A. Prinsip Umum
1. Pembukaan Wilayah Kliring di wilayah yang tidak terdapat kantor Bank Indonesia didasarkan pada kebutuhan dan kesepakatan beberapa kantor Peserta di wilayah yang bersangkutan.
2. Salah satu kantor Peserta sebagaimana dimaksud dalam angka 1 ditunjuk sebagai Koordinator PWD selain Bank Indonesia atas kesepakatan seluruh kantor Peserta di wilayah yang bersangkutan dan dengan persetujuan dari Penyelenggara.
B. Persyaratan Pembukaan Wilayah Kliring
Persyaratan pembukaan Wilayah Kliring paling kurang sebagai berikut:
1. jumlah kantor Peserta paling kurang 4 (empat) kantor Peserta yang berbeda. Kantor Peserta dapat berupa kantor pusat, kantor cabang, kantor cabang pembantu, dan/atau kantor kas;
2. dalam periode 6 (enam) bulan terakhir, jumlah Warkat Debit yang beredar di wilayah tersebut rata-rata paling kurang 30 (tiga puluh) Warkat Debit per hari; dan
3. terdapat kantor Peserta yang bersedia sebagai Koordinator PWD selain Bank Indonesia.
C. Persyaratan ...
C. Persyaratan untuk menjadi Koordinator PWD Selain Bank Indonesia
1. Koordinator PWD selain Bank Indonesia adalah kantor Peserta yang memenuhi persyaratan menjadi penyelenggara pertukaran Warkat Debit di suatu Wilayah Kliring.
2. Kantor Peserta sebagaimana dimaksud dalam angka 1 dapat berupa kantor pusat, kantor cabang, kantor cabang pembantu, dan/atau kantor kas.
3. Untuk dapat memperoleh persetujuan sebagai Koordinator PWD selain Bank Indonesia, kantor Peserta yang diusulkan menjadi Koordinator PWD selain Bank Indonesia harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:
a. mampu menyediakan sarana dan prasarana dalam rangka pertukaran Warkat Debit;
b. memiliki lokasi yang mudah dijangkau oleh kantor Peserta. Lokasi pelaksanaan pertukaran Warkat Debit tidak harus berada pada lokasi yang sama dengan lokasi kantor Peserta yang diusulkan sebagai Koordinator PWD selain Bank Indonesia; dan
c. memperoleh persetujuan dari kantor pusat Peserta yang bersangkutan untuk diusulkan sebagai Koordinator PWD selain Bank Indonesia, dalam hal calon Koordinator PWD selain Bank Indonesia berupa kantor cabang, kantor cabang pembantu, atau kantor kas.
D. Tata Cara Permohonan Pembukaan Wilayah Kliring
Permohonan pembukaan Wilayah Kliring diatur sebagai berikut:
1. Kesepakatan Tertulis
a. Dengan memperhatikan pemenuhan persyaratan sebagaimana dimaksud dalam huruf C, beberapa kantor Peserta di suatu wilayah membuat kesepakatan tertulis mengenai kebutuhan pertukaran Warkat Debit di wilayah tersebut termasuk usulan kantor Peserta yang akan ditunjuk sebagai Koordinator PWD selain Bank Indonesia.
b. Kesepakatan ...
b. Kesepakatan tertulis sebagaimana dimaksud dalam huruf a ditandatangani oleh seluruh pimpinan kantor Peserta yang mendukung pembukaan Wilayah Kliring.
2. Pengajuan Permohonan
a. Calon Koordinator PWD selain Bank Indonesia menyampaikan surat permohonan rencana pembukaan Wilayah Kliring yang dilampiri dengan dokumen sebagai berikut:
1) kesepakatan tertulis sebagaimana dimaksud dalam angka 1;
2) daftar nama dan alamat kantor Peserta yang mendukung pembukaan Wilayah Kliring;
3) zona yang diusulkan dengan mengacu pada jam operasional Layanan Kliring Warkat Debit sebagaimana dimaksud dalam Lampiran II.5;
4) surat persetujuan dari kantor pusat Peserta untuk menjadi Koordinator PWD selain Bank Indonesia;
5) surat pernyataan kesanggupan penyediaan sarana dan prasarana yang mendukung kegiatan penyelenggaraan pertukaran Warkat Debit; dan 6) informasi tertulis yang menunjukkan rata-rata
Warkat Debit yang beredar di wilayah tersebut paling kurang 30 (tiga puluh) Warkat Debit per hari dalam periode 6 (enam) bulan terakhir,
dengan menggunakan format sebagaimana dimaksud dalam Lampiran II.27.
b. Surat permohonan sebagaimana dimaksud dalam huruf a disampaikan kepada:
1) Penyelenggara dengan alamat sebagaimana dimaksud dalam butir II.A.2.a, apabila pembukaan Wilayah Kliring berada di wilayah kerja Kantor Pusat Bank Indonesia; atau
2) KPwDN apabila pembukaan Wilayah Kliring berada di luar wilayah kerja Kantor Pusat Bank Indonesia.
c. Persetujuan ...
c. Persetujuan atau penolakan atas permohonan pembukaan Wilayah Kliring oleh Penyelenggara atau KPwDN diberikan paling lama 14 (empat belas) hari kerja terhitung sejak dokumen permohonan diterima secara lengkap.
3. Persetujuan Permohonan
a. Dalam hal permohonan pembukaan Wilayah Kliring disetujui maka Penyelenggara mengeluarkan surat persetujuan yang antara lain memuat penetapan mengenai:
1) Wilayah Kliring;
2) Koordinator PWD selain Bank Indonesia;
3) jadwal pertukaran Warkat Debit; dan
4) tanggal efektif pembukaan Wilayah Kliring.
b. Surat persetujuan sebagaimana dimaksud dalam huruf a disampaikan kepada kantor Peserta yang ditetapkan sebagai Koordinator PWD selain Bank Indonesia dengan tembusan kepada:
1) kantor pusat dari kantor Peserta yang ditetapkan sebagai Koordinator PWD selain Bank Indonesia, dalam hal Koordinator PWD selain Bank Indonesia berupa kantor cabang, kantor cabang pembantu, atau kantor kas; dan/atau
2) Penyelenggara apabila persetujuan pembukaan Wilayah Kliring diberikan oleh KPwDN.
4. Penolakan Permohonan
a. Dalam hal permohonan pembukaan Wilayah Kliring ditolak maka Penyelenggara atau KPwDN menyampaikan secara tertulis kepada calon Koordinator PWD selain Bank Indonesia mengenai penolakan yang disertai dengan alasan penolakan, dengan tembusan kepada:
1) Kantor pusat dari kantor Peserta yang diusulkan sebagai Koordinator PWD selain Bank Indonesia, dalam hal Koordinator PWD selain Bank Indonesia berupa kantor cabang, kantor cabang pembantu, atau kantor kas; dan/atau
2) Penyelenggara ...
2) Penyelenggara apabila penolakan pembukaan Wilayah Kliring diberikan oleh KPwDN.
b. Alasan penolakan sebagaimana dimaksud dalam huruf a adalah sebagai berikut:
1) persyaratan sebagaimana dimaksud dalam huruf B dan huruf C tidak dipenuhi;
2) dokumen permohonan sebagaimana dimaksud dalam butir 2.a tidak lengkap; dan/atau
3) terdapat faktor lain yang menurut pertimbangan Penyelenggara atau KPwDN belum layak untuk dilakukan pembukaan Wilayah Kliring.
c. Apabila penolakan dikarenakan persyaratan tidak dipenuhi dan/atau dokumen permohonan tidak lengkap, kantor Peserta yang diusulkan sebagai Koordinator PWD selain Bank Indonesia dapat mengajukan permohonan kembali setelah memenuhi persyaratan dan dokumen yang ditetapkan.
E. Tindak Lanjut atas Persetujuan Pembukaan Wilayah Kliring Berdasarkan persetujuan pembukaan Wilayah Kliring sebagaimana dimaksud dalam butir D.3, kantor Peserta yang ditetapkan sebagai Koordinator PWD selain Bank Indonesia melakukan hal-hal sebagai berikut:
1. menyampaikan informasi secara tertulis kepada seluruh Perwakilan Peserta di Wilayah Kliring yang bersangkutan mengenai:
a. persetujuan pembukaan Wilayah Kliring;
b. daftar nama dan alamat Perwakilan Peserta;
c. jadwal penyelenggaraan pertukaran Warkat Debit;
d. tanggal efektif pembukaan Wilayah Kliring; dan e. permintaan untuk:
1) menyampaikan daftar nama petugas kliring dalam rangka pembuatan TPPK;
2) menyiapkan stempel kliring dan stempel kliring dibatalkan dengan contoh sebagaimana dimaksud dalam Lampiran II.1; dan
3) menyampaikan ...
3) menyampaikan contoh stempel kliring dan stempel kliring dibatalkan sebagaimana dimaksud dalam angka 1), paling lambat 2 (dua) hari kerja sebelum tanggal efektif;
2. menyediakan sarana dan prasarana pertukaran Warkat Debit antara lain:
a. ruangan dan peralatan yang diperlukan dalam pertukaran Warkat Debit; dan
b. TPPK dengan format sebagaimana dimaksud dalam Lampiran II.2; dan
3. mengadministrasikan data Perwakilan Peserta dan petugas kliring.
F. Penggantian Koordinator PWD Selain Bank Indonesia
1. Penggantian Koordinator PWD selain Bank Indonesia dapat dilakukan berdasarkan persetujuan lebih dari 50% (lima puluh persen) Perwakilan Peserta di Wilayah Kliring tersebut yang disertai dengan usulan penunjukan Koordinator PWD selain Bank Indonesia baru.
2. Berdasarkan persetujuan sebagaimana dimaksud dalam angka 1, calon Koordinator PWD selain Bank Indonesia pengganti menyampaikan surat kepada Penyelenggara atau KPwDN yang memuat:
a. pemberitahuan mengenai penggantian Koordinator PWD selain Bank Indonesia; dan
b. permohonan mengenai penggantian Koordinator PWD selain Bank Indonesia,
disertai alasan dan usulan tanggal efektif penggantian Koordinator PWD selain Bank Indonesia.
3. Surat sebagaimana dimaksud dalam angka 2 disampaikan kepada:
a. Penyelenggara dengan alamat sebagaimana dimaksud dalam butir II.A.2.a, apabila calon Koordinator PWD selain Bank Indonesia pengganti berada di wilayah kerja Kantor Pusat Bank Indonesia; atau
b. KPwDN, ...
b. KPwDN, apabila calon Koordinator PWD selain Bank Indonesia pengganti berada di luar wilayah kerja Kantor Pusat Bank Indonesia,
dengan menggunakan format sebagaimana dimaksud dalam Lampiran II.28.
4. Surat permohonan sebagaimana dimaksud dalam butir 2.b dilampiri dengan dokumen:
a. Persetujuan tertulis lebih dari 50% (lima puluh persen) Perwakilan Peserta sebagaimana dimaksud dalam angka 1 yang ditandatangani oleh seluruh pimpinan Perwakilan Peserta yang menyetujui penggantian Koordinator PWD selain Bank Indonesia;
b. surat pernyataan kesanggupan penyediaan sarana dan prasarana yang mendukung kegiatan penyelenggaraan pertukaran Warkat Debit; dan
c. surat persetujuan untuk diusulkan sebagai Koordinator PWD selain Bank Indonesia pengganti dari kantor pusat yang bersangkutan, dalam hal Koordinator PWD selain Bank Indonesia pengganti berupa kantor cabang, kantor cabang pembantu, atau kantor kas.
5. Atas permohonan sebagaimana dimaksud dalam angka 2, Penyelenggara atau KPwDN memberikan persetujuan atau penolakan atas penggantian Koordinator PWD selain Bank Indonesia paling lama 14 (empat belas) hari kerja sejak dokumen permohonan diterima secara lengkap.
6. Dalam hal permohonan penggantian Koordinator PWD selain Bank Indonesia disetujui, Penyelenggara atau KPwDN menyampaikan surat persetujuan sebagai Koordinator PWD selain Bank Indonesia pengganti.
7. Surat persetujuan sebagaimana dimaksud dalam angka 6 disampaikan kepada kantor Peserta yang disetujui sebagai Koordinator PWD selain Bank Indonesia pengganti dengan tembusan kepada:
a. Kantor ...
a. Kantor pusat dari Koordinator PWD selain Bank Indonesia pengganti, dalam hal Koordinator PWD selain Bank Indonesia pengganti berupa kantor cabang, kantor cabang pembantu, atau kantor kas;
b. Kantor pusat dari Koordinator PWD selain Bank Indonesia lama, dalam hal Koordinator PWD selain Bank Indonesia berupa kantor cabang, kantor cabang pembantu, atau kantor kas; dan/atau
c. Penyelenggara, dalam hal persetujuan penggantian Koordinator PWD selain Bank Indonesia diberikan oleh KPwDN.
8. Dalam hal permohonan penggantian Koordinator PWD selain Bank Indonesia ditolak, Penyelenggara atau KPwDN menyampaikan surat pemberitahuan penolakan disertai dengan keterangan alasan penolakan.
9. Surat pemberitahuan penolakan sebagaimana dimaksud dalam angka 8 disampaikan kepada kantor Peserta yang ditolak sebagai Koordinator PWD selain Bank Indonesia pengganti dengan tembusan kepada:
a. Kantor pusat dari Koordinator PWD selain Bank Indonesia pengganti yang ditolak, dalam hal Koordinator PWD selain Bank Indonesia pengganti berupa kantor cabang, kantor cabang pembantu, atau kantor kas;
b. Kantor pusat dari Koordinator PWD selain Bank Indonesia lama, dalam hal Koordinator PWD selain Bank Indonesia berupa kantor cabang, kantor cabang pembantu, atau kantor kas; dan/atau
d. Penyelenggara apabila persetujuan penggantian Koordinator PWD selain Bank Indonesia diberikan oleh KPwDN.
10. Berdasarkan persetujuan sebagaimana dimaksud dalam angka 6 Koordinator PWD selain Bank Indonesia pengganti menyediakan sarana dan prasarana penyelenggaraan pertukaran Warkat Debit, antara lain mencakup:
a. ruangan ...
a. ruangan dan peralatan yang diperlukan dalam pertukaran Warkat Debit; dan
b. TPPK dengan format sebagaimana dimaksud dalam Lampiran II.2.
11. Koordinator PWD selain Bank Indonesia lama harus tetap menjalankan fungsinya sampai dengan hari kerja terakhir sebelum tanggal penggantian Koordinator PWD selain Bank Indonesia pengganti berlaku efektif.
G. Penutupan Wilayah Kliring
Permohonan penutupan Wilayah Kliring diatur dengan ketentuan sebagai berikut:
1. Penutupan Wilayah Kliring dapat dilakukan berdasarkan:
a. kesepakatan tertulis dari kantor Peserta di Wilayah Kliring tersebut; atau
b. kebijakan Penyelenggara atau KPwDN.
2. Dalam hal penutupan Wilayah Kliring dilakukan berdasarkan kesepakatan sebagaimana dimaksud dalam butir 1.a berlaku ketentuan sebagai berikut:
a. Koordinator PWD selain Bank Indonesia mengajukan surat permohonan mengenai penutupan Wilayah Kliring dengan memberitahukan alasan dan tanggal efektif penutupan Wilayah Kliring kepada:
1) Penyelenggara dengan alamat sebagaimana dimaksud dalam butir II.A.2.a, apabila Wilayah Kliring berada di wilayah kerja Kantor Pusat Bank Indonesia; atau
2) KPwDN apabila Wilayah Kliring berada di luar wilayah kerja Kantor Pusat Bank Indonesia.
Surat permohonan penutupan Wilayah Kliring menggunakan format sebagaimana dimaksud dalam Lampiran II.29.
b. Surat permohonan sebagaimana dimaksud dalam huruf a yang ditandatangani oleh seluruh pimpinan Perwakilan Peserta di Wilayah Kliring yang bersangkutan dan dilampiri dengan dokumen mengenai kesepakatan tertulis sebagaimana dimaksud dalam butir 1.a.
c. Atas ...
c. Atas surat permohonan sebagaimana dimaksud dalam huruf b, Penyelenggara atau KPwDN memberikan persetujuan atas penutupan Wilayah Kliring paling lama 14 (empat belas) hari kerja sejak dokumen permohonan diterima secara lengkap.
d. Dalam hal permohonan penutupan Wilayah Kliring disetujui, Penyelenggara atau KPwDN menyampaikan surat persetujuan kepada kantor Peserta yang sebelumnya menjadi Koordinator PWD selain Bank Indonesia dengan tembusan kepada:
1) Kantor pusat dari kantor Peserta yang sebelumnya menjadi Koordinator PWD selain Bank Indonesia; dan/atau
2) Penyelenggara apabila persetujuan penutupan Wilayah Kliring diberikan oleh KPwDN.
e. Berdasarkan persetujuan sebagaimana dimaksud dalam huruf d, kantor Peserta yang sebelumnya menjadi Koordinator PWD selain Bank Indonesia menyampaikan informasi mengenai tanggal efektif penutupan Wilayah Kliring kepada seluruh Perwakilan Peserta di Wilayah Kliring yang bersangkutan.
f. Koordinator PWD selain Bank Indonesia harus tetap menjalankan fungsinya sampai dengan hari kerja terakhir sebelum tanggal pengunduran diri sebagai Koordinator PWD selain Bank Indonesia dan/atau penutupan Wilayah Kliring berlaku efektif.
g. Setelah Wilayah Kliring tersebut ditutup, pertukaran Warkat Debit di wilayah tersebut tetap dapat dilaksanakan secara bilateral sesuai kesepakatan.
3. Dalam hal penutupan Wilayah Kliring dilakukan berdasarkan kebijakan Penyelenggara atau KPwDN sebagaimana dimaksud dalam butir 1.b, Penyelenggara atau KPwDN menyampaikan pemberitahuan secara tertulis kepada Koodinator PWD selain Bank Indonesia dengan tembusan kepada:
a. kantor ...
a. kantor pusat dari Koordinator PWD selain Bank Indonesia;
b. seluruh Perwakilan Peserta di Wilayah Kliring; dan c. Penyelenggara dalam hal penutupan Wilayah Kliring
berdasarkan kebijakan KPwDN.
4. Pemberitahuan secara tertulis sebagaimana dimaksud dalam angka 3 mencakup informasi mengenai:
a. tanggal efektif penutupan Wilayah Kliring; dan
b. penghentian bantuan keuangan kepada Koordinator PWD selain Bank Indonesia.
5. Pemberitahuan secara tertulis sebagaimana dimaksud dalam angka 3 disampaikan paling lambat 1 (satu) bulan sebelum tanggal efektif penutupan Wilayah Kliring tersebut. Setelah Wilayah Kliring tersebut ditutup, pertukaran Warkat Debit di wilayah tersebut tetap dapat dilaksanakan secara bilateral sesuai kesepakatan.
H. Bantuan Keuangan
Dalam pelaksanaan pertukaran Warkat Debit yang dilaksanakan oleh Koordinator PWD selain Bank Indonesia, Penyelenggara memberikan bantuan keuangan dengan ketentuan sebagai berikut:
1. Nominal dan Kriteria Bantuan Keuangan
a. Penyelenggara memberikan bantuan keuangan kepada Koordinator PWD selain Bank Indonesia setiap bulan terhitung sejak Kordinator PWD selain Bank Indonesia efektif menyelenggarakan pertukaran Warkat Debit.
b. Bantuan keuangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a diberikan sesuai kriteria sebagaimana dimaksud dalam Lampiran II.30.
c. Nilai nominal bantuan keuangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a ditetapkan oleh Penyelenggara dan disampaikan kepada kantor pusat dari Koordinator PWD selain Bank Indonesia.
2. Mekanisme ...
2. Mekanisme Pemberian Bantuan Keuangan
a. Pemberian bantuan keuangan sebagaimana dimaksud dalam butir 1.a disampaikan oleh Penyelenggara kepada kantor pusat Koordinator PWD selain Bank Indonesia paling lambat pada akhir bulan berjalan.
b. Bantuan keuangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a diberikan dengan cara mengkredit Rekening Setelmen Dana kantor pusat Koordinator PWD selain Bank Indonesia di Bank Indonesia.
3. Bantuan Keuangan bagi Koordinator PWD Selain Bank Indonesia yang Baru
a. Dalam hal Peserta bertindak sebagai Koordinator PWD selain Bank Indonesia di Wilayah Kliring yang baru dibentuk maka:
1) untuk jangka waktu 3 (tiga) bulan pertama sejak tanggal efektif pembentukan Koordinator PWD selain Bank Indonesia tersebut diberi bantuan setiap bulan sebesar 100% (seratus persen) dari nilai nominal yang ditetapkan oleh Penyelenggara sebagaimana dimaksud dalam butir 1.c.
Penetapan jangka waktu 3 (tiga) bulan pertama diatur dengan ketentuan sebagai berikut:
a) apabila tanggal efektif pembentukan Wilayah Kliring ditetapkan pada tanggal 1 sampai dengan tanggal 15 bulan berjalan maka masa 3 (tiga) bulan pertama dihitung sejak bulan yang bersangkutan; atau
b) apabila tanggal efektif pembentukan Wilayah Kliring ditetapkan setelah tanggal 15 bulan berjalan maka masa 3 (tiga) bulan pertama dihitung sejak bulan berikutnya;
2) bantuan keuangan per bulan yang akan diberikan kepada Koordinator PWD selain Bank Indonesia setelah masa 3 (tiga) bulan tersebut disesuaikan dengan kriteria sebagaimana dimaksud dalam Lampiran II.30.
Contoh ...
Contoh perhitungan pemberian bantuan keuangan kepada Koordinator PWD selain Bank Indonesia di Wilayah Kliring yang baru dibentuk mengacu pada Lampiran II.31.
b. Dalam hal kantor Peserta bertindak sebagai Koordinator PWD selain Bank Indonsia pengganti maka:
1) bantuan keuangan diberikan sesuai dengan kriteria sebagaimana dimaksud dalam Lampiran II.30;
2) pemberian bantuan keuangan kepada Koordinator PWD selain Bank Indonesia yang mengalami perubahan diatur sebagai berikut:
a) apabila tanggal efektif pengalihan dilaksanakan pada tanggal 1 sampai dengan tanggal 15 bulan berjalan maka bantuan keuangan sebagaimana dimaksud dalam angka 1) untuk bulan yang bersangkutan diberikan kepada KPWD selain Bank Indonesia yang menerima pengalihan; atau b) apabila tanggal efektif pembentukan Wilayah
Kliring ditetapkan setelah tanggal 15 bulan berjalan maka bantuan keuangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a) untuk bulan yang bersangkutan diberikan kepada Koordinator PWD selain Bank Indonesia yang mengalihkan.
Contoh perhitungan pemberian bantuan keuangan kepada Koordinator PWD selain Bank Indonesia yang baru adalah sebagaimana dalam Lampiran II.31.
I. Iuran Perwakilan Peserta
1. Apabila bantuan keuangan yang diberikan oleh Penyelenggara tidak dapat menutupi seluruh biaya operasional Koordinator PWD selain Bank Indonesia dalam pertukaran Warkat Debit, Koordinator PWD selain Bank Indonesia ...
Indonesia dapat menetapkan iuran kepada kantor Peserta di Wilayah Kliring.
2. Besarnya iuran sebagaimana dimaksud dalam angka 1 ditetapkan berdasarkan selisih biaya operasional yang dikeluarkan Koordinator PWD selain Bank Indonesia dalam rangka pertukaran Warkat Debit.
3. Biaya operasional sebagaimana dimaksud dalam angka 2 antara lain mencakup biaya tenaga kerja serta biaya penyediaan sarana dan prasarana pertukaran Warkat Debit.
4. Besarnya iuran dan perhitungan biaya operasional yang menjadi dasar penetapan iuran wajib disampaikan kepada dan disetujui oleh seluruh Perwakilan Peserta di Wilayah Kliring.
J. Pelaporan
1. Kantor Pusat dari Koordinator PWD selain Bank Indonesia wajib menyampaikan laporan bulanan mengenai pendistribusian dan besarnya nilai nominal bantuan keuangan sebagaimana dimaksud dalam H.1.c paling lambat pada akhir bulan berikutnya.
2. Laporan bulanan sebagaimana dimaksud dalam angka 1 disampaikan kepada Penyelenggara dengan alamat sebagaimana dimaksud dalam butir II.A.2.a dengan menggunakan format laporan sebagaimana dimaksud dalam Lampiran II.32.
3. Koordinator PWD selain Bank Indonesia wajib menyampaikan laporan triwulanan mengenai penggunaan bantuan keuangan dan iuran Perwakilan Peserta dalam pelaksanaan pertukaran Warkat Debit paling lama 7 (tujuh) hari kerja pada bulan berikutnya dengan format laporan sebagaimana dimaksud dalam Lampiran II.33 kepada:
a. seluruh Perwakilan Peserta di Wilayah Kliring yang bersangkutan;
b. Penyelenggara dengan alamat sebagaimana dimaksud dalam butir II.A.2.b, untuk Koordinator PWD selain Bank Indonesia yang berada di wilayah KPBI; dan
c. KPwDN ...
c. KPwDN untuk Koordinator PWD selain Bank Indonesia yang berada di wilayah KPwDN.
XIV. BIAYA DALAM PENYELENGGARAAN SKNBI