• Tidak ada hasil yang ditemukan

Proses Bisnis Penganggaran

Dalam dokumen III. PROSES BISNIS SPAN DAN SAKTI (Halaman 27-35)

PROSES BISNIS SPAN DAN SAKTI

2. Proses Bisnis Penganggaran

Proses bisnis Modul Penganggaran terdiri dari 3 aktivitas utama yaitu penyusunan RKAKL, pengesahan DIPA, dan revisi DIPA. Ketiga proses tersebut di bagi lagi kedalam beberapa alur kerja sesuai dengan cakupan masing-masing. Alur kerja untuk tiap-tiap bisnis proses adalah sebagai berikut :

1. Penyusunan RKAKL 2. Pengesahan DIPA 3. Revisi DIPA

Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 32 tahun 2013 mengenai tata cara revisi anggaran tahun anggaran 2013, revisi anggaran terdiri atas:

a. Perubahan rincian anggaran yang disebabkan penambahan atau pengurangan pagu anggaran belanja termasuk pergeseran rincian anggaran belanjanya.

b. Perubahan atau pergeseran rincian anggaran dalam hal pagu anggaran tetap; dan/atau

27 c. Perubahan/ralat karena kesalahan administrasi

KPA/Eselon I

- Surat Usulan Revisi - SPTJM

- ADK RKA K/L DIPA Revisi - Surat Pernyataan Penggunaan HO dan Sisa Anggaran Swakelola

Kanwil DJPBN

- Meneliti Surat Usulan Revisi Anggaran dan Kelengkapan Dokumen Pendukung

- Surat Penolakan Revisi Revisi DIPA Setuju?

Surat pengesahan revisi, dilampiri notifikasi

Notifikasi dari sistem : - pengesahan revisi - Kode digital stamp yang baru - Upload ke Server RKA-K/l-DIPA

Gambar 3.1. MEKANISME PENYELESAIAN REVISI ANGGARAN PADA KANWIL DITJEN PEBENDAHARAAN

Keterangan:

1. KPA/Eselon I menyiapkan usulan revisi anggaran yang menjadi kewenangan Kanwil Ditjen Perbendaharaan dengan dilengkapi dokumen pendukung.

2. Kanwil Ditjen Perbendaharaan meneliti usulan revisi anggaran dan kelengkapan dokumen pendukung.

3. Dalam hal revisi anggaran ditolak, Kanwil Ditjen Perbendaharaan akan menerbitkan surat penolakan revisi anggaran.

4. Dalam hal revisi anggaran diterima, Kanwil Ditjen Perbendaharaan akan melakukan upload ADK RKA-K/L DIPA ke server.

5. Setelah ADK RKA-K/L DIPA divalidasi oleh sistem, secara otomatis akan diterbitkan notifikasi dank ode digital stamp baru sebagai tanda pengesahan revisi anggaran.

6. Kanwil Ditjen Perbendaharaan menyampaikan surat persetujuan yang dilampiri notifikasi pengesahan revisi anggaran.

7. KPA melaksanakan kegiatan berdasarkan pengesahan revisi anggaran dari Kanwil Ditjen Perbendaharaan.

28

Gambar 3.2. MEKANISME PENYELESAIAN REVISI ANGGARAN PADA KUASA PENGGUNA ANGGARAN

Keterangan:

1. KPA melakukan revisi anggaran sesuai dengan kewenangannya.

2. KPA meneliti apakah revisi anggaran yang dilakukan KPA mengubah DIPA Petikan atau tidak.

3. Dalam hal DIPA Petikan tidak berubah, KPA meng-update ADK RKA-K/L DIPA serta mencetak dan menetapkan POK. Dalam hal revisi anggaran mengakibatkan perubahan DIPA Petikan, KPA menyiapkan usulan revisi anggaran beserta dokumen pendukungnya.

4. Dalam hal satker yang direvisi merupakan satker BLU dan pagu satker tidak berubah, Kanwil Ditjen Perbendaharaan akan langsung menyelesaikan revisi RKA-K/L DIPA.

5. Dalam hal yang direvisi bukan merupakan satker BLU dan pagu satker berubah, revisi RKA-K/L DIPA diteruskan ke Eselon I untuk diproses lebih lanjut.

29 dan Sisa Anggaran Swakelola

Eselon I dan Sisa Anggaran Swakelola

3

DJA 4

Gambar 3.3. MEKANISME PENYELESAIAN REVISI ANGGARAN PADA UNIT ESELON I KEMENTERIAN/LEMBAGA

Keterangan:

1. KPA menyiapkan usulan revisi anggaran yang menjadi kewenangan Eselon I beserta data pendukung.

2. Eselon I menerima usulan revisi anggaran, meneliti surat usulan, mengecek

kewenangan revisi anggaran, serta memeriksa kelengkapan dokumen pendukung.

3. Eselon I menyiapkan surat usulan revisi anggaran yang dilengkapi dokumen pendukung sebagai dasar bagi DJA untuk mengesahkan dan meng-update sistem database.

4. Berdasarkan usulan revisi anggaran Eselon I, DJA melakukan update database RKA-K/L DIPA dan mengesahkan revisi anggaran.

Dengan mendasarkan pada proses bisnis tersebut, maka pencatatan jurnal anggaran didasarkan pada dokumen sumber berupa DIPA dan dokumen lain yang dipersamakan dengan DIPA. Pada Sakti, jurnal anggaran dicatat pada modul anggaran dengan mendasarkan pada data DIPA yang ada pada masing-masing Satker. Pencatatan jurnal anggaran tersebut dilakukan atas akun pendapatan, belanja, transfer dan pembiayaan sesuai dengan yang tercantum dalam DIPA dengan penyesuaian pada pola Encumbrance accounting yang digunakan pada SPAN dan SAKTI.

30 Secara garis besar, berikut gambaran interaksi proses bisnis antara SPAN dan SAKTI :

Bisnis Proses Penganggaran SPAN – SAKTI 2013

Revisi Anggaran

Gambar 3.4. Penganggaran SPAN-SAKTI

Modul Penganggaran pada SAKTI

Pada Satker, modul penganggaran merupakan semua proses penyusunan rencana kerja dan anggaran termasuk perencanaan realisasi anggaran bulanan dalam jangka waktu 1 (satu) tahun anggaran. Proses yang terdapat pada modul penganggaran mencakup:

1. Penyusunan Standar Biaya Kegiatan (SBK), 2. Penyusunan RKA-K/L,

3. Penyusunan DIPA, dan

4. Perencanaan Realisasi Anggaran.

Setiap user pada modul penganggaran memiliki Level user dan peran User yang akan mempengaruhi lingkup kerja dan hak aksesnya terhadap fungsi- fungsi teknis yang

31 terdapat pada modul penganggaran. Level user yang terlibat dalam Modul penganggaran adalah :

a. Level Satuan Kerja , sebagai pemberi usulan anggaran b. Level Unit/ Eselon I, sebagai konsolidator

Dimana masing – masing Level user dapat menentukan peran user yang terdiri dari:

a. Operator Penganggaran : pelaksana teknis penganggaran yang melakukan fungsi teknis atas data transaksi terkait penganggaran;

b. Checker/Validator Penganggaran: pelaksana/pejabat penganggaran yang diberikan kewenangan dan tanggung jawab untuk memvalidasi semua proses teknis yang dilakukan oleh operator ;

c. Approver Penganggaran: pejabat penganggaran yang diberikan kewenangan dan tanggung jawab untuk menyetujui semua data transaksi penganggaran yang sudah divalidasi .

Dalam penerapannya, peran user sebagai operator nantinya dapat dirangkap oleh validator, sementara validator tidak dapat dirangkap oleh approver.

Proses penyusunan RKA-K/L terdiri dari 2 (dua) tahapan proses yaitu : 1. Tahap penyusunan Kertas Kerja di Level Satker

Pada tahap penyusunan Kertas Kerja di Level Satker, terdapat beberapa proses yang dilalui yaitu Review Baseline, Penyusunan Kertas Kerja dan Penyusunan Rencana Realisasi Anggaran yang dilakukan oleh user sebagai operator/ validator, kemudian dilanjutkan dengan proses memvalidasi data Kertas kerja dan rencana realisasi anggaran. Setelah semua data tervalidasi baru kemudian dilakukan approval oleh peran user sebagai approver.

2. Tahap konsolidasi di Level Unit Eselon I .

Setelah Kertas Kerja dan Rencana Realisasi Anggaran tersebut diapprove di level satker, data kertas Kerja tersebut dikirimkan ke unit Eselon I masing – masing Satker untuk kemudian dilakukan konsolidasi Kertas Kerja menjadi RKA-K/L. Pada Level unit Eselon I , Kertas kerja yang sudah dikonsolidasikan, dapat direview kembali oleh Eselon I yang juga melalui tahapan validasi dan approval level Eselon I. Setelah itu RKA-K/L

32 dikirimkan ke DJA Kementerian Keuangan melalui Portal untuk kemudian diproses dalam SPAN.

Setelah dilakukan penelaahan di DJA, RKA-K/L kemudian dijadikan dasar dalam penyusunan Keputusan Presiden tentang Rincian Anggaran Belanja Pemerintah Pusat.

Selanjutnya penyusunan dan pengesahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dilakukan dengan berdasarkan pada Keppres RABPP yang sudah ditetapkan tersebut.

Adapun DIPA yang dihasilkan oleh DJA adalah DIPA induk dan DIPA petikan. Namun di level satker akan menerima DIPA Petikan yang sudah disahkan. DIPA Petikan yang sudah disahkan tersebutlah yang akan menjadi dasar Pagu Anggaran yang akan digunakan dalam pelaksanaan anggaran pada modul lainnya dalam SAKTI.

Terkait dengan proses revisi anggaran, pada SAKTI menyediakan juga fitur penyimpanan data histori revisi, dan juga pemberlakukan pembatasan pagu anggaran terkait realisasi yang sudah dilaksanakan sebelum anggaran direvi.

Dalam menyusun anggaran juga diperlukan SBK (Standar Biaya Keluaran) dan SBM (Standar Biaya Masukan) sebagai acuan dalam perhitungan kebutuhan anggaran. Standar biaya keluaran diperlukan untuk menghasilkan sebuah keluaran yang standar atas kegiatan yang dilaksanakan oleh Kementerian Negara/Lembaga tertentu dan/atau di wilayah tertentu. Usulan SBK dapat diajukan oleh masing – masing Eselon 1 untuk kemudian dilakukan penelaahan dan penetapan oleh Kemenkeu cq. Direktorat Jenderal Anggaran.

Oleh karena itu, Modul Penganggaran juga mengintegrasikan fungsi penyusunan SBK di level Eselon I. Proses penyusunan SBK juga dilakukan dari tahapan penyusunan oleh Operator/ validator, dilanjutkan dengan proses validasi oleh validator dan approval oleh approver.

Selain itu modul Penganggaran SAKTI juga mengintegrasikan fungsi penyusunan Rencana Realisasi Anggaran di level satker yang terdiri dari Rencana Penarikan Dana, Rencana Penerimaan dan Pergerakan Informasi Perencanaan Kas Bulanan/AFP (Annual Financial

33 Plan). Fungsi penyusunan Rencana Penarikan Dana dimulai dari penyusunan POK (Petunjuk Operasional Kegiatan) dimana proses penyusunannya beracuan pada Kertas Kerja satker yang dilakukan oleh user operator/ validator. Yang kemudian dilakukan validasi oleh validator dan approval oleh approver. Setelah POK diapprove, maka sistem akan melakukan kalkulasi secara otomatis perhitungan Rencana Penarikan Dana Bulanan yang informasinya digunakan pada Hal III DIPA ,acuan dalam penyusunan Perencanaan Kas Harian dan Mingguan serta acuan dasar Perhitungan Nilai AFP . Setelah mendapatkan data perencanaan penarikan bulanan dari POK tersebut, maka selanjutnya satker melakukan penyusunan rincian perencanaan kas Harian. Setelah itu sistem akan melakukan perhitungan akumulasi otomatis ke dalam perencanaan kas mingguan.

Gambaran umum fitur – fitur Modul Penganggaran pada SAKTI dapat dilihat pada gambar berikut ini:

Modul Penganggaran SAKTI

Operator ES 1Validator ES 1Operator SatkerValidator SatkerApprover SatkerApproval ES 1

RUH Usulan

Gambar 3.5. Gambaran umum fitur – fitur Modul Penganggaran pada SAKTI

34 Fitur – fitur yang terkait dengan proses penganggaran adalah sebagai berikut :

i. Penyusunan Anggaran

Menyediakan fitur – fitur Review Baseline Satker,RUH kertas kerja, RUH Penerimaan/Pendapatan, Konsolidasi Kertas Kerja menjadi RKAKL, Pengiriman ADK RKAKL , Penerimaan ADK DIPA, Penguncian Pagu Anggaran (Fund Blocking), Penentuan Status History Anggaran (RKAKL, DIPA, Revisi, dll), Pencetakan report terkait RKAKL, DIPA, dll ii. Penyusunan SBK

Menyediakan fitur RUH Usulan SBK (Standar Biaya Keluaran) iii. Perencanaan Realisasi Anggaran

Menyediakan fitur – fitur RUH POK, RUH Renkas (Perencanaan Kas), RUH Rencana Penerimaan, Perhitungan otomatis halaman III DIPA, Perhitungan Otomatis AFP (Annual Financial Plan) dan Pencetakan report terkait POK, Hal III DIPA dan Realisasi Penyerapan Anggaran.

Dalam dokumen III. PROSES BISNIS SPAN DAN SAKTI (Halaman 27-35)

Dokumen terkait