BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Pembahasan
1. Prosedur Pengembangan RPP
Produk RPP yang dikembangkan pada penelitian ini sesuai dengan langkah-langkah dalam pengembangan Borg and Gall yaitu (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi desain, dan (5) revisi desain. Langkah awal yang dilakukan oleh peneliti adalah melakukan analisis kebutuhan. Analisis kebutuhan ada pada langkah potensi dan masalah.
Analisis kebutuhan yang dilakukan melalui wawancara dengan guru. Peneliti melakukan wawancara dengan guru wali kelas IV SDN Sarikarya.
Setelah melakukan analisis kebutuhan, peneliti mengumpulkan data dan informasi terkait masalah yang dialami dari analisis kebutuhan.
Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, peneliti menyimpulkan bahwa kurangnya pemahaman guru mengenai model pembelajaran inovatif terutama dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran menggunakan model pembelajaran inovatif dan kurangnya sikap kreativitas peserta didik dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu, guru memiliki harapan yaitu peserta didik memiliki sikap kreativitas. Dari hasil wawancara yang
dilakukan dengan guru kelas IV SDN Sarikarya ini, guru membutuhkan perangkat pembelajaran RPP dengan menngunakan model pembelajaran inkuiri untuk mengoptimalkan kreativitas sebagai referensi.
RPP merupakan perangkat pembelajaran yang dirancang guru untuk melaksanakan proses pembelajaran di kelas. Guru dituntut agar dapat merancang perangkat pembelajaran RPP dengan menerapkan kegiatan awal hingga akhir pembelajaran semenarik mungkin. Fakta tersebut sejalan dengan pendapat Suko (2020: 52) berpendapat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang ditetapkan dalam Standar Isi dan dijabarkan dalam silabus. Sekolah juga dituntut untuk mempersiapkan guru dalam merancang pembelajaran yang menarik sesuai dengan karakteristik peserta didik sehingga dapat mencapai indikator yang diukur. Sejalan dengan pendapat Suko (2020: 54) bahwa indikator pencapaian kompetensi merupakan perilaku yang dapat diukur dan/atau diobservasi untuk menunjukkan ketercapaian kompetensi dasar tertentu yang menjadi acuan penilaian mata pelajaran. Dalam merancang perangkat pembelajaran RPP sebaiknya menggunakan model, pendekatan, metode pembelajaran yang inovatif sesuai dengan karakteristik peserta didik. Hal tersebut sejalan dengan pendapat Suko (2020: 54) menjelaskan bahwa model, pendekatan, metode pembelajaran merupakan suatu strategi yang digunakan guru untuk mewujudkan suasana dan proses pembelajaran agar peserta didik mencapai kompetensi dasar dan seperangkat indikator yang telah ditetapkan. Model pembelajaran inkuiri merupakan salah satu model pembelajaran inovatif yang dapat mengoptimalkan kemampuan kreativitas peserta didik. Hal tersebut
sesuai dengan pernyataan Al-Tabany (2017: 82) bahwa model pembelajaran inkuiri adalah suatu kegiatan pembelajaran yang melibatkan kemampuan siswa sepenuhnya untuk mencari dan menyelidiki segala sesuatu baik benda, manusia, atau peristiwa secara sistematis, kritis, logis, analitis, dengan itu siswa dapat merumuskan sendiri jawabannya dengan kreatif dan penuh percaya diri. Oleh sebab itu, peneliti tergerak untuk melakukan penelitian pengembangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran menggunakan model pembelajaran inkuiri untuk mengoptimalkan kreativitas pada materi pokok sumber energi dalam subtema 1 pada siswa kelas IV SDN Sarikarya.
Langkah selanjutnya, melakukan desain produk. Peneliti mulai merancang produk yang dikemas menjadi sebuah buku Rencana Pelaksanaan Pembelajaran menggunakan model pembelajaran inkuiri untuk mengoptimalkan kreativitas pada materi pokok sumber energi dalam subtema 1 pada siswa kelas IV SDN Sarikarya. Produk RPP yang dikembangkan yaitu dua buah RPP pada pembelajaran satu dan pembelajaran tiga pada subtema 1 materi pokok sumber energi. Peneliti merancang RPP dengan mencakup komponen-komponen yang lengkap. Hal ini sejalan dengan pendapat Rusman (2017: 15) rencana pelaksanaan pembelajaran adalah rencana pembelajaran yang dikembangkan secara perinci dari suatu materi pokok atau tema tertentu yang mengacu pada silabus, RPP mencakup: (1) identitas/data sekolah, mata pelajaran, dan kelas/semester; (2) materi pokok; (3) alokasi waktu; (4) tujuan pembelajaran; (5) KD dan indikator pencapaian kompetensi; (6) materi pembelajaran; (7) metode pembelajaran; (8) media, alat, dan sumber belajar;
(9) langkah-langkah kegiatan pembelajaran; dan (10) penilaian. Setelah semua komponen disusun dengan lengkap dan sistematis, peneliti mencetak
dua buah pembelajaran, yaitu pembelajaran 1 dan pembelajaran 3 untuk divalidasi oleh ahli pembelajaran IPA dan guru sekolah dasar.
Langkah selanjutnya, melakukan validasi desain. Produk yang dikembangkan divalidasi oleh tiga pakar/ahli dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. Dari hasil validasi, peneliti mendapatkan saran, masukan dan komentar dari ketiga pakar/ahli Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).
Validasi desain dilakukan bertujuan untuk mengetahui kekurangan dan kesalahan pada produk yang dikembangkan dan memudahkan peneliti untuk memperbaiki produk.
Setelah melakukan validasi desain, peneliti melakukan revisi/perbaikan berdasarkan saran dan masukan dari ketiga pakar/ahli Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. Peneliti melakukan revisi bertujuan agar produk yang dikembangkandapat menjadi produk yang berkualitas dan layak digunakan pada proses pembelajaran.
Berdasarkan uraian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa peneliti melakukan penelitian dan pengembangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran menggunakan model pembelajaran inkuiri untuk mengoptimalkan kreativitas pada materi pokok sumber energi dalam subtema 1 pada siswa kelas IV SDN Sarikarya ini sesuai dengan tahap lima tahapan pengembangan menurut Borg and Gall yaitu : 1) Potensi dan masalah, 2) Pengumpulan data, 3) Desain produk, 4) Validasi desain, dan 5) Revisi Desain.
2. Kualitas RPP yang dikembangkan
Berdasarkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) menggunakan model pembelajaran inkuiri yang sudah divalidasi oleh satu pakar/ahli pembelajaran IPA dan dua guru pakar/ahli Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran (RPP) dinyatakan bahwa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran menggunakan model inkuri masuk pada kategori “sangat baik” dengan skor rata-rata 83,16. RPP yang dirancang sudah mencakup komponen-komponen lengkap. Pendapat tersebut sejalan dengan Rusman (2017: 15) bahwa komponen-komponen dalam RPP mencakup: (1) identitas/data sekolah, mata pelajaran, dan kelas/semester; (2) materi pokok; (3) alokasi waktu; (4) tujuan pembelajaran; (5) KD dan indikator pencapaian kompetensi; (6) materi pembelajaran; (7) metode pembelajaran; (8) media, alat, dan sumber belajar;
(9) langkah-langkah kegiatan pembelajaran; dan (10) penilaian.
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran menggunakan model pembelajaran inkuiri ini dinyatakan dapat mengotimalkan kemampuan kreativitas pada materi pokok sumber energi dalam subtema 1 pada siswa kelas IV SDN Sarikarya. Sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Yulia dengan judul penerapan model pembelajaran inkuiri untuk meningkatkan kreativitas belajar pada anak usia 5-6 tahun di RA AL BARKAH CINTA RAKYAT PERCUT SEI TUAN TAHUN 2018-2019 bahwa model pembelajaran inkuiri dapat meningkatkan kreativitas pada anak di RA Al Barkah Cinta Rakyat Tahun Ajaran 2018/2019.
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dinyatakan “sangat baik” karena sudah mencakup semua aspek dalam instrumen penilaian RPP. Produk RPP yang dikembangkan oleh peneliti sudah sesuai dengan spesifikasi produk yang sudah tercantum pada bab 1 yaitu; produk yang dikembangkan berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran menggunakan model pembelajaran inkuiri untuk mengoptimalkan kreativitas pada materi pokok sumber energi dalam subtema 1 pada siswa kelas IV SD Sarikarya. Cover depan berisikan
judul rencana pelaksanaan pembelajaran menggunakan model pembelajaran inkuiri untuk mengoptimalkan kreativitas pada materi pokok sumber energi dalam subtema 1 pada siswa kelas IV SD Sarikarya; nama penulis; nim penulis; keterangan yang berisikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Ilmu Pendidikan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Cover belakang berisiskan biodata singkat penulis. Sampul cover menggunakan kertas ivory 230 agar terlihat kokoh. Kata pengantar yang berisikan ucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, ucapan terima kasih kepada pihak yang telah membantu dan terlibat dalam penyusunan produk. Daftar isi yang berisikan gambaran besar isi buku dan disertai dengan nomor halaman.
Perangkat pembelajaran Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang lengkap terdiri dari aspek; 1) identitas RPP (memuat satuan pendidikan, kelas/semester, tema, subtema, pembelajaran ke, mupel yang terkait, alokasi waktu, dan hari/tanggal); 2) tujuan pembelajaran (mencakup 4 komponen yaitu A (Audience), B (Behavior), C (Condition), D (Degree)); 3) kompetensi inti (memuat aspek spiritual, aspek sosial, aspek pengetahuan, dan aspek keterampilan) ; 4) kompetensi dasar; dan 5) indikator (indikator yang diturunkan dari kompetensi dasar, aspek keterampilan, dan karakteristik peserta didik, penggunaan kata kerja operasional sesuai dengan kemampuan yang diukur, disusun sesuai menggunakan kata kerja yang mengoptimalkan kreativitas, serta memuat kemampuan berpikir tinggi sesuai dengan Taksonomi Bloom (C4-C6)); 6) materi pembelajaran (disusun sesuai dengan kompetensi dasar dan indikator, dan disusun secara sistematis dan memuat fakta yang relevan.); 7) pendekatan, model, dan metode (pendekatan
menggunakan tematik integratif, saintifik; model menggunakan model pembelajaran inkuiri; metode tanya jawab, penugasaan, diskusi, ceramah, pengamatan, dan percobaan); 8) langkah-langkah pembelajaran ((langkah-langkah pembelajaran yang disusun sesuai dengan sintaks model pembelajaran inkuiri, memuat aspek pendekatan saintifik yaitu 5M yang sesuai, mengembangkan keterampilan 4C); 9) media, alat/bahan, dan sumber belajar ((media, alat/bahan yang digunakan sesuai dengan mata pelajaran dan indikator, sumber belajar yang digunakan buku guru, buku siswa dan internet yang sesuai dengan muktahir dan lingkungan sekitar yang relevan); 10) penilaian ((penilaian memuat mata pelajaran, aspek sosial, aspek pengetahuan, aspek keterampilan, indikator, teknik penilaian, dan instrumen penilaian, serta tersedia penilaian sikap kreativitas); 11) lampiran yang berisi program semester (PROSEM), materi pembelajaran, media pembelajaran, lembar kerja peserta didik (LKPD), instrumen penilaian dan rubrik penilaian KD-2, instrumen penilaian dan rubrik penilaian KD-3, instrumen penilaian dan rubrik penilaian KD-4, lembar refleksi, lembar pengayaan, lembar remedial, model pembelajaran inkuiri. Bahasa yang digunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar menurut pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia. Produk yang dikembangkan menggunakan ukuran kertas A4 dengan berat 70 gram, spasi 1,5 cm, menggunakan jenis huruf Times New Romans dan Comic Sans MC dengan ukuran font yang beragam yaitu 12, 14, dan 16. Ringkasan model pembelajaran inkuiri yang berisikan pengertian, karakteristik, langkah-langkah, kelebihan dan kekurangan dalam model pembelajaran inkuiri.
Hasil penilaian dari ketiga ahli/pakar memperoleh skor rata-rata 83,16 dengan kategori “sangat baik”. Pada pembelajaran satu pakar RPP (A)
memberikan skor 74,5 dengan kategori “baik” dengan alasan pada aspek skenario RPP yaitu peneliti kurang melengkapi kegiatan pada tahap pengujian hipotesis. Sedangkan pada pembelajaran tiga pakar RPP (A) memberikan skor 72,5 dengan kategori “baik” dengan alasan pada aspek skenario pembelajaran yaitu peneliti kurang melengkapi kegiatan pembelajaran pada tahap pengumpulan data menguji hipotesis. Pada pembelajaran satu pakar RPP (B) memberikan skor 91,5 dengan kategori “sangat baik” dengan alasan pada aspek skenario pembelajaran yaitu pada kegiatan pembelajaran waktu tidak mencukupi dan pada aspek evaluasi yaitu pada lampiran 6 soal Bahasa Indonesia tidak ada gambar. Sedangkan pada pembelajaran tiga pakar RPP (B) memberikan skor 91,5 dengan kategori “sangat baik” dengan alasan yaitu pada kegiatan evaluasi dilakukan dengan tes semestinya dengan non-tes. Pada pembelajaran satu pakar RPP (C) memberikan skor 82,0 dengan kategori
“sangat baik” dengan alasan pada perumusan indikator belum bisa dikatakan sesuai dengan karakteristik peserta didik karena belum melihat proses pembelajaran secara langsung. Sedangkan pada pembelajaran tiga pakar RPP (C) memberikan skor 87,0 dengan kategori “sangat baik” dengan alasan pada perumusan indikator belum bisa dikatakan sesuai dengan karakteristik peserta didik karena belum melihat proses pembelajaran secara langsung.
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang dikembangkan dikatakan sudah baik, peneliti telah mengembangkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) menggunakan model pembelajaran inovatif dengan menambahkan beberapa komponen sesuai kebutuhan, yaitu mengembangkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran menggunakan model pembelajaran inkuiri untuk mengoptimalkan kreativitas pada materi pokok sumber energi
dalam subtema 1 pada siswa kelas IV SDN Sarikarya dengan memenuhi karakteristik kurikulum 2013 dan mengandung keterampilan abad ke 21 serta sesuai dengan pendekatan saintifik (5M).
Rencana Pelaksanaan yang dikembangkan sudah baik dan memenuhi syarat yaitu mencakup aspek yang lengkap. Hal ini sejalan dengan kelengkapan aspek sekurang-kurangnya 9 aspek menurut Rusman (2017: 15) yaitu (1) Identitas RPP, (2) Perumusan indikator, (3) Perumusan tujuan pembelajaran, (4) Materi pembelajaran, (5) Pemilihan sumber belajar, (6) Pemilihan media pembelajaran, (7) Pendekatan, Model, Metode, dan Teknik, (7) Skenario pembelajaran, (8) Evaluasi, (9) Rancangan penilaian autentik.
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang dibuat sudah memuat tujuan pembelajaran yang terdiri dari aspek (Audience, Behavior, Condition, Degree) dan perumusan indikator yang disusun berdasarkan KI, KD dan sudah menunjukkan kata kerja operasional berpikir tinggi. Sejalan dengan pendapat Rusman (2017: 497) menjelaskan indikator pencapaian merupakan penanda pencapaian kompetensi dasar yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik siswa, satuan pendidikan, dan potensi daerah. Rusman (2017: 497) berpendapat bahwa ada beberapa hal perlu memperhatikan merumuskan indikator yaitu 1) keseluruhan indikator memenuhi tuntutan kompetensi yang tertuang dalam kata kerja yang digunakan dalam KI-KD, 2) indikator dimulai dari tingkatan berpikir mudah ke sukar, sederhana ke kompleks, dekat ke jauh, dan dari konkret ke abstrak (bukan sebaliknya), 3) indikator harus mencapai tingkat kompetensi minimal KD dan dapat dikembangkan melebihi kompetensi minimal sesuai dengan
potensi dan kebutuhan siswa, 4) indikator harus menggunakan kata kerja operasional yang sesuai.
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ini menggunakan salah satu model pembelajaran inovatif yaitu model pembelajaran inkuiri. Model pembelajaran inkuiri dipilih karena cocok dengan permasalahan yang ditemukan di lapangan bahwa kurangnya kreativitas peserta didik pada materi pokok sumber energi dalam subtema 1 pada siswa kelas IV SDN Sarikarya dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. Sejalan dengan pendapat AL-Tabany (2017: 82) bahwa model pembelajaran inkuiri adalah suatu kegiatan pembelajaran yang melibatkan kemampuan siswa sepenuhnya untuk mencari dan menyelidiki segala sesuatu dengan itu siswa dapat merumuskan jawaban sendiri.
Berdasarkan penelitian relevan milik Yunita (2016), peneliti mengembangkan hal yang sama yaitu tentang menggunakan model pembelajaran inkuiri. Hal yang berbeda dari penelitian yang dilakukan peneliti yaitu 1) pengembangan yang dilakukan menggunkan model ASSURE (Analyze Learners, State Objectives,Select Methods, Media & Material, Utilize media and materials, Require Learner Participation, Evaluate and revise), 2) perangkat pembelajaran yang dikembangkan untuk siswa SMP, 3) perangkat pembelajaran yang dirancang lengkap dengan silabus.
Sesuai dengan pemaparan ahli dan penelitian terdahulu di atas, peneliti telah merancang Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yaitu satu kali pertemuan. Dalam dua RPP ada yang terdapat dua penggalan dan tiga penggalan. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang di susun lengkap dengan lampiran-lampiran yaitu lampiran yang berisikan program semester, materi
pembelajaran yang berisikan materi sumber energi matahari dan angin beserta gambar, media pembelajaran, Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), instrumen penilaian KD-2 dan rubrik penilaian, instrumen penilaian KD-3 dan rubrik penilaian, instrumen penilaian KD-4 dan rubrik penilaian, lembar refleksi, format lembar pengayaan, format lembar remedial, dan ringkasan model pembelajaran inkuiri.
Produk RPP yang telah dikembangkan oleh peneliti, divalidasi oleh tiga ahli/pakar, yaitu terdiri dari Bu WW sebagai pakar dalam pembelajaran IPA yang merupakan dosen PGSD Universitas Sanata Dharma. Alumni mahasiswi PPG Universitas Tanjungpura yaitu Ibu E dan seorang guru wali kelas IV SDN Sarikarya yaitu Pak AL.
Produk akhir dari penelitian ini berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran menggunakan model pembelajaran inkuiri untuk mengoptimalkan kreativitas pada materi pokok sumber energi dalam subtema 1 pada siswa kelas IV SDN Sarikarya yang terdidi 124 halaman. Produk perangkat pembelajaran ini terdiri dari Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) beserta dengan lampiran yang dijilid dalam satu buku. Produk akhir yang dihasilkan dan telah direvisi sesuai dengan saran dan masukan dari pakar validator perangkat pembelajaran RPP. Penelti melakukan revisi berdasarkan saran dan masukan dari ketiga validator. Kualitas Pengembangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran menggunakan model pembelajaran inkuiri untuk mengoptimalkan kreativitas pada materi pokok sumber energi dalam subtema 1 pada siswa kelas IV SDN Sarikarya, yang telah divalidasi oleh tiga orang pakar Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) memperoleh skor rata-rata 83,16 dengan kategori “sangat baik”. Komponen yang terdapat
dalam perangkat pembelajaran Rencana Pembelajaran RPP menggunakan model inkuiri yaitu (1) identitas RPP, (2) tujuan pembelajaran, (3) kompetensi inti, (4) kompetensi dasar dan indikator, (5) materi pembelajaran, (6) pendekatan, model, metode, dan teknik pembelajaran, (7) langkah-langkah pembelajaran, (8) media, alat/bahan, dan sumber belajar, (9) penilaian, (10) lampiran (program semester, materi pembelajaran, media pembelajaran, Lembar Peserta Didik (LKPD), instrumen penilaian KD-2, instrumen penilaian KD-3, instrumen penilaian KD-4, lembar refleksi, lembar pengayaan, lembar remedial, dan model pembelajaran inkuiri). Hal tersebut sejalan dengan kelengkapan komponen-komponen dalam RPP menurut Rusman (2017: 15). Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang disusun sudah memenuhi karakteristik kurikulum 2013 dan mengandung keterampilan berpikir abad ke 21 serta menerapkan pendekatan saintifik (5M).
123
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai pengembangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, peneliti menyimpulkan sebagai berikut :
1. Prosedur pengembangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran menggunakan model pembelajaran inkuiriyaitu peneliti membatasi menjadi lima tahap penelitian dan pengembangan menurut Borg and Gall yaitu; (1) potensi dan masalah,dilakukan untuk mengetahui kebutuhan guru, (2) pengumpulan data, dilakukan untuk memperoleh bahan dan data dalam perencanaan produk, (3) desain produk, dilakukan untuk merancang desain produkRPP menggunakan model pembelajaran inkuiri sesuai analisis kebutuhan SDN Sarikarya, (4) validasi desain, dilakukan oleh tiga pakar/ahli dengan memvalidasi produk yang telah dikembangkan, (5) revisi desain, dilakukan untuk perbaikan produk berdasarkan hasil saran dan masukan dari pakar/ahli. Ketiga pakar/ahli yaitu dosen PGSD USD, guru SDN Sarikarya, dan alumni guru PPG Universitas Tanjungpura.
2. Berdasarkan hasil validasi dari ketiga pakar/ahli Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), kualitas Rencana Pelaksanaan Pembelajaran menggunakan model pembelajaran inkuiri untuk mengoptimalkan kreativitas pada materi pokok sumber energi dalam subtema 1 pada siswa kelas IV SDN Sarikarya, memperoleh skor rata-rata 83,16 dengan kategori “sangat baik”.
Dari hasil rata-rata skor dapat dinyatakan bahwa Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran (RPP) sangat layak digunakan dalam skala yang lebih besar dengan revisi sesuai saran dan masukan.
B. Keterbatasan Penelitian
Perangkat pembelajaran Rencana Pelaksanaan Pembelajaran menggunakan model pembelajaran inkuiri yang dikembangkan dalam penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan yang dijabarkan sebagai berikut :
1. Penelitian ini awalnya merencanakan dua sekolah untuk analisis kebutuhan namun hanya satu sekolah saja yang bersedia memberikan data terkait kebutuhan guru.
2. Penelitian dan pengembangan ini hanya dilakukan sampai tahap revisi desain dan belum sampai pada tahap uji coba terbatas karena keterbatasan waktu dan situasi adanya pandemi virus corona.
3. Pada instrumen dan validasi produk merencanakan dua orang pakar pembelajaran IPA sebagai validator namun hanya satu orang pakar pembelajaran IPA yang bersedia.
C. Saran
Saran yang dipertimbangkan dalam penelitian pengembangan perangkat pembelajaran Rencana Pelaksanaan Pembelajaran sebagai berikut :
1. Wawancara sebaiknya dilakukan tiga guru dari sekolah yang berbeda atau lebih agar sumber dan informasi yang diperoleh dapat mendukung analisis kebutuhan dalam penelitian dan mengetahui kebutuhan apa yang diperlukan oleh guru.
2. Penelitian ini sebaiknya dilakukan secara sistematis dan disertakan tahap uji coba terbatas agar dapat mengetahui gambaran kegiatan belajar yang dilaksanakan.
3. Penelitian ini sebaiknya divalidasi oleh dua atau lebih pakar pembelajaran IPA agar produk yang dihasilkan memperoleh saran dan masukan yang banyak sehingga produk yang dihasilkan dapat diketahui kualitasnya.
DAFTAR PUSTAKA
Ahmad, S. (2016). Teori Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Prenada Media Group.
Al-Tabany, T.I.B. (2017). Mendesain Model Pembelajaran Inovatif, Progresif, dan Kontekstual: Konsep, Landasan, dan Implementasinya pada Kurikulum 2013 (Kurikulum Tematik Integratif/KTI). Jakarta: KENCANA.
Asrul, Ananda, dan Rosnita. (2014). Evaluasi Pembelajaran. Bandung: Cipta Pustaka.
Harsanto, R. (2007). Pengelolaan Kelas Yang Dinamis. Yogyakarta: Konisius (Anggota IKAPI).
Hasmyati, S dan Arafah, A.A. (2018). Effective Learning Models In Physical Education Teaching. Yogyakarta: Deepublish.
Hosnan, M. (2014). Pendekatan Saintifik dan Kontekstual dalam Pembelajaran Abad 21. Bogor: Ghalia Indonesia.
Huda, M. (2011). Cooperative Learning. Yogyakarta: Pustaka Belajar.
Ilhamuddin dan Muallifah. (2011). Psikologi Anak Sukses. Cara Orang Tua Memandu Anak Meraih Sukses. Malang: Universitas Brawijaya Press.
Iriani, T dan Ramadhan, A. (2019). Perencanaan Pembelajaran Untuk Kejuruan.
Jakarata: KENCANA.
Iskandar, S dan Djuanda. (2017). Konversi Energi. Yogyakarta: Deepublish.
Kemedikbud. (2017). Buku Guru Edisi Revisi 2017. Tema 2 Selalu Berhemat Energi.
Kelas IV. Kementrian Kebudayaan dan Pendidikan. Halaman 1-33.
Kemedikbud. (2017). Buku Siswa Edisi Revisi 2017. Tema 2 Selalu Berhemat Energi.Kelas IV. Kementrian Kebudayaan dan Pendidikan. Halaman 1-27.
Kunandar. (2013). Penilaian Autentik. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Kurniasih,D. (2014). Penerapan Model Pembelajaran Inquiry Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPA Kelas IV SD Mojowarno.
Kabupaten Rembang: Universitas Muria Kudus. Diunduh dari https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=&v
ed=2ahUKEwjgtfKluLwAhXIT30KHa2ZCCMQFjAAegQIAxAD&url=htt p%3A%2F%2Feprints.umk.ac.id%2F3739%2F1%2Fhalaman_depan.pdf&
usg=AOvVaw0o-6HeLrESlHvr4iW1mAYw pada tanggal 12 Januari 2021 pada pukul 15:10.
Malawi, I, Kadarwati, A, dan Dayu, D.P.K. (2019). Teori dan Aplikasi Pembelajaran Terpadu. Solo: CV. AE Media Grafika.
Mamik. (2015). Metodologi Kualitatif. Taman Sidoarjo: Zifatama Publisher.
Markhamah, Sufanti, M, Sabardila, A, dan Winrni. (2020). Pembelajaran Ejaan di SD Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi. Surakarta:
Muhammadiyah University Press.
Mufid, M. (2009). Etika Filsafat dan Komunikasi. Jakarta: Prenadamedia Group.
Mulyasa, H. E. (2014). Pengembangan dan Implementasi Kurikulum 2013. Bandung:
PT Remaja Rosdakarya.
Mulyasa. (2013). Pengembangan dan Implementasi Kurikulum 2013. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Mustari, M. (2011). Nilai Karakter. Yogyakarta: LaksBang PRESSindo.
Neoloka, A dan Neoloka, G.A.A. (2017). Landasan Pendidikan Dasar Pengembangan Diri Sendiri Menunggu Perubahan Hidup. Depok:
KENCANA.
Nurul, Z. (2011). Pendidikan Moral & Budi Pekerti Dalam Prerspektif perubahan.
Jakarta: PT Bumi Aksara
Pandiangan, A.P.B. (2019). Penelitian Tindakan Kelas: Sebagai Upaya PeningkatanKualitas Pembelajaran, Profesionalisme Guru Dan Kompetensi Belajar Siswa. Deepublish.
Paramita, W, Lestari, A.A,dan Kusuma, D. (2018). Super MudahPahami Bahasa Indonesia, Matematika, IPA Untuk SD/MI Kelas 4. Jakarta: PT. Grasindo.
Putra, S.R. (2013). Desain Belajar Mengajar Kreatif Berbasis Sains. Yogyakarta:
DIVA Press.
Rahayu, G.D.S. (2020). Mudah Menyusun Perangkat Pembelajaran. Purwakarta:
CV. Tre Alea Jacta Pedagogie.
Rati, N.W, Gunayanti, N.K, Margunayasa, I.G, DAN Kusmariyatni, N.N(2019).
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Berbasis Aktivitas HOTPada Tema 8 Subtema 1. Journal Pedagogia
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Berbasis Aktivitas HOTPada Tema 8 Subtema 1. Journal Pedagogia