• Tidak ada hasil yang ditemukan

Program Perlindungan dan Jaminan Kesejahteraan Sosial

Dalam dokumen RENCANA STRATEGIS (Halaman 59-68)

RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN INDIKATIF

3. Program Perlindungan dan Jaminan Kesejahteraan Sosial

a. Bantuan sosial korban bencana alam

Fenomena alam yang sering terjadi akhir-akhir ini turut mewarnai kondisi buruk dalam kehidupan bermasyarakat, seperti terjadinya bencana alam antara lain gempa bumi, banjir, tanah longsor dan tsunami telah menjadi perhatian yang serius oleh pemerintah dan masyarakat. Disamping itu, sebaran penduduk yang tidak merata dengan kepadatan penduduk yang terpusat disuatu wilayah dengan pertumbuhan yang cukup tinggi . Semakin terbatasnya lahan pemukiman, sehingga dapat berakibat terabaikannya tata ruang, tata guna tanah dan lingkungan yang akhirnya dapat mengakibatkan terjadinya bencana alam.

Tujuan :

Meningkatnya kesiapsiagaan dan kewaspadaan serta peran aktif masyarakat dalam penanggulangan bencana alam sekaligus menghindarkan dan/atau meminimalisir dampak negatif yang diakibatkan oleh bencana alam.

Sasaran :

Perorangan, keluarga dan kelompok masyarakat korban bencana alam terutama yang berada dalam kondisi rawan dan rentan bahkan tidak mampu.

Komponen kegiatan :

1) Pra bencana alam, meliputi kegiatan preventif, mitigasi dan kesiapsiagaan. Preventif (pencegahan) merupakan kegiatan yang

Rencana Strategis Dinas Sosial 2012-2017 58

menitikberatkan pada upaya penyebarluasan tentang peraturan perundang-undangan dan kebijakan-kebijakan yang berdampak untuk meniadakan atau mengurangi resiko akibat bencana. Mitigasi (penjinakan) merupakan kegiatan yang lebih menitikberatkan pada upaya secara fisik untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan akibat bencana alam. Kesiapsiagaan merupakan kegiatan untuk menyiapkan kualitas dan kuantitas bantuan fisik dan non fisik termasuk jaringan informasi dan komunikasi serta personel penaggulangan bencana alam, baik aparat pemerintah dan unsur masyarakat tingkat pusat dan daerah.

2) Saat bencana alam, kegiatan yang dilaksanakan yaitu tanggap darurat yang menitikberatkan pada upaya pengerahan seluruh potensi penanggulangan bencana alam guna mencari, menolong dan menyelamatkan korban bencana alam serta memberikan pelayanan bantuan darurat secara cepat, tepat dan terkoordinasi. 3) Pasca bencana alam, dilaksanakan kegiatan rehabilitasi dan

resosialisasi korban bencana alam. Rehabilitasi korban bencana alam menitikberatkan pada upaya untuk pemenuhan kebutuhan fisik (seperti tempat tinggal). Adapun resosialisasi dan rujukan menitikberatkan pada upaya untuk pemenuhan kembali fungsi-fungsi sosial korban bencana alam. Kondisi korban seperti atau lebih baik daripada sebelum bencana alam.

4) Membangun model penanggulangan bencana dengan menggunakan pendekatan community based development atau penanggulangan bencana berbasis masyarakat yang lebih dikenal dengan Kampung Siaga Bencana.

Strategi :

Strategi untuk mencapai tujuan tersebut adalah melalui pemberdayaan keluarga korban bencana alam, optimalisasi sumber lokal, kemitraan dan kerjasama dengan organisasi sosial kemasyarakatan, LSM, RAP, dunia usaha, instansi terkait, penyediaan

Rencana Strategis Dinas Sosial 2012-2017 59

sarana dan prasarana komunikasi penanggulangan bencana, integrasi pelayanan dalam penanggulangan bencana alam secara terpadu.

Indikator kinerja :

1) Terpenuhinya kebutuhan dasar minimal korban bencana alam berupa sandang, pangan dan lauk pauk masa tanggap darurat. 2) Meningkatkan taraf kesejahteraan korban bencana alam melalui

bantuan ekonomis produktif

3) Terlaksananya gotong royong korban bencana alam dan masyarakat untuk memanfaatkan bantuan stimulan bahan bangunan rumah (BBR).

4) Meningkatnya kepedulian masyarakat untuk berperan aktif dalam penanggulangan bencana alam.

5) Jumlah Kampung Siaga Bencana yang terbentuk.

6) Terciptanya kesadaran korban bencana alam untuk memanfaatkan bantuan modal usaha berupa UEP

b. Bantuan Sosial Korban Bencana Sosial

Bencana sosial yang disebabkan oleh ulah manusia (man made disaster) antara lain karena jurang perbedaan ekonomi, diskriminasi, ketidakadilan, kelalaian, ketidaktahuan, maupun sempitnya wawasan dari kelompok masyarakat. Guna menghindari kerugian yang lebih besar dan mencegah agar masalah yang sama tidak terjadi lagi, maka penanganan terhadap korban bencana sosial perlu mendapat perhatian khusus dan menyeluruh.

Tujuan :

Terwujudnya pemulihan kondisi sosial, ekonomi dan budaya yang memungkinkan mereka untuk meningkatkan kesejahteraan sosial.

Sasaran :

Perorangan, keluarga, masyarakat, LSM, dunia usaha, media informasi dan instansi terkait dalam penanggulangan bencana sosial.

Rencana Strategis Dinas Sosial 2012-2017 60

1) Penyelamatan dan pemulihan korban bencana sosial, dalam rangka menyelamatkan dan memulihkan kembali kondisi fisik, psikososial dan ekonomi para korban bencana sosial.

2) Pemberdayaan sosial korban bencana sosial, melalui kegiatan pemenuhan kebutuhan dasar minimal korban bencana sosial dan bantuan usaha ekonomi produktif

3) Peningkatan dan pengembangan ketahanan sosial masyarakat, melalui kegiatan peningkatan kemampuan dalam mengelola dan mendayagunakan sumberdaya, perbedaan kepentingan dan konflik sosial antar kelompok masyarakat.

Strategi :

Penanganan bencana sosial perlu dilakukan secara profesional, sistemik dan berkelanjutan dengan sebanyak mungkin melibatkan partisipasi masyarakat. Proses penanganannya mencakup hulu masalah berupa pencegahan dan kesiapsiagaan untuk menghindari dan memperkecil kemungkinan terjadinya masalah, disamping hilir masalah berupa rekonsiliasi dan rekonstruksi sosial bagi dampak-dampak yang ditimbulkannya.

Indikator kinerja :

1) Terpenuhinya kebutuhan dasar minimal para korban bencana sosial dan terwujudnya peningkatan kemampuan korban bencana sosial dalam memenuhi kebutuhannya sendiri.

2) Terselamatkan dan pulihnya kondisi fisik, psikososial dan ekonomi korban bencana sosial.

3) Adanya kepedulian masyarakat terhadap upaya meningkatkan ketahanan sosial masyarakat.

c. Bantuan Sosial Korban Tindak Kekerasan dan Pekerja Migran

Fenomena sosial tindak kekerasan dapat dialami dan dilakukan oleh siapa saja, dimana saja, kapan saja selama masih ada kesempatan tanpa membedakan jenis kelamin, usia, jenis kekerasan, motivasi terjadinya kekerasan, tempat dan waktu terjadinya tindak kekerasan,

Rencana Strategis Dinas Sosial 2012-2017 61

termasuk para pekerja migran. Disisi lain tindak kekerasan merupakan permasalahan sosial yang sangat spesifik karena menimbulkan dampak trauma psikologis yang berkepanjangan bagi korban sehingga sangat menuntut perhatian semua pihak dalam pelaksanaan penanganannya.

Tujuan :

1) Pulihnya kembali harga diri, kepercayaan diri, kemauan dan kemampuan korban tindak kekerasan dan pekerja migran sehingga mereka dapat melaksanakan fungsi sosialnya secara wajar dalam masyarakat.

2) Tumbuhnya kesadaran individu, keluarga, kelompok dan masyarakat dalam penanganan korban tindak kekerasan dan pekerja migran.

Sasaran :

1) Anak, wanita dan lanjut usia yang menjadi korban tindak kekerasan.

2) Para pekerja bermasalah, keluarga, kelompok dan masyarakat, media massa, orsos/LSM yang terkait dengan penanganan pekerja.

Komponen kegiatan :

1) Perlindungan sosial Korban tindak Kekerasan dan Pekerja Migran. 2) Rehabilitasi Sosial Korban Tindak Kekerasan (KTK) dan Pekerja

Migran (PM) yang mengalami trauma psikososial dalam rangka pemulihan fungsi sosialnya.

3) Pemberdayaan dan rujukan KTK-PM, untuk mendayagunakan potensi yang dimiliki KTK-PM guna meningkatkan kemandirian secara psikologis dab ekonomi.

Strategi :

1) Pemberdayaan KTK – PM sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan individu KTK – PM dan masyarakat dalam

Rencana Strategis Dinas Sosial 2012-2017 62

mengembangkan potensi KTK – PM dalam berinteraksi dengan lingkungannya.

2) Penyuluhan sosial bagi KTK – PM yang bermasalah tentang potensi dan sumber dalam penanganan KTK – PM melalui sistem informasi. 3) Pengembangan sistem rujukan sebagai upaya penaggulangan permasalahan KTK – PM yang menekankan pada kepedulian, kesadaran, kebersamaan, dan pemanfaatan antara pihak-pihak yang terkait dalam rangka memberikan bantuan sosial bagi klien dan keluarganya.

Indikator kinerja :

1) Pulihnya fungsi sosial KTK – PM setelah mendapatkan pelayanan bantuan sosial.

2) Terciptanya kesadaran keluarga dan lingkungan sosial untuk menerima kembali kehadiran KTK.

3) Terciptanya kesadaran pekerja migran, keluarga dan lingkungan sosialnya akan hak-hak dan kewajiban dalam program pekerja migran.

4) Meningkatnya peranan lembaga Trauma Centre dalam penanganan KTK – PM.

d. Jaminan Kesejahteraan Sosial

Jaminan kesejahteraan sosial dilakukan dalam upaya memberikan perlindungan sosial bagi masyarakat rentan dan marginal yang dilaksanakan melalui Asuransi Kesejahteraan Sosial (ASKESOS) dan Bantuan Kesejahteraan Sosial Permanen (BKSP).

ASKESOS merupakan sistem asuransi sosial untuk memberikan perlindungan bagi masyarakat marginal atau pekerja mandiri pada sektor informal terhadap resiko menurunnya tingkat kesejahteraan sosial akibat pencari nafkah utama meninggal dunia, sakit atau mengalami kecelakaan.

BKSP merupakan usaha perlindungan dan jaminan penghidupan bagi warga yang karena kondisinya tidak mampu dalam memenuhi

Rencana Strategis Dinas Sosial 2012-2017 63

kebutuhan hidupnya sendiri tanpa bantuan berkesinambungan dari luar dirinya dan tidak didasarkan kontribusi yang bersangkutan. Pelaksanan BKSP berdasarkan kebersamaan, kekeluargaan, kegotongroyongan, dan kesetiakawanan sosial untuk membantu yang lemah.

Tujuan :

1) Meningkatnya upaya perlindungan sosial bagi masyarakat rentan dan marginal.

2) Terbentuknya kelembagaan dan mekanisme pelaksanaan jaminan sosial.

Sasaran :

Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) non potensial, masyarakat rentan dan marginal, kelompok masyarakat dan lembaga-lembaga pemerintah serta seluruh komponen yang berkaitan langsung dengan program jaminan kesejahteraan sosial dan asuransi kesejahteraan sosial.

Komponen kegiatan :

1) ASKESOS, untuk melindungi masyarakat marginal atau pekerja mandiri dalam sektor informal dari sejumlah resiko alamiah dan sosial seperti hari tua, meninggal dunia dan akibat sakit atau kecelakaan yang mengakibatkan tidak terpenuhinya kebutuhan hidup peserta bersama dengan anggota keluarganya.

2) BKSP, untuk memberikan perlindungan dan jaminan penghidupan bagi warga yang karena kondisinya tidak mampu dalam memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri tanpa bantuan berkesinambungan dari luar dirinya dan tidak didasarkan kontribusi yang bersangkutan. 3) Pengembangan kapasitas kelembagaan jaminan sosial, untuk

mendayagunakan organisasi sosial atau lembaga kesejahteraan sosial, inisiatif lokal dan pelayanan jaminan sosial lainnya.

4) Pengembangan jaringan kerja jaminan sosial dengan menumbuhkan jalinan kerjasama baik dengan pemerintah pusat maupun daerah,

Rencana Strategis Dinas Sosial 2012-2017 64

perorangan, kelompok, organisasi sosial, dunia usaha yang memiliki komitmen untuk bekerjasama saling mendukung, sehingga program dan kegiatan jaminan sosial dapat mencapai tujuan yang diharapkan.

Strategi :

1) Pemberian perlidungan terhadap hak-hak masyarakat rentan atau pekerja mandiri pada sektor informal serta penyandang masalah kesejahteraan sosial non petensial untuk mendapat akses pelayanan peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan sosial.

2) Pengembangan kemitraan sosial yang dapat menumbuhkembangkan pihak-pihak yang bermitra dalam penyelenggaraan jaminan sosial.

Indikator kinerja :

1) Terlindungi dan terpeliharanya taraf kesejahteraan sosial (kebutuhan dasar hidup) serta meningkatnya rasa tanggung jawab masyarakat marginal atau pekerja mandiri pada sektor informal melalui kegiatan ASKESOS.

2) Terlindungi dan terpeliharanya taraf kesejahteraan sosial (kebutuhan dasar hidup) PMKS non potensial (lanjut usia, cacat ganda, psikotik dan eks penyakit kronis) melalui kegiatan BKSP.

3) Terbentuknya Lembaga Pelaksana Jaminan Sosial yang dapat mengelola kegiatan ASKESOS dan BKSP.

e. Pendayagunaan Sumber Dana Sosial

Usaha Kesejahteraan Sosial merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat. Hal ini dapat diimplementasikan melalui peran dan kontribusi masyarakat termasuk dunia usaha melalui penyelenggaraan undian gratis berhadiah dan pengumpulan uang atau barang guna mendukung usaha kesejahteraan sosial.

Sasaran :

1) Individu, kelompok dan masyarakat yang peduli terhadap penyediaan sumber dana sosial.

2) Dunia usaha/badan-badan usaha, badan-badan sosial dan organisasi kemasyarakatan termasuk kepanitiaan.

Rencana Strategis Dinas Sosial 2012-2017 65

Strategi :

1) Intensitas sosialisasi ketentuan peraturan perundang-undangan dibidang pengumpulan sumbangan sosial.

2) Penertiban penyelenggaraan pengumpulan sumbangan sosial 3) Optimalisasi pendayagunaan sumbangan sosial

Komponen kegiatan :

1) Penyuluhan dan bimbingan/sosialisasi

2) Pemberian izin penyelenggaraan undian gratis berhadiah dan pengumpulan uang dan barang

3) Koordinasi dengan penyelenggara pengumpulan sumbangan dan instansi terkait.

Indikator kinerja :

1) Meningkatnya pengelolaan dana sosial

2) Meningkatnya jumlah orsos yang menyelenggarakan pengumpulan sumbangan sosial

3) Menurunnya jumlah pengaduan masyarakat. 4) Meningkatnya dan UKS dan PNBP yang terhimpun.

f. Pendataan dan Penyuluhan Sosial

Penyuluhan sosial sebagai gerak dasar dalam pembangunan kesejahteraan sosial melalui promosi dan publikasi secara langsung. Melalui penyuluhan sosial diharapkan masyarakat tahu, mau dan bisa berpartisipasi dalam pembangunan khususnya dalam penanganan masalah sosial.

Tujuan :

1) Meningkatnya jumlah layanan atas perlindungan dan jaminan kesejahteraan sosial

2) Tersedianya Data PMKS dan PSKS

Sasaran kegiatan :

1) Masyarakat yang menjadi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial 2) Masyarakat yang tidak mampu pada umumnya.

Rencana Strategis Dinas Sosial 2012-2017 66

Strategi :

1) Pendekatan khalayak sasaran

2) Pemanfaatan media untuk membangun wawasan kesejahteraan sosial 3) Pemberdayaan kahalayak sasaran untuk memasarkan program

investasi sosial bagi dunia usaha.

Komponen kegiatan :

1) Penyuluhan Sosial Massa

2) Penyuluhan Sosial Melalui Media Massa 3) Pendataan PMKS dan PSKS

Indikator Kinerja :

1) Terinformasikannya pesan-pesan secara efektif kepada masyarakat 2) Tersedianya penyuluh yang terampil

3) Tersedianya peralatan penyuluhan yang memenuhi standard teknologi terbaru

4) Tersedianya kendaraan yang dapat menunjang operasional penyuluhan.

5) Terwujudnya program lintas fungsi dalam pelaksanaan penyuluhan.

Dalam dokumen RENCANA STRATEGIS (Halaman 59-68)

Dokumen terkait