RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN INDIKATIF
2. Program Rehabilitasi Sosial
a. Pelayanan Kesejahteraan Sosial Anak Tujuan :
1) Meningkatkan kelangsungan hidup, tumbuh kembang, perlindungan dan partisipasi anak agar hak-hak anak terhadap pelayanan pendidikan , kesehatan, dan kesejahteraan sosial dapat terjamin sehingga mereka dapat menjadi sumber daya manusia
Rencana Strategis Dinas Sosial 2012-2017 49
yang berkualitas dan produktif serta mencegah timbulnya gizi buruk.
2) Mencegah dan menghindarkan anak dari tindak kekerasan, perlakuan salah, eksploitasi dan perlakuan diskriminasi yang mengakibatkan hak-hak anak menjadi tidak terpenuhi.
3) Meningkatkan kepedulian masyarakat dalam menangani masalah sosial anak dilingkungannya.
Sasaran :
Sasaran yang akan dicapai adalah terlayaninya anak balita, anak terlantar dan remaja serta teratasinya kasus-kasus anak yang mendapat tindak kekerasan, perlakuan salah, eksploitasi dan diskriminasi serta melanggar hukum.
Strategi :
Strategi untuk mencapai tujuan dan sasaran tersebut melalui pemberdayaan anak, keluarga dan masyarakat, optimalisasi sumber-sumber lokal, kemitraan dan kerjasama, peningkatan kapasitas pelayanan sosial, dan pengembangan kelembagaan pelayanan.
Komponen kegiatan :
1) Peningkatan pelayanan kebutuhan dasar (pendidikan, kesehatan, gizi, makanan, pakaian, dan rekreasi) melalui panti asuhan anak, taman penitipan anak dan kelompok bermain atau lembaga-lembaga sejenis untuk memberikan pelayanan secara terpadu dan komprehensif.
2) Pelayanan sosial bagi anak-anak Komunitas Adat Terpencil atau kelompok minoritas.
3) Bimbingan keterampilan kerja/usaha dan pemberian bantuan stimulans usaha ekonomis produktif (UEP) melalui Kelompok Usaha Bersama (KUBE).
Indikator kinerja :
1) Meningkatnya jumlah anak-anak yang telah mendapat pelayanan dan perlidungan sosial.
Rencana Strategis Dinas Sosial 2012-2017 50
2) Meningkatnya peran aktif masyarakat baik secara perorangan, melalui Orsos/LSM termasuk dunia usaha yang terlibat dalam program pelayanan kesejahteraan sosial anak.
b. Pelayanan Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia
Perbaikan perawatan dan pelayanan fasilitas kesehatan serta semakin baiknya gizi masyarakat berdampak pada meningkatnya usia harapan hidup serta membawa konsekuensi meningkatnya jumlah lanjut usia. Dengan semakin panjangnya usia harapan hidup, akan berimplikasi pada permasalahan sosial yang berkaitan dengan kondisi fisik, psikologis, sosial dan ekonomi terutama setelah terjadinya krisis ekonomi dimana jumlah lanjut usia terlantar semakin meningkat.
Tantangan yang dihadapi akibat meningkatnya jumlah lanjut usia, terutama mereka yang tidak potensial dan terlantar adalah penyediaan jaminan sosial baik formal maupun informal.
Tujuan :
1) Membangun apresiasi terhadap penduduk lanjut usia untuk menjaga harkat dan martabatnya serta memanfaatkan pengalaman dan keahliannya yang didukung oleh pengembangan budaya yang menjunjung tinggi serta menghormati lanjut usia secara melembaga dan berkesinambungan pada generasi muda dan masyarakat pada umumnya.
2) Melindungi dan menjamin hak-hak lanjut uisa melalui perlindungan sosial dan pemberian kemudahan dalam mengakses fasilitas pelayanan sosial bagi lanjut usia
3) Meningkatnya taraf kesejahteraan sosial lanjut usia.
4) Melembaganya lanjut usia dalam kehidupan bangsa agar para lanjut usia dapat menikmati hari tuanya dalam suasana aman, tenteram dan sejahtera lahir dan batin.
Rencana Strategis Dinas Sosial 2012-2017 51
Sasaran :
Terpelihara dan teramalkannya nilai-nilai kearifan, pengalaman dan keahlian lanjut usia secara melembaga dan berkesinambungan pada generasi muda dan m
asyarakat pada umumnya.
Strategi :
Strategi untuk mencapai tujuan yaitu melalui pemberdayaan keluarga dan masyarakat, kemitraan dan kerjasama dengan Organisasi Sosial Kemasyarakatan/LSM, desentralisasi pelaksanaan program dan integrasi pelayanan serta perlindungan sosial bagi lanjut usia.
Komponen kegiatan :
1) Peningkatan fungsi Panti Sosial Tresna Werdha menjadi pusat pelayanan dan perawatan lanjut usia untuk lingkungan sekitarnya melalui pengembangan pelayanan sosial lanjut usia berbasis masyarakat.
2) Peningkatan kegiatan UEP dan kegiatan Bimbingan Sosial lanjut usia.
3) Perlindungan sosial dan pemeliharaan taraf kesejahteraan melalui sistem jaminan sosial.
4) Peningkatan pelayanan kesehatan fisik melalui perbaikan gizi, pelayanan kesehatan, mata dan gigi, pelayanan kesehatan lanjut usia dalam keluarga.
5) Penyediaan sarana dan fasilitas khusus bagi lanjut usia.
Indikator kinerja :
1) Meningkatnya jumlah lanjut usia yang telah mendapatkan pelayanan melalui panti dan non panti.
Rencana Strategis Dinas Sosial 2012-2017 52
c. Rehabilitasi Sosial Disabilitas
Permasalahan sosial yang timbul dari kecacatan antara lain adalah ketidakberfungsian sosial, yakni kurang mampunya penyadang cacat melaksanakan peran-peran sosialnya secara wajar. Masalah yang masih dihadapi dalam memberikan pelayanan bagi mereka adalah belum tersedianya data yang akurat dan terkini tentang karakteristik kehidupan dan penghidupan berbagai jenis kecacatan; terbatasnya sarana dan prasarana yang dibutuhkan oleh penyandang cacat; belum memadainya jumlah dan kulitas petugas untuk berbagai kecacatan serta terbatasnya lapangan kerja bagi mereka.
Tujuan :
1) Meningkatkan kesempatan berusaha dan bekerja untuk meningkatkan kualitas hidup dan taraf kesejahteraan sosial penyandang disabilitas.
2) Meningkatnya kepedulian masyarakat, potensi dan sumber-sumber sosial serta sumber-sumber daya ekonomi untuk pengembangan UEP dan budaya kewirausahaan bagi penyandang disabilitas. 3) Memelihara penghasilan dan kesejahteraan sosial penyandang
cacat melalui sistem jaminan sosial
4) Meningkatnya aksesibilitas fisik penyandang disabilitas terhadap fasilitas pendidikan, kesehatan, fasilitas pelayanan kesejahteraan sosial dan sumber daya ekonomi untuk kualitas hidup dan kesejahteraannya.
Sasaran :
Pulihnya fungsi sosial penyandang disabilitas dan terbukanya kesempatan berusaha dan bekerja bagi seluruh penyandang cacat usia produktif untuk meningkatkan taraf kesejahteraannya.
Strategi :
Untuk mencapai tujuan tersebut melalui pemberdayaan penyandang disabilitas, keluarga dan masyarakat, optimalisasi
Rencana Strategis Dinas Sosial 2012-2017 53
sumber-sumber lokal, peningkatan kapasitas pelayanan, standarisasi pelayanan dan pengembangan kelembagaan pelayanan.
Kegiatan pokok :
1) Bimbingan keterampilan kerja, praktek belajar kerja serta pemberian bantuan UEP secara kelompok usaha bersama (KUBE). 2) Bimbingan resosialisasi dan penyaluran dengan mendayagunakan mekanisme Unit Pelayanan Sosial Keliling (UPSK), Loka Bina Karya (LBK), dan Rehabilitasi Berbasis Masyarakat (RBM).
3) Pelayanan rehabilitasi dan dukungan untuk melaksanakan kehidupan secara mandiri, meliputi bimbingan fisik, mental dan sosial.
Indikator kinerja :
1) Meningkatnya penyandang Disabilitas yang memperoleh pelayanan sosial.
2) Meningkatnya jumlah orsos/LSM/dunia usaha dan masyarakat yang terlibat dalam upaya pelayanan dan rehabilitasi sosial penyandang disabilitas.
d. Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial
Meningkatnya jumlah keluarga miskin dan angka putus sekolah diberbagai tingkat pendidikan, menurunnya kesempatan kerja dan maraknya berbagai konflik sosial menyebabkan sebagian masyarakat belum siap, limbung dan berusaha mempertahankan kelansungan hidup dengan cara seadanya seperti mengemis, mencuri, memalak, melacur, menodong dan sebagainya yang melanggar hukum dan norma sosial dan agama. Masalah lain yang timbul akibat kemiskinan adalah HIV/AIDS.
Tujuan :
1) Meningkatkan fungsi sosial para tuna sosial agar dapat hidup dan mencari nafkah sesuai dengan norma sosial dan agama yang berlaku dimasyarakat.
Rencana Strategis Dinas Sosial 2012-2017 54
2) Meningkatnya pemahaman individu, keluarga, kelompok dan masyarakat khususnya penyandang masalah sosial yang rawan HIV/AIDS agar mereka dapat menghindarkan diri dari penularan HIV/AIDS.
3) Memberikan pelayanan sosial bagi penderita HIV/AIDS agar tetap dapat hidup produktif serta mengurangi beban sosial psikologis yang dialaminya.
Sasaran :
Terbebasnya tuna susila, gelandangan dan pengemis, eks narapidana dan penyandang perilaku menyimpang lainnya dari kondisi ketunaan.
Strategi :
Untuk mencapai tujuan yaitu melalui pemberdayaan keluarga dan masyarakat, kemitraan dan kerjasama dengan organisasi sosial kemasyarakatan, optimalisasi sumber-sumber lokal, peningkatan kontrol sosial masyarakat dan penanaman nilai-nilai agama, perlindungan sosial dari, oleh dan untuk keluarga dan masyarakat serta integrasi pelayanan dalam pelayanan dan rehabilitasi sosial.
Komponen kegiatan :
1) Bimbingan sosial, bimbingan keterampilan kerja, praktek belajar kerja, pemberian bantuan stimulan melalui Kelompok Usaha Ekonomis Produktif (KUBE).
2) Penyuluhan atau kampanye penanggulangan HIV/AIDS. 3) Usaha pencegahan berbasis masyarakat.
4) Perlindungan sosial bagi kelompok rentan agar terhindar dari masalah ketunaan sosial.
Indikator kinerja :
1) Semakin meningkatnya jumlah tuna sosial yang memperoleh pelayanan.
2) Penyandang HIV/AIDS dapat meningkatkan kemampuan dalam mengatasi dan berelasi dengan lingkungannya.
Rencana Strategis Dinas Sosial 2012-2017 55
3) Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam menyelenggarakan pelayanan dan rehabilitasi sosial tuna sosial.
e. Rehabilitasi Sosial Korban Penyalahgunaan NAPZA
Permasalahan NAPZA saat ini telah membahayakan kelompok remaja, antara lain komplikasi penyakit yang ditimbulkannya, seperti overdosis, penularan HIV, hepatitis C dan sebagainya; meningkatnya kriminalitas serta rusaknya generasi muda dan kehancuran keluarga.
Tujuan :
1) Memulihkan fungsi sosial korban penyalahgunaan, kecanduan, ketergantungan, pemakai NAPZA, obat-obat terlarang dan zat adiktif, termasuk obat-obatan psikoaktif.
2) Meningkatkan ketahanan dan daya tangkal masyarakat terhadap perdagangan dan penyalahgunaan narkotika, obat-obat terlarang dan zat adiktif.
Sasaran :
Sasaran kegiatan penanggulangan penyalahgunaan Napza adalah seluruh remaja, keluarga dan masyarakat terutama melalui mekanisme karang taruna dan lembaga sosial lainnya.
Strategi :
Strategi untuk mencapai tujuan yaitu melalui pemberdayaan eks korban, kelompok, keluarga dan masyarakat, optimalisasi sumber-sumber lokal, kemitraan dan kerjasama dengan organisasi sosial kemasyarakatan dan dunia usaha, kepolisian dan peangkat hukum, integrasi pelayanan dalam pelayanan rehabilitasi sosial.
Komponen kegiatan :
1) Pengembangan kegiatan pencegahan berbasis masyarakat dengan melibatkan berbagai komponen masyarakat (tokoh agama, tokoh masyarakat, orsos dll)
2) Kampanye sosial dalam rangka pencegahan penyalahgunaan Napza melalui kerjasama dengan dunia usaha.
Rencana Strategis Dinas Sosial 2012-2017 56
Indikator kinerja :
1) Meningkatnya jumlah orsos yang menangani permasalahan dibidang penanggulangan penyalahgunaan napza.
2) Meningkatnya jumlah korban penyalahgunaan napza yang mendapat pelayanan.
f. Pembinaan Lembaga Kesejahteraan Sosial
Lembaga Kesejahteraan Sosial merupakan salah satu pilar kesejahteraan sosial dalam rangka menunjang upaya pembangunan kesejahteraan sosial, dimana LKS ini sebagai mitra Dinas Sosial melakukan aksesibilitas terhadap Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial.
Tujuan :
Meningkatnya layanan rehabilitasi terhadap Lembaga Kesejahteraan Sosial.
Sasaran :
Sasaran kegiatan adalah SLB yang menyelenggarakan panti, Taman Anak Sejahtera, dan Komisi Daerah Lanjut Usia Provinsi.
Strategi :
Strategi untuk mencapai tujuan yaitu melalui pembinaan LKS sehingga jangkauan layanan terhadap PMKS lebih terkoordinir.
Komponen kegiatan :
1) Bimbingan Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS)
2) Bantuan Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Anak Bantuan Permakanan SLB
3) Bantuan Operasional Taman Anak Sejahtera (TAS) 4) Bantuan Operasional KOMDA LANSIA
Indikator kinerja :
Rencana Strategis Dinas Sosial 2012-2017 57
2) Meningkatnya Jumlah Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak yang terlibat dalam program layanan kesejahteraan sosial anak
3) Meningkatnya Jumlah lembaga yang menangani permasalahan sosial penyalahgunaan napza
4) Meningkatnya Jumlah lembaga yang menangani permasalahan sosial bidang disabilitas.