BAB III METODE PENELITIAN
C. Prosedur dan Desain Pengembangan
Metode penelitian dan pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian dan pengembangan menurut Sugiyono. Langkah-langkah penelitian dan pengembangan menurut Sugiyono (2011: 298) disajikan dalam bagan 1 berikut.
Berdasarkan bagan 1 diatas dapat diberikan penjelasan sebagai berikut: 1. Potensi dan Masalah
Suatu penelitian berangkat karena adanya potensi dan masalah. Potensi merupakan segala sesuatu yang bila didayagunakan akan memiliki nilai tambah. Semua potensi akan berkembang menjadi masalah bila tidak dapat mendayagunakan potensi-potensi tersebut dengan tepat. Masalah adalah penyimpangan antara yang diharapkan dengan yang terjadi atau yang direncanakan dengan pelaksanaan. Masalah juga dapat dijadikan potensi, apabila dapat mendayagunakannya dengan tepat.
Potensi dan masalah yang dikemukakan dalam penelitian harus ditunjukan dengan data empirik. Data tentang potensi dan masalah tidak harus dicari sendiri, tetapi bisa berdasarkan laporan penelitian Potensi dan
Masalah
Pengumpulan Data
Revisi Desain Validasi Desain
Revisi Produk Uji Coba Pemakaian
Desain Produk
Uji Coba Produk
Revisi Produk
Produksi Masal Bagan 3.1
Langkah-langkah penggunaan metode penelitian dan pengembangan menurut Sugiyono
orang lain atau harus didukung oleh data-data atau fakta. 2. Mengumpulkan data atau informasi
Setelah potensi dan masalah dapat ditemukan, maka langkah selanjutnya adalah mengumpulkan berbagai informasi yang dapat digunakan sebagai bahan untuk perencanaan produk tertentu yang diharapkan dapat mengatasi masalah tersebut.
3. Desain produk
Produk yang dihasilkan dalam penelitian R & D bermacam-macam sesuai dengan bidangnya masing-masing. Hasil akhir dari penelitian ini adalah berupa desain produk baru, yang lengkap dengan spesifikasinya.
4. Validasi desain
Validasi desain merupakan proses kegiatan untuk menilai rancangan produk. Validasi masih bersifat penilaian berdasarkan pemikiran rasional, belum fakta lapangan. Validasi desain ini dapat dilakukan dengan cara menghadirkan beberapa pakar atau tenaga ahli yang sudah berpengelaman untuk menilai produk baru yang dirancang tersebut. Setiap pakar diminta untuk menilai desain tersebut, sehingga selanjutnya dapat diketahui kelemahan dan kekuatannya.
5. Revisi desain
Setelah melalui proses validasi maka akan diketahui kelemahan dari produk tersebut. Kelemahan inilah yang oleh peneliti dicoba untuk dikurangi dengan cara memperbaiki desain.
6. Uji coba produk
Untuk menguji coba produk tersebut dapat dilakukan dengan kegiatan simulasi atau eksperimen pada kelompok yang terbatas. Pengujian dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan informasi ketika menggunakan produk yang dikembangkan.
7. Revisi produk
Revisi produk ini dilakukan apabila pada kegiatan uji coba terbatas sebelumnya ditemukan kelemahan atau kekurangan dari produk tersebut
8. Uji coba pemakaian
Setelah pengujian terhadap produk berhasil dan mungkin ada beberapa revisi, maka selanjutnya produk tersebut dapat diujicobakan untuk lingkup yang lebih luas. Dalam uji coba ini peneliti tetap menilai kelemahan atau hambatan yang muncul guna untuk perbaikan lebih lanjut.
9. Revisi produk
Kelemahan atau hambatan yang muncul pada uji coba untuk lingkup yang lebih luas kemudian direvisi lagi.
10.Produksi masal
Pembuatan produk masal ini dilakukan apabila produk yang telah diuji coba dinyatakan efektif dan layak untuk diproduksi masal. Untuk dapat memproduksi masal, maka peneliti perlu bekerja sama dengan perusahan.
Dalam penelitian ini peneliti membatasi penelitian sampai pada langkah ke tujuh yaitu revisi produk karena keterbatasan waktu dalam penelitian ini sehingga produk LKS dengan pendekatan PMRI pada materi bangun ruang sisi datar tidak sampai pada tahap produksi masal. Peneliti memodifikasi metode penelitian dan pengembangan yang terdiri dari tujuh langkah yaitu 1) potensi dan masalah, 2) pengumpulan data, 3) desain produk, 4) validasi desain, 5) revisi desain, 6) uji coba produk, dan 7) revisi produk. Metode penelitian dan pengembangan yang disajikan dalam bagan berikut:
1. Potensi dan masalah
Penelitian ini dimulai karena adanya potensi dan masalah. Untuk mengetahui sejauh mana potensi yang dimiliki oleh sekolah maka peneliti melakukan analisis kebutuhan dengan melakukan wawancara kepada Kepala Sekolah SMP BOPKRI I dan guru mata pelajaran
Potensi dan Masalah
Pengumpulan Data
Revisi Desain Validasi Desain Desain Produk
Uji Coba Produk
Revisi Produk
Bagan 3.2
Langkah-langkah penggunaan metode penelitian dan pengembangan menurut Sugiyono yang telah dimodifikasi
matematika. Setelah peneliti mengetahui potensi dan masalah maka dalam rangka mendayagunakan potensi dan mengatasi masalah tersebut peneliti melakukan analisis kebutuhan yang akan digunakan untuk pengembangan produk.
2. Pengumpulan data
Untuk mengatasi masalah yang telah diperoleh maka peneliti melakukan pengumpulan data untuk mengumpulkan informasi yang dapat digunakan sebagai bahan untuk perencanaan produk yang akan dikembangkan. Pengumpulan data dilakukan dengan cara melakukan wawancara kepada Kepala Sekolah SMP BOPKRI I dan guru mata pelajaran matematika. Wawancara yang dilakukan adalah wawancara tak berstruktur yang dimana pertanyaan-pertanyaan yang ditanyakan berkaitan dengan penggunaan pendekatan PMRI dalam suatu proses pembelajaran matematika.
3. Desain produk
Penyusunan Lembar Kerja Siswa (LKS) dengan pendekatan matematika realistik dimulai dengan menentukan materi pembelajaran yang akan digunakan. Setelah menyesuaikan waktu pembelajaran di Sekolah, kelas yang dapat dijadikan sebagai subjek penelitian, serta materi pembelajaran yang tepat maka peneliti sepakat untuk menggunakan LKS dengan pendekatan matematika realistik untuk membelajarkan materi bangun ruang sisi datar di kelas VIII. Usai menentukan materi yang akan dipelajari selanjutnya peneliti menyusun
LKS yang menggunakan pendekatan matematika realistik. Dimulai dari struktur LKS sampai ciri-ciri LKS yang menggunakan pendekatan matematika realistik didesain oleh peneliti. Setelah melalui revisi dari dosen pembimbing akhirnya produk LKS dengan pendekatan matematika realistik pada materi bangun ruang sisi datar telah selesai disusun. Selanjutnya LKS ini akan divalidasi oleh pakar.
4. Validasi desain
Validasi desain dilakukan oleh seorang pakar Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI). Validasi ini bertujuan untuk mengetahui keterbatasan atau kekurangan dan kelebihan terhadap Lembar Kerja Siswa yang telah dibuat. Kelebihan dan kekurangan tersebut membantu peneliti dalam mengembangkan dan menyempurnakan LKS yang telah dibuat agar semakin berkualitas. 5. Revisi desain
Lembar Kerja Siswa yang telah divalidasi kemudian dianalisis peneliti berdasarkan komentar yang diberikan oleh ahli. Keterbatasan atau kekurangan dari LKS yang telah dibuat dan telah dikomentari oleh ahli akan direvisi oleh peneliti sehingga menjadi lebih baik. Dari hasil validasi diperoleh komentar ahli mengenai penggunaan nama bangun ruang. Ahli menyarankan agar nama bangun ruang sisi datar jangan dimuat dalam soal pada LKS agar siswa mampu membayangkan sendiri bangun ruang yang dimaksud. Jadi peneliti diharapkan untuk memberikan ciri-ciri bangun ruang yang sesuai
dengan masalah sehari-hari tanpa harus menyebutkan nama bangun ruang tersebut. Peneliti kemudian merevisi LKS yang telah dibuat sebelumnya dengan memperhatikan saran dan komentar dari ahli tersebut.
6. Uji coba produk
Setelah produk LKS siap, produk LKS tersebut kemudian diuji cobakan secara terbatas kepada sampel terbatas di kelas VIII D SMP BOPKRI 1 Yogyakarta. Uji coba ini bertujuan untuk mengetahui apakah LKS dengan pendekatan PMRI dalam membelajarkan materi bangun ruang sisi datar dapat digunakan dengan baik oleh siswa. Oleh karena itu, usai melakukan uji coba produk peneliti melakukan wawancara kepada beberapa siswa untuk mengetahui respons siswa setelah menggunakan LKS dengan pendekatan matematika realistik dalam membelajarkan materi bangun ruang sisi datar.
7. Revisi produk
Setelah melaksanakan uji coba produk LKS, langkah terakhir adalah melakukan revisi produk berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan kepada beberapa siswa setelah menggunakan LKS dengan pendekatan PMRI untuk membelajarkan materi bangun ruang sisi datar.