PEDOMAN WAWANCARA MENGENAI KEGIATAN PENGURUS BIRO MASJID JOGOKARIYAN
REDUKSI, PENYAJIAN/DISPLAY DAN PENARIKAN KESIMPULAN DATA
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pendidikan Nonformal (Non Formal Education) Menuju Masyarakat Belajar (Learning Society) di Masjid
Jogokariyan Mantrijeron Yogyakarta
Kapan Masjid Jogokariyan didirikan? “Tj” : “Tahun 1966.”
“Bs” : “Setelah Indonesia merdeka mbak. Kurang tau tahun berapa”. Kesimpulan : Tahun 1966
Bagaimana sejarah berdirinya Masjid Jogokariyan ?
“Tj” : “Setelah PKI dibubarkan terus masjid Jogokariyan dibangun biar masyarakat ada tempat ibadah dan ndak gampang terpengaruh dengan ideologi-ideologi sesat. Pada saat itu yang memotori Muhammadiyah ranting Karangkajen”
Apakah tujuan berdirinya Masjid Jogokariyan?
“Tj” : “Pada jaman itu kami khawatir sama ideology PKI mbak. Masalahnya akidah masyarakat kecil pada saat itu masih belum kuat. Jadi mudah terpengaruh”.
“Bs” : “Untuk melayani dan membina masyarakat agar masyarakat sejahtera lahir dan batin”.
Kesimpulan : Untuk membentengi masyarakat dari pengaruh ideologi-ideologi sesat dan mengembangkan potensi masyarakat untuk mewujudkan masyarakat sejahtera.
Siapa pelaku Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pendidikan Nonformal (Non Formal Education) Menuju Masyarakat Belajar (Learning Society) di Masjid Jogokariyan Mantrijeron Yogyakarta?
“Tj” : Seluruh jajaran takmir masjid Jogokariyan “Bs” : takmir masjid Jogokariyan
Kesimpulan : Pelaku Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pendidikan Nonformal (Non Formal Education) Menuju Masyarakat Belajar (Learning Society) di Masjid Jogokariyan Mantrijeron Yogyakarta adalah takmir masjid Jogokariyan.
Apakah visi dan misi Masjid Jogokariyan?
“Tj” : “Terwujudnya masyarakat sejahtera lahir batin yang diridhoi Allah melalui kegiatan kemasyarakatan yang berpusat di Masjid”. “….Sebagai institusi masyarakat yang lahir dari masyarakat, masjid Jogokariyan ingin mewujudkan masyarakat yang sejahtera. Kesejahteraan yang ingin dicapai bukan sekedar kesejahteraan secara lahiriyah saja melainkan juga kesejahteraan batiniyah.”
“Misi: Menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan masyarakat, Memakmurkan kegiatan ubudiyah (ibadah) di Masjid, Menjadikan masjid sebagai tempat rekreasi rohani jama’ah, Menjadikan masjid tempat merujuk berbagai persoalan masyarakat, Menjadikan masjid sebagai pesantren dan kampus masyarakat “.
“Bs” : “Terwujudnya masyarakat sejahtera lahir batin yang diridhoi Allah melalui kegiatan kemasyarakatan yang berpusat di Masjid”. “….Sebagai institusi masyarakat yang lahir dari masyarakat, masjid Jogokariyan ingin mewujudkan masyarakat yang sejahtera. Kesejahteraan yang ingin dicapai bukan sekedar kesejahteraan secara lahiriyah saja melainkan juga kesejahteraan batiniyah.”
“Untuk misinya: Menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan masyarakat, Memakmurkan kegiatan ubudiyah (ibadah) di Masjid,
Menjadikan masjid sebagai tempat rekreasi rohani jama’ah, Menjadikan masjid tempat merujuk berbagai persoalan masyarakat, Menjadikan masjid sebagai pesantren dan kampus masyarakat “ Kesimpulan : Visi masjid Jogokariyan : Terwujudnya masyarakat sejahtera lahir
batin yang diridhoi Allah melalui kegiatan kemasyarakatan yang berpusat di Masjid.
Misi masjid Jogokariyan : 1) Menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan masyarakat, 2) Memakmurkan kegiatan ubudiyah (ibadah) di Masjid, 3) Menjadikan masjid sebagai tempat rekreasi rohani jama’ah, 4) Menjadikan masjid tempat merujuk berbagai persoalan masyarakat, 5) Menjadikan masjid sebagai pesantren dan kampus masyarakat “.
Adakah persyaratan yang harus dipenuhi untuk menjadi pengurus Masjid Jogokariyan ?
“Tj” :Tidak ada, semua sukarela. “Bs” : tidak ada
Kesimpulan : tidak ada persyaratan khusus untuk menjadi pengurus masjid Jogokariyan. Siapa saja diperbolehkan menjadi pengurus masjid Jogokariyan.
Bagaimana peran pengurus dalam penerapan fasilitas kegiatan-kegiatan Masjid Jogokariyan?
“Tj” : “Ada yang aktif. Setiap ada kegiatan selalu ikut. Ada juga yang ikutnya kalau pas ada kegiatan biro yang diurus oleh pengurus itu saja. Tapi rata-rata pengurus yang diberi amanah akan menjalankan sesuai amanahnya. “Bs” : “Aktif semua tapi kadang ada yang aktif terus, tapi aja juga yang
aktifnya kalau dia sedang bertugas saja”
Kesimpulan : Pada dasarnya semua aktif. pengurus yang diberi amanah akan menjalankan sesuai amanahnya.
Fasilitas yang ada di Masjid Jogokariyan apa saja dan dari mana diperolehnya? “Tj” : “Ada yang sumbangan ada juga dari dana masjid. Dari infak
maupun wakaf.”
“Bs” : “Ada yang beli dari dana masjid. Ada juga kadang sumbangan dari jamaah”.
Kesimpulan : Fasilitas masjid diperoleh dari dana amsjid dan sumbangan jamaah.
Berapa jumlah jamaah Masjid Jogokariyan tahun ini?
”Tj” : Kalo itu tidak bisa diprediksikan mbak. Kalo diitung dengan seluruh Jamaah tidak tetap semuanya bisa mencapai 500 orang lebih. Kalau sehari-hari jamaah sekitar 300 orang.
”Bs” : ”Sekitar 300 orang lebih mbak.”
Kesimpulan : jamaah tetap 300 jiwa sedangkan jamaah tetap tidak pasti.
Apakah jamaah masjid Jogokariyan meningkat setiap tahunnya?
”Tj” : ”Pasti. Apalagi sekarang masjid Jogokariyan sudah lebih luas....lagipula masjid diperluas memang karena melihat potensi jamaah masjid Jogokariyan akan selalu meningkat”
”Bs” : ”Iya. Dulunya untuk jum’atan saja paling muat hanya untuk 200an orang sekarang lebih banyak, sekitar 500 orang lebih. Nyatanya serambi masjid saja selalu penuh”.
Kesimpulan : jamaah masjid Jogokariyan selalu meningkat setiap tahunnya seiring dengan itu gedung masjid Jogokariyan diperluas agar mampu menampung banyaknya jamaah.
Bagaimana karakteristik jamaah Masjid Jogokariyan?
”Tj” : ”Kalau dari mata pencaharian rata-rata buruh dan pegawai. Rata-raja jamaah sini sennag diskusi. Jadi kegiatan kebanyakan kami
bikin pengeajian dengan sistem santai dan isinya diskusi salah satunya dengan adanya pengajian angkringan”
”Bs” : ”Kalau dari mata pencaharian rata-rata buruh dan pegawai”
Kesimpulan : Jamaah masjid Jogokariyan sebagian berprofesi buruh dan pegawai. Jamaah menyukai kegiatan diskusi.
Upaya apa yang dilakukan masjid Jogokariyan untuk mengetahui karakteristik jamaah masjid Jogokariyan?
”Tj” : ”Survai mbak. Dari jamaah yang ada ditanyakan kira-kira mau bikin kegiatan semacam apa dan ada juga parat pemerintah seperti ketua RT atau RW utusan dari masjid yang menayakan pada jamaah ingin bikin program apa dan seperti apa....kadang-kadang juga kami lihat dari kebiasaan warga banyaknya dateng pas acara apa. Kalau kita bikin suatu acara dan jamaah banyak yang mengikuti berarti mereka suka programnya”.
”Bs” :”Biasanya ditanyakan langsung kejamaah mau bikin acara semacam apa dan kadang dapat laporan dari RT atau RW setempat tentang kebutuhan apa saja yang dibutuhkan masyarakat”.
Kesimpulan : ”dalam menggali karakteristik jamaah, pengurus Jogokariyan mengadakan need assesment melalui survai dan observasi.
Bagaimana strategi Masjid Jogokariyan untuk mengundang minat masyarakat untuk datang ke Masjid dan mengikuti program-programnya?
”Tj” :”Membuat program yang positif dan menarik untuk jamaah. Program yang menarik itu biasanya yang sesuai kebutuhan masyarakat.”
”Bs” : ”Membuat program yang menarik dan sesuai kebutuhan warga jadi warga senang datang kemasjid dan menjadi jamaah”.
Kesimpulan : Startegi masjid Jogokariyan untuk menarik minat warga datang kemasjid adalah dengan mengadakan acara yang menarik dan
kontekstual dengan kebutuhan warga sehingga warga dengan senang hati menjadi jamaah masjid Jogokariyan.
Bagaimana cara takmir masjid Jogokariyan dalam menentukan program-program apa saja yang akan dilaksanakan?
”Tj” : “….Kalo jamaahnya ada yang kurang mampu yha kita buat kegiatan yang mbrantas kemiskinan. Contohnya pelatihan wirausaha terus dikasih modal. Kalo jamaahnya orang-orang awam ya bikin acara ngaji tapi yang seru apa lucu biar menghibur jadi pada seneng datang ngajinya. Atau mungkin mendatangkan pembicara yang lagi in waktu itu. Kalo acaranya buat anak-anak yang ceria, yha pokoknya ya gimana caranya lah acaranya dibikin menarik”.
”Bs” : ”Ya itu tadi mbak, membuat kegiatan yang menarik buat warga dan sesuai kebutuhan mereka yang kita dapat dari hasil survai terus kita ambil point-point pentingnya”.
Kesimpulan : Program dibuat sesuai kebutuhan masyarakat dari hasil need assesment.
Apa saja program yang masih berjalan di masjid Jogokariyan?
“Tj” : “Banyak mbak ada dua puluh delapan biro yang menangani seluruh kegiatan di masjid Jogokariyan….untuk lebih jelasnya lihat di data profil masjid Jogokariyan saja mbak. Yang jelas semua kegiatan meliputi ranah kesehatan, pendidikan, sosial, budaya, politik, dan ekonomi”.
“Bs” : “Banyak mbak, mbak lihat saja di profil masjid Jogokariyan” Kesimpulan : Kegiaan masjid Jogokariyan dimotori oleh 28 pengurus biro dan
kegiatan yang dilaksanakan meliputi ranah kesehatan, pendidikan, sosial, budaya, politik, dan ekonomi.
Program apa sajakah yang khusus dirancang dalam rangka pemberdayaaan masyarakat?
“Tj” : “Semuanya”. “Bs” : “Semuanya”.
Kesimpulan : Seluruh kegiatan masjid Jogokariyan dimaksudkan untuk memberdayakan jamaah masjid Jogokariyan.
Bagaimana respon jamaah terhadap kegiatan-kegiatan yang diberikan Masjid Jogokariyan kepada mereka?
“Tj” : “Sejauh ini positif dan jamaah juga antusias mengikutinya” “Bs” :”Positif dan antusias”
Kesimpulan : respon jamaah terhadap kegiatan masjid Jogokariyan positif dan antusias.
Bagaimana pengelolaan kegiatan program masjid Jogokariyan selama ini?
”Tj” : ”Kegiatan dikelola oleh takmir masjid. Dan pelaksanaanyanya secara langsung dimotori oleh 28 pengurus biro itu”.
”Bs” : Kegiatan dikelola oleh takmir masjid. Dan pelaksanaanyanya secara langsung dimotori oleh pengurus biro”.
Kesimpulan : Kegiatan masjid Jogokariyan dikelola oleh takmir masjid. Dan pelaksanaanyanya secara langsung dimotori oleh 28 pengurus biro
Apa saja faktor pendukung dan penghambat dalam setiap program kegiatan Masjid Jogokariyan?
”Tj” : ”Antusiasme jamaah tinggi .... Jumlah jamaah juga selalu meningkat tiap tahunnya. Dulu aja waktu kapasitas masji masih hanya untuk 200 orang masjid selalu kurang tempat buat menampung jamaah pas kalo ada kegiatan, sekarang kapasitasnya sudah 2000 orang masih saja berjubel. Itu tandanya bukan tempatnya yang kurang representatif. Tapi jamaahnya memang selalu banyak dan malah tambah banyak terus”.