• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III : METODE PENELITIAN

B. Pembahasan Hasil Penelitian

2. Rasio Solvabilitas

Rasio solvabilitas atau leverage ratio merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur sejauh mana aktiva perusahaan dibiayai dengan utang. Artinya berapa besar beban utang yang ditanggung perusahaan dibandingkan dengan aktivanya. Dalam arti luas rasio solvabilitas digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar seluruh kewajibannya, baik jangka pendek maupun jangka panjang apa bila koperasi dibubarkan atau (dilikuidasi).

Adapun jenis rasio solvabilitas yang dapat digunakan penulis untuk menganalisis laporan keuangan Koperasi Karyawan Sabilal Muhtadin

0 0.5 1 1.5 2 2.5 3 2014 2015 2016 2017 2.36 2.63 2.48 2.46 60% 88% 86% 109% 40% 42% 46% 39% Per se nt as e Tahun

Banjarmasin adalah Debt to Asset Ratio (Debt Ratio), Debt to Equity Ratio dan Times Interest Earned.

a. Debt to asset ratio (Debt ratio)

Debt to asset ratio (Debt ratio) merupakan rasio utang yang

digunakan untuk mengukur perbandingan antara total utang dengan total aktiva. Dengan kata lain, seberapa besar aktiva perusahaan dibiayai oleh utang atau seberapa besar utang perusahaan berpengaruh terhadap pengelolaan aktiva.

Adapun rumus yang dapat digunakan untuk menghitung Debt to

Asset Ratio (Debt ratio) adalah sebagai berikut :

Debt to asset ratio = Total debt

Total assets

Tabel 4.8 Perhitungan Debt Ratio Tahun 2014 s.d 2017 Koperasi Karyawan Sabilal Muhtadin Banjarmasin

Tahun Total Hutang (Rp) Total Aktiva (Rp) Debt Ratio % 2014 765.877.955 1.811.537.651 0,42 42% 2015 778.218.758 2.053.690.787 0,37 37% 2016 843.736.457 2.277.681.360 0,37 37% 2017 990.475.186 2.594.687.315 0,38 38%

Sumber : Koperasi Karyawan SMB (diolah penulis, 2019)

Dari perhitungan diatas diketahui Debt Ratio tahun 2014 sebesar 0,42 kali atau 42% aktiva koperasi dibiayai dengan hutang. Perbandingan hutang atas aktiva pada tahun 2014 adalah 0,42 : 1 yang berarti setiap Rp0,42 kali jumlah hutang dijamin oleh Rp1,00 aktiva. Tahun 2015 Debt

Ratio mengalami penurunan sebesar 0,05 kali atau 5% dari tahun 2014

yaitu sebesar 0,42 kali atau 42% menjadi 0,37 kali atau 37%. Perbandingan hutang atas aktiva tahun 2015 adalah 0,37 : 1 yang berarti setiap Rp 0,37 jumlah hutang dijamin oleh Rp1,00 aktiva. Kenaikan tersebut di sebabkan oleh naiknya hutang dari Rp765.877.955,00menjadi

Rp778.218.758,00 lebih besar kenaikan aktiva dari Rp1.811.537.651,00 menjadi Rp2.053.690.787,00.

Tahun 2016 Debt Ratio tidak mengalami kenaikan maupun penurunan berjumlah 0,37 kali atau 37%. Pada tahun 2017 Debt Ratio mengalami sedikit kenaikan yaitu sebesar 0,01 kali atau 1% dari tahun 2016 yaitu sebesar 0,37 kali atau 37% menjadi 0,38 kali atau 38%. Perbandingan hutang atas aktiva pada tahun 2017 adalah 0,38 : 1 artinya setiap Rp0,38 kali hutang dijamin oleh Rp1,00 aktiva. Kenaikan tersebut disebabkan oleh naiknya hutang dari Rp843.736.457,00 menjadi Rp990.475.186,00 yang sedikit lebih besar jumlahnya dibandingkan naiknya aktiva dari Rp2.277.681.360,00 menjadi Rp2.594.687.315,00.

Berdasarkan perhitungan debt ratio di atas dapat disimpulkan perhitungan dalam bentuk grafik 4.5 sebagai berikut :

Grafik 4. 5 Perkembangan Debt Ratio Tahun 2014 s.d 2017 Koperasi Karyawan Sabilal Muhtadin Banjarmasin Sumber : Koperasi Karyawan SMB (diolah penulis, 2019)

34% 35% 36% 37% 38% 39% 40% 41% 42% 2014 2015 2016 2017 42% 37% 37% 38% P erse ntase Tahun

Dari grafik diatas menunjukan bahwa Debt to asset ratio mengalami kenaikan setiap tahunnya, artinya terdapat kenaikan aktiva maupun utang, meskipun kenaikan aktiva tidak sebanyak kenaikan utang, dan pendanaan dengan utang semakin banyak, maka semakin sulit bagi koperasi untuk memperoleh tambahan pinjaman karena dikwatirkan koperasi tidak mampu menutupi utang-utangnya dengan aktiva yang dimiliki.

b. Debt to equity ratio

Debt To Equity Ratio merupakan rasio yang digunakan untuk

menilai utang dengan ekuitas caranya dengan membandingkan antara seluruh utang dengan seluruh ekuitas. Rasio ini berfungsi untuk mengetahui modal sendiri yang dijadikan untuk jaminan utang.

Adapun rumus yang dapat digunakan untuk menghitung Debt To

Equity Ratio adalah sebagai berikut :

Debt to equity ratio = Total utang

Ekuitas

Tabel 4.9 Perhitungan Debt to equity ratio Tahun 2014 s.d 2017 Koperasi Karyawan Sabilal Muhtadin Banjarmasin

Tahun Total Hutang ( Rp ) Total Ekuitas ( Rp) Debt to equity ratio % 2014 765.877.955 1.045.659.696 0,73 73% 2015 778.218.758 1.275.472.029 0,61 61% 2016 843.736.457 1.433.944.903 0,58 58% 2017 990.475.186 1.604.212.129 0,61 61%

Sumber : Koperasi Karyawan SMB (diolah penulis, 2019)

Dari hasil perhitugan diatas diperoleh nilai debt to equity ratio tahun 2014 sebesar 0,73. Perbandingan utang atas ekuitas pada tahun 2014 adalah 0,73 :1 artinya setiap Rp0,73 jumlah utang dijamin oleh Rp1,00 ekuitas. Nilai debt to equity ratio tahu 2015 mengalami penurunan

sebesar 12% dari tahun 2014 seesar 73% menjadi 61%. Perbandingan hutang atas ekuitas pada tahun 2015 adalah 0,61 : 1 artinya setiap Rp0,61 jumlah hutang dijamin oleh Rp1,00 ekuitas. Terjadinya kenaikan disebabkan oleh naiknya hutang dari Rp765.877.955,00 menjadi Rp778.218.758,00 serta ekuitas juga mengalami kenaikan dari Rp1.045.659.696,00 menjadi Rp1.275.472.029,00.

Sedangkan nilai debt to equity ratio tahun 2016 mengalami penurunan sebanyak 3% dari tahun 2015 sebesar 61% menjadi 58%. Perbandingan hutang atas ekuitas pada tahun 2016 adalah 0,58 : 1 artinya setiap Rp0,58 jumlah uang dijamin oleh Rp1,00 ekuitas. Terjadinya penurunan di sebab kan oleh lebih banyak naiknya jumlah ekuitas dibandingkan naiknya jumlah utang dimana jumlah ekuitas dari Rp1.275.472.029,00 menjadi Rp1.433.944.903,00 sedangkan jumlah utang dari Rp778.218.758,00 menjadi Rp843.736.457,00. Sedangkan

debt to equity ratio tahun 2017 mengalami kenaikan sebanyak 3% dari

tahun 2016 sebesar 58% menjadi 61%. Perbandingan utang atas modal pada tahun 2017 adalah 0,61 : artinya setiap Rp0,61 jumlah hutang dijamin oleh Rp1,00 ekuitass. Terjadinya kenaikan disebabkan oleh naiknya total hutang dari Rp843.736.457,00 menjadi Rp990.475.186,00 sedangkan total ekuitas juga mengalami kenaikan dari Rp1.433.944.903,00 menjadi Rp1.604.212.129,00.

Berdasarkan perhitungan debt to equity ratio di atas maka dapat dilihat dalam grafik 4.6 berikut ini :

Grafik 4.6 Perkembangan Debt To Equity Ratio Tahun 2014 s.d 2017 Koperasi Karyawan Sabilal Muhtadin Banjarmasin

Sumber : Koperasi Karyawan SMB (diolah penulis, 2019)

Dari grafik diatas menunjukan bahwa debt to equity ratio mengalami fluktuasi dari tahun ke tahun yang disebabkan oleh naik turunnya total ekuitas dan total utang.

c.

Times interest earned

Times Interest Earned merupakan rasio untuk mencari jumlah kali

perolehan bunga. Jumlah kali perolehan bunga merupakan rasio untuk mengukur sejauh mana pendapatan dapat menurun tanpa membuat perusahaan merasa malu karena tidak mampu membayar biaya bunga tahunannya.

Rumus yang dapat digunakan untuk menghitung Times Interest

Earned adalah sebagai berikut :

Times interest earned = EBIT

Biaya Bunga (interest) 0% 10% 20% 30% 40% 50% 60% 70% 80% 2014 2015 2016 2017 73% 61% 58% 61% P erse ntase Tahun (6)

Tabel 4.10 Perhitungan Times Interest Earned Tahun 2014 s.d 2017 Koperasi Karyawan Sabilal Muhtadin Banjarmasin

Tahun EBIT (Rp) Biaya Bunga (Rp) Times Interest Earned 2014 366.650.241 7.200.000 50,92 2015 464.649.933 3.600.000 129,06 2016 501.874.912 - - 2017 495.006.113 - -

Sumber : Koperasi Karyawan SMB (diolah penulis, 2019)

Dari hasil perhitungan Times Interest Earned di atas pada tahun 2014 sebanyak 50,92 kali atau dengan kata lain, biaya bunga dapat ditutup 50,92 kali dari laba sebelum bunga dan pajak. Tahun 2015 sebanyak 129,06 kali atau dengan kata lain biaya bunga dapat ditutup 129,06 kali laba sebelum bunga dan pajak. Sedangkan untuk tahun 2016 dan 2017 koperasi tidak memiliki biaya bunga.

Berdasarkan perhitungan Times Interest Earned di atas maka dapat dilihat dalaam grafik 4.7 berikut ini :

Grafik 4.7 Perkembangan Times Interest Earned Tahun 2014 s.d 2017 Koperasi Karyawan Sabilal Muhtadin Banjarmasin

Sumber : Koperasi Karyawan SMB (diolah penulis, 2019) 0 20 40 60 80 100 120 140 2014 2015 2016 2017 50.92 129.06 0 0 K ali Tahun

Dari grafik 4.7 menunjukan Times Interest Earned dari tahun 2014 ke tahun 2015 mengalami kenaikan yang cukup besar keadaan ini menunjukan semakin besar kemungkinan koperasi dapat membayar bunga pinjaman. Sedangkan pada tahun 2016 dan 2017 koperasi tidak memiliki biaya bunga.

Berdasarkan perhitungan rasio solvabilitas di atas perkembangan

Debt to Asset Ratio (Debt Ratio), Debt to Equity Ratio dan Times Interest Earneddapat dilihat pada tabel 4.11 dan grafik 4.8 berikut :

Tabel 4.11 Perkembangan Rasio Solvabilitas Tahun 2014 s.d 2017 Koperasi Karyawan Sabilal Muhtadin Banjarmasin

No Jenis Ratio 2014 2015 2016 2017

1 Debt to Asset Ratio 42% 37% 37% 38% 2 Debt to Equity Ratio 73% 61% 58% 61% 3 Times Interest Earned 50,92 129,06 - -

Sumber : Koperasi Karyawan SMB (diolah penulis, 2019)

Grafik 4.8 Perkembangan Rasio Solvabilitas Tahun 2014 s.d 2017 Koperasi Karyawan Sabilal Muhtadin Banjarmasin

Sumber : Koperasi Karyawan SMB (diolah penulis, 2019)

0% 2000% 4000% 6000% 8000% 10000% 12000% 14000% 2014 2015 2016 2017 42%73% 37% 37% 38% 61% 58% 61% 50.92 129.06 0 0 P erse n tas e Tahun

Dari grafik diatas menunjukan rasio solvabilitas untuk Koperasi Karyawan Sabilal Muhtadin Banjarmasin cukup stabil dalam memenuhi kewajibannya, dimana dari grafik ini menunjukan bahwa Debt to asset

ratio mengalami kenaikan setiap tahunnya, artinya pendanaan dengan

utang semakin banyak, akan tetapi kenaikan tidak terlalu banyak, sedangkan debt to equity ratio mengalami fluktuasi dari tahun ke tahun yang disebabkan oleh naik turunnya total ekuitas dan total utang, akan tetapi perbedaan tahun ketahunnya hanya sedikit. Sedangkan Times

Interest Earned dari tahun 2014 ke tahun 2015 mengalami kenaikan yang

cukup besar keadaan ini menunjukan semakin besar kemungkinan koperasi dapat membayar bunga pinjaman.

Dokumen terkait