• Tidak ada hasil yang ditemukan

Rapat Koordinasi Nasional II

Dalam dokumen LAPORAN CAPAIAN KINERJA BAN-S/M (Halaman 45-49)

PELAKSANAAN PROGRAM KERJA

B. Rapat Koordinasi Nasional II

Rakornas dilaksanakan selama tiga hari, mulai hari Selasa tanggal 29 Desember sampai dengan hari Kamis tanggal 1 Desember 2016. Pelaksanaan Rakornas bertempat di Aston Imperial Bekasi Hotel, Jl. KH. Noer Ali No.177, Teluk Pucung, Bekasi Utara, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Tema Rakornas I ini adalah “Penguatan Lembaga, Transparansi, dan Akuntabilitas Akreditasi untuk Peningkatan Mutu Pendidikan Nasional”. Kegiatan Rakornas I dilaksanakan dengan tujuan untuk:

1. Memaparkan perkembangan capaian akreditasi sekolah/madrasah tahun 2011-2016.

2. Melaporkan keterlaksanaan dan evaluasi program kerja BAN-S/M tahun 2016.

3. Menyampaikan rancangan program kerja BAN-S/M tahun 2017.

Nara Sumber Rakornas II

Narasumber Rakornas ini terdiri atas: 1. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan 2. Kepala Balitbang Kemendikbud 3. Ketua BAN-S/M

4. Anggota BAN-S/M 5. Ketua BAP-S/M 6. PPK BAN-S/M

Laporan Kinerja BAN-S/M Tahun 2016

41

Peserta Rakornas I

Rakornas II tahun 2016 dihadiri oleh peserta sebagai berikut:

No. Peserta Jumlah

1 Anggota BAN-S/M 12

2 Kepala Sekretariat, PPK, dan BPP BAN-S/M 3

3 Ketua BAP-S/M seluruh Indonesia 34

4 Sekretaris BAP-S/M seluruh Indonesia 34

5 PPK atau BPP BAP-S/M seluruh Indonesia 34

6 Tim Ahli/Teknis BAN-S/M 3

7 Sekretariat BAN-S/M 10

Total 130

Materi Rakornas

Materi kegiatan Rakornas meliputi:

1. Perkembangan capaian akreditasi sekolah/madrasah tahun 2011-2016. 2. Evaluasi pelaksanaan program kerja BAN-S/M tahun 2016.

3. Analisis hasil Monev dan Surveilans. 4. Analisis sumber daya asesor.

5. Sosialisasi Perangkat Akreditasi 2016

6. Rancangan program kerja BAN-S/M tahun 2017 7. Penyerahan SaMA Award-2.

Hasil

Hasil Rakornas-II ini adalah:

1. Diperolehnya hasil evaluasi program kerja Badan Akreditasi Nasional Sekolah/ Madrasah;

2. Diperolehnya hasil evaluasi kesesuaian pelaksanaan program akreditasi sekolah/madrasah dengan prinsip, norma, dan prosedur operasional standar yang berlaku;

Laporan Kinerja BAN-S/M Tahun 2016

42

3. Diketahuinya pelaksanaan akreditasi, terhimpunnya data, dan laporan

hasil akreditasi sekolah/madrasah tahun 2016 di 34 provinsi; 4. Tersosialisasikannya program kerja BAN-S/M Tahun 2017.

Evaluasi dan Rekomendasi

Hasil evaluasi pelaksanaan Rakornas-II adalah sebagai berikut:

1. Secara umum, Rakornas-II berlangsung selama tiga hari dan terlaksana dengan baik dan lancar.

2. BAP-S/M dapat menyampaikan materi hasil akreditasi sekolah/madrasah masing-masing provinsi dengan baik dan dilengkapi bahan paparan secara tertulis dan presentasi Microsoft Powerpoint. 3. Waktu pelaksanaan yang hanya tiga hari menyebabkan penyampaian

materi dan tanya jawab baik oleh narasumber BAN-S/M maupun BAP-S/M tidak memadai.

4. Kehadiran Menteri Pendidikan dan Kebudahyaan, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.AP dalam acara pembukaan Rakornas-II memberikan Perhatian serius kepada BAN-S/M sebab ke depan diharapkan dapat mengambil peran lebih banyak.

5. Realisasi capaian akreditasi 2016 lebih tinggi ketimbang kuota. Artinya terdapat gap positif antara yang direncanakan dan direalisasikan. 6. Kemendikbud pada tahun 2016 telah menerbitkan neraca indeks

pendidikan dan kebudayaan yang di antaranya pengukurannya adalah berdasarkan terpenuhinya 8 standar nasional pendidikan, karenanya data akreditasi menjadi salah satu data utama untuk mengukur ketercapaian standar nasional pendidikan.

7. Akreditasi sekolah/madrasah tidaklah akan terpenuhi hanya sekadar mengandalkan APBN, tetapi harus ada dukungan anggaran dari pemerintah provinsi dan/atau pemerintah Kota/Kabupaten.

Hasil rekomendasi pelaksanaan Rakornas-II adalah sebagai berikut:

1. Waktu Pelaksanaan Rakornas sebaiknya ditambah menjadi empat hari sebagaimana pelaksanaan Rakornas sebelumnya.

Laporan Kinerja BAN-S/M Tahun 2016

43

2. Direktorat terkait Kemdikbud dan Kemenag agar diikutsertakan

sebagai peserta aktif Rakornas-II yang akan datang.

3. Survei terhadap sekolah/madrasah yang bermasalah, perlu ada anggaran jika ada sekolah/madrasah visitasi ulang dan lain sebagainya.

4. BAP-S/M sebagai sistem, tidak sekadar terdiri atas Ketua, Sekretaris, dan Anggota, tetapi ada tenaga lainnya yang men-support, seperti sekretariat, dan mitra lainnya. Seperti keberhasilan berjalannya TUP, cukup ditentukan oleh siapa dan bagaimana bekerjanya seorang BPP dan PPK BAP-S/M. Kerta Tim kolektif kolegial harus senantiasa dibangun untuk membangun kinerja yang lebih baik.

5. Diharapkan ada kebijakan alokasi anggaran yang sesuai dengan Standar Biaya Umum dengan mempertimbangkan kondisi daerah terutama untuk daerah 3T (Tertinggal, Terluar, dan Terdepan)

6. Akreditasi S/M yang memakai anggaran kuota non APBN dibuatkan aturannya agar BAP-S/M bisa melaksanakannya secara jelas dan pasti. 7. Pada pelaksanaan akreditasi sekolah/madrasah tahun 2016, masih

terdapat sekolah/madrasah tidak terakreditasi dengan alasan ketidaksiapan sekolah/madrasah tersebut, menyatakan mundur dari keikutersertaan akreditasi, dan tidak mengembalikan instrumen

8. Agar kebijakan pemerintah daerah maupun pusat, khususnya yang berkaitan dengan pendidikan, mengacu pada hasil akreditasi sebagai data utama dan referensi tepercaya untuk melakukan afirmasi kebijakan peningkatan mutu pendidikan. Oleh karenanya, kerja sama dengan pihak lain terutama pemangku kebijakan, perlu lebih ditingkatkan

9. Data akreditasi yang dihasilkan harus senantiasa disempurnakan agar menjadi data yang akurat, valid, dan akuntabel sehingga bisa melakukan pengambilan kebijakan di masa yang akan datang yang lebih baik.

10. Rekrutmen asesor dari unsur guru dan Kepala Sekolah/madrasah perlu ditinjau ulang mengingat tugas sebagai asesor berdampak terhadap banyaknya guru yang meninggalkan kelas dalam kurun waktu yang lama sampai 12 Hari.

Laporan Kinerja BAN-S/M Tahun 2016

44

11. Beberapa Pemerintah Daerah mau mengalokasikan anggaran untuk percepatan akreditasi, akan tetapi mereka membutuhkan payung hukum yang jelas.

12. Akses perangkat via online belum efektif dilaksanakan.

13. Beberapa Sekolah/madrasah menawarkan diri untuk membiayai sendiri akreditasi di sekolahnya karena keterbatasan kuota. Sepanjang belum ada aturan terkait dana swadaya, maka akreditasi tetap dibiayai oleh dana pemerintah.

14. Sosialisasi Perangkat agar dialokasikan anggaran meskipun untuk sekolah/madrasah yang akreditasi ulang. Hal ini disebabkan karena perkembangan sekolah/madrasah selama 5 tahun memiliki banyak dinamika, salah satunya pergantian Kepala Sekolah/madrasah, dan lain-lain.

15. Pertanggungjawaban TUP agar diberi kelonggaran waktu, tidak terlalu mepet.

16. UPA-S/M agar dimasukkan ke dalam Permendikbud sebab eksistensinya sangat dibutuhkan.

17. BAN-S/M perlu meninjau ulang terkait dengan regulasi tentang anggota BAP-S/M yang menjadi asesor mengingat anggota BAN-S/M juga dapat menjadi asesor untuk visitasi SILN.

18. Alokasi anggaran akreditasi agar ditambah.

19. Koordinasi antara anggota BAP-S/M dan Keuangan agar lebih meningkat sehingga tidak menghambat terhadap pelaksanaan program akreditasi.

20. Penyerahan Sertifikat agar dapat dilaksanakan secepat mungkin sesuai tahun anggaran.

Perangkat akreditasi perlu dilengkapi dengan pedoman observasi dan wawancara untuk memastikan asesor bekerja sesuai dengan tupoksinya.

Dalam dokumen LAPORAN CAPAIAN KINERJA BAN-S/M (Halaman 45-49)