• Tidak ada hasil yang ditemukan

Proses Analisis Penelitian

HASIL PENELITIAN

A. Proses Analisis Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh N-Asetil Sistein (NAS ) oral terhadap kadar TNF-α dan Prokalsitonin (PCT) pada pasien Penyakit Ginjal Kronis (PKG) stadium V yang menjalani Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD). Sebelum pengujian hipotesis penelitian dilakukan penjelasan deskripsi karakteristik demografis sampel penelitian yaitu umur dan jenis kelamin serta karakteristik klinis yaitu tekanan darah (sistole dan diastole), BMI (Body Mass Indeks), Hemoglobin (Hb), Leukosit (Al), Trombosit (At), Albumin (Alb), ureum, creatinin, kalium yang masing-masing diukur sebelum dan sesudah perberian plasebo dan treatment/ NAS oral dan lama menjalani CAPD. Disamping variabel karakteristik demografis dan klinis, juga dilakukan penjelasan deskriptif tentang variabel utama penelitian yaitu kadar TNF-α dan PCT baik sebelum maupun sesudah perlakuan serta delta TNF-α (selisih TNF-α sebelum dan sesudah perlakuan), dan delta PCT (selisih PCT sebelum dan sesudah pemberian perlakuan).

Penjelasan deskriptif karakteristik obyek penelitian bertujuan untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap berkenaan dengan karakteristik subyek yang diteliti. Penelitian ini dilakukan terhadap 34 pasien PKG stadium V yang menjalani CAPD dan dikelompokkan menjadi dua kelompok masing-masing 17 pasien sebagai subyek penelitian. Kelompok pertama adalah kelompok kontrol yaitu kelompok penelitian yang hanya diberikan plasebo

commit to user

atau tidak dilakukan perlakuan (treatment) kepada yang bersangkutan. Kelompok kedua adalah kelompok perlakuan yaitu kelompok penelitian yang diberikan perlakuan /treatment dengan diberikan NAS oral.

Subyek penelitian untuk masing-masing kelompok setelah dijelaskan secara deskriptif, selanjutnya dilakukan pengujian normalitas atas data-data variabel penelitian itu baik variabel karakteristik demografis dan klinis maupun variabel utama yang menjadi fokus penelitian. Pengujian normalitas data variabel ini penting untuk menentukan analisis lanjutan atas variabel-variabel penelitian utama yaitu kadar TNF-α dan PCT. Uji Normalitas data variable dapat dilakukan dengan menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov atau uji Shapiro-Wilk.

Analisis penelitian ini diharapkan dapat mengidentifikasi terjadinya perbedaan dua mean kadar TNF-α dan PCT yaitu mean kadar TNF-α dan PCT pada kelompok kontrol dengan kelompok perlakuan. Selain itu penelitian ini juga menganalisis terjadinya perubahan variabel kadar TNF-α dan PCT untuk masing-masing kelompok sampel antara sebelum (pre) dan sesudah (post) mendapatkan perlakuan. Dengan demikian penelitian ini juga menggunakan analisis beda dua mean untuk sampel berpasangan. Selain itu penelitian ini juga akan mengidentifikasi apakah ada korelasi atau hubungan antar variabel kadar TNF-α dengan PCT secara umum (semua kelompok) baik sebelum maupun sesudah perlakuan pada pasien PGK yang menjalani CAPD.

Apabila hasil uji normalitas data variabel mendapatkan bahwa distribusi data variabel untuk masing-masing kelompok sampel adalah

commit to user

berdistribusi normal, maka uji perbedaan dua mean dapat menggunakan alat uji statistik Uji t untuk uji beda dua Mean Sampel Independent maupun sampel Berpasangan. Pengujian korelasi pada data variabel yang berdistribusi normal dapat menggunakan analisis korelasi product moment Pearson. Namun apabila hasil uji normalitas data variabel menunjukkan bahwa distribusi data untuk masing-masing kelompok sampel berdistribusi tidak normal maka uji perbedaan dua mean dapat menggunakan uji statistik non parametrik Mann Whitney untuk uji beda dua mean sampel independent dan uji statistik non parametrik Willcoxon untuk uji beda dua mean sampel berhubungan. Sementara itu pengujian korelasi pada data variabel yang berdistribusi tidak normal dapat menggunakan analisis korelasi jenjang Spearman (Rank Spearman).

Variabel-variabel karakteristik demografis dan klinis yang kemungkinan ikut berpengaruh terhadap perubahan variabel kadar TNF-α dan PCT perlu dilakukan uji homogenitas. Uji homogenitas itu bertujuan untuk meyakinkan bahwa variabel-variabel demografis dan klinis itu homogen untuk kedua kelompok penelitian itu (kontrol dan perlakuan) adalah homogen, sehingga apabila terjadi perubahan penurunan terhadap variabel yang diteliti itu diakibatkan benar-benar hanya oleh perlakuan yang diberikan kepada pasien.

commit to user B. Deskripsi Karakteristik Demografis dan Klinis

Penelitian ini pada 34 pasien PGK stadium V yang menjalani CAPD yang tergabung dalan Unit CAPD RSDM Dr. Moewardi Surakarta. Terdiri dari 17 pasien (10 laki-laki dan 7 perempuan) yang mendapatkan NAS oral (yang selanjutnya disebut kelompok perlakuan) dan 17 pasien (10 laki-laki dan 7 perempuan) yang mendapatkan plasebo (yang selanjutnya disebut kelompok kontrol ), yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi.

Pada kelompok perlakuan yang mendapatkan NAS oral dan pada kelompok kontrol yang mendapatkan Plasebo selama delapan minggu, dilakukan anamnesa keluhan yang muncul. Keluhan perut perih, mual, muntah, kembung, sering buang angin, diare, badan panas, pusing, nafsu makan berkurang, frekuensi/ jumlah kencing berkurang, gangguan BAB, ataupun kondisi umum badan yang memburuk, tidak dikeluhkan pada kedua kelompok (Tabel 5.1).

Sebanyak 88% pada kelompok perlakuan merasakan kondisi badan membaik dan 12% menyatakan kondisi badan tidak terjadi perubahan, setelah mendapatkan perlakuan NAS oral selama delapan minggu. Sedangkan pada kelompok kontrol, 18% merakan kondisi badan yang membaik dan 82% menyatakan kondisi badan tidak mengalami perubahan, selama mendapatkan plasebo delapan minggu (Tabel 5.1.)

commit to user

Tabel 5.1. Keluhan Subyek Penelitian setelah mendapatkan obat NAS oral dan Plasebo.

No Jenis Keluhan NAS % Plasebo %

1 Perut perih 0 0% 0 0%

2 Mual 0 0% 0 0%

3 Muntah 0 0% 0 0%

4 Kembung 0 0% 0 0%

5 Sering buang angin 0 0% 0 0%

6 Diare 0 0% 0 0%

7 Badan panas 0 0% 0 0%

8 Pusing 0 0% 0 0%

9 Nafsu makan berkurang 0 0% 0 0%

10 Nafsu makan sama 11 65% 14 82%

11 Nafsu makan bertambah 6 35% 3 18%

12 Frekuensi /jumlah kencing berkurang 0 0% 0 0% 13 Frekuensi/ jumlah kencing sama 14 82 % 16 94% 14 Frekuensi/jumlah kencing bertambah 3 18 % 1 6% 15 Frekuensi/jumlah BAB berkurang 0 0% 0 0% 16 Frekuensi/ jumlah BAB sama 17 100% 17 100% 17 Frekuensi/jumlah BAB bertambah 0 0% 0 0% 18 Hasil cairan CAPD berkurang dari

biasanya

0 0% 0 0%

19 Hasil cairan CAPD sama dari biasanya 13 76% 15 88% 20 Hasil cairan CAPD bertambah dari

biasanya

4 24% 2 12%

21 Selama minum obat kondisi badan memburuk

0 0% 0 0%

22 Selama minum obat kondisi badan sama

2 12% 14 82%

23 Selama minum obat kondisi badan membaik

15 88% 3 18%

24 Merasakan kerugian setelah minum obat

0 0% 0 0%

25 Tidak merasakan kemanfaatan obat/ sama saja

2 12% 14 82%

26 Merasakan kemanfaatan obat yang diminum

15 88% 3 18%

Variabel penelitian terdiri dari variabel kuantitatif dan variabel kualitatif. Deskripsi variabel kuantitatif penelitian baik variabel karakteristik demografis dan klinis maupun variabel yang diteliti dibatasi pada pengungkapan nilai statistik

commit to user

rata-rata (mean) dan standar deviasi. Sedangkan deskripsi variabel kualitatif sebatas proporsi masing-masing kategori variabel kualitatif tersebut.

Karakteristik demografis dan klinis yang bersifat kuantitatif meliputi umur, tekanan darah (sistole dan diastole), BMI, Hb, Al, At, Albumin, ureum, creatinin, kalium dimana masing-masing diukur sebelum maupun sesudah perlakuan dan lama menjalani CAPD. Adapun variabel karakteristik demografis yang bersifat kualitatif dalam penelitian ini adalah jenis kelamin. Kemudian variabel utama yang menjadi fokus penelitian ini yaitu kadar TNF-α dan PCT berupa variabel kuantitatif yang diukur baik sebelum maupun sesudah mendapatkan perlakuan.

Deskripsi demografis dan klinis yang bersifat kuantitatif pada pasien yang menjadi responden penelitian dan pengujian homogenitas atas variabel-variabel karakteristik demografis dan klinis tersebut adalah sebagai berikut:

commit to user

Tabel 5.2. Deskripsi dan Uji Homogenitas Variabel Karakteristik Demografis dan Klinis Kuantitatif Subyek Penelitian

Variabel Kelompok Sampel Uji Homogenitas

Kontrol Perlakuan Uji P

1. Umur 44 ± 6,70 44 ± 8,25 t = 0,068 0,946 2. BMI Pre 21,02 ± 1,44 21,41 ± 1,48 t = -0,767 0,449 3. BMI Post 21,01 ± 1,47 21,36 ± 1,41 t = - 0,718 0,478 4. Lama CAPD 26 ± 12,54 26 ± 11,53 t = -0,071 0,944 5. Sistole pre 143,82 ± 14,74 141,76 ± 12,74 Z = - 0,563 0,574 6. Diastole pre 89,12 ± 8,15 88,82 ± 9,11 t = 0,099 0,922 7. Sistole post 143,82 ± 13,64 142,06 ± 11,46 t = 0,408 0,686 8. Diastole post 89,41 ± 7,26 89,12 ± 7,55 t = 0,116 0,909 9. HB pre 10,46 ± 1,32 10,39 ± 1,51 t = 0,133 0,895 10.HB post 10,31 ± 0,99 10,48 ± 1,75 t = - 0,349 0,729 11. Al pre 7,65 ± 1,30 7,82 ± 2,00 t = - 0,295 0,770 12. Al post 8,61 ± 1,32 7,66 ± 1,90 t = 1,699 0,099 13. At pre 330,82±87,63 280,00±96,00 t = 1,612 0,117 14. At post 292,94±67,99 251,59±84,60 t = 1,571 0,126 15. Albumin pre 3,87 ± 0,49 3,88 ± 0,38 t = - 0,039 0,969 16. Albumin post 3,50 ± 0,34 3,42 ± 0,36 t = 0,667 0,497 17. Ureum pre 101,18±22,20 114,35±33,65 t = - 1,347 0,187 18. Ureum post 117,41±33,90 119,71±28,24 t = -0,214 0,832 19. Creatinin pre 12,58 ± 3,14 13,34 ± 4,17 t = - 0,604 0,550 20. Creatinin post 13,41 ± 2,71 13,75 ± 4,34 t = -0,280 0,781 21. Kalium pre 3,75 ± 0,56 3,52 ± 0,48 t = 1,312 0,199 22. Kalium post 3,85 ± 0,48 3,75 ± 0,58 t = 0,584 0,563 Sumber: Data Primer 2012, diolah.

Keterangan : * Signifikan pada derajat signifikansi 5%.

Untuk mengetahui bahwa karakteristik demografis dan klinis tersebut diatas bersifat homogen sehingga perubahan variabel utama yang diteliti kadar TNF-α dan PCT bukan karena adanya perbedaan karakteristik demografis dan klinis subyek penelitian, maka dilakukan uji homogenitas. Uji homogenitas variabel kuantitatif itu menggunakan analisis beda dua mean mengingat penelitian ini dibagi menjadi 2 kelompok penelitian. Penentuan jenis uji statistik beda dua

commit to user

mean tergantung dari distribusi data variabel itu, jika distribusinya normal menggunakan uji t atau jika distribusinya tidak normal menggunakan uji Mann Whitney.

Nampak bahwa hampir semua variabel kuantitaif karakteristik demografis dan klinis memiliki distribusi normal kecuali satu variabel yaitu sistole pre yang memiliki distribusi tidak normal. Maka uji homogenitas untuk variabel umur, BMI pre, BMI post, lama menjalani CAPD, diastole pre, sistole post, diastole post, HB pre, HB post, Al pre, Al post, At pre, At post, Albumin pre, Albumin post, Ureum pre, Ureum post, Creatinin pre, Creatinin post, kalium pre dan Kalium post menggunakan uji t untuk uji beda 2 mean sampel independen serta untuk variabel sistole pre menggunakan analisis Mann Whitney dengan statistik Z. Hasil pengujian homogenitas menunjukkan bahwa semua karakteristik demografis dan klinis responden bersifat homogen. Hal itu dapat diartikan bahwa karakteristik demografis dan klinis masing-masing subyek penelitian pada kelompok kontrol dan kelompok perlakuan tidak ada perbedaan yang meyakinkan. Sehingga jika nanti terjadi perubahan penurunan variabel utama yang diteliti yaitu kadar TNF-α dan PCT diharapkan benar-benar karena pengaruh perlakuan yang diberikan yaitu pemberian NAS oral. Selanjutnya ada satu variabel karakteristik demografis dan klinis yang bersifat kualitatif dalam penelitian ini yaitu jenis kelamin yang gambaran analisis homogenitasnya adalah sebagai berikut:

commit to user

Tabel 5.3. Deskripsi Data Variabel Karakteristik Demografis dan Klinis Kualitatif Subyek Penelitian : Jenis Kelamin.

Sumber: Data Primer 2012, diolah.

Uji homogenitas variabel kualitatif jenis kelamin tersebut diatas menggunakan analisis Chi Kwadrat (χ2). Nampak dalam tabel diatas, pada kelompok kontrol terdapat 10 orang laki-laki dan 7 orang perempuan, demikian proporsi jenis kelamin itu sama pada kelompok perlakuan.

Pengujian homogenitas variabel jenis kelamin dengan menggunakan Chi Kwadrat mendapatkan bahwa proporsi jenis kelamin antar kelompok sampel kontrol dan perlakuan tidak berbeda atau sama. Nilai chi kwadrat adalah 0,000 dengan probabilitas sebesar p = 0,636 (p > 5%) menunjukkan bahwa uji homogenitas itu tidak signifikan pada derajat signifikansi 5 persen.

Dengan demikian semua variabel demografis dan klinis sudah dideskripsikan secara ringkas dan sudah dilakukan pengujian homogenitas terhadap variabel-variabel itu dan hasilnya variabel karakteristik demografis dan klinis homogen.

Dokumen terkait