• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN PUSTAKA

2.2. Bimbingan dalan Konteks Pendidikan

2.2.4. Ragam Bimbingan

Ragam bimbingan dibagi menjadi empat bimbingan yaitu: a. Bimbingan pribadi

Menurut Marsudi (2010: 89) bimbingan pribadi bertujuan untuk membantu peserta didik mengenal, menemukan dan mengembangkan pribadi yang teliti, bertanggung jawab, beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME, mandiri, serta sehat jasmani dan rohani. Hal senada dinyatakan oleh Tohrin (2007: 124)

bimbingan pribadi adalah suatu bantuan dari pembimbing kepada terbimbing agar dapat tercapai tujuan dan tugas perkembangan pribadi, dalam mewujudkan tugas perkembangan pribadi yang mampu bersikap teliti dalam menentukan pilihan dan menyesuaikan diri dengan lingkungannya secara baik. Berdasarkan pendapat para ahli tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa bimbingan pribadi adalah bantuan yang diberikan kepada peserta didik untuk mengatasi permasalahan pribadi peserta didik guna mengatur dirinya sendiri agar dapat bertanggung jawab, teliti, tidak mudah putus asa dan sebagainya.

Bimbingan pribadi bertujuan membantu peserta didik mengatasi masalah pribadi, seperti malas untuk belajar, kurang percaya diri, kurang bertanggung jawab, tidak teliti, tidak bersemangat, kurang konsentrasi, kurang berhati-hati dan mudah putus asa. Beberapa tugas perkembangan pribadi menurut Brown dan Trusty (Barus, 2010: 14) adalah sebagai berikut: (1) pemahaman tehadap dirinya sendiri yang meliputi kesadaran menyangkut kelebihan-kelebihan, kelemahan-kelemahan, minat-minat, gambaran tubuh, perbedaan-perbedaan dan kesamaan- kesamaan dengan orang lain. (2) Penghargaan terhadap diri sendiri, pandangan positif tentang diri sendiri, penerimaan diri. (3) Mengembangkan rasa percaya diri, berani tampil, berlatih mengungkapkan gagasan sendiri. (4) Membiasakan bersikap dan berperilaku jujur, santun, rendah hati, menaati norma-norma. (5) Berlatih mengembangkan perilaku bertanggung jawab, teliti dan konsekuen. (6) Berlatih mengatur mengelola keperluan diri sendiri, perawatan diri dan kegiatan pribadi.

a. Bimbingan Sosial

Menurut Marsudi (2010: 91) menyatakan bahwa bimbingan sosial adalah membantu peserta didik dalam kaitannya dengan lingkungan dan etika pergaulan sosial yang dilandasi budi pekerti luhur dan tanggung jawab sosial. Hal tersebut didukung oleh Tohrin (2007: 127) berpendapat bahwa bimbingan sosial adalah bantuan dalam menghadapi dan memecahkan masalah-masalah sosial seperti pergaulan, penyelesaian masalah konflik, penyesuaian diri dengan lingkungan.

Bimbingan sosial bertujuan membantu peserta didik mengatasi masalah sosial, seperti peserta didik tidak dapat bekerja dalam kelompok. Beberapa tugas perkembangan sosial menurut Brown dan Trusty (Barus, 2010: 15) adalah sebagai berikut: (1) Belajar membangun hubungan dengan teman sebaya dan belajar sabar. (2) Mengembangkan toleransi terhadap orang lain dan sikap-sikap positif terhadap kelompok dengan berbagai kompetensi.

b. Bimbingan Belajar

Menurut Marsudi (2010: 90) bimbingan belajar adalah membantu peserta didik mengenal, menumbuhkan dan mengembangkan diri, sikap kebiasaan belajar yang baik untuk menguasai pengetahuan dan keterampilan sesuai dengan program belajar dalam rangka menyiapkannya dan melanjutkan pendidikan ketingkat yang lebih tinggi dan berperan serta dalam kehidupan masyarakat. Hal senada dinyatakan oleh Winkel (1991: 125) bahwa bimbingan belajar adalah bantuan dalam menemukan cara belajar yang tepat seperti tekun belajar, tepat waktu dalam mengumpulkan, dalam memilih program studi yang sesuai, dan dalam mengatasi kesukaran-kesukaran yang timbul berkaitan dengan tuntutan-tuntutan belajar di suatu institusi pendidikan. Berdasarkan beberapa ahli, maka dapat disimpulkan

bahwa bimbingan belajar adalah bimbingan yang diberikan kepada peserta didik guna menghadapi masalah-masalah belajar, kesulitan belajar dan cara belajar efektif, seperti tidak tepat waktu, tidak senang pelajaran PKn, tidak mengerjakan tugas dan lain-lain.

Hal tersebut didukung oleh Singgih (1980: 48) yang menyatakan bimbingan belajar memiliki tujuan memecahkan persoalan yang berhubungan dengan masalah belajar peserta didik baik di dalam sekolah maupun di luar sekolah dalam hal: (1) Mencarikan cara belajar yang efektif bagi seorang anak atau sekelompok anak, (2) menunjukan cara-cara mempelajari sesuatu dan menggunakan buku pelajaran, (3) memberikan saran dan petunjuk bagaimana memanfaatkan perpustakaan, (4) membuat tugas sekolah dan mempersiapkan diri untuk ulangan tiba-tiba atau ulangan harian dan ujian, (5) memilih suatu pelajaran (mayor atau minor) sesuai dengan minat, bakat kepandaian,angan-angan dan kondisi kesehatan atau fisiknya, (6) menujukan cara-cara menghadapi kesulitan dalam mata pelajran tertentu, (7) menentukan pembagian waktu dan perencanaan jadwal pelajaran, (8) memilih pelajaran tambahan, baik yang berhubungan dengan pelajaran di sekolah maupun untuk pengembangan bakat anak sendiri.

Peserta didik dapat menyesuaikan diri dalam situasi belajar secara optimal sesuai dengan kemampuannya dengan bimbingan belajar. Oleh karena itu, peserta didik dapat mencapai tugas perkembangan belajar sebagai berikut: berkemampuan membaca, menulis, berhitung sesuai dengan tuntutan kurikulum, keterampilan mendengarkan, keterampilan mengikuti petunjuk atau instruksi, keterampilan mengorganisasi aktivitas belajar, tugas-tugas sekolah dan kegiatan lainnya, keterampilan belajar, keterampilan menghadapi ulangan-ulangan atau tes,

ketrampilan yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari seperti keterampilan mengelola waktu.

c. Bimbingan karier

Menurut Achmad (2006: 35) bimbingan karier adalah bantuan yang diberikan peserta didik dalam perencanaan, pengembangan dan penyelesaian masalah-masalah karier. Pengertian lain dikemukakan oleh Tohrin (2007: 134) bahwa bimbingan karier adalah membantu peserta didik dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah-masalah yang menyangkut karier tertentu. Berdasarkan pendapat beberapa ahli di atas dapat disimpulkan, bahwa bimbingan karier merupakan upaya bantuan terhadap peserta didik agar dapat mengenal dan memahami dirinya, dan mengembangkan masa depannya.

Tugas perkembangan karier menurut Brown dan Trusty (Barus, 2010: 14) adalah sebagai berikut: (1) Berlatih dan membiasakan diri dalam melakukan pekerjaan sehari-hari. (2) Belajar menghargai makna bekerja.

Berdasarkan pendapat dari beberapa ahli maka peneliti dapat menyimpulkan ragam bimbingan dibagi menjadi empat yaitu bimbingan pribadi, bimbingan belajar, bimbingan sosial, dan bimbingan karier. Pada penelitian ini hanya akan berfokus pada bimbingan pribadi dan belajar, seperti yang akan dijabarkan di bawah ini bimbingan tersebut dapat dilaksanakan dengan layanan bimbingan klasikal.

2.2.5 Layanan Bimbingan Klasikal

Bimbingan klasikal seringkali disebut dengan bimbingan kelompok, seperti yang diungkapkan oleh Achmad (2006: 45) mengatakan bahwa bimbingan kelompok merupakan bantuan terhadap individu yang dilakasanakan dalam situasi

kelompok baik dalam kelompok besar (13-20 orang) atau kelas (20-40 orang) berupa penyampaian informasi, atau membahas masalah pendidikan, pekerjaan, pribadi dan sosial. Sedangkan Winkel (1997: 128) menyatakan bilamana peserta didik yang dilayani lebih dari satu orang, maka digunakan istilah bimbingan kelompok, entah kelompok itu kecil, agak besar, atau sangat besar.

Berdasarkan pendapat beberapa ahli maka dapat disimpulkan bahwa bimbingan klasikal sering disebut juga dengan bimbingan kelompok dan bimbingan klasikal bertujuan untuk membahas masalah pendidikan, pekerjaan, pribadi dan sosial peserta didik. Layanan bimbingan yang dijelaskan di atas dirancang sesuai dengan tugas perkembangan peserta didik kelas V, seperti yang dijabarkan di bawah ini.

2.3 CIRI, TUGAS PERKEMBANGAN DAN PERMASALAHAN

Dokumen terkait