BAB III AKUNTABILITAS KINERJA
B. Realisasi Anggaran
Dalam rangka melaksanakan Program Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko tahun 2019, Satker DJPPR melalui DIPA Nomor SP DIPA-015.07-0/2019 memperoleh alokasi pagu anggaran sebesar Rp111.665.174.000,00 dengan sumber dana dari Rupiah Murni sebesar Rp81.754.174.000,00 dan Hibah Luar Negeri sebesar Rp29.911.000.000,00. Namun, selama pelaksanaan anggaran tahun 2019, DIPA TA 2019 DJPPR telah mengalami 8 (delapan) kali revisi DIPA dengan pagu terakhir sebesar Rp116.376.563.000,00 yang terdiri dari sumber dana Rupiah Murni sebesar Rp94.464.779.000,00 dan Hibah Luar Negeri sebesar Rp21.911.784.000,00.
Berkenaan dengan pelaksanaan kebijakan terkait dengan pengendalian dan efisiensi belanja pemerintah, pada Tahun 2019 DJPPR menerapkan kebijakan tersebut melalui Instruksi Menteri Keuangan nomor 595/IMK.01/2019 tentang Pelaksanaan Efisiensi Perjalanan Dinas Dalam Negeri, Rapat Dalam Kantor di Luar Jam Kerja, dan Honorarium Jasa Profesi di Lingkungan Kementerian Keuangan. DJPPR melakukan pengendalian perjalanan dinas dalam negeri, rapat dalam kantor di luar jam kerja (RDK), dan honorarium jasa profesi sehingga pelaksanaan anggaran TA 2019 terdapat efisiensi dengan nilai mencapai Rp854.013.000,00 yang kemudian dimanfaatkan untuk kegiatan inisiatif strategis Activity Based Workplace (ABW) dan untuk pemenuhan kekurangan pagu belanja pegawai.
Capaian realisasi anggaran DJPPR Tahun 2019 adalah sebesar 98,58%, naik sebesar 5,17% dari tahun 2018, yaitu 93,41%. Berikut ini disampaikan pagu dan realisasi anggaran Tahun 2019.
Tabel III. 54 Pagu dan Realisasi Anggaran Per Jenis Belanja Tahun 2019 (dalam rupiah)
No. Belanja Pagu Revisi Realisasi Persentase
1 Belanja Pegawai 31.627.308.000,00 31.531.902.944,00 99,70 2 Belanja Barang 76.327.329.000,00 74.788.423.340,00 97,98 3 Belanja Modal 8.421.926.000,00 8.408.756.697,00 99,84 Jumlah 116.376.563.000,00 114.729.082.981,00 98,58
151 Tabel III. 55 Perbandingan Pagu dan Realiasi
Anggaran Per Jenis Belanja Tahun 2018 dan 2019
(dalam Juta rupiah)
No. Belanja Pagu Revisi Realisasi Persentase 2018 2019 2018 2019 2018 2019 1 Belanja Pegawai 30.656,60 31.627,31 30.457,31 31.531,90 99,35 99,70 2 Belanja Barang 78.803,17 76.327,33 71.243,87 74.788,42 90,41 97,98 3 Belanja Modal 10.051,61 8.421,93 9.939,96 8.408,76 98,89 99,84 Jumlah 119.511,38 116.376,56 111.641,14 114.729,08 93,41 98,58 Tabel III. 56 Pagu dan Realisasi Anggaran Per Kegiatan Tahun 2019
(dalam Juta rupiah)
No Program/Kegiatan Pagu Revisi Realisasi Persentase
Program Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko 116,376.56 114,729.08 98.58 1 Pelaksanaan Evaluasi, Akuntansi, dan Setelmen
Utang 1,268.31 1,267.85 99.96
1) Layanan setelmen kewajiban
pembiayaan 1,268.31 1,267.85 99.96
2 Pengelolaan Pembayaran Syariah 2,552.39 2,549.77 99.90 1) Layanan pembiayaan portofolio SBSN 2,552.39 2,549.77 99.90
3 Pengelolaan Pinjaman 1,836.29 1,826.28 99.45
1) Layanan pembiayaan pinjaman 1,836.29 1,826.28 99.45 4 Pengelolaan Strategi dan Portofolio Pembiayaan 2,544.42 2,538.19 99.76
1) Rumusan kebijakan perencanaan dan strategi pembiayaan 2,544.42 2,538.19 99.76 5 Pengelolaan Surat Utang Negara 4,948.19 4,925.97 99.55 1) Layanan pembiayaan portofolio SUN 4,948.19 4,925.97 99.55 6 Dukungan Manajemen dan Dukungan Teknis
Lainnya di DJPPR 75,369.77 74,705.21 99.12
1) Layanan Dukungan Manajamen Eselon I 18,442.86 18,190.14 98.64 2) Layanan Internal (Overhead) 8,111.93 8,101.32 99.86
3) Layanan Perkantoran 48,922.25 48,420.92 98.97
7 Pengelolaan Risiko Keuangan Negara 3,794.54 3,791.67 99.92 1) Rekomendasi Mitigasi Risiko Negara 2,684.39 2,682.29 99.92 2) Kebijakan Dasar Pembiayaan Ekspor Nasional 1,110.14 1,109.38 99.93
152 No Program/Kegiatan Pagu Revisi Realisasi Persentase
8 Pengelolaan Dukungan Pemerintah dan
Pembiayaan Infrastruktur 24,062.66 23,124.15 96.10
1)
Layanan Pemberian fasilitas dan dukungan untuk proyek KPBU infrastrukutr prioritas
2,150.88 2,074.69 96.45 2) Layanan Pengembangan Pembiayaan Infrastruktur Indonesia 21,911.78 20,933.37 95.66
Tabel III. 57 Perbandingan Pagu dan Realiasi Anggaran Per Kegiatan Tahun 2018 dan 2019
(dalam Juta rupiah)
No Uraian Pagu Revisi Realisasi Realisasi (%)
2018 2019 2018 2019 2018 2019 1 Program Pengelolaan dan Pembiayaan Utang 119,511.38 116,376.56 111,641.14 114,729.08 93.41 98.58 2 Pelaksanaan Evaluasi, Akuntansi, dan Setelmen Utang 1,074.89 1,268.31 1,067.30 1,267.85 99.29 99.96 3 Pengelolaan Pembayaran Syariah 2,641.72 2,552.39 2,620.14 2,549.77 99.18 99.90 4 Pengelolaan Pinjaman 1,958.64 1,826.28 1,927.86 1,826.28 98.43 99.45 5 Pengelolaan Strategi
Dan Portofolio Utang 2,778.92 2,538.19 2,769.81 2,538.19 99.67 99.76 6 Pengelolaan Surat
Utang Negara 5,326.39 4,925.97 5,276.85 4,925.97 99.07 99.55 7 Dukungan Manajemen
dan Dukungan Teknis Lainnya di DJPPR 81,459.69 75,369.77 75,814.74 74,705.21 93.07 99.12 8 Pengelolaan Risiko Keuangan Negara 3,013.59 3,794.54 3,009.99 3,791.67 99.88 99.92 9 Pengelolaan Dukungan Pemerintah dan Pembiayaan Infrastruktur 21,257.56 24,062.66 19,154.44 23,124.15 90.11 96.10
Dalam rangka memastikan kualitas pengelolaan anggaran yang baik khususnya belanja pemerintah, DJPPR secara terus menerus melakukan monitoring dan evaluasi dalam rangka pencegahan terjadinya pola penyerapan anggaran yang tidak proporsional yaitu penumpukan penyerapan anggaran pada akhir tahun dengan kualitas belanja dan capaian output yang belum sesuai target. Selain itu, monitoring dan
153 evaluasi juga dilakukan sebagai langkah mitigasi dan perumusan kebijakan pelaksanaan anggaran atas masih banyaknya kendala dan permasalahan dalam pelaksanaan anggaran.
Salah satu alat yang digunakan dalam monitoring dan evaluasi atas pelaksanaan anggaran adalah Indeks Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA). IKPA merupakan alat ukur kualitas pelaksanaan anggaran Kementerian/ Lembaga yang dapat dipublikasikan untuk mendorong perubahan perilaku satker dan K/L. Indeks pelaksanaan anggaran secara kuantitatif mengukur kinerja dan kualitas pelaksanaan anggaran secara menyeluruh dengan memperhatikan aspek akuntabilitas pada saat pelaksanaan anggaran. IKPA dijadikan sebagai bagian dari indikator dalam perhitungan IKU persentase kualitas pelaksanaan anggaran untuk Kemenkeu-Wide dan seluruh unit lingkup Kementerian Keuangan.
Berdasarkan hasil pengukuran kinerja pelaksanaan anggaran/nilai IKPA terhadap pelaksanaan anggaran DJPPR tahun 2019 adalah sebagai berikut.
Tabel III. 58 Indikator Pelaksanaan Anggaran Tingkat Eselon I
No. Variabel Nilai Bobot (%) Nilai Akhir Ket
1 Pengelolaan UP 100,00 10,00 Terkait Pagu Minus
sudah dilakukan revisi ke DJA, dalam proses menunggu penetapan.
2 Data Kontrak 88.00 13,20
3 Kesalahan SPM 95,00 5,70
4 Retur SP2D 99,82 5,99
5 Hal III DIPA 96,28 4,81
6 Revisi DIPA 100,00 5,00 7 Penyelesaian Tagihan 96,32 14,45 8 Rekon LPJ 100,00 5,00 9 Renkas 100,00 5,00 10 Realisasi 100,00 20,00 11 Pagu Minus 96,22 3,85 12 Dispensasi SPM 100,00 4,00 Jumlah 100% 97,00 Nilai Akhir (Nilai
Total/Konversi Bobot 97,00
Nilai capaian sebesar 97,00 tersebut berada di rangking 9 dari 12 unit unit Eselon I Kementerian Keuangan.
Agar pelaksanaan anggaran pada tahun anggaran berikutnya dapat berjalan dengan baik dan dapat mencapai target penyerapan yang telah ditetapkan, beberapa langkah yang harus diambil adalah sebagai berikut:
154 1. melaksanakan pengendalian revisi DIPA secara sangat selektif, memperbaiki aspek perencanaan kegiatan dan anggaran agar sesuai kebutuhan, termasuk mengantisipasi dan menyelesaikan pagu minus sesegera mungkin;
2. memperbaiki deviasi Halaman III DIPA terhadap perencanaan kegiatan dan jadwal penarikan dananya;
3. meningkatkan kedisiplinan, ketertiban, dan ketepatan waktu dalam penyampaian data kontrak, pertanggungjawaban UP/TUP, penyampaian LPJ bendahara, dan penyampaian SPM pada akhir tahun anggaran untuk menghindari adanya dispensasi SPM;
4. meningkatkan ketelitian dalam memproses SPM dan daftar rekening tujuan untuk menghindari retur SP2D, mengeksekusi anggaran secara proporsional sesuai target penyerapan, dan memastikan ketepatan waktu penyelesaian tagihan khususnya untuk SPM LS Non Belanja Pegawai;
5. meningkatkan akurasi rencana penarikan dana dengan realisasi pembayaran, dan meningkatkan ketelitian dalam penerbitan SPM untuk menghindari kesalahan/pengembalian oleh KPPN; dan
6. menginventarisasi anggaran yang kemungkinan tidak dapat terserap atau tidak dilaksanakan kegiatannya untuk dilakukan relokasi atau optimalisasi dan menyampaikan reviu perubahan rencana penarikan dana sedini mungkin sebelum tanggal pelaksanaan kegiatan.