Kapabilitas Intern Bank Indonesia
4.9. Program Sosial Bank Indonesia
Sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat, Bank Indonesia menjalankan Program Sosial Bank Indonesia (PSBI). Tema PSBI tahun 2014 adalah “Mendorong Pembangunan Ekonomi yang Kuat, Berkesinambungan dan Inklusif”. Untuk mendukung tema tersebut, Bank Indonesia fokus pada penguatan lima program unggulan, yaitu program pertanian terintegrasi, program mencetak tenaga kerja siap pakai, program ketahanan pangan, program komoditi unggulan dan penguatan komunitas kebanksentralan, dan literasi keuangan. Secara garis besar, PSBI dibagi dalam 3 bidang, yaitu (i) pengembangan ekonomi, (ii) peningkatan pengetahuan masyarakat terkait peran dan tugas Bank Indonesia (edukasi publik), dan (iii) kepedulian sosial.
Di bidang pengembangan ekonomi, PSBI ditujukan untuk mendukung upaya Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas harga. Upaya perbaikan sisi supply dilakukan melalui beberapa cara seperti pemberian bantuan peralatan produksi, peningkatan kemampuan (capacity building) UMKM, program klaster dan lainnya. Dengan bantuan ini, diharapkan produksi barang dan jasa dapat meningkat dan pada akhirnya dapat mengurangi masalah pasokan barang dan jasa yang sering memberikan tekanan pada stabilitas harga.
Pada triwulan I-2014, Bank Indonesia memberikan bantuan rak/pallet cold storage bawang merah di Cirebon. Bantuan tersebut diberikan untuk menambah kapasitas simpan bawang merah serta meningkatkan efisiensi dan efektifitas kerja dalam kegiatan pergudangan. Selain itu, Bank Indonesia juga memberikan bantuan pelaksanaan program pengentasan pengangguran di Bogor, bantuan penyediaan showcase pedagang foodcourt Blok G Tanah Abang, pembangunan kios gabungan kelompok tani Gunung Kidul, pelatihan UMKM di Pamekasan, pemberdayaan ekonomi pengolahan sayur organik di Surabaya, serta pelatihan kapasitas entepreneurship di Depok.
Untuk triwulan IV-2014, Bank Indonesia memberikan bantuan pengembangan dan pemberdayaan beberapa gabungan kelompok tani di beberapa wilayah dalam bidang usaha pertanian dan peternakan. Selama tahun 2014, Bank Indonesia telah memberikan: beberapa bantuan antara lain (i) bantuan peralatan nelayan Minapolitan melalui kegiatan Sekolah Pimpinan Bank Indonesia Peduli di Wisata Bahari Sendang Biru Malang, (ii) bantuan penyediaan sarana perekonomian di Kalimantan Barat, (iii) bantuan pemberdayaan
Pelaksanaan PSBI pada tahun 2014 meliputi bidang pengembangan ekonomi, edukasi publik, kepedulian sosial, dan pemberian beasiswa.
kelompok peternakan lele di Subang, bantuan pemberdayaan kelompok tani jamur di Sumedang, dan (iv) pemberdayaan ekonomi korban lumpur Lapindo di Sidoarjo melalui program penanaman jahe. Selain itu, Bank Indonesia juga memberikan bantuan penyediaan sarana dan prasarana rumah pengering pinang di Jambi dan menjalankan program pengembangan dan pemberdayaan ekonomi kerakyatan. Program pengembangan dan pemberdayaan ekonomi kerakyatan berupa penyediaan sarana dan prasarana penunjang kegiatan usaha di Desa Manding Bantul, pelatihan usaha kue kering di Bojonegoro dan Tuban, serta pengembangan kelompok tani di beberapa wilayah di Bali.
Di bidang edukasi publik, Bank Indonesia berupaya agar masyarakat dapat memahami peran dan tugas Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas rupiah. Dengan pemahaman tersebut ,diharapkan dapat mendukung efektivitas kebijakan Bank Indonesia ke depan. Adapun kegiatan dilakukan melalui bantuan penyelenggaraan (sponsorship) seminar, sosialisasi, pelatihan serta workshop dengan tema yang berkaitan dengan peran dan tugas Bank Indonesia. Edukasi yang diberikan mencakup seluruh kebijakan Bank Indonesia mulai dari kebijakan moneter, kebijakan makroprudensial, kebijakan sistem pembayaran dan pengedaran uang, hingga tema kelembagaan Bank Indonesia.
Di bidang kepedulian sosial, Bank Indonesia berupaya berpartisipasi secara aktif dalam membantu mengatasi permasalahan sosial masyarakat mulai dari masalah bencana alam, keagamaan, kesehatan sampai masalah lingkungan hidup. Pada 2014, pelaksanaan program melalui pemberian bantuan pembangunan sarana dan prasarana ibadah dan pendidikan. Selain itu juga pemberian bantuan cepat tanggap bencana alam di beberapa daerah yaitu korban banjir di Kudus, Jepara, Pati dan sekitarnya, korban bencana banjir di Sulawesi Tengah, korban erupsi Gunung Kelud dan korban erupsi Gunung Sinabung. Di bidang kesehatan, Bank Indonesia menyalurkan bantuan melalui program donor darah untuk penderita Hemofilia di Jakarta. Selain itu juga dilakukan kegiatan pengobatan gratis, operasi katarak dan operasi bibir sumbing yang dilaksanakan oleh beberapa lembaga dengan dukungan Bank Indonesia.
Di bidang lingkungan melalui dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan kepedulian lingkungan hidup yang diselenggarakan oleh beberapa lembaga penggiat lingkungan hidup.
Pada triwulan laporan, Bank Indonesia telah menyalurkan bantuan sosial untuk penyediaan sarana dan prasarana ibadah dan panti asuhan kepada beberapa lembaga dalam rangka perayaan Natal tahun 2014 di wilayah Jakarta. Selain itu, telah dilakukan kegiatan kas keliling dan bakti sosial berupa pemberian bantuan sarana pendukung pendidikan dan pembangunan sarana ibadah di Kepulauan Seribu bekerja sama dengan Direktorat Pengedaran Uang. Dalam rangka tanggap darurat bencana banjir, Bank Indonesia telah menyalurkan bantuan kepada korban bencana banjir di Lhokseumawe dan Aceh Barat. Selain itu, telah dilakukan kegiatan pengobatan gratis Peduli Anak Rawan Gizi di Jakarta dan kegiatan penanaman pohon di area Bandara Internasional Lombok dan beberapa area konservasi di Lombok.
Selain pemberian bantuan dalam rangka mewujudkan kepedulian sosial, Bank Indonesia juga melaksanakan program beasiswa dalam dua skema, yaitu beasiswa reguler dan beasiswa unggulan. Beasiswa regular diberikan kepada masing-masing 40 mahasiswa di 69 perguruan tinggi negeri dengan nilai per mahasiswa Rp500.000 per bulan. Sedangkan beasiswa unggulan diberikan kepada masing-masing sepuluh mahasiswa di tiga perguruan tinggi negeri, yaitu Universitas Indonesia, Institut Pertanian Bogor dan Universitas Padjajaran dengan nilai per mahasiswa sebesar Rp1.200.000 per bulan.
Selain memberikan beasiswa, Bank Indonesia juga terlibat secara aktif dalam mengelola komunitas mahasiswa penerima beasiswa. Komunitas yang disebut Generasi Baru Indonesia (GenBI) dilibatkan secara aktif dalam kegiatan bakti sosial di 12 wilayah yaitu Jabodetabek, Palu, Makassar, Surabaya, Yogyakarta, Purwokerto, Medan, Padang, Pontianak, Cirebon, Lampung dan Mataram. Kegiatan tersebut sebagai bentuk kepedulian sosial Bank Indonesia kepada masyarakat.