauan di Desa Permisan disajikan dalam Tabel 8. Persentase sebaran warga berdasarkan tingkat keterlibatan warga dalam kegiatan Program Penghijauan secara lebih jelas dapat dilihat pada Gambar 4. Tabel 8 Jumlah dan persentase warga berdasarkan tingkat keterlibatan warga

dalam kegiatan program penghijauan di Desa Permisan, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo Tahun 2013

No Tingkat Keterlibatan Warga dalam

Kegiatan Program Penghijauan %

1 Tinggi 6 20.0

2 Sedang 24 80.0

3 Rendah 0 0

Total 30 100.0

Pada tabel terlihat bahwa kegiatan dalam Program Penghijauan di Desa Permisan selama implementasi program lebih berada pada tingkatan sedang. Hal ini dikarenakan tidak semua warga merawat dan menjaga keberlangsungan ekosistem dan pohon-pohon yang telah ditanam. Kebanyakan warga hanya ikut menanam saja tanpa selanjutnya mengurusi nasib pohon yang telah ditanam tersebut. Para warga rata-rata hanya menganggap bahwa kegiatan penghijauan itu hanya membuat lahan menjadi hijau. Mereka tidak terlalu memikirkan cara bagaimana agar pohon itu tetap hidup, tumbuh, dan lestari. Mereka menganggap dengan sendirinya pohon-pohon dapat hidup, tumbuh, dan bertahan seperti layaknya pohon-pohon pada umumnya yang berada di pinggir jalan.

Gambar 4 Persentase warga berdasarkan tingkat keterlibatan warga dalam kegiatan dalam program penghijauan di Desa Permisan, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo Tahun 2013

Berikut pernyataan penguat dari beberapa warga:

…bapak ibu sedoyo ingkang diinstruksiaken pangge nanem tetanduran niku

ingkang saben RT sing pantes ditanduri tetanduran niku mau. Cek ketok apig,

ngunu loh. Nagging mboten di dhesek gae nambani… (…semua bapak ibu yang sudah diinstruksikan buat nanem pohon di setiap RT yang pantes ditanemi tanaman itu. Biar kelihatan bagus, gitu loh. Cuma ga didesak buat

ngerawatnya…)”– MI

…wong-wong sing boten melu nandur wingi niku males-males. Dadi nopo malih nambani wong nandur wae urung mesti kelu kog… (…orang-orang yang gak ikut nanem itu males-males. Jadi gemana mau ngerawat, orang mau nanem aja belum

tentu ikut…)”– AF

…padahal nggeh niki tanduran ditandur ingkang wilayah bersama. Mikire wong-wong niku nggeh mek nanem tok gak usah nambani… (…padahal yah mbak ini pohon di tanem di wilayah bersama. Sedangkan, orang-orang mikir

cuma nanem aja tanpa ada kelanjutan perawatan…)” – SI

Pernyataan-pernyataan tersebut menunjukkan tindakan yang berbeda dari program terkait dengan kegiatan dalam program penghijauan. Ada yang menganggap penghijauan merupakan hanya kegiatan yang dilakukan untuk membuat lingkungan atau wilayah mereka menjadi hijau dan ada juga yang mengganggap bahwa penghijauan bukan saja sebatas menanam dan membuat lingkungan mereka menjadi hijau melainkan bagaimana cara mempertahankan agar pohon-pohon yang ditanam itu tetap hidup. Perbedaan ini disebabkan tidak semua informasi tentang penghijauan diketahui oleh masyarakat. Akan tetapi, secara keseluruhan kegiatan dalam Program Penghijauan tidak dapat dikatakan rendah karena memang semua peserta menanam pohon. Kegiatan dalam Program

Penghijauan juga tidak dapat dikatakan tinggi secara keseluruhan karena hanya sedikit yang merawat dan menjaga keberlangsungan hidup pohon-pohon yang telah ditanam, sisanya mereka biarkan seperti pohon-pohon di pinggir jalan lainnya karena mereka pikir pohon-pohon tersebut dapat hidup dengan alami. Sosialisasi dan Pelatihan

Sosialisasi dan pelatihan merupakan salah satu kinerja program yang menilai apakah sosialisasi dan pelatihan yang diterapkan dalam program baik atau tidak. Sebuah implementasi program yang baik adalah apabila sebelum program itu berlangsung dilakukan terlebih dahulu sosialisasi dan pelatihan tentang program yang akan dilaksanakan. Sosialisasi dan pelatihan sangat penting pada tahap implementasi. Sosialisasi diperlukan untuk mengenalkan kepada seluruh pihak mengenai berbagai aspek yang terkait dengan implementasi program. Tujuan utama sosialisasi ini adalah agar program mendapat dukungan penuh dari seluruh pihak. Pertanyaan mengenai keterlibatan warga pada sosialisasi dan pelatihan Program Penghijauan terdiri atas dua pertanyaan yang diajukan kepada warga Desa Permisan.

Dua pertanyaan mengenai sosialisasi dan pelatihan dapat memberikan gambaran dan hasil mengenai tinggi, sedang atau rendahnya sosialisasi dan pelatihan Program Penghijauan. Hasil perhitungan terhadap tingkat keterlibatan warga pada sosialisasi dan pelatihan Program Penghijauan yang disajikan dalam Tabel 9 menunjukkan sebanyak 100.0 persen warga menilai metode sosialisasi dan pelatihan yang diterapkan dalam Program Penghijauan berada pada tingkat tinggi.

Tabel 9 Jumlah dan persentase warga terhadap tingkat keterlibatan warga pada sosialisasi dan pelatihan program penghijauan di Desa Permisan, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo Tahun 2013

No

Tingkat Keterlibatan Warga terhadap Sosialisasi dan Pelatihan

Program Penghijauan % 1 Tinggi 30 100.0 2 Sedang 0 0 3 Rendah 0 0 Total 30 100.0

Pada tabel di atas terlihat bahwa tingkat keterlibatan warga pada sosialisasi dan pelatihan Program Penghijauan di Desa Permisan berada pada tingkat tinggi. Menurut warga, sebelum dilakukan Program Penghijauan mereka diberitahu akan ada Program Penghijauan di desa mereka. Selain itu, sebelum pohon-pohon dibagikan kepada desa, mereka memang menerima pelatihan menanam dan merawat pohon-pohon tersebut. Sosialisasi tidak hanya dilakukan sekali dua kali tetapi terus-menerus hingga terlaksananya program tersebut. Sosialisasi dilakukan oleh Kecamatan Jabon dan wakil dari Dinas Pertanian dan BLH selaku salah satu

partner PT Pertamina Gas dalam pelaksanaan CSR di bidang lingkungan, penghijauan. Berikut pernyataan penguat dari beberapa warga:

“…pancen sakduringe wonten pembagian tanduran ing desa, pengurus desa asring dipanggil ingkang kecamatan wonten niki guna ngewangi program

penghijauan… (…memang sebelum ada pembagian pohon ke desa, para pengurus desa sering dipanggil ke kantor kecamatan karena ada sosialisasi tentang penghijauan…)” – SI

“…ingkang desa rumiyen nek wonten program pertamina mesti dikabari karo wong-wong. Dadine yaa ngerti kabeh. Kyok semaceme woro-woro nang

kampung… (…desa sendiri memang kalo ada program dari Pertamina pasti dikasi tau ke semua, jadinya kita-kita tau…)” – MY

Kedua pernyataan tersebut menunjukkan bahwa memang sosialisasi Program Penghijauan ini baik dan cukup sering dilakukan baik oleh pihak kecamatan, Dinas Pertanian, BLH, dan aparat desa sendiri. Komunikasi warga yang baik pun juga mendukung sosialisasi dan pelatihan yang diterapkan berjalan dengan baik. Sosialisasi dan pelatihan ini baik karena sosialisasi program dinilai menarik dan komunikatif sehingga warga merasa tertarik terhadap apa yang disampaikan. Pelatihan dinilai tinggi karena pelatihan yang dilakukan bersama warga mudah dimengerti dan dipahami sehingga warga senang mengikuti pelatihan yang diadakan. Kegiatan warga yang sebagian besar berada di lahan tambak, dengan adanya sosialisasi dan pelatihan ini menjadi pengetahuan baru bagi warga dan warga antusias mengikuti sosialisasi dan pelatihan penghijauan.

Materi yang Disampaikan selama Program Penghijauan

Materi yang disampaikan merupakan salah satu kinerja yang menilai apakah materi yang disampaikan pada Program Penghijauan baik atau tidak. Penilaian terhadap materi yang disampaikan selama Program Penghijauan dibagi menjadi tiga, yaitu tinggi, sedang, dan rendah. Sebuah program yang baik memiliki materi yang matang untuk disampaikan pada warga agar mudah dimengerti, dipahami, dan diterapkan. Materi yang disampaikan pun berguna agar warga mengetahui tujuan adanya suatu program. Pertanyaan mengenai penilaian warga terhadap materi yang disampaikan selama Program Penghijauan terdiri atas dua pertanyaan yang diajukan kepada warga Desa Permisan.

Tabel 10 Jumlah dan persentase penilaian warga terhadap materi yang disampaikan selama program penghijauan di Desa Permisan, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo Tahun 2013

No

Tingkat Penilaian Warga terhadap Materi yang Disampaikan Selama

Program Penghijauan % 1 Tinggi 30 100.0 2 Sedang 0 0 3 Rendah 0 0 Total 30 100.0

Dua pertanyaan mengenai materi yang disampaikan selama Program Penghijauan tersebut dapat memberikan gambaran dan hasil penilaian warga apakah materi itu disampaikan kepada warga berada pada tingkat tinggi, sedang,

atau rendah. Tabel 10 memaparkan sebaran tingkat penilaian warga terhadap materi yang disampaikan selama Program Penghijauan. 100.0 persen warga menunjukkan bahwa penilaian warga terhadap materi yang disampaikan berada pada tingkat tinggi.

Pada tabel di atas terlihat bahwa penilaian warga terhadap materi yang disampaikan selama Program Penghijauan di Desa Permisan berada pada tingkat tinggi. Menurut warga, pada saat sosialisasi ataupun pelatihan memang materi yang disampaikan kepada mereka mudah dimengerti dan dipahami. Materi yang diajarkan pun mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari mereka. Mereka disuguhkan materi berupa gambar-gambar bukan hanya tulisan sehingga membantu mereka memahami maksud dari sosialisasi dan pelatihan dan itu membantu dalam mencapai tujuan program karena mereka melaksanakan Program Penghijauan.

Partisipasi Aktif para Stakeholders

Partisipasi aktif para stakeholders merupakan penilaian mengenai partisipasi dari berbagai pihak yang terlibat dalam Program Penghijauan. Keberhasilan suatu program berasal dari partisipasi semua pihak dalam program tersebut. Oleh karena itu, partisipasi termasuk kedalam bagian dari kinerja program. Partisipasi berperan penting dalam menentukan apakah program tersebut terlaksana dengan baik. Baik atau tidaknya suatu program juga dapat diukur dari jumlah partisipan program tersebut. Pertanyaan mengenai partisipasi aktif para stakeholders dalam Program Penghijauan terdiri atas tiga pertanyaan yang diajukan kepada warga Desa Permisan.

Ketiga pertanyaan atribut tersebut dapat memberikan gambaran dan hasil apakah penilaian warga terhadap partisipasi aktif para stakeholders memberikan