METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian
G. Prosedur Penelitian
Langkah pertama menentukan metode yang digunakan dalam penelitian, yaitu metode penelitian tindakan kelas. Langkah selanjutnya menentukan banyaknya tindakan yang dilakukan dalam siklus. Dalam penenelitian tindakan kelas ini, peneliti akan melakukan tindakan-tindakan yang dalam pelaksanaannya berlangsung terus menerus dan tindakan-tindakan akan dilaksanakan dalam siklus yang peneliti berikan pada siswa yang peneliti jadikan subjek. Ada beberapa pakar yang menyatakan bahwa PTK minimal dilaksanakan minimal dalam 2 siklus. Berikut adalah pendapat Arikunto dalam (Agus Kristyanto, 2010:62) bahwa “PTK dilakukan sekurang-kurangnya dalam dua siklus tindakan yang berurutan. Informasi dari siklus yang terdahulu sangat menentukan bentuk siklus berikutnya.”
Adapun langkah-langkah pelaksanaan PTK secara prosedurnya adalah dilaksanakan secara partisipatif atau kolaborasi (guru, dosen dengan timnya) bekerjasama, mulai dari tahap orientasi dilanjutkan penyusunan rencana tindakan lanjutan pelaksanaan tindakan dalam siklus pertama. Diskusi yang bersifat analitik
commit to user
yang kemudian dilanjutkan pada langkah reflektif-evaluatif atas kegiatan yang dilakukan pada siklus pertama, untuk kemudian mempersiapkan rencana modifikasi, koreksi atau pembetulan, atau penyempurnaan pada siklus ke dua dan seterusnya.
Adapun prosedur atau langkah-langkah Penelitian Tindakan kelas (PTK) terlihat pada gambar:
Gambar 2. Siklus Penelitian Tindakan Kelas (Iskandar, 2009:67) Refleksi SIKLUS I Pengamatan Orientasi Perencanaan Berikut Perbaikan Perencanaan
Refleksi SIKLUS II Pelaksanaan Tindakan
Pengamatan Dilanjutkan Ke Siklus Berikut? Pelaksanaan Tindakan Orientasi Perencanaan
commit to user
Keterangan :
1. Mengidentifikasi permasalahan umum
2. Mengadakan pengecekan dilapangan (reconnaissance) 3. Membuat perencanaan umum
4. Mengembakan tindakan pertama
5. Mengobservasi, mengamati, mendiskusikan tindakan pertama
6. Refleksi-evaluatif, dan merevisi atau memodifikasi untuk perbaikan dan peningkatan pada siklus kedua dan berikutnya.
Untuk memperoleh hasil penelitian seperti yang diharapkan, prosedur penelitian ini meliputi tahapan-tahapan sebagai berikut:
1. Tahapan Persiapan Survei Awal
Kegiatan yang dilakukan oleh peneliti pada tahapan ini adalah: Peneliti mengobservasi sekolah yang akan dijadikan tempat penelitian.
2. Tahapan Seleksi Informan, Penyiapan Instrumen dan Alat Pada tahapan ini peneliti melakukan persiapan yang meliputi: a. Menentukan subjek penelitian
b. Menyiapkan alat dan instrumen penelitian dan evaluasi 3. Tahap Pengumpulan Data dan Pelaksanaan Tindakan
Pada tahapan ini peneliti mengumpulkan data tentang; a. Hasil belajar passing (kura-kura dalam) sepak bola
Untuk hasil belajar pra siklus siswa yang meliputi aspek kognitif, afektif dan psikomotor dalam proses pembelajaran dapat dilihat dalam tabel berikut :
Tabel 4. Hasil Belajar Kondisi Awal (Pra Siklus)
Aspek yang diukur Kondisi awal Cara mengukur Jumlah siswa yang lulus Persentase kelulusan Kognitif, afektif
dan psikomotor 7 Siswa 35 %
Pada saat proses pembelajaran
b. Kepuasan siswa terhadap proses pembelajaran
commit to user
d. Media Bantu pembelajaran e. Pelaksanaan Pembelajaran f. Semangat dan keaktifan siswa 4. Tahap Analisis Data
Dalam tahap ini analisis yang digunakan penelitian adalah deskriptif kualitatif. Teknik analisis tersebut dilakukan karena sebagian besar data yang dikumpulkan berupa uraian deskriptif tentang perkembangan proses pembelajaran, yakni partisipasi siswa dalam pembelajaran pada sub pokok bahasan teknik dasar passing (kura-kura dalam) pada sepak bola.
5. Tahap Penyusunan Laporan
Pada tahapan ini peneliti menyusun laporan dari semua kegiatan dari awal survei sampai dengan menganalisis data yang dilakukan pada waktu penelitian
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah meningkatkan hasil belajar passing kura-kura dalam pada sepak bola di SDN Pondok 03 Nguter Kab. Sukoharjo Tahun Ajaran 2011/2012. Adapun setiap tindakan upaya untuk mencapai tujuan tersebut dirancang dalam satu unit sebagai satu siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap, yaitu: perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi dan analisis, dan refleksi untuk perencanaan siklus berikutnya. Penelitian ini direncanakan dalam dua siklus.
H. Rancangan Siklus I a. Tahap Perencanaan
Pada tahap ini peneliti dan guru kelas menyusun skenario pembelajaran yang terdiri dari :
1. Menyusun Rencana Program Pembelajaran (RPP) passing (kura-kura dalam).
2. Menyusun instrument tes passing (kura-kura dalam). 3. Menyusun lembar penilaian dan hasil pembelajaran 4. Menyusun lembar observasi
commit to user
5. Menyiapkan lembar tes dan angket
6. Menyiapkan media yang diperlukan untuk membantu pengajaran 7. Penyiapkan tempat penelitian
8. Penetapan alokasi waktu pelaksanaan 9. Sosialisaisi kepada subjek
b. Tahap Pelaksanaan
Tahap pelaksanaan dilakukan dengan melaksanakan sekenario
pembelajaran yang telah direncanakan, tahap ini dilakukan bersama dengan tahap observasi terhadap dampak tindakan. Pada tahap pelaksanaan, kegiatan yang dilakukan adalah melaksanakan proses pembelajaran di lapangan dengan langakah - langkah kegiatan adalah :
- Guru bersama peneliti menyusun bentuk gerakan dan permainan dengan alat modifikasi untuk meningkatkan hasil belajar siswa
- Guru bersama peneliti membuat media yang diperlukan dalam pembelajaran passing (kura-kura dalam) yaitu meliputi pembelajaran passing dengan teman secara berhadapan, passing lalu lari untuk berpindah tempat, passing dan kontrol dengan kaki kanan dan kaki kiri secara bergantian kepada teman melewati gawang kecil. Media yang digunakan yaitu bola plastik, bola sesungguhnya, bilah, gawang kecil/kun.
c. Tahap Observasi
Kegiatan observasi dilakukan bersama dengan kegiatan pelaksanaan tindakan. Pada tahap ini dilakukan pengamatan terhadap penerapan model pembelajaran langsung pendidikan jasmani dengan alat modifikasi yang diterapkan terhadap proses pembelajaran passing (kura-kura dalam).
commit to user d. Tahap Evaluasi (Refleksi)
Dilakukan dengan menganalisis hasil observasi dan analisis sehingga diperoleh kesimpulan apa saja yang perlu diperbaiki dan apa saja yang perlu dipertahankan. Tahap ini mengemukakan hasil penemuan dari pelaksanaan tindakan I yang memerlukan perbaikan pada siklus berikutnya.
I. Rancangan Siklus II
Pada siklus II ini perencanaan tindakan di kaitkan dengan hasil yang telah dicapai pada tindakan siklus I sebagai upaya perbaikan dari siklus tersebut dengan materi pembelajaran sesuai dengan silabus mata pelajaran pendidikan jasmani.. Demikian juga termasuk pada perwujudan tahap pelaksanaan, observasi, dan interprestasi, serta analisis dan refleksi yang juga mengacu pada siklus sebelumnya.
commit to user
33 BAB IV