Proses masuknya PT. SMS ke Kecamatan Tambakromo dan Kayen
PT. SMS merupakan anak perusahaan dari PT. IDC. Drama konflik kepentingan terhadap sumber daya alam Pegunungan Kendeng Utara ini bermula pada tahun 2008. Saat itu datanglah sejumlah peneliti yang berasal dari salah satu universitas terkemuka di Jawa Tengah. Para peneliti ini dimintai bantuan jasanya untuk melakukan eksplorasi kawasan di sekitar Kecamatan Tambakromo dan Kecamatan Kayen. Tujuan dari eksplorasi ini bukan sekedar penelitian, tetapi untuk tahap awal dari rencana pendirian pabrik semen PT. SMS. Kehadiran para peneliti ini di lingkungan warga disambut dengan baik, terbukti selama melakukan eksplorasi, para peneliti bertempat tinggal di salah satu rumah warga di Dusun Slening, Desa Larangan, Kecamatan Tambakromo.
Selama masa eksplorasi tersebut belum ada pemberitaan mengenai pendirian pabrik semen. Warga juga belum mengetahui jika eksplorasi tersebut adalah untuk rencana pendirian pabrik semen PT.SMS. Tiga tahun berselang setelah kegiatan eksplorasi tersebut, muncullah berita dari PT. SMS yang mengumumkan melalui dua media massa lokal di Pati mengenai rencana kegiatan AMDAL pendirian pabrik semen oleh PT. SMS. Pemberitahuan ini sontak membuat kaget masyarakat, khususnya adalah masyarakat Kecamatan Tambakromo dan Kecamatan Kayen karena dua kecamatan tersebut adalah calon utama yang akan dijadikan lokasi tapak pabrik semen dan kawasan pertambangan. Selain melalui media massa, PT. SMS juga melakukan pemasangan banner dan spanduk
pengumuman di kantor kecamatan dan jalan raya.
Pada tahun 2010, PT. SMS melakukan sosialisasi pertama kalinya ke lokasi calon tapak pabrik, yaitu Dusun Slening, Desa Larangan, Kecamatan Tambakromo8. Lokasi dusun ini terletak sangat jauh dari jalan raya utama. Akses
untuk mencapai dusun ini hanya bisa menggunakan kendaraan pribadi, tidak ada kendaraan umum yang menuju ke sana. Selama menuju dusun ini akan melewati hutan pohon jati dan jalanan batu yang konsisten menanjak. Rencananya, tapak pabrik PT. SMS akan dibangun di daerah tersebut, dikarenakan pemukiman warga yang paling dekat dan pasti akan terkena dampak langsung adalah Dusun Slening, maka dusun ini menjadi yang utama dilakukan sosialisasi. Pihak PT. SMS yang datang saat itu adalah Bapak ALF yang didampingi oleh pejabat daerah anggota Musyawarah Pemimpin Kecamatan (Muspika), yaitu Camat Tambakromo, Danramil, dan Kapolsek. Bapak SRM selaku Kepala Dusun Slening juga turut menyambut sosialisasi ini. Proses sosialisasi ini dilakukan di rumah Ibu JTM (anak dari Bapak SRM) dan dihadiri oleh seluruh warga Dusun Slening.
8 Sejauh ini, upaya sosialisasi yang dilakukan oleh PT. SMS hanya terhadap satu dusun tersebut
saja, untuk lokasi-lokasi lainnya belum ada informasi yang menyatakan bahwa PT. SMS pernah melakukan sosialisasi lanjutan. Akan tetapi pada kunjungan pihak PT.SMS ke rumah Bapak GRO (salah satu tokoh kelompok masyarakat SDS), pihak PT. SMS menyatakan bahwa sudah ada 14 desa yang setuju dengan pendirian pabrik semen. Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Bapak ALF, direktur PT. SMS di rumah Bapak GRO.
Beberapa waktu sebelumnya, para warga sudah dihimbau untuk membawa kertas penagihan pajak untuk ditunjukkan kepada pihak PT. SMS. Tujuannya adalah untuk diberikan subsidi dari PT. SMS kepada warga Dusun Slening untuk membayar pajak. Tiap lembar kertas penagihan pajak akan diberikan subsidi sebesar Rp. 30.000,00. Jumlah subsidi yang didapatkan tiap warga tidak sama, karena tergantung dengan jumlah lembar kertas penagihan pajak yang mereka miliki. Subsidi pajak ini pun diterima dengan senang hati oleh warga Dusun Slening. Pada proses sosialisasi tersebut membicarakan mengenai keuntungan adanya pabrik semen serta dampak yang mungkin ditimbulkan dari pabrik semen. Saat itu juga diusulkan tentang relokasi yang lebih baik dilakukan oleh warga Dusun Slening karena lokasinya yang sangat dekat dengan tapak pabrik. PT. SMS Pihak PT. SMS berjanji kepada warga akan memberikan penawaran kompensasi bagi mereka yang bersedia untuk direlokasi ke tempat yang sudah disiapkan. Selama proses sosialisasi itu juga pihak PT. SMS menanyakan persetujuan dari warga Dusun Slening terhadap rencana pendirian pabrik semen PT. SMS, dan kemudian warga menjawab dengan proporsi persetujuan fifty-fifty (50:50).
Selang waktu tak begitu lama, pihak PT. SMS berkunjung ke rumah Bapak GRO di Kecamatan Sukolilo. Bapak GRO adalah salah satu tokoh terkenal di kelompok masyarakat adat SDS dan juga sebagai tokoh penolak pabrik semen9.
Di rumah Bapak GRO, Bapak ALF, selaku perwakilan dari PT. SMS meminta dukungan dan bantuan untuk kelancaran pendirian pabrik semen PT. SMS. Bapak ALF mengatakan bahwa, segala hal yang berkaitan dengan Pegunungan Kendeng Utara tidak terpisahkan dari Bapak GRO, sehingga penting untuk mendapatkan persetujuan dari Bapak GRO. Kepada Bapak GRO, Bapak ALF juga menyatakan bahwa sudah ada 14 desa yang setuju dengan berdirinya pabrik semen PT. SMS termasuk Dusun Slening dan tinggal menunggu persetujuan dari Bapak GRO.
Menanggapi pernyataan dari Bapak ALF setelah pertemuan tersebut, kemudian Bapak GRO datang langsung ke Dusun Slening untuk mengkonfirmasi kebenaran berita dari Bapak ALF. Ternyata kenyataan sebenarnya adalah warga Dusun Slening belum begitu paham dengan untung-rugi dari berdirinya pabrik semen. Mengetahui hal tersebut, Bapak GRO lantas menjelaskan kepada warga Dusun Slening mengenai dampak dari berdirinya pabrik semen terhadap lingkungan dan terhadap kehidupan warga. Setelah mendapatkan penjelasan mengenai untung-rugi dari berdirinya pabrik semen, seluruh warga Dusun Slening memutuskan untuk menolak rencana pendirian pabrik semen oleh PT. SMS di wilayah mereka karena wilayah tersebut adalah wilayah turun menurun dan akan rusak jika pabrik semen berdiri.
Akhirnya seluruh warga Dusun Slening menolak berdirinya pabrik semen PT. SMS dan bergabung ke dalam dua kelompok yang terkenal dalam penolakan pabrik semen, yaitu JMPXK dan LKR. Meskipun sinyal penolakan sudah menyebar tak hanya di Dusun Slening saja, pihak PT. SMS masih terus melakukan lobbying kepada pejabat daerah, elit desa, serta tokoh-tokoh
masyarakat. Bahkan pihak PT. SMS bersedia memberikan bantuan-bantuan kepada masyarakat seperti uang, hewan ternak, alat-alat pertanian, dan sebagainya sebagai upaya pendekatan kepada warga. Sosialisasi lanjutan juga pernah diadakan oleh PT. SMS dengan dibantu oleh pihak pemerintah daerah. Peserta
9 Bapak GRO memiliki peran penting dalam sejarah mundurnya PT. SG dari Kabupaten Pati sejak
sosialisasi yang diundang adalah perwakilan dari kelompok-kelompok pro dan kontra terhadap pabrik semen. Bersitegang antara Bapak GRO dengan pihak PT. SMS dan pejabat daerah dikarenakan perbedaan pendapat saat sosialisasi pun tak dapat dihindari. Di akhir sosialisasi, Bapak GRO menemukan berkas yang berisi tentang persetujuan terhadap rencana pendirian pabrik semen, dimana pada berkas tersebut tertulis nama beliau. Mengetahui keganjilan tersebut, akhirnya berkas itu diambil dan disimpan oleh Bapak GRO sebagai bukti pembohongan.
Selanjutnya pada bulan April 2014 pihak PT. SMS juga sempat mengadakan sosialisasi sumur pantau10 yang didampingi oleh pihak Kecamatan Tambakromo
dan Kecamatan Kayen. Tujuan dari sosialisasi ini adalah pemberitahuan mengenai titik-titik lokasi sumur bor11 untuk keperluan pendirian pabrik semen dalam rangka proses pembuatan AMDAL. Pelaksanaan sosialisasi ini di masing-masing kantor kecamatan. Akan tetapi pelaksanaan sosialisasi di Kecamatan Kayen dibatalkan karena pihak Kecamatan mengetahui akan adanya demo dari warga di Kantor Kecamatan Kayen terhadap sosialisasi tersebut. Sedangkan sosialisasi di Kecamatan Tambakromo tetap berjalan meskipun beberapa undangan, khususnya para undangan warga yang kontra terhadap pabrik semen memilih untuk walkout
ketika sosialisasi sedang berlangsung. Banyaknya aksi protes yang dilakukan warga terhadap rencana pendirian pabrik semen oleh PT. SMS, membuat PT. SMS memutuskan untuk menutup kantor mereka yang berada di pusat Kabupaten Pati untuk menghindari amukan masyarakat. Ditutupnya kantor PT. SMS tidak berarti PT. SMS mundur dari Pati karena hingga detik ini pihak PT. SMS masih terus berupaya agar pabrik semen mereka dapat berdiri di Pati.
Sedikit kilas balik, sebelum PT. SMS memasuki Pati, sebenarnya ada pula perusahaan lainnya yang pernah berusaha untuk berinvestasi di Pati namun berakhir dengan kegagalan, yaitu PT. SG. Masuknya PT. SG ke Pati saat itu di tahun 2006 dan secara hukum, resmi mundur dari Pati di tahun 2011 dikarenakan cacat hukum perizinan. Pada saat itu banyak warga yang tidak menginginkan hadirnya pabrik semen tersebut. Puncak penolakan warga terhadap PT. SG terjadi pada Mei 2009, dimana saat itu terjadi peristiwa bentrok besar dan sekaligus penangkapan sembilan warga Pati oleh aparat kepolisian. Maka sejak saat itu, berita mengenai rencana proyek pembangunan pabrik semen PT. SG mulai tak terdengar lagi hingga akhirnya ada pemberitaan bahwa AMDAL yang dibuat oleh tim konsultan AMDAL PT. SG cacat secara hukum. Hingga kini peristiwa besar tersebut masih membekas di benak masyarakat Pati sehingga jika ada perusahaan yang ingin membangun pabrik semen di Pati pasti akan ditolak warga. Rasa traumatik warga menjadikan mereka lebih proaktif terhadap semua kegiatan yang berkaitan dengan Pegunungan Kendeng Utara.
Dibalik rasa melindungi yang tinggi terhadap Pegunungan Kendeng Utara, sebenarnya masyarakat juga merasa kecewa dengan pemerintah daerah karena mengeluarkan kebijakan-kebijakan terkait pemanfaatan Pegunungan Kendeng Utara yang dinilai masyarakat tidak relevan, baik dari skup lingkungan, ekonomi, sosial, dan budaya. Menurut masyarakat, hadirnya kebijakan-kebijakan tersebut
10 Sumur pantau merupakan bagian dari syarat pembuatan AMDAL PT. SMS. Fungsi sumur pantau
ini adalah sebagai indikator kualitas air di sekitar Pegunungan Kendeng. Akan tetapi, sosialisasi sumur pantau ini menimbulkan kontroversi di masyarakat, karena apabila sumur pantau ini berhasil dibuat maka akan sangat mungkin bagi PT. SMS untuk melanjutkan tahap selanjutnya dalam rencana pendirian pabrik semen.
malah dijadikan „pintu gerbang‟ bagi pabrik semen untuk berinvestasi di Pati. Kebijakan tersebut antara lain adalah Peraturan Daerah Kabupaten Pati nomor 5 tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Pati tahun 2010- 2030, yang mana dalam perda tersebut, Pemda Pati mengalihfungsikan peruntukkan Kawasan Pegunungan Karst Kendeng Utara dari pertanian dan pariwisata menjadi pertambangan dan industri agro. Alasan dari pemerintah adalah karena Kawasan Pegunungan Karst Kendeng Utara dinilai sesuai untuk kegiatan pertambangan dan industri agro merujuk dari potensi yang dimilikinya. Kala itu, ketika PT. SG masuk ke Pati, Pegunungan Kendeng Utara masih difungsikan untuk kegiatan pertanian dan pariwisata. Setelah perda tersebut diubah, kemudian PT. SMS menggunakannya sebagai salah satu dasar untuk mulai melakukan proses rencana pembangunan pabrik semen.
Untuk mendapatkan restu pendirian pabrik semen, PT. SMS melakukan pendekatan-pendekatan kepada masyarakat dan juga tokoh-tokoh masyarakat di Pati. Alasannya karena pihak PT. SMS tidak ingin gagal seperti PT. SG. Dahulu memang PT. SG memulai aksinya melalui pendekatan kepada pejabat-pejabat daerah. Tindakan ini dianggap terlalu frontal maka dari itu protes dari warga pun juga sangat mengemuka. Pergerakan PT. SMS juga sangat fluktuatif sehingga berdampak pada respon masyarakat yang juga turut fluktuatif dalam menanggapi proses-proses rencana pendirian pabrik semen. Hal ini dikarenakan pihak PT. SMS menggunakan strategi yang lebih „halus‟ dibandingkan dengan perusahaan pabrik semen sebelumnya. Alhasil, aksi-aksi protes masyarakat yang kontra akan sangat mengemuka dan meletup-letup ketika ada informasi-informasi, undangan, dan sebagainya yang berkaitan dengan rencana pendirian pabrik semen PT. SMS. Selain dari itu, warga hidup dengan tenang seperti tidak ada masalah. Kronologi peristiwa ini dijelaskan berdasarkan tahun peristiwa pada Gambar 3.
Dekripsi Proyek Pembangunan Pabrik Semen PT. SMS
Berdasarkan pada KA-ANDAL PT. SMS tahun 2011, rencana pembangunan, penambangan, dan operasional pabrik semen oleh PT. SMS akan dilakukan di dua kecamatan, yaitu Kecamatan Tambakromo dan Kecamatan Kayen. Luas lokasi pabrik semen yang berada di Kecamatan Tambakromo adalah ± 180 ha yang terdiri dari ± 143,22 ha untuk tapak pabrik dan buffer zone, ± 20,14
ha untuk akses jalan produksi, dan ± 16,64 ha untuk asrama dan kantor berdasarkan izin lokasi nomor 591/02/2011, yang dikeluarkan oleh Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Pati pada tanggl 18 Mei 2011. Sebelum melakukan kegiatan penambangan, kegiatan konstrusksi, dan kegiatan operasional tersebut, PT. SMS melakukan studi kelayakan lingkungan, yaitu studi kelayakan AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan). Studi AMDAL dikerjakan setelah melaksanakan studi kelayakan teknis dan ekonomis.
Luas total lokasi rencana penambangan bahan baku PT. SMS di dua kecamatan adalah seluas ± 2.688 ha yang mana terletak di kawasan Hutan Produksi Tetap (HP), Hutan Produksi Terbatas (HPT) Tambakromo dan Kayen serta tanah milik masyarakat yang terletak di Dusun Slening, Desa Larangan, Kecamatan Tambakromo dan Dusun Pedak, Desa Brati, Kecamatan Kayen dan
lokasi tapak pabrik yang terletak di Kecamatan Tambakromo. Menurut PT. SMS, penetapan lokasi tersebut telah sesuai dengan kebijakan tata ruang Kabupaten Pati, yang tertuang dalam Peraturan Daerah Kabupaten Pati Nomor 5 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Pati Tahun 2010-2030, yang mana penjabarannya adalah sebagai berikut :
a. Lokasi penambangan bahan baku semen yang terdiri atas batu gamping ± 2.025 ha dan tanah liat ± 663 ha sudah sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Pati Nomor 5 tahun 2011 yaitu pada BAB IV tentang Rencana Pola Ruang pada Bagian Ketiga tentang Kawasan Budidaya pada paragraf (6) tentang Kawasan Peruntukkan Pertambangan, pada pasal 59 dan pada ayat (7) tentang potensi bahan tambang batu gamping serta pada ayat (10) tentang potensi bahan tambang tanah liat ;
b. Lokasi pabrik semen yang masuk skala industri besar dan menengah yaitu industri agro dan pertambangan di Kecamatan Tambakromo sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Pati Nomor 5 tahun 2011 yaitu pada BAB IV tentang Rencana Pola Ruang pada Bagian Ketiga tentang Kawasan Budidaya, paragraf (7) tentang Kawasan Peruntukkan Pertambangan, pasal 62 pada ayat (2) Pengembangan Industri Besar dan Menengah pada ayat (c) yaitu industri agro dan pertambangan.
Kegiatan Survei Pendahuluan, Perizinan, Pengadaan Lahan yang dibutuhkan PT. SMS, dan Sosialisasi/Konsultasi Ke Masyarakat
Sebelum memulai kegiatan pada tahap konstruksi, PT. SMS melakukan kegiatan pada tahap pra konstruksi, antara lain yaitu melakukan survei pendahuluan dan perijinan. Perijinan yang telah diperoleh PT. SMS terkait dengan kegiatan penambangan bahan baku semen dan rencana pembangan pabrik semen adalah izin pinjam pakai kawasan Hutan Produksi Tetap (HP) dan Hutan Kegiatan Terbatas (HPT) berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan Republik Indonesia Nomor SK.642/Menhut-II/2010 tertanggal 19 Nopember 2010 dan izin lokasi pendirian lokasi pabrik semen PT. SMS dari Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Pati, Nomor 591/02/2011 tertanggal 18 Mei 2011.
Secara keseluruhan, proyek rencana pendirian pabrik semen PT. SMS membutuhkan lahan yang sangat luas, yaitu sebesar ± 2.688 ha . Oleh karena itu, untuk memenuhi kebutuhan jumlah lahan yang dibutuhkan oleh PT. SMS untuk mendirikan pabrik semen, PT. SMS akan menggunakan lahan-lahan yang tersebar di beberapa desa di Kecamatan Tambakromo dan Kecamatan Kayen. Lahan-lahan tersebut terdiri dari sawah tadah hujan, sawah irigasi, semak belukar, tegalan, perkebunan, serta pemukiman warga. Pemetaan terhadap lahan yang akan digunakan oleh PT. SMS untuk lokasi tapak pabrik dan lokasi penambangan bahan baku serta jenis lahannya telah dilakukan pada tahap pra konstruksi pengadaan lahan dan dijabarkan pada Tabel 1.
Tabel 1 Daftar lokasi calon kegiatan penambangan beserta jenis lahan yang dipakai untuk penambangan bahan baku
Kegiatan Kecamatan Nama Desa Keterangan Jenis lahan
Penambangan Tambakromo Larangan Penambangan
batu kapur Penambangan tanah liat Sawah tadah hujan Semak belukar Perkebunan Karangawen Penambangan
batu kapur Sawah tadah hujan Semak belukar Tegalan Perkebunan Mojomulyo Penambangan
batu kapur Perkebunan Pakis Penambangan
batu kapur Tegalan Semak belukar Perkebunan Wukirsari Penambangan
tanah liat Perkebunan
Maitan - -
Keben - -
Kayen Brati Penambangan
batu kapur Semak belukar Tegalan Perkebunan Sumbersari Penambangan
batu kapur Semak belukar Tegalan Purwokerto Penambangan
batu kapur Semak belukar Perkebunan
Tapak pabrik Tambakromo Tambakromo Akses jalan
produksi - Mojomulyo Akses jalan
produksi Green barrier
Perkantoran Lokasi pabrik
Perkebunan
Larangan Green barrier
Lokasi pabrik Sawah tadah hujan Semak belukar Perkebunan Karangawen Green barrier
Lokasi pabrik Sawah tadah hujan Semak belukar Tegalan Sumber : KA-ANDAL PT. SMS tahun 2011 yang sudah diolah kembali
Oleh karena lahan yang akan digunakan oleh PT. SMS dalam rencana pendirian pabrik semen merupakan lahan milik masyarakat, maka dari itu beberapa lahan direncanakan akan dibebaskan oleh PT. SMS untuk keperluan tapak pabrik. Pembebasan lahan tersebut dilakukan kepada 569 warga pemilik lahan. Jenis lahan yang akan dibebaskan antara lain adalah pemukiman (14.496,971 m2 0,77%), sawah irigasi (675,29 m2 0,036%), sawah tadah hujan
(1.614.955,36 m2 85,23%), semak belukar (220.012,51 m2 11,61%) , tegalan
(5.438,49 m2 0,287%), dan perkebunan (39.232,44 m2 2,07%). Daftar lokasi
lahan yang akan dibebaskan tercantum pada Tabel 2.
Tabel 2 Daftar lokasi lahan yang akan dibebaskan oleh PT. SMS
Nama Desa Jumlah Pemilik Jenis Lahan
Mojomulyo 129 Pemukiman
Sawah irigasi Sawah tadah hujan Semak belukar Tegalan Perkebunan
Karangawen 151 Sawah tadah hujan
Perkebunan
Larangan 154 Pemukiman
Sawah tadah hujan Semak belukar Perkebunan
Total 569
Sumber : KA-ANDAL PT. SMS tahun 2011
Proses pembebasan lahan akan dilakukan secara langsung kepada pemilik lahan dengan mengacu pada mekanisme pasar. Sebelum dilakukan pembebasan lahan, terlebih dahulu akan dilakukan inventarisasi lahan dan tanaman diatas lahan tersebut serta kepemilikan lahan juga tanaman. Besar kompensasi yang akan diterima pemilik lahan mengacu pada besarnya nilai lahan dan tanam tumbuh yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah setempat dan terkait serta dilakukan musyawarah antara pemilik lahan dan instansi terkait lainnya.
Kegiatan prakonstruksi lainnya yang dilakukan oleh PT. SMS adalah sosialisasi dan konsultasi publik. Kegiatan sosialisasi telah dilakukan melalui media massa lokal, antara lain : pengumuman rencana pendirian pabrik semen di media cetak daerah Jawa Tengah “Suara Merdeka” pada 12 April 2011 dan media cetak daerah “Jawa Pos (Radar Pati)” pada 28 April 2011. Pemasangan pengumuman melalui spanduk dan x-banner juga dilakukan di beberapa tempat.
Pengumuman melalui spanduk sebanyak 13 buah dengan ukuran 5 m x 1 m ditempatkan pada jalan-jalan strategis, sedangkan pengumuman melalui x-banner
ditempatkan di Kantor Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Pati sebanyak 2 titik, Kantor Kecamatan Tambakromo sebanyak satu titik dan Kantor Kecamatan Kayen sebanyak satu titik, sehingga total x-banner yang disebar sebanyak 5 buah.
Sementara itu, sosialisasi secara tatap muka dengan masyarakat diakui PT. SMS pernah dilakukannya beberapa kali. Pada tanggal 1 September 2010, PT. SMS pernah melakukan sosialisasi mengenai rencana pendirian pabrik semen di beberapa tempat, yaitu di Kantor Desa Tambakromo, Kantor Desa Karangawen, Kantor Desa Mojomulyo, dan Kantor Desa Larangan. Sosialisasi selanjutnya dilakukan pada tanggal 5 Februari 2011 bertempat di Hotel Gritari Pati dengan dihadiri masyarakat yang akan terkena dampak, tokoh masyarakat, dan pemerintah daerah. Materi sosialisasi saat itu adalah menguraikan tentang rencana penambangan, rencana pembangunan pabrik, dan rencana operasional pabrik semen dan program coorporate social responsibility (CSR) yang sudah
dilaksanakan oleh pabrik semen lainnya yang tergabung dalam grup PT. SMS di wilayah lainnya.
Pada tanggal 6 April 2011, PT. SMS kembali melakukan sosialisasi. Bertempat di Pati Hotel dengan di hadiri oleh masyarakat yang akan terkena dampak serta tokoh masyarakat dan membahas mengenai dampak-dampak yang akan ditimbulkan baik negatif maupun positif serta rencana pengelolaan yang akan dilakukan. Selain sosialisasi, kegiatan konsultasi kepada publik juga sempat dilakukan PT. SMS. Tujuannya adalah untuk menampung aspirasi masyarakat dan menjadi bahan masukan untuk pelingkupan dalam pembuatan Studi Analisis Dampak Lingkungan (ANDAL) PT. SMS. Konsultasi publik dilakukan PT. SMS pada tanggal 21 Mei 2011 dan bertempat di Balai Gedung KPRI Kecamatan Tambakromo. Konsultasi ini dilakukan melalui focus group discussion (FGD) dan
menghasilkan sebelas poin penting masukan dari masyarakat.
Sebelas poin penting masukan langsung dari masyarakat yaitu : 1). perlu kajian mendalam terutama untuk aspek ekonomi, aspek sosial budaya yang saling menguatkan bukan saling melemahkan; 2). perlu dikaji kebutuhan irigasi sawah pada saat sebelum dan sesudah konstruksi pabrik; 3). menjaga kelestarian dan potensi mata air yang ada dan memperhatikan irigasi untuk pertanian; 4). sosialisasi proyek perlu dilakukan terus menerus kepada warga masyarakat, sehingga mendapat informasi yang lengkap terkait rencana proyek; 5). kekhawatiran masyarakat akan gangguan ekosistem dan kehilangan mata pencaharian; 6). kekhawatiran masyarakat berdasarkan hasil study banding,
pelaksanaan penambangan tidak diikuti reklamasi dengan baik; 7). perlu kajian penyerapan tenaga kerja setelah pendirian pabrik; 8). kekhawatiran hilangnya aset wisata di wilayah rencana penambangan; 9). perlunya kajian satwa endemik di wilayah rencana penambangan; 10). kajian penolakan terhadap rencana kegiatan pabrik semen oleh PT. SMS oleh sebagian masyarakat Dusun Ngerang, Desa Tambakromo; dan 11). kajian dukungan terhadap rencana kegiatan pabrik semen oleh PT. SMS.
Rencana Produksi, Konstruksi, dan Operasional Pabrik Semen PT. SMS