• Tidak ada hasil yang ditemukan

Realisasi a. Sumber data

AKUNTABILITAS KINERJA

A. CAPAIAN KINERJA ORGANISASI

II. Ditaatinya mekanisme, implementasi izin lingkungan dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (SS2)

1. Realisasi a. Sumber data

Data yang digunakan untuk mengetahui fasilitasi pengaduan/kasus lingkungan hidup baik berupa pengaduan lingkungan hidup di Sumatera Barat berasal dari:

1) Pengaduan yang disampaikan secara langsung/melalui surat ke Bapedalda Prov. Sumbar sebanyak 5 (lima) pengaduan yang merupakan kewenangan kabupaten/kota. 2) Pengaduan yang disampaikan ke DPRD Provinsi sebanyak 1 (satu) pengaduan yang

merupakan kewenangan kabupaten/kota.

3) Pengaduan yang disampaikan ke Bapedalda Prov. Sumbar sekaligus juga ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sebanyak 1 (satu) pengaduan dan merupakan kewenangan kabupaten/kota.

4) Pengaduan yang disampaikan ke Bapedalda Prov. Sumbar tetapi kewenangan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (sumber dampak dan penerima dampak lintas kabupaten sekaligus provinsi) sebanyak 2 (dua) pengaduan.

5) Pengaduan yang disampaikan langsung ke Gubernur dan diminta Bapedalda Prov. Sumbar untuk memfasilitasi penyelesainnya sebanyak 2 (dua) pengaduan dan merupakan kewenangan kabupaten/kota.

6) Pengaduan yang ditujukan ke Kementerian Sekretariat Negara dengan tembusan ke Bapedalda Prov Sumbar sebanyak 1 (satu) dan merupakan kewenangan Pemerintah Pusat.

7) Pengaduan disampaikan ke kabupaten dan minta difasilisasi oleh Bapedalda Prov. Sumbar karena merupakan kewenangan Pemprov (sumber dampak dan penerima dampak lintas kabupaten) sebanyak 1 (satu) pengaduan.

b. Acuan dan alat

Dalam menangani kasus-kasus lingkungan hidup berpedoman terhadap:

1) Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

2) Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 09 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pengaduan dan Penanganan Pengaduan akibat Dugaan Pencemaran dan/atau Perusakan Lingkungan Hidup.

3) Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 04 Tahun 2013 tentang Pedoman Penyelesaian Sengketa Lingkungan Hidup.

4) Peraturan perundang-undangan pendukung sesuai dengan objek/sektor pengaduan antara lain:

- Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara.

- Peraturan Pemerintah Nomor 150 Tahun 2000 tentang Pengendalian Kerusakan Tanah untuk Produksi Biomassa.

- Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air.

- Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2012 tentang Izin Lingkungan. - Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2014 tentang Pengelolaan LB3. c. Metodologi perhitungan

Dalam menghitung persentase kasus lingkungan hidup dilakukan perbandingan antara jumlah kasus yang dapat diselesaikan dari jumlah kasus yang masuk. Metodologi perhitungan persentase kasus lingkungan hidup yang dapat diselesaikan menggunakan formula:

Jumlah kasus yang dapat diselesaikan tahun 2016

x 100 % Jumlah kasus yang masuk tahun 2016

Untuk menentukan pengaduan/kasus dinyatakan selesai tahun 2016, sampai saat ini belum diatur melalui peraturan perundang-undangan, namun dalam pelaksanaan penanganan kasus/pengaduan lingkungan hidup yang telah dilakukan bahwa pengaduan/kasus dikatakan selesai apabila:

1) Telah dilakukan verifikasi lapangan dan sudah ada Berita Acara yang memuat temuan/fakta di lapangan maupun rekomendasi tindaklanjut;

2) Surat follow up hasil verifikasi lapangan ke bupati/walikota dari Bapedalda Prov Sumbar atau surat ke pemilik kegiatan dari instansi lingkungan hidup kab/kota.

3) Diterapkan Sanksi sebagai tindaklanjut hasil penanganan kasus yang difasilitasi. 2. Analisis Capaian Kinerja

a. Perbandingan antara target dan realisasi kinerja tahun 2016

Jumlah pengaduan/kasus yang masuk di Sumatera Barat secara keseluruhan (pengaduan yang menjadi target SPM Bapedalda Prov Sumbar dan pengaduan di luar target SPM) berjumlah 56 pengaduan/kasus sedangkan jumlah pengaduan/kasus yang terselesaikan hanya 55 pengaduan/kasus. Persentase penyelesaian kasus/pengaduan dengan menggunakan formulasi tersebut di atas diperoleh 98,21% sementara itu target yang tetapkan untuk tahun 2016 adalah sebesar 85%.

Persentase kasus lingkungan hidup yang dapat diselesaikan

=

Jumlah kasus yang dapat diselesaikan

tahun 2016 x 100 %

Jumlah kasus yang masuk tahun 2016 = 55 x 100 %

56 = 98,21%

Capaian kinerja dalam penanganan kasus/pengaduan dapat dihitung dengan membandingkan antara target dan realisasi dengan menggunakan formula:

Capaian kinerja = Realisasi x 100 % Target

= 98,21 x 100 % 85

= 115,54%

Penanganan kasus/pengaduan lingkungan hidup baik yang menjadi target SPM dan diluar SPM adalah sebagai berikut:

1) Kasus lingkungan hidup yang difasilitasi oleh Bapedalda Prov. Sumbar

Dalam penanganan kasus untuk target Tahun 2016 sebanyak 4 (empat) dan terealisasi sebanyak 13 (tiga belas) kasus. Kasus yang akan ditangani/ditindaklanjuti merupakan pengaduan yang disampaikan secara langsung/melalui surat ke Bapedalda Prov Sumbar, pengaduan yang disampaikan ke DPRD Prov. Sumbar, Pengaduan yang disampaikan ke Bapedalda Prov. Sumbar dan sekaligus ke Kementerian Lingkungan Hidup, dan pengaduan yang disampaikan ke Gubernur Sumatera Barat. Dari pengaduan tersebut kemudian dilakukan klasifikasi yaitu: - Jenis pengaduan: pengaduan lingkungan atau bukan pengaduan lingkungan. - Kewenangan: pemerintah, pemerintah provinsi atau pemerintah kabupaten/kota. Pencapaian realisasi lebih dari 100%, target kasus lingkungan hidup yang difasilitasi penyelesaiannya sebanyak 4 (empat) kasus sedangkan realisasinya sebanyak 13 (tiga belas). Dari 13 (tiga belas) pengaduan/kasus yang masuk sebagian besar merupakan kewenangan kabupaten/kota yaitu sebanyak 9 (sembilan) dan 2 (dua) pengaduan merupakan kewenangan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sedangkan yang menjadi kewenangan Pemerintah dan Provinsi sebanyak 2 (dua) pengaduan.

Adapun fasilitasi yang telah dilakukan dalam penyelesaian pengaduan adalah sebagai berikut:

a) Fasilitasi penyelesaian pengaduan tanpa dilakukan verifikasi lapangan sebanyak 3 (tiga) pengaduan yaitu:

- Penyampaian surat ke sektor/instansi teknis terkait dan/atau pemerintah kabupaten/kota terkait sebanyak 3 (tiga) pengaduan.

- Melakukan rapat koordinasi dengan kab/kota terkait.

Surat tersebut disampaikan oleh pemerintah kabupaten sebagai hasil verifikasi lapangan untuk melihat kondisi terkini dan penyampaian upaya yang telah dilakukan beberapa waktu yang lalu baik yang telah dilakukan oleh pemerintah kabupaten yang bersangkutan baik secara parsial maupun secara terkoordinasi dengan Pemprov Sumbar.

b) Fasilitasi penyelesaian pengaduan dengan melakukan verifikasi lapangan yaitu: - Melakukan verifikasi secara terkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota

kabupaten/kota terkait hasil verifikasi lapangan dan/atau melakukan rapat-rapat terkoordinasi hasil verifikasi lapangan (10 pengaduan).

- Melakukan verifikasi secara terkoordinasi antara KLHK dengan Bapedalda Prov. Sumbar serta pemerintah kabupaten/kota yang bersangkutan karena pengaduan disampaikan ke pemerintah pusat (1 pengaduan).

- Melakukan verifikasi lapangan yang secara terkoordinasi antara KLHK dengan Bapedalda Prov. Sumbar dan Instansi LH Provinsi terkait serta pemerintah kabupaten/kota terkait karena pengaduan ini merupakan kewenangan pemerintah pusat (2 pengaduan).

2) Kasus Lingkungan Hidup di Provinsi Sumatera Barat

Penanganan kasus Lingkungan Hidup di Provinsi Sumatera Barat di luar target SPM dilakukan dengan melakukan:

- Rapat koordinasi dengan mengundang instansi lingkungan hidup kabupaten/kota untuk penyamaan persepsi dalam penanganan pengaduan.

- Inventarisasi pengaduan yang disampaikan ke instansi lingkungan hidup kabupaten/kota

- Evaluasi dan koordinasi dengan instansi lingkungan hidup untuk melakukan penentuan objek pengaduan yang akan dilakukan verifikasi lapangan.

Hasil inventarisasi pengaduan/atau kasus yang masuk ke kab/kota diluar target SPM dapat dilihat pada Tabel 17 di bawah ini:

Tabel 17. Hasil Inventarisasi Kasus/Pengaduan yang Ditangani oleh Kab/Kota Tahun 2016 No Kab/Kota Jumlah Kasus/ Pengaduan yang Masuk Jumlah Kasus/ Pengaduan yang Terselesaikan % Penyelesaian Keterangan 1. Kota Padang 20 20 100 2. Kota Solok 3 3 100

3. Kota Sawahlunto - - - Tidak ada

pengaduan

4. Kota Pariaman - - -

5. Kota Padang Panjang

1 1 100

6. Kota Bukittinggi 1 Masih terus

difasilitasi penyelesaiann ya oleh Pemko Bukittinggi 7. Kota Payakumbuh 2 2 100 8. Kab. Solok - - - 9. Kab. Sijunjung - - - 10. Kab. Dharmasraya 8 8 100

11. Kab. Tanah Datar - - -

12. Kab. Agam - - -

13. Kab. Lima Puluh Kota

5 5 100

14. Kab. Solok Selatan 2 2 100

15. Kab. Pesisir Selatan 7 7 100

No Kab/Kota Jumlah Kasus/ Pengaduan yang Masuk Jumlah Kasus/ Pengaduan yang Terselesaikan % Penyelesaian Keterangan Pariaman 17. Kab. Pasaman - - - 18. Kab. Pasaman Barat 4 4 100

19. Kab. Mentawai - - - Tidak ada

pengaduan

Jumlah 56 55 98,21

b. Perbandingan realisasi kinerja dan capaian kinerja tahun 2016 dengan tahun 2015 dan beberapa tahun terakhir

- Perbandingan penyelesaian kasus yang difasilitasi penyelesaiannya oleh Bapedalda Prov. Sumbar

Jumlah kasus yang dapat diselesaikan setiap tahunnya berfluktuatif tergantung dari jumlah kasus yang masuk ke Bapedalda Prov Sumbar.

Adapun perbandingan kasus yang dapat diselesaikan Tahun 2016 dengan 4 (empat) tahun terakhir sebagaimana terlihat pada Tabel 18 di bawah ini.

Tabel 18. Perbandingan Realisasi dan Capaian Kinerja Penyelesaian Kasus Tahun 2016 dengan 4 (empat) tahun terakhir

No Tahun Realisasi Kinerja Capaian Kinerja

Target Realisasi Target Realisasi

1. 2016 * 13 Kasus Jumlah kasus lingkungan hidup yang terselesaikan dari kasus yang difasilitasi penyelesaiannya sebanyak 4 Kasus

13 kasus

2. 2015 5 kasus **) 11 kasus Jumlah kasus lingkungan hidup yang terselesaikan dari kasus yang difasilitasi penyelesaiannya sebanyak 3 Kasus

11 kasus

3. 2014 5 kasus **) 9 kasus Meningkatnya penyelesaian kasus pencemaran dan kerusakan lingkungan sebanyak 66 %

100 %

4. 2013 5 kasus **) 9 kasus Meningkatnya penyelesaian kasus pencemaran dan kerusakan lingkungan sebanyak 100 %

100 %

5. 2012 5 kasus **) 12 kasus Meningkatnya penyelesaian kasus pencemaran dan kerusakan lingkungan sebanyak 80 %

100 %

Keterangan:

*) Mengacu kepada UU 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah pada Pasal 12 dan 18 menyatakan bahwa lingkungan merupakan urusan wajib pemerintah non pelayanan dasar sehingga tidak memerlukan Standar Pelayanan Minimal.

**) Merupakan Target SPM Bidang Lingkungan Hidup Prov. Sumbar yang ditetapkan sebelum UU 23 Tahun 2014 diterbitkan.

Realisasi kinerja dan capaian kinerja penyelesaian kasus lingkungan hidup setiap tahunnya selalu melebihi dari yang ditargetkan. Hal ini menunjukkan bahwa setiap pengaduan yang masuk ke Bapedalda Provinsi Sumbar baik pengaduan langsung maupun pengaduan secara tertulis walaupun bukan kewenangan Pemprov Sumbar tetap ditindaklanjuti baik secara administrasi maupun melakukan

verifikasi lapangan secara terkoordinasi dengan Pemkab/Kota terkait maupun dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Adapun perbandingan realisasi penyelesaian kasus lingkungan hidup tahun 2016 dengan 4 (empat) tahun sebelumnya dapat dilihat pada Tabel 19 dibawah ini.

Tabel 19. Perbandingan Target dan Realisasi Kinerja Tahun 2016 dengan 4 (empat) tahun terakhir

No Uraian 2016 2015 2014 2013 2012

T R T R T R T R T R

1. Jumlah kasus yang masuk

se-Sumatera Barat

* 56 * 109 * 68 * 105 * 68