• Tidak ada hasil yang ditemukan

Struktur Organisasi Perusahaan BTN Syariah KC Cirebon

2. Prosedur dalam pengajuan pembiayaan KPR Hits

65

Prosedur adalah suatu rangkaian tindakan, langkah atau perbuatan yang harus dilakukan oleh seseorang untuk dapat mencapai suatu tahap tertentu dalam hubungan pencapaian tujuan akhir.” Di dalam sebuah pencapaian tujuan akhir yang kita inginkan kita harus mempunyai pandangan tentang apa yang seharusnya kita lakukan, tahapan yang bagaimana yang nantinya dapat membantu kita dalam mencapai tujuan akhir.53

Bapak Agil Aryo Pramono selaku Relation Marketing BTN Syariah Cirebon pada tanggal 19 juni 2019 pukul 18.45 WIB memberikan keterangan seputar Prosedur Pengajuan Pembiayaan KPR Hits BTN Syariah, sebagai berikut :

“Prosedur dalam pengajuan KPR Hits sama seperti pengajuan KPR yang lainnya jadi awalnya ada tanya jawab dari nasabah dan pihak bank lalu nasabah melakukan pengajuan kepada pihak bank dengan membawa berkas persyaratan yang ada di brosur, setelah itu nanti ada wawancara untuk nasabah sebagai bahan pertimbangan apakah nasabah tersebut layak untuk mendapatkan pembiayaan atau tidak, jika memang nasabah layak diberikan pembiayaan maka selanjutnya akan dilaksanakan akad”.

54

Bapak Arif Dermawan selaku Financing Service BTN Syariah Cirebon pada tanggal 21 juni 2019 pukul 18.30 WIB memberikan keterangan seputar Prosedur Pengajuan Pembiayaan KPR Hits BTN Syariah, sebagai berikut :

“Prosedur dalam Pengajuan Pembiayaan KPR Hits sama dengan yang lainnya yang pasti melengkapi persyaratan yang ada, kemudian berkas persyaratan diajukan kepada pihak bank dan nantinya akan di cek ulang mengenai kelengkapan berkas, dianalisis kelayakan meliputi wawancara yang biasanya meliputi tentang berapa gaji nya, berapa biaya 53http://arripple.blogspot.com/2017/02/pengertian-prosedur-menurut-para-ahli.html (diakses pada tanggal 28 juni 2019 Pukul 16.47 WIB)

66

hidup, memiliki tanggungan atau angsuran tidak, dan kredit akan diberikan kepada nasabah yang memiliki riwayat kredit/pembiayaan lancar minimal 1 tahun atau sedang menjalani kredit/pembiayaan kurang dari satu tahun di bank manapun dengan riwayat lancar”. 55

Ibu Nani selaku Nasabah BTN Syariah Cirebon pada tanggal 20 Juni 2019 pukul 13.30 WIB memberikan keterangan seputar Prosedur Pengajuan Pembiayaan KPR Hits BTN Syariah, sebagai berikut :

“ Biasanya kalau prosedur pengajuan kita nanya dulu kepihak bank apa aja yang menjadi persyaratan, terus kalau sudah tau berkas persyaratannya dibawa buat diajukan kepihak bank”. 56

Mas Wahyu selaku Nasabah BTN Syariah Cirebon pada tanggal 21 Juni 2019 pukul 13.25 WIB memberikan keterangan seputar Prosedur Pengajuan Pembiayaan KPR Hits BTN Syariah, sebagai berikut:

“untuk prosedur pengajuan sepertinya sama seperti pengajuan pembiayaan yang lainnya jadi melengkapi persyaratan dan nantinya ada wawancara juga dari pihak bank untuk nasabah”. 57

Mbak Devi selaku Nasabah KPR Hits BTN Syariah Cirebon pada tanggal 2 September 2019 pukul 10.30 WIB memberikan keterangan seputar Prosedur Pengajuan Pembiayaan KPR Hits BTN Syariah, sebagai berikut:

“Sebelumnya saya liat dulu dari website untuk mengetahui persyaratannya kemudian datang ke Bank BTN Syariah untuk menanyakan langsung kejelasannya dan setelah tau infonya tidak lama kemudian membawa berkas dan sekalian wawancara”.

Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan, penulis dapat menyimpulkan bahwa dalam prosedur pengajuan pembiayaan kpr hits pada umumnya hampir sama dengan pengajuan KPR yang lainnya yaitu membawa berkas persyaratan kepada pihak bank sebagai bahan untuk pengajuan pembiayaan dan setelah itu berkas yang diterima oleh bank 55 Silmi, Wawancara Penelitian Financing Service, tanggal 21 Juni 2019, Pukul 18.30 WIB 56 Silmi, Wawancara Penelitian Nasabah, tanggal 20 juni 2019, Pukul 13.30 WIB

67

akan ditindak lanjuti dengan menganalisis kelayakan nasabah apakah layak menerima pemmbiayaan atau tidak.

Pada Pertanyaan Prosedur Pengajuan peneliti juga menanyakan sub pertanyaan tentang bagaimana kriteria calon nasabah penerima pembiayaan.

Bapak Agil Aryo Pramono selaku Relation Marketing BTN Syariah Cirebon pada tanggal 19 juni 2019 pukul 18.45 WIB memberikan keterangan seputar Kriteria Calon Nasabah Penerima Pembiayaan KPR Hits BTN Syariah, sebagai berikut :

“Adapun kriteria dalam pembiayaan KPR Hits ada batas minimal dan maksimal dalam melakukan pengajuan minimal usia 22 Tahun dan maksimal 26 tahun, di mana hal tersebut dihitung dari masa kerja calon nasabah yang umumnya pada perusahaan swasta usia pensiun berada pada usia 55 Tahun, sehingga memungkinkan calon nasabah dan pihak bank bahwa jangka waktu 30 tahun bisa ditempuh selama masa kerja berlangsung. Adapun kriteria yang ditentukan dalam pengajuan yaitu dengan target kaum Millenial yang sudah memiliki pekerjaan tetap dengan batas usia yang sudah ditentukan, serta kemampuan dalam membayar anggunan rumah yang sesuai dengan penghasilan, tidak memiliki banyak pinjaman ataupun hutang. Penjelasan Maks. Jangka waktu pembayaran 30 tahun dengan ketentuan yang pertama Tidak melebihi sisa jangka waktu Hak atas tanah minus 2 tahun dan yang kedua Batas usia Nasabah tidak melebihi 65 tahun pada saat pembiayaan jatuh tempo”. 58

Bapak Arif Dermawan selaku Financing Service BTN Syariah Cirebon pada tanggal 21 juni 2019 pukul 18.30 WIB memberikan keterangan seputar Kriteria Calon Penerima Pembiayaan KPR Hits BTN Syariah, sebagai berikut :

“Kriteria Calon Nasabah Penerima KPR Hits cukup mudah. Diantaranya nasabah merupakan WNI , berusia min. 21 tahun, memiliki pekerjaan tetap dengan masa kerja minimal satu tahun dan yang penting agunan yang digunakan adalah rumah atau apartemen atau ruko ready stokatau sudah tersedia, bukan yang belum dibangun atau berbentuk

68

kavling tanah. Dalam unit tersedia disini dimaksudkan bisa dalam bentuk properti baru atau second dengan memiliki dokumen legalitas properti yaitu SHM/SHGB dan IMB serta berada pada lokasi yang markatable. Pembiayaan ini tidak diperuntukan untuk nasabah non muslim saja namun terbuka juga bagi nasabah non muslim dengan syarat mengikuti prosedur yang ada”. 59

Ibu Nani selaku Nasabah BTN Syariah Cirebon pada tanggal 20 Juni 2019 pukul 13.30 WIB memberikan keterangan seputar Kriteria Calon Penerima Pengajuan Pembiayaan KPR Hits BTN Syariah, sebagai berikut :

“ Kriterianya yang pasti calon nasabahnya memiliki pekerjaan dan penghasilan, dan mungkin ada batas maksimal apalagi jangka waktu yang ditawarkan nyampe 30 tahun”. 60

Mas Wahyu selaku Nasabah BTN Syariah Cirebon pada tanggal 21 Juni 2019 pukul 13.25 WIB memberikan keterangan seputar Pengajuan Pembiayaan KPR Hits BTN Syariah, sebagai berikut:

“Kalo untuk kriteria mungkin sama aja saja seperti KPR-KPR lain nya tidak ada perbedaan yang mendasar ataupun mencolok yang saya lihat”. 61

Mbak Devi selaku Nasabah KPR Hits BTN Syariah Cirebon pada tanggal 2 September 2019 pukul 10.30 WIB memberikan keterangan seputar Pengajuan Pembiayaan KPR Hits BTN Syariah, sebagai berikut:

“Yang pasti calon nasabahnya memiliki pekerjaan dan penghasilan”.62

Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan, penulis dapat menyimpulkan bahwa kriteria nasabah ditentukan melalui kemampuan seorang nasabah ketika ingin melakukan pengajuan pembiayaan seperti

59 Silmi, Wawancara Penelitian Financing Service, tanggal 21 Juni 2019, Pukul 18.30 WIB 60 Silmi, Wawancara Penelitian Nasabah, tanggal 20 juni 2019, Pukul 13.30 WIB

61 Silmi, Wawancara Penelitian Nasabah, tanggal 21 juni 2019, Pukul 13.25 WIB 62 Silmi, Wawancara Penelitian Nasabah, tanggal September 2019, Pukul 10.30 WIB

69

memiliki pekerjaan dan kemampuan dalam membayar seperti nasabah tersebut tidak memiliki banyak tanggungan ataupun hutang.

Pada Pertanyaan Prosedur Pengajuan peneliti juga menanyakan sub pertanyaan tentang Persyaratan apa saja dalam pengajuan pembiayaan.

Bapak Agil Aryo Pramono selaku Relation Marketing BTN Syariah Cirebon pada tanggal 19 juni 2019 pukul 18.45 WIB memberikan keterangan seputar Persyaratan dalam Pengajuan Pembiayaan KPR Hits BTN Syariah, sebagai berikut :

“Persyaratan dalam pengajuan KPR Hits hampir sama dengan persyaratan pembiayaan yang lainnya diantaranya Warga Negara Indonesia (WNI), Usia min. 21 tahun atau telah menikah, Saat pembiayaan lunas usia ≤dari 65 tahun, Memiliki penghasilan tetap (fixed income) maupun penghasilan tidak tetap (non fixed income), Min. masa kerja1 tahun dan usaha 2 tahun dan Tidak memiliki kredit/pembiayaan bermasalah (IDI BI clear). 63

Bapak Arif Dermawan selaku Financing Service BTN Syariah Cirebon pada tanggal 21 juni 2019 pukul 18.30 WIB memberikan keterangan seputar Persyaratan dalam pengajuan Pembiayaan KPR Hits BTN Syariah, sebagai berikut :

“Persyaratan dalam pengajuan dalam pembiayaan KPR Hits diantaranya ada Formulir Pengajuan, Fotocopy KTP/ Kartu Identitas,Fotocopy Kartu Keluarga,Fotocopy surat Nikah/ Cerai, Fotocopy SK Pegawai, Fotocopy Slip gaji, Surat Keterangan Penghasilan, Rekening Koran 3 Bulan Terakhir, Laporan Keuangan 3 Bulan terakhir, Fotocopy NPWP/ SPT PPh 21, Fotocopy Surat Ijin Usaha, SIUP, TDP, APP, Foto copy Ijin Praktek, Fotocopy Sertifikat dan IMB. Di dalam brosur juga ada persyaratan untuk pengajuannya”. 64

Ibu Nani selaku Nasabah BTN Syariah Cirebon pada tanggal 20 Juni 2019 pukul 13.30 WIB memberikan keterangan seputar Persyaratan Pengajuan Pembiayaan KPR Hits BTN Syariah, sebagai berikut :

63 Silmi, Wawancara Penelitian Relation Marketing, tanggal 19 Juni 2019, Pukul 18.45 WIB 64 Silmi, Wawancara Penelitian Financing Service, tanggal 21 Juni 2019, Pukul 18.30 WIB

70

“ kalau ngajuin pembiayaan yang pasti harus ada formulirnya apalagi ini ke bank ya biasanya ada fotocopy ktp, kartu keluarga, surat nikah, slip gaji, npwp, dan yang lainnya, kalau persyaratan biasanya umum atau sama dengan pengajuan kpr yang lainnya mba”. 65

Mas Wahyu selaku Nasabah BTN Syariah Cirebon pada tanggal 21 Juni 2019 pukul 13.25 WIB memberikan keterangan seputar Persyaratan dalam Pengajuan Pembiayaan KPR Hits BTN Syariah, sebagai berikut:

“kalau persyaratan pasti digunakan untuk pelengkap berkas data diri nasabah, yang pada umumnya ada identitas diri, dan yang terkait dengan pekerjaan juga”.66

Mbak Devi selaku Nasabah KPR Hits BTN Syariah Cirebon pada tanggal 2 September 2019 pukul 13.25 WIB memberikan keterangan seputar Persyaratan dalam Pengajuan Pembiayaan KPR Hits BTN Syariah, sebagai berikut:

“Untuk Pengajuan pembiayaan KPR Hits pada awalnya yang pasti harus tau informasinya dulu, dan biasanya ada beberapa berkas yang perlu dilengkapi diantaranya adalah fotocopy ktp, kartu keluarga, surat nikah, slip gaji, npwp, dan yang lainnya”.67

Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan, penulis dapat menyimpulkan bahwa prosedur dalam pengajuan pembiayaaan KPR Hits dilihat dari kriteria seorang nasabah yang nantinya akan menjadi sebuah syarat dari persyaratan dalam mengajukan pembiayaan. Adapun skema prosedur pembiayaan baru dan pembiayaan Refinancing KPR Hits sebagai berikut :

65 Silmi, Wawancara Penelitian Nasabah, tanggal 20 juni 2019, Pukul 13.30 WIB 66 Silmi, Wawancara Penelitian Nasabah, tanggal 21 juni 2019, Pukul 13.25

71

Gambar 4.2

72

1. Nasabah datang ke bank untuk mengajukan permohonan pembiayaan konsumer MMQ, dengan menyerahkan berbagai macam berkas-berkas yang diperlukan. Setelah itu bank akan melakukan pengecekan terhadap kebenaran dan kelengkapan berkas tersebut. Berkas-berkas atau persyaratan yang dicek antara lain adalah sebagai berikut:

Syarat Pembiayaan Properti BTN iB

Kelengkapan Karyawan Wiraswasta Profesional

Formulir Pengajuan √ √ √ FC KTP/Kartu Identitas √ √ √ FC Kartu Keluarga √ √ √ FC Surat Nikah/Cerai √ √ √ FC SK Pegawai √ - - FC Slip Gaji √ - -

Surat Keterangan Penghasilan - √ √

Rek. Koran 3 Bulan terakhir √ √ √

Lap. Keuangan 3 bulan terakhir - √ -

FC NPWP/SPT PPh 21 √ √ √

FC Ijin Usaha, SIUP, TDP, APP - √ -

FC Ijin Praktek - - √

FC Sertifikat dan IMB √ √ √

Tabel 4.1

2. Selanjutnya berkas-berkas tersebut akan dianalisis oleh pihak bank untuk dilakukan analisa kelayakan, apakah layak kreditur ini untuk diberikan pinjaman atau tidak dengan melakukan wawancara langsung maupun tidak langsung (melalui telepon). Kelayakan

73

nasabah untuk nasabah dapat dilihat dari gaji dan biaya hidup serta tanggungan yang dimiliki nasabah kepada bank lain, kredit akan diberikan kepada nasabah yang memiliki riwayat kredit/pembiayaan lancar minimal 1 tahun atau sedang menjalani kredit/pembiayaan kurang dari satu tahun di bank manapun dengan riwayat lancar. Setelah kreditur dinyatakan layak untuk diberikan kredit, selanjutnya akan dilaksanakan akad musyarakah.

3. Ketika sudah dilakukan akad maka akan terjadi kongsi kepemilikan dimana kepemilikan dari property yang akan dibeli dibagi antara kreditur dan penjual, kongsi kepemilikan tersebut tergantung pada kesepakatan yang telah ditentukan pada saat akad.

4. Setelahnya akan ditentukan besaran uang sewa yang akan dibayarkan oleh nasabah atau yang akan diterima oleh bank. Ada dua jenis pilihan untuk pembayaran sewa. Yang pertama, dengan ujroh atau uang sewa (fee) sebesar 7,75% fixed selama 3 tahun pertama. Kedua, dengan ujroh sebesar 8,25% fixed selama 5 tahun pertama, selanjutnya berjenjang selama jangka waktu KPR sampai 30 tahun. 5. Selanjutnya nasabah melakukan pembayaran uang sewa yang sudah

disepakati sebelumnya ke bank.

6. Jika nasabah sudah melakukan pembayaran kredit, dari setiap pembayaran yang dilakukan maka akan menambah porsi kepemilikan dari property tersebut kepada nasabah, sekaligus mengurangi porsi kepemilikan dari pihak bank.

74

Jadi dapat disimpulkan berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan, penulis dapat menyimpulkan bahwa dalam prosedur pengajuan Pembiayaan KPR Hits pada umumnya hampir sama dengan pengajuan KPR yang lainnya yaitu membawa berkas persyaratan kepada pihak bank sebagai bahan untuk pengajuan pembiayaan dan setelah itu berkas yang diterima oleh bank akan ditindak lanjuti dengan menganalisis kelayakan nasabah apakah layak menerima pembiayaan atau tidak. Dan dalam persyaratannya calon nasabah diwajibkan memenuhi persyaratan yang sudah di lampirkan oleh pihak Bank BTN Syariah dalam pengajuan Pembiayaan Properti BTN iB.

3. Hal-hal yang menjadi kendala dalam memasarkan produk