• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROSEDUR EFT

Dalam dokumen Keajaiban Eft (Halaman 22-34)

Prosedur Standar untuk Menyingkirkan Masalah

PROSEDUR EFT

Langkah-langkah menerapkan EFT sangatlah mudah dan anda bisa mencobanya sendiri dalam beberapa menit saja untuk menyingkirkan apa yang saat ini sedang mengganggu anda. Panduan berikut ini saya ringkaskan dari Manual EFT yang disusun oleh Gary Craig, penemu teknik ini. Manual lengkap bisa anda dapatkan secara gratis dengan mengunjungi situs Gary (www.emofree.com).

Selanjutnya, ketekunan anda yang akan sangat menentukan tingkat kemahiran anda dalam menerapkan teknik ini. Saya tidak tahu apakah anda

tergolong orang yang tekun dan memperhatikan diri anda sendiri. Tetapi, EFT merupakan teknik yang menakjubkan dan ia lebih menakjubkan jika dibarengi dengan kesungguhan dan ketekunan anda dan kesediaan anda meluangkan waktu beberapa menit sehari untuk menggunakannya.

Prosedur standar EFT terdiri dari tahap-tahap yang disebut Setup, Sekuen, dan Prosedur 9 Gamut. Resep baku untuk menerapkan satu putaran EFT mudah diingat jika kita membandingkannya dengan, misalnya, permainan badminton atau sepakbola.

Inilah resep EFT satu putaran

1. Setup, ini seperti anda berdoa atau menetapkan tujuan anda

sebelum pertandingan dimulai.

2. Sekuen Pertama, seperti babak pertama dalam sepakbola atau set

pertama dalam bulutangkis.

3. Prosedur 9 Gamut, waktu istirahat setelah selesai babak atau set

pertama.

4. Sekuen Kedua, setelah istirahat permainan dilanjutkan dengan

babak atau set kedua.

Dalam sepakbola kadang-kadang diperlukan perpanjangan waktu ketika pertandingan berjalan imbang dalam waktu normal. Pada pertandingan bulutangkis juga ada set tambahan (rubber set). Nanti anda akan mendapati bahwa dalam EFT kadang-kadang anda harus melakukan putaran tambahan.

Sebelum melangkah lebih lanjut tentang bagaimana kita menjalankan prosedur tersebut, tentu saja kita harus benar-benar memahami ketiga tahapan tersebut dengan baik. Setiap permainan ada aturannya, bukan?

I. Setup

Setup adalah tahapan untuk memfokuskan perhatian kita pada masalah yang sedang kita alami. Yang kita lakukan pada tahapan ini adalah menotok-notok titik karate (karate chop), bisa kiri bisa kanan, atau mengusap-usap salah satu sore spot (lihat gambar) sambil mengucapkan kalimat setup EFT (yang diulang 3 kali) seperti di bawah ini:

“Meskipun saya memiliki masalah X [sebutkan apa masalah anda], saya menerima diri saya dengan tulus dan apa adanya.”

Kalimat ini bisa anda modifikasi dengan kalimat yang anda mungkin lebih nyaman mengucapkannya. Beberapa orang mungkin lebih nyaman mengucapkannya sebagai doa dan kepasrahan religius, maka anda bisa saja mengubahnya sebagai berikut:

“Meskipun saya memiliki masalah X, saya ikhlas dengan keadaan saya, saya pasrahkan diri saya sepenuhnya kepada Allah.”

Atau anda bisa menggunakan modifikasi yang diperkenalkan oleh Patricia Carrington, salah seorang master EFT, yakni dengan kosakata “saya memilih” di bagian kedua kalimat setup. Rumusan yang

ditawarkan oleh Pat Carrington ini bisa menjadi pilihan tepat ketika anda menangani orang yang kurang nyaman dengan setup standar EFT yang terdengar negatif. Inilah modifikasi versi Pat Carrington:

“Meskipun saya memiliki masalah X, saya memilih....”

Agar lebih jelas bagi anda bagaimana menerapkan kalimat setup dengan “saya memilih”, anda bisa mempelajari contoh-contoh di bawah ini sekiranya anda mencoba menggunakan kalimat setup model Pat Carrington.

“Meskipun saya takut bicara di depan umum, saya memilih merasa percaya diri dan mantap ketika saya bicara di depan umum.”

“Meskipun saya mengidap nyeri kepala, saya memilih bisa menghadapi nyeri kepala itu dengan perasaan nyaman dan menyingkirkannya dengan mudah sekarang.”

“Meskipun tensi saya…, saya memilih memberikan yang terbaik bagi diri saya dengan menjadikan tensi saya normal.”

Pilihannya ada pada anda sendiri. EFT fleksibel anda terapkan dan anda tidak harus fanatik dengan satu model kalimat setup. Pada dasarnya, dengan kalimat setup standar pun EFT akan bekerja sempurna bagi anda. Berbagai variasi mungkin lebih diperlukan ketika anda menangani orang lain. Dalam hal ini, penting bagi anda untuk menerapkan EFT dalam cara yang klien anda bisa merasakan kenyamanan.

Kembali ke kalimat setup standar. Di bawa ini adalah beberapa kalimat setup yang bisa membantu anda untuk merumuskan masalah yang hendak anda selesaikan:

“Meskipun saya takut bicara di depan umum, saya menerima diri saya dengan tulus dan apa adanya.”

“Meskipun gula darah saya 280, saya menerima diri saya dengan tulus dan apa adanya.”

“Meskipun saya memiliki masalah takut ketinggian, saya menerima diri saya dengan tulus dan apa adanya.”

“Meskipun saya menyimpan kemarahan terhadap ayah saya, saya menerima diri saya dengan tulus dan apa adanya.”

“Meskipun saya mengidap depresi, saya menerima diri saya dengan tulus dan apa adanya.”

“Meskipun saya mengidap nyeri pinggang, saya menerima diri saya dengan tulus dan apa adanya.”

“Meskipun saya suka menunda-nunda pekerjaan, saya menerima diri saya dengan tulus dan apa adanya.”

“Meskipun saya takut gelap, saya menerima diri saya dengan tulus dan apa adanya.

“Meskipun saya mengidap fobia pada kecoa, saya menerima diri saya dengan tulus dan apa adanya.”

“Meskipun saya mengidap asma, saya menerima diri saya dengan tulus dan apa adanya.”

“Meskipun leher saya kaku, saya menerima diri saya dengan tulus dan apa adanya.”

“Meskipun saya mengidap sakit maag, saya menerima diri saya dengan tulus dan apa adanya.”

“Meskipun saya memiliki masalah benci pada anak-anak, saya menerima diri saya dengan tulus dan apa adanya.”

Meskipun saya tidak lancar menulis, saya menerima diri saya dengan tulus dan apa adanya.”

Itu hanya contoh beberapa masalah yang bisa anda selesaikan dengan prosedur EFT. Dan untuk setiap masalah, semudah itulah kalimat setupnya. Jika anda menginkan variasi untuk tidak melulu menggunakan kalimat setup standar, anda bisa memilih cara anda sendiri, atau menggunakan kalimat setup dengan frase “saya memilih” sebagaimana yang ditawarkan oleh Patricia Carrington. EFT seperti software open source yang bisa anda kembangkan dengan kreativitas anda. Namun di mana pun rumusnya selalu sama: Anda bisa mengembangkan sesuatu menjadi lebih sesuai dengan diri anda dan kebutuhan anda, anda bisa menambahkan kreativitas anda di dalamnya, tentu setelah anda menguasai betul aturan-aturan bakunya. Dalam dunia karang-mengarang, seorang penulis yang baik bisa memain-mainkan bahasa sedemikian rupa karena ia sudah sangat menguasai tatabahasa.

Sekarang anda pikirkan, masalah apa saja yang bisa disasar dengan EFT? Nyaris tidak terbatas, sebab kalimat setup itu membuka kesempatan seluas-luasnya bagi kita untuk menyasar apa saja. Karena itulah Gary Craig, penemu teknik ini, senantiasa menyarankan: “Coba untuk apa saja.” (Try it on

everything.) Sebab masalah di muka bumi ini memang tak terbatas dan setiap

manusia tampil unik dengan permasalahannya masing-masing. Oya, sebelum kita melangkah ke tahap sekuen, ada baiknya kita bicarakan satu hal yang sering jadi pertanyaan: Mana yang lebih baik

dilakukan ketika mengucapkan kalimat setup, apakah mengusap sore

“Setelah bertahun-tahun menggunakan metode ini, saya menyimpulkan bahwa mengusap sore spot sedikit lebih efektif dibandingkan menotok-notok karate chop,” kata Gary Craig.

Bagaimanapun, nanti anda akan membuktikan bahwa kedua hal itu sama-sama efektifnya. Jika anda melakukan EFT untuk diri anda sendiri, saya menyarankan anda mengucapkan kalimat setup sambil mengusap-usap sore

spot. Namun, menotok-notok karate chop mungkin akan lebih nyaman

dilakukan ketika anda menerapkan EFT untuk orang lain atau mempraktekkan EFT di depan umum. Pada dasarnya, anda bebas menggunakan cara yang mana saja ketika setup.

II. Sekuen

Sekuen adalah langkah penotokan yang kita lakukan setelah kita selesai melakukan setup. Masing-masing titik meridian kita ketuk secara cepat 7 kali

(kurang sedikit tidak apa-apa, lebih sedikit juga tidak apa-apa, anda perlu rileks saja dalam menjalankan prosedur EFT). Seberapa kuat anda harus menotoknya? Sedang-sedang sajalah. Anda hanya akan melakukan sesuatu untuk menggetarkan jaringan meridian tubuh anda dan bukan membuat wajah anda memar-memar dengan teknik ini.

Di bawah ini kita akan melihat keseluruhan titik meridian di tiga bagian, yakni wajah, tubuh, dan tangan kita.

Lima (5) titik meridian di bagian wajah kita

Ujung Alis (UA) Samping Mata (SM) Bawah Mata (BM) Bawah Hidung (BH) Dagu (D)

Tiga (3) titik meridian di bagian tubuh kita, terdiri dari:

Titik Tulang Selangka (S) Bawah Ketiak (BK)

Lima (5) Titik Meridian di Tangan

Ujung jempol tangan anda, sisi sebelah luar (UJ).

Ujung jari telunjuk, sisi yang menghadap ibu jari (UT)

Ujung jari tengah, sisi yang menghadap ibu jari (JT)

Ujung jari kelingking, yang menghadap ibu jari (UK)

Itulah 13 titik meridian yang kita totok dengan tujuh ketukan cepat setelah kita menyelesaikan tahapan Setup. Urutan dari atas ke bawah hanya untuk memudahkan anda mengingat-ingat titik mana saja yang perlu anda ketuk dalam satu sekuen. Namun, anda sesungguhnya boleh saja mengetuk dengan tidak urut. Dan santai saja jika ternyata dalam satu sekuen ada titik yang terlompati.

Pada prinsipnya, setiap ketukan di satu titik akan menggetarkan seluruh jaringan meridian tubuh anda. Dan dengan cara itulah kita membereskan energi tubuh kita.

Secara ringkas sekuen pertama ini terdiri dari penotokan di 13 titik meridian: 1. UA = Ujung Alis 2. SM = Samping Mata 3. BM = Bawah Mata 4. BH = Bawah Hidung 5. D = Dagu 6. S = Selangka 7. BK = Bawah Ketiak 8. BP = Bawah Puting 9. UJ = Ujung Jempol 10. UT = Ujung Telunjuk 11. JT=Ujung Jari Tengah 12. UK=Ujung Kelingking 13. KC = Karate Chop

III. Prosedur 9 Gamut

Ini adalah tahapan yang paling lucu dalam EFT. Dengan prosedur ini, kita melakukan semacam aktivitas “senam mata”, menggumamkan nyanyian, dan menghitung. Ketiga kelompok aktivitas dalam prosedur 9 gamut ini bertujuan untuk mengaktifkan seluruh belahan otak kita. Senam mata adalah aktivitas

yang dimaksudkan untuk mengaktifkan seluruh sistem representasi kita, baik representasi visual, auditoris, maupun kinestetik. (Di bagian berikutnya buku ini, kita akan membahas tentang sistem representasi ini.) Menggumamkan nyanyian, anda tahu, tentu saja merupakan aktivitas yang berkaitan dengan kerja belahan kanan otak. Sementara menghitung 1-5 berurusan dengan aktivitas belahan kiri otak kita.

Maka, begitulah, setelah kita melakukan penotokan sekuen pertama untuk membereskan aliran energi tubuh kita, kita melanjutkannya dengan

pengaktifan kerja seluruh belahan otak.

Dan inilah yang kita lakukan dengan Prosedur 9 Gamut:

Sambil terus-menerus mengetuk Titik Gamut (lihat gambar di atas), kita melakukan:

1. Tutup mata 2. Buka mata

3. Dengan muka tetap menghadap ke depan, arahkan pandangan ke kanan bawah

4. Gerakkan pandangan ke kiri bawah. 5. Putar bola mata searah jarum jam. 6. Putar bola mata ke arah sebaliknya.

7. Menggumamkan lagu (misalnya, “Happy birthday to you”) 8. Hitung 1-5.

Dalam dokumen Keajaiban Eft (Halaman 22-34)

Dokumen terkait