PELAKSANAAN PROGRAM KERJA
A. Rapat Koordinasi Nasional I
Rapat koordinasi nasional I (Rakornas I) antara BAN-S/M dan seluruh pengurus BAP-S/M dilaksanakan sebagai langkah awal untuk menyosialisasikan kebijakan dan peraturan yang baru, serta untuk membangun komunikasi, sinergi, dan kerja sama antarlembaga terkait sehingga program akreditasi tahun 2016 dapat terlaksana dengan efektif, efisien, dan transparan.
Rakornas dilaksanakan selama tiga hari, mulai hari Kamis tanggal 11 Februari sampai dengan hari Sabtu tanggal 13 Februari 2016. Pelaksanaan Rakornas bertempat di Hotel Lombok Raya, Jl. Panca Usaha no. 11 Mataram, Nusa Tenggara Barat.
Tema Rakornas I ini adalah “Penguatan Lembaga, Transparansi, dan Akuntabilitas Akreditasi”. Kegiatan Rakornas I dilaksanakan dengan tujuan untuk:
1. menyosialisasikan kebijakan Pemerintah terkait penjaminan mutu pendidikan sekolah/madrasah tahun 2016.
2. menjelaskan kebijakan dan program Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah tahun 2016;
3. menjelaskan strategi pelaksanaan program sesuai dengan Pedoman dan POS akreditasi;
Laporan Kinerja BAN-S/M Tahun 2016
35
5. menjelaskan petunjuk teknis pengelolaan dan pertanggungjawabankeuangan akreditasi sekolah/ madrasah;
6. mengoordinasikan strategi dan langkah-langkah pelaksanaan program akreditasi sekolah/madrasah tahun 2016.
7. menjelaskan mekanisme kerja sama dengan mitra BAN-S/M. 8. menjelaskan pelaksanaan akreditasi di daerah 3T.
9. menjelaskan penghargaan akreditasi (SaMA Award) tahun 2016.
Narasumber Rakornas I terdiri atas: 1. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.
2. Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Kemendikbud. 3. Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Kemenag.
4. Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri.
5. Deputi Bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat, dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas.
6. Gubernur Provinsi NTB.
7. Kepala Balitbang Kemendikbud. 8. Sekretaris Balitbang Kemendikbud.
9. Kepala Pusat Penelitian dan Kebijakan, Balitbang Kemendikbud. 10. Ketua, Sekretaris, dan Anggota BAN-S/M.
Peserta Rakornas I terdiri atas:
No Unsur Jumlah (orang)
1 Ketua BAP-S/M 34
2 Sekretaris BAP-S/M 34
3 Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BAP-S/M 34
4 Kepala Sekretariat BAP-S/M 34
5 Tim Teknis 3
6 Sekretariat BAN-S/M 10
7 Sekretariat BAP-S/M NTB 3
Laporan Kinerja BAN-S/M Tahun 2016
36
Materi yang disampaikan dalam Rakornas adalah:1. Kebijakan Penjaminan Mutu Pendidikan Nasional
2. Kebijakan Peningkatan Mutu Pendidikan Dasar dan Menengah tahun 2016.
3. Kebijakan Peningkatan Mutu Pendidikan Madrasah tahun 2016.
4. Rencana Strategis Pembangunan Sumber Daya Manusia terkait Akreditasi dan Penjaminan Mutu Pendidikan.
5. Meta Analisis Kajian Capaian Standar Nasional Pendidikan dan Pemanfaatan di Satuan Pendidikan.
6. Peran dan Kewenangan Pemerintah Pusat dan Daerah dalam bidang Pendidikan sesuai dengan UU 23/2014 tentang Pemerintah Daerah terkait dengan Pembagian Urusan Pemerintahan Bidang Pendidikan. 7. Kebijakan dan Program BAN-S/M tahun 2016.
8. Mekanisme dan Prosedur Operasional Standar (POS) pelaksanaan akreditasi.
9. Perangkat Akreditasi tahun 2016. 10. Pelatihan Asesor tahun 2016.
11. Monitoring dan Evaluasi tahun 2016. 12. Surveilans tahun 2016.
13. Sosialisasi Pelaksanaan Akreditasi S/M di daerah 3T.
14. Kerja sama pelaksanaan akreditasi dengan instansi lain/mitra kerja BAN-S/M.
15. Sistem Administrasi dan Keuangan BAP-S/M.
16. Alokasi dan strategi pelaksanaan akreditasi tahun 2016.
Evaluasi pelaksanaan Rakornas dibagi menjadi dua aspek, yaitu evaluasi substansi kegiatan dan evaluasi teknis penyelenggaraan. Secara substansi evaluasi Rakornas dapat dilihat pada uraian berikut:
1. Kebijakan BAN-S/M tahun 2016 telah disosialisasikan kepada BAP-S/M, termasuk perubahan-perubahan yang terjadi dalam Pedoman dan Prosedur Operasional Standar (POS) pelaksanaan akreditasi.
2. Perubahan dalam mekanisme akreditasi langkah 1, 2, dan 3 telah disampaikan kepada BAP-S/M. Pada perubahan pada langkah-langkah
Laporan Kinerja BAN-S/M Tahun 2016
37
ini disebabkan adanya perubahan dalam mekanisme penetapan kuota akreditasi yang mengacu kepada raw data dari BAP-S/M.3. Meskipun belum optimal, akreditasi sudah mulai mendapatkan perhatian publik. Direktorat-direktorat terkait di lingkungan Kemendikbud sudah memanfaatkan hasil akreditasi bagi pembuatan kebijakan. Di sisi lain, hasil akreditasi dijadikan sebagai salah satu syarat dalam penerimaan mahasiswa baru di Perguruan Tinggi.
4. Hasil koordinasi antara BAN-S/M dan BAP-S/M dalam rakornas, menghasilkan beberapa kesepakatan terhadap jumlah sasaran akreditasi, pelaksanaan rakornas di BAP-S/M, pelaksanaan pelatihan asesor, pelaksanaan visitasi dan lain-lain. Terkait dengan perubahan jumlah sasaran, hal tersebut terjadi karena sekolah/madrasah telah merger, dan ada juga terdapat sekolah/madrasah terbuka, yang diakreditasi adalah induknya, padahal dalam data ditulis semuanya. 5. Terdapat BAP-S/M yang menyampaikan ketidaksesuaian dengan
harapannya atas penentuan kuota/sasaran akreditasi tahun ini; namun demikian, kuota akreditasi sudah ditetapkan oleh BAN-S/M sesuai dengan prosedur dan ketentuan dan dengan memprioritaskan sekolah/madrasah yang belum diakreditasi. Sedangkan sekolah/madrasah yang reakreditasin diutamakan pada S/M yang sertifikatnya habis, Sekolah/Madrasah yang terletak di daerah 3T dengan mewajibkan adanya NPSN untuk setiap sekolah/madrasah sasaran.
6. BAP-S/M juga mempertanyakan tidak adanya langkah sosialisasi untuk menyampaikan Perangkat Akreditasi kepada sekolah/madrasah sasaran. Hal ini terjadi karena terbatasnya anggaran.
7. Dengan berlakunya UU 23 2014 terjadi perubahan postur anggaran untuk penjaminan mutu di daerah. Banyak daerah yang kemudian takut untuk menganggarkan program-program terkait dengan akreditasi.
Secara teknis evaluasi pelaksanaan Rakornas dapat dilihat dalam uraian berikut:
Laporan Kinerja BAN-S/M Tahun 2016
38
1. Hampir seluruh peserta Rakornas terutama dari unsur BAP-S/M memenuhi undangan. Sayangnya beberapa BAP-S/M tidak dapat mengikuti kegiatan pembukaan Rakornas karena kendala penerbangan/transportasi.2. Beberapa narasumber terutama dari unsur eksternal tidak dapat memenuhi undangan untuk menyampaikan paparannya secara langsung. Materi paparannya disampaikan oleh narasumber pengganti. 3. Secara umum BAP-S/M menyatakan kesiapan untuk melaksanakan
kegiatan pelaksanaan akreditasi sekolah/madrasah tahun 2016.
Rekomendasi pelaksanaan Rakornas I secara substansi sebagaimana diuraikan berikut ini:
1. Pemerintah baik pusat maupun daerah perlu melakukan percepatan meningkatkan kualitas sumber daya manusia guna menunjang pelaksanaan akreditasi yang berkualitas. Dalam konteks rekrutmen asesor di daerah, BAP-S/M perlu menentukan kriteria yang lebih ketat dalam proses rekrutmen asesor. Dengan demikian, proses rekrutmen yang bermutu diharapkan akan menghasilkan output asesor yang bermutu yang pada gilirannya dapat mendukung akreditasi yang bermutu.
2. Mekanisme akreditasi dengan 15 langkah diharapkan dapat dilaksanakan secara utuh dan perlu sinkronisasi dengan alokasi anggaran sesuai RAB.
3. Hasil koordinasi antara BAN-S/M dan BAP-S/M dalam rakornas agar ditindaklanjuti. Hal tersebut dipandang mendesak mengingat ada beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait pelaksanaan rakornas di BAP-S/M, pelaksanaan pelatihan asesor, pelaksanaan visitasi dll.
4. Seluruh anggota perlu membangun komunikasi dengan BAP-S/M untuk memperoleh informasi terkini terkait perubahan-perubahan yang mungkin terjadi pada time schedule BAP-S/M. Rencana kerja yang dibuat BAP-S/M agar diserahkan ke anggota BAN-S/M sehingga memudahkan melakukan kontrol, sebab beberapa BAP-S/M sudah melakukan perubahan.
Laporan Kinerja BAN-S/M Tahun 2016
39
5. Perubahan jumlah sasaran yang disebabkan sekolah/madrasahdi-merger atau status sekolah/madrasah terbuka perlu ditindaklanjuti dengan mengalihkan ke sekolah/madrasah lain yang belum pernah diakreditasi, dan hal tersebut perlu diinformasikan ke BAN-S/M.
6. Akreditasi bermutu untuk pendidikan bermutu memiliki 4 (empat) pilar utama, yaitu (1) instrumen (2) asesor, (3) Manajemen, (4) Hasil yang bermutu. Untuk mendapatkan Asesor yang bermutu, seleksi asesor harus dilakukan secara ketat. Ini bukan mempersulit, tetapi menjadi bagian dari menjaga mutu akreditasi. Rekrutmen asesor harus dilakukan secara terbuka dan komposisi antar unsur harus menjadi pertimbangan. Selama ini asesor lebih didominasi dari unsur pengawas.
7. Rapat Koordinasi antara BAP-S/M dan BAN-S/M akan dilaksanakan sebanyak 3 (tiga) kali untuk mencari penyelesaian hal-hal yang sulit ditangani sehingga hambatan-hambatan yang selama ini ada bisa diatasi bersama. Koordinasi pertama telah dilaksanakan pada bulan April 2016.
Secara teknis rekomendasi pelaksanaan Rakornas I dapat dilihat dalam uraian berikut:
1. Ke depan, perlu surat permohonan kepada narasumber agar dapat memenuhi undangan untuk menyampaikan paparannya secara langsung, dan tidak mewakilkan kepada narasumber lain.
2. Beberapa narasumber terutama dari unsur eksternal tidak dapat memenuhi undangan untuk menyampaikan paparannya secara langsung. Namun demikian, materi paparannya disampaikan oleh narasumber pengganti.
3. Diharapkan untuk narasumber kunci dapat dipastikan kehadirannya dan tidak mewakilkan paparannya.
4. Sebagian besar materi yang disampaikan dalam Rakornas, baik narasumber undangan maupun narasumber dari BAN-S/M, mengalami keterbatasan waktu penyampaian paparan. Padahal agenda Rakornas ini menjadi pijakan utama untuk pelaksanaan akreditasi tahun anggaran berjalan. Di masa yang akan datang perlu untuk
Laporan Kinerja BAN-S/M Tahun 2016