PEREKONOMIAN INDONESIA Pengaruh
REALISASI PENDAPATAN NEGARA DAN HIBAH
Dalam tahun 2012, realisasi pendapatan negara dan hibah mencapai Rp1.338,31 triliun atau 98.54 persen dari sasaran yang ditetapkan dalam APBN-P 2012 sebesar Rp1.358,21 triliun. Jumlah ini berarti mengalami kenaikan Rp127,71 triliun (10,55 persen) dari realisasi 2011 sebesar Rp1.210,60 triliun. Selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2008-2012) pendapatan negara dan hibah cenderung mengalami peningkatan dengan pertumbuhan rata-rata sebesar 14 persen. Realisasi pendapatan negara dan hibah pertumbuhan tertinggi terjadi pada tahun 2008, yaitu sebesar 39 persen sebelum mengalami penurunan 14 persen di tahun 2009. Sedangkan pertumbuhan selama kurun waktu 2010-2012 berturut-turut sebesar 17 persen, 22 persen dan 11 persen.
Tabel 5. Perkembangan Pendapatan Negara dan Hibah tahun 2008 – 2012
(dalam triliun rp
)
Uraian
2008 2009 2010 2011 2012
APBN-P Real APBN-P Real APBN-P Real APBN-P Real APBN-P Real Pendapatan Negara Dan
Hibah 894,99 981,60 870,99 848,77 992,40 995,27 1.169,92 1.210,58 1.358,20 1.338,32 1.Penerimaan Perpajakan 609,23 658,70 651,95 619,92 743,32 723,30 878,68 873,87 1.016,23 980,52 a.Pajak Dalam Negeri 580,25 622,36 631,93 601,25 720,76 694,39 831,74 819,75 968,29 930,86 b.Pajak Perdagangan
Internasional 28,98 36,34 20,02 18,67 22,56 28,91 46,94 54,12 47,94 49,66 2.PNBP 282,81 320,60 218,03 227,18 247,18 268,95 286,58 331,46 341,15 352,01 a.Penerimaan SDA 192,79 224,46 138,65 138,96 164,73 168,83 191,98 213,82 217,16 225,87 b.Bagian Pemerintah
atas Laba BUMN 31,24 29,09 28,61 26,05 29,50 30,10 28,84 28,18 30,78 30,80 c.PNBP Lainnya 58,78 63,32 44,88 53,80 43,46 59,43 50,34 69,36 72,80 73,64 d.Pendapatan BLU - 3,73 5,89 8,37 9,49 10,59 15,42 20,10 20,41 21,70 3.Hibah 2,95 2,30 1,01 1,67 1,90 3,02 4,66 5,25 0,82 5.79
Sumber : Laporan Realisasi Anggaran-Kementerian Keuangan
Peningkatan realisasi pendapatan negara terutama didorong oleh dipertahankannya pertumbuhan ekonomi nasional serta didukung oleh pelaksanaan kebijakan Pemerintah di bidang pendapatan negara. Pertumbuhan ekonomi berpengaruh terhadap meningkatnya pendapatan perpajakan dalam negeri, perpajakan perdagangan internasional dan penerimaan sumber daya alam sebagai penyumbang pendapatan terbesar.
Realisasi penerimaan perpajakan tahun 2012
Di tahun 2012 perpajakan tetap menunjukan sebagai kontributor utama realisasi pendapatan negara dan hibah. Realisasi penerimaan perpajakan mencapai Rp980,52 triliun (96,45 persen dari sasaran APBN-P 2012 sebesar Rp1.016,24 triliun), atau naik sebesar Rp106,65 triliun (12,20 persen dari realisasi 2011 sebesar Rp873,87 triliun). Dari sektor perpajakan semua komponen penerimaan mengalami perbaikan. PPh dan PPN mengalami peningkatan kinerja sejalan dengan membaiknya tingkat pendapatan masyarakat. Hal ini didukung juga oleh penggalian potensi perpajakan baik melalui program intensifikasi dan ekstensifikasi.
Peningkatan juga terjadi pada pajak perdagangan internasional, khususnya Bea Masuk. Adapun Bea Keluar mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun 2011. Hal ini seiring dengan perlambatan ekspor akibat dari imbas perlambatan perekonomian dunia. Meningkatnya rata-rata harga minyak mentah pada tahun 2012 mendorong peningkatan pendapatan pajak penghasilan migas. Kondisi penurunan ekonomi global (global economic slowdown) selama tahun 2012 telah berimbas pada turunnya ekspor komoditas sektor pertambangan dan penggalian, dan sektor industri pengolahan. Akibatnya pembayaran pajak yang berasal dari Wajib Pajak sektor ini mengalami penurunan sebesar Rp22,46 triliun pada sektor pertambangan dan penggalian, dan sebesar Rp12,83 triliun pada sektor industri pengolahan.
Tax ratio Tax ratio adalah salah satu indikator ketahanan fiskal suatu negara yang merupakan perbandingan antara jumlah penerimaan pajak dibandingkan dengan Produk Domestik Bruto (PDB) negara tersebut. Setelah sempat mengalami penurunan pada tahun 2009, tax ratio Indonesia berangsur-angsur meningkat pada periode 2010-2012. Realisasi rasio penerimaan pajak terhadap PDB (tax ratio) tahun 2012 mencapai 12,5 persen. Persentase ini meningkat jika dibandingkan tahun 2011 sebesar 11,77 persen dan tahun 2010 sebesar 11,26 persen.
Boks.2 Tax Ratio
Rasio penerimaan perpajakan terhadap Produk Domestik Bruto /PDB (tax ratio) Indonesia tahun 2009— 2012 berkisar antara 11,0 persen—11,9 persen. Besarnya penerimaan perpajakan dalam perhitungan tax
ratio tersebut hanya memperhitungkan penerimaan perpajakan yang dipungut oleh Pemerintah Pusat, tidak
termasuk penerimaan pajak daerah dan SDA migas. Jika penerimaan pajak daerah dan SDA migas dimasukkan dalam perhitungan tax ratio, maka tax ratio Indonesia tahun 2009—2012 menjadi lebih tinggi, yaitu berkisar antara 14,1 persen—15,4 persen. Perhitungan tax ratio yang pemasukkan penerimaan pajak daerah dan SDA migas merupakan tax ratio dalam arti yang lebih luas. Perkembangan tax ratio Indonesia tahun 2009—2012 dapat dilihat dalam tabel di bawah ini.
Tabel 6 Perkembangan Tax Ratio Indonesia Tahun 2009-2012
(dalam triliun rupiah)
2009 2010 2011 2012
Penerimaan Perpajakan (1) 619,9 723,3 873,9 980,52 SDA Migas (2) 125,8 152,7 193,5 205,8 Penerimaan Pajak Daerah (3) 45,1 47,7 63,6 81,6 PDB (4) 5.613,4 6.422,2 7.427,1 8.241,9 Tax Ratio (arti sempit)= 1 : 4 11.0% 11.3% 11.8% 11.9% Tax Ratio (arti luas)= (1+2+3) : 4 14.1% 14.4% 15.3% 15.4%
Sumber : Kementerian Keuangan
Sumber : Kementerian Keuangan
Grafik 12 Perbandingan Tax Ratio Indonesia tahun 2009-2012 10,0 12,0 14,0 16,0 2009 2010 2011 2012 %
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Tahun 2012 (audited)
Catatan atas Laporan Keuangan -33-
Tren realisasi penerimaan perpajakan selama 5 tahun terakhir
Penerimaan perpajakan merupakan sumber utama pendapatan negara. Dalam 5 tahun terakhir, penerimaan perpajakan sangat mendominasi penerimaan negara walaupun jika dilihat dari tingkat pencapaian target penerimaan perpajakan, sedikit mengalami fluktuasi. Realisasi penerimaan perpajakan pada tahun 2012 adalah sebesar Rp980,52triliun atau meningkat sebesar 48,86 persen dari realisasi penerimaan perpajakan tahun 2008 yang sebesar Rp658,70 triliun. Pada tahun 2009 realisasi penerimaan perpajakan sebesar 95,09 persen dari APBN-P atau sebesar Rp619,92 triliun. Di tahun 2010 terjadi sedikit peningkatan realisasi penerimaan perpajakan menjadi 97,31 persen dari APBN-P atau sebesar Rp723,31 triliun, dan di tahun 2011 meningkat menjadi 99,45 persen atau sebesar Rp873,87 triliun. Pada tahun 2012 realisasi penerimaan perpajakan mengalami penurunan menjadi hanya 96,49 persen dari pagu APBN-P 2012atau sebesar Rp980,52 triliun dan 94,96 persen dari APBN 2012. Target APBN dan APBN-P serta realisasi penerimaan perpajakan tahun 2008-2012 dapat dilihat pada grafik 13
Sumber: Laporan Realisasi Anggaran Kementerian Keuangan
Grafik 13 Target Dan Realisasi Penerimaan Perpajakan Tahun 2008-2012
Penerimaan perpajakan terdiri dari penerimaan pajak dalam negeri dan pajak perdagangan internasional. Realisasi penerimaan pajak dalam negeri TA 2012 adalah sebesar Rp930,54 triliun atau mencapai 96,10 persen dari target yang ditetapkan dalam APBN-P sebesar Rp968,29 triliun.
Penerimaan pajak dalam negeri dikelola oleh dua Satuan Kerja di Kementerian Keuangan yaitu Direktorat Jenderal Pajak yang mengelola penerimaan pajak dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang mengelola penerimaan cukai.
Pada tahun 2012, realisasi netto penerimaan pajak yang berhasil dihimpun oleh Direktorat Jenderal Pajak adalah sebesar Rp835,83 triliun. Realisasi tersebut hanya sebesar 94,44 persen dari target dalam APBN-P atau kurang sebesar Rp49,20 triliun. Dan apabila dibandingkan dengan APBN, maka realisasi tahun 2012 hanya mencapai 91,43 persen atau kurang sebesar Rp78,37 triliun.
Dalam 5 tahun terakhir, penerimaan pajak yang dikelola oleh Direktorat Jenderal Pajak sangat mendominasi penerimaan negara walaupun jika dilihat dari tingkat pencapaian target penerimaan pajak, cenderung mengalami penurunan. Realisasi penerimaan pajak yang dikelola Direktorat Jenderal Pajak pada tahun 2012 adalah sebesar Rp835,83 triliun ataukurang Rp49,20 triliun dari
‐ 200,00 400,00 600,00 800,00 1.000,00 1.200,00 2008 2009 2010 2011 2012 Pen e rimaan Perp ajakan (d alam triliu n rupi a h)