BAB III METODE PENGEMBANGAN
B. Prosedur Penelitian dan Pengembangan
Berdasarkan langkah-langkah sistem dalam pembelajaran dengan pendekatan sistem yang dikemukakan oleh Dick and Carey, maka prosedur pengembangan akan mengikuti langkah-langkah yang diinstruksikan dengan pendekatan tersebut. Pada penelitian dan pengembangan ini, tahapan prosedur pengembangan yang dilaksanakan hanya sampai pada tahap ke 9 yaitu melakukan revisi, sedangkan untuk tahap ke 10 dari model Dick and Carey tidak dilaksanakan. Langkah-langkah pengembangannya adalah sebagai berikut.
1. Analisis kebutuhan dan tujuan.
Analisis kebutuhan dilakukan untuk memperkuat landasan peneliti dalam mengembangkan multimedia pembelajaran, seperti melakukan studi literatur atau studi lapangan. Dalam melakukan analisis kebutuhan ini peneliti melakukan observasi baik kepada siswa maupun kepada guru mata pelajaran akuntansi dengan menggunakan kuesioner analisis kebutuhan, kuesioner tersebut dapat dilihat pada lampiran 13. Analisis kebutuhan siswa ini menggunakan sampel satu kelas yang terdiri dari 32 peserta didik. Dari hasil analisis kebutuhan tersebut diketahui bahwa siswa merasa bosan dengan pembelajaran yang monoton atau pembelajaran dengan ceramah saja dan guru juga jarang memberikan pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran. Oleh karena itu, peneliti mengembangkan produk multimedia interaktif yang berisi materi pembelajaran, latihan soal, evaluasi, video yang dikemas dengan menarik agar siswa merasa termotivasi untuk mengikuti pembelajaran. 2. Analisis pembelajaran.
Analisis pembelajaran mencakup keterampilan, proses, prosedur, dan tugas-tugas belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran. Berdasarkan analisis pembelajaran yang telah dilakukan, pembelajaran yang menyenangkan yaitu pembelajaran yang tidak membuat peserta didik mudah bosan dan menyenangkan, dimana dalam proses pembelajaran tersebut siswa dapat berperan aktif sehingga siswa bisa mudah memahami materi dengan baik. Pembelajaran yang paling disukai
peserta didik yaitu pembelajaran dengan permainan, diskusi, dan video. Oleh karena itu peneliti mengembangkan media pembelajaran berbentuk multimedia interaktif.
3. Analisis pembelajar dan konteks.
Peneliti melakukan analisis terhadap siswa yang meliputi kemampuan, sikap, dan karakteristik siswa pada awal pembelajaran. Siswa mengalami kesulitan saat pembelajaran yaitu ketika guru menggunakan metode ceramah secara terus menerus dan penjelasan materi kepada siswa yang terlalu cepat membuat siswa merasa kesulitan dalam memahami materi, karena hal tersebut siswa merasa bosan dan mengantuk saat pembelajaran sehingga membuat siswa kurang memperhatikan pembelajaran. Siswa membutuhkan proses pembelajaran yang lebih menyenangkan dan memudahkan siswa dalam memahami materi sehingga dapat menumbuhkan motivasi siswa dalam mengikuti proses pembelajaran.
4. Merumuskan tujuan performasi.
Setelah menerima pembelajaran dengan menggunakan multimedia interaktif diharapkan siswa dapat lebih mudah memahami materi dengan bantuan multimedia interaktif yang dikemas dengan menarik dan menyenangkan sehingga siswa tidak merasa bosan saat proses pembelajaran berlangsung dan siswa dapat temotivasi untuk mengikuti pembelajaran.
5. Mengembangkan instrumen.
Instrumen dalam hal ini bisa berkaitan langsung dengan tujuan operasional yang ingin dicapai berdasarkan indikator-indikator tertentu, dan juga instrumen untuk mengukur perangkat produk atau desain yang dikembangkan. Dalam hal ini instrumen yang dikembangkan yaitu instrumen untuk mengukur kualitas multimedia interaktif agar layak untuk digunakan dan instrumen untuk mengukur motivasi siswa pada saat pembelajaran menggunakan multimedia interaktif.
6. Mengembangkan strategi pembelajaran.
Pengembangan strategi pembelajaran yang dilakukan peneliti berkaitan dengan produk yang dikembangkan yaitu dengan merancang produk multimedia interaktif secara menarik dan pengemasan materi yang memudahkan siswa untuk memahaminya. Peranan strategi tetap sangat penting dalam kaitan dengan proses pengembangan yang ingin dilakukan. Strategi pembelajaran yang dilakukan yaitu strategi pembelajaran cooperative learning. Dilakukan pula metode diskusi setelah penggunaan multimedia interaktif akuntansi.
7. Mengembangkan dan memilih bahan pembelajaran.
Produk yang dikembangkan dalam hal ini adalah multimedia interaktif. Materi dirancang dengan menarik agar siswa dapat termotivasi dalam belajar dan tertarik dalam proses pembelajaran. Peneliti mengembangkan materi dengan referensi buku-buku pengantar akuntansi untuk SMK maupun SMA dan buku akuntansi dasar serta mencari video
yang berkaitan dengan akuntansi. Materi disajikan dalam beberapa media yaitu berupa teks, gambar, suara, animasi, dan video karena dalam pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan multimedia interaktif yang hanya terdapat satu materi saja yaitu materi laporan keuangan. Multimedia interaktif ini dikembangkan agar dapat menampilkan materi yang mudah dipahami oleh siswa.
8. Merancang dan melakukan evaluasi formatif.
Dalam merancang dan mengembangkan evaluasi formatif yang dihasilkan adalah instrumen atau angket penilaian yang digunakan peneliti untuk mengumpulkan data. Data-data yang diperoleh tersebut sebagai pertimbangan dalam merevisi pengembangan pembelajaran ataupun produk bahan ajar. Ada empat tipe evaluasi formatif: validasi ahli materi dan validasi ahli media, uji coba perorangan (one-to-one trying out), uji coba kelompok kecil (small group tryout), dan uji coba lapangan (field tryout).
9. Melakukan revisi.
Revisi dilakukan untuk memperbaiki kualitas multimedia interaktif agar layak untuk digunakan. Revisi dilakukan dalam beberapa tahap yaitu revisi oleh ahli materi dan ahli media, revisi oleh siswa dari uji coba perorangan, uji coba kelompok kecil, dan uji coba lapangan.
Prosedur pengembangan yang ditempuh dalam membuat produk dapat dilihat pada gambar berikut.
Gambar 3.1
Modifikasi Model Penelitian dan Pengembangan Tahap 4: Produksi Multimedia Pembelajaran
Tahap 2: Mengidentifikasi, menganalisis, dan mengembangkan komponen pembelajaran yang didasarkan pada model pendekatan sistem dalam desain pembelajaran yang dikemukakan oleh
Dick and Carey.
Tahap 3: Mendesain Multimedia
Pemilihan Jenis Program Pengorganisasian Materi Mendesain Storyboard Multimedia Interaktif Tahap 5: Evaluasi Formatif
Validasi Ahli Materi dan Media Uji Coba Perorangan Uji Coba Kelompok Kecil Uji Coba Lapangan
Analisis Analisis Analisis Analisis
C. Uji Coba Produk