• Tidak ada hasil yang ditemukan

KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

6.15. Rekomendasi Kebijakan Pembangunan Pertanian

Kesimpulan dari kegiatan Rekomendasi Kebijakan Pembangunan Pertanian dengan topik Dampak Pembangunan Waduk Jatigede terhadap Peningkatan IP dan Perluasan Sawah Irigasi; dan Dampak Inovasi Teknologi Jarwo Super terhadap Peningkatan Produksi Padi di Jawa Barat, ada beberapa kesimpulan yang dapat ditarik, yaitu :

1. Pembangunan fisik waduk Jatigede baru pada tahap evaluasi/uji tahap akhir, sehingga sampai saat ini belum ada izin untuk operasi secara penuh, Oleh karena itu dampak pembangunan waduk Jatigede ini terhadap bidang pertanian (peningkatan luas sawah irigasi, Indeks Pertanaman, peningkatan produksi dan produktivitas padi), belum terlihat secara signifikan,

2. Ditingkat bawah, pembangunan/rehabilitasi saluran irigasi sering berjalan lambat dan adakalanya sampai tertunda sehingga berpengaruh terhadap berbagai masalah, diantaranya terhadap ketersediaan air irigasi, sehingga pertanaman jadi tertunda, Sementara petani perlu tanam padi dari musim ke musim, sebab kehidupan petani dan keluarganya sangat tergantung dari hasil sawah mereka, Dengan begitu maka berdampak terhadap kapasitas produksi beras dan ketahanan pangan masyarakat menurun,

3. Rehabilitasi sebaiknya juga mempertimbangkan kondisi sekarang, yang sudah banyak berubah, misalnya ada penambahan/pengembangan pipa gas pertamina yang menghambat saluran irigasi dan pembangunan pemukiman, Untuk itu pada titik-titik tertentu yang menghambat saluran irigasi perlu perubahan/dialihkan ke titik-titik peletakan titik-titik saluran baru yang aman, agar distribusi air irigasi berjalan lancar tanpa hambatan (contoh kasus di Desa Kejiwan Kecamatan Widasari Kabupaten Indramayu),

4. Banyak saluran irigasi saat ini kondisinya sudah tua sudah tidak layak pakai oleh sebab itu perlu rehabilitasi segera, dimana rehabilitasi jaringan tertier dan kuarter ini

45 dilaksanakan oleh pemborong yang pelaksanaannya dipandang belum sempurna, Sehingga dinding bangunan dan dasar saluran irigasi mudah jebol, Oleh sebab itu perlu pengawasan dari pihak PU pengairan atau Pemda setempat, agar rehabilitasi berjalan baik sesuai dengan harapan, dan distribusi air irigasi teratur dan mampu mengairi areal sawah lebih luas lagi (90,000 ha), sesuai dengan target pembangunan waduk Jatigede, 5. Terdapat 18 faktor produksi, sosial ekonomi, dan 2 variabel dummy yang berpengaruh terhadap peningkatan produksi padi Jarwo Super di Jawa Barat dengan nilai R2 0,8238.

Sebanyak 9 variabel berpengaruh postitif dengan nilai koefisien 0,00413 sampai 0,31503; dan 11 variabel berpengaruh negatif dengan nilai koefisien berkisar -0,000668 sampai -0,19666.

6. Faktor produksi dan sosial ekonomi yang sangat nyata berpengaruh positif terhadap peningkatan produksi padi Jarwo Super di lokasi contoh Jawa Barat adalah pemakaian Agrimeth, Umur, dan Pendidikan petani. Sementara, faktor produksi yang sangat nyata berpengaruh negatif terhadap produksi padi Jarwo Super adalah : Pestisida, Tenagakerja prapanen, Luas garapan sewa, dan Biaya lain (sewa, iuran air).

Saran Kebijakan

1. Percepatan modernisasi perbaikan saluran irigasi (sekunder-tertier) sangat mendesak segera diselesaikan, karena menghambat proses pengusahaan tanaman padi sepanjang musim, karena itu programnya harus dijadikan program utama dan tepat waktu, 2. Pelaksanaan modernisasi perlu pengawasan menyeluruh, terutama sekali oleh instansi

yang berkepentingan,

3. Pengembangan inovasi teknologi Jarwo Super di Jawa Barat sebaiknya dilakukan dengan hati-hati dan disesuaikan dengan kondisi spesifik “sub lokasi”, karena keberhasilan uji coba yang telah berhasil dilakukan pada tahun-tahun terakhir ini masih belum stabil (nilai koefisien variasi rendah, dan nilai estimasi koefisien masih statis).

Gambar 1. Koordinasi ke Kantor Dinas Pertanian dan Waduk Jatigede di Kabupaten Sumedang

Gambar 2. Koordinasi ke Kantor Dinas Pertanian dan Dirjen PU Pengairan Propinsi Jabar di Bandung

46 Gambar 3. Koordinasi ke Kantor Dinas Irigasi dan BBWS Cimanuk-Cisanggarung

Kabupaten Cirebon di Cirebon, dan Bendung Rentang di Kabupaten Majalengka

Gambar 4. Koordinasi ke Kantor Gubernur Jabar dan Puslit Air di Bandung

Gambar 5. Koordinasi ke Kantor Ditjen SDA Kementerian PUPR di Jakarta

Gambar 6. Koordinasi ke Kantor Balai Air di Bekasi

Gambar7. Acara FGD di Kabupaten Indramayu

47 6.16. Peningkatan Komunikasi, Koordinasi dan Diseminasi Inovasi Pertanian Di

Jawa Barat TA. 2017

1. Peningkatan komunikasi dan koordinasi dengan stakeholder di Jawa Barat Jawa Barat telah dilakukan melalui Temu Lapang, Penas, bimbingan teknis dan Forum komunikasi P4S. Melalui kegiatan ini inovasi teknologi yang berhasil dikomunikasikan antara lain : PTT Padi, VUB Padi, Jarwo Super, Patbo Super, Pemanfaatan biochar, VUB Jagung, VUB Bawang merah, benih bawang merah TSS, dan budidaya sapi potong.

2. Pengembangan penggunaan metoda di Jawa Barat dilaksanakan melalui kegiatan display integrasi tanaman jagung dan ternak sapi potong.

3. Pengembangan media diseminasi di Jawa Barat dilaksanakan pembuatan dan penyebarluasan media cetak berupa leaflet dan buku saku.

Temu lapang adalah suatu forum pertemuan antara peneliti dan penyuluh pertanian BPTP dengan petani, penyuluh pertanian lapangan, pimpinan Dinas lingkup pertanian, pemerintah daerah dan pihak-pihak terkait lainnya, untuk menyaksikan dan membahas keunggulan inovasi teknologi di lapangan, serta kemungkinan penerapan selanjutnya.

Pelaksanaan temu lapang yang sudah dilakukan secara garis besar dapat dilihat pada Tabel 2. berikut ini :

Tabel 1. Pelaksanaan Temu Lapang Tahun 2017 di Jawa Barat No. Materi

48

49 6.17. Pendayagunaan Hasil Litkaji BPTP Jawa Barat

Publikasi Pengkajian dan Diseminasi Inovasi Pertanian

Jenis publikasi yang dibuat pada tahun 2017 adalah Diseminora, Buletin Hasil Kajian, dan panduan teknis berupa booklet sebanyak 2 judul dan Leaflet 4 judul.

Kegiatan penyusunan Diseminora dan Buletin Hasil Kajian sudah di Dewan Redaksi sedang proses designs layout dan cetak. Jumlah makalah yang diterbitkan pada Buletin Hasil Kajian sebanyak 13 judul dan pada Diseminora sebanyak 11 judul.

Sementara itu, judul untuk panduan teknis terdiri atas:

1. Panduan teknis PATBO SUPER.

2. Panduan Teknis Budidaya Salibu

Sementara itu, judul leaflet terdiri atas:

1. Teknik pengolahan pengolahan jerami sistem gelebeg 2. Irigasi tetes pada tanaman buah-buahan

3. Proses pembuatan Biourine

4. Aneka produk olahan berbahan baku hanjeli.

Pameran Pesta Patok Tingkat Provinsi

Kegiatan Pesta Patok ke 12 dilaksanakan dalam rangka agenda tahunan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Provinsi Jawa Barat. Kegiatan dilaksanakan selama 2 (dua) hari, yaitu pada tanggal 18-19 Juli 2017 bertempat di Desa Ngamplang, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut. Bentuk kegiatan berupa Pentas Ternak dan Panen Pedet tingkat Jawa Barat

Kegiatan Pentas Ternak bertujuan meningkatan kualitas bibit ternak dan daya saing produk hasil peternakan. Masalah mendasar dalam pengembangan ternak saat ini, yakni masih rendahnya kualitas dan kuantitas pengadaan bibit. Pentas Ternak 2017 diisi dengan sejumlah kegiatan, di antaranya kontes ternak, agricultural discoveries, pameran pembangunan peternakan, talk show, temu bisnis, sosialisasi asuransi usaha ternak sapi, domba walk, dan program pelatihan plasma nutfah.

Dalam rangka mendukung acara tersebut BPTP Jawa Barat mengisi stand pameran dengan melibatkan KWT TTP Cikandang. Produk yang ditampilkan berupa teknologi pemanfaatan limbah pertanian sebagai pakan lengkap dan pemanfaatan kotoran ternak sebagai pupuk kompos dan bio urine, dengan manfaat urine ternak yang bersifat organik dengan nilai ekonomis yang cukup rendah para petani diuntungkan dengan adanya inovasi bio urine. Selain itu, KWT Cikandang menampilkan berbagai produk olahan hasil ternak berupa beberapa produk olahan susu, ice cream susu, chese stick susu, caramel susu, susu pesterisasi.

Pameran dibuka pada hari pertama oleh Bupati Garut H. Rudy Gunawan, S.H., M.H., MP. Pameran pentas ternak tidak hanya diikuti pihak lembaga pemerintah saja, melainkan pihak swasta pun ikut serta dalam mengapresiasi pentas ternak, stand pameran yang terselenggara semuanya ada 50 stand. Pada waktu yang sama Bupati Garut H. Rudy Gunawan, S.H., M.H., MP. dan Kepala Dinas DKPP Provinsi Jawa Barat Ir. Dody Firman Nugraha meninjau stand pameran, salah satunya, stand pameran BPTP Jawa Barat (Gambar 3), saat meninjau stand pameran BPTP Jawa Barat, Kepala DKPP Jawa Barat mengapresiasi keterlibatan KWT Cikandang dalam kegiatan pameran tersebut.

Kegiatan Pentas Ternak 2017, dihadiri juga oleh Wakil Gubernur Jawa Barat, H. Deddy Mizwar pada kesempatan tersebut beliau memaparkan persolanan dasar

50 bagaimana peternak mampu mengembangkan bibit ternak yang baik agar bisa memiliki ternak dengan perkembangan yang lebih baik lagi, dengan adanya kegiatan Pentas Ternak ini merupakan momentum yang tepat, terlihat dari antusias pemuliaan para peternak terhadap ternaknya, hal tersebut menjadi solusi atas tantangan sektor peternakan, dan diharapkan bidang peternakan makin berperan dalam perkembangan ekonomi Jawa Barat.

Gambar 3. Stand Pameran BPTP Jawa Barat pada Pesta Patok Provinsi Jawa Barat.

Pameran Diversifikasi Pangan

Menyambut Hari Kartini tahun 2017, Komisi IV DPR RI menggelar seminar nasional

"Peran Wanita Dalam Meningkatkan Diversifikasi Pangan Untuk mewujudkan Ketahanan Nasional." Hal itu dilakukan untuk meningkatkan peran wanita mewujudkan Swasembada Pangan, 20 April 2017 bertempat di ruang sidang Komisi IV DPR-RI. Pelaksanaan acara merupakan kerja sama antara Komisi IV DPR dengan Wanita Tani. Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon, pimpinan dan anggota Komisi IV, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, perwakilan Kementarian Kelautan dan Perikanan dan pakar pangan.

Disamping pelaksanaan seminar nasional, juga dari kelompok usaha Wanita dari HKTI dan Para Kelompok Wanita Tani (KWT) yang diundang untuk menyelengarakan stand bazar dengan muatan materi mendukung diversifikasi pangan untuk mewujudkan Ketahanan Pangan Nasional, diantaranya peserta KWT

“Pantastik”, binaan BPTP Jabar dari Desa Sukajadi, Kecamatan Wado, Kabupeten Sumedang menampilkan bebagai hasil olahan berhan Hanjeli sebagai pengganti beras dan terigu (Gambar 4).

Gambar. 4 Stand Pameran KWT Pantastik Ketua Komisi IV DPR Edhy Prabowo mengatakan, wanita harus diikutsertakan dalam berbagai kegiatan, termasuk swasembada pangan. Dia meyakini, program tersebut

51 tidak akan bisa terwujud tanpa campur tangan kaum hawa. "Jangan pernah tinggalkan wanita disetiap kegiatan, pasti gagal kegiatan itu. Maka itu peran suatu negara harus melibatkan perempuan," tegas Edhy di ruang Komisi IV Gedung Kura Kura Kompleks Parlemen, Jalan Gatot Subroto, Peran wanita dalam upaya swasembada pangan harus dimasifkan. Hal itu bisa dimulai dengan melakukan pembinaan. Hai ini disampaikan disela-sela peninjauan lokasi pameran (Gambar 5).

Gambar 5. Menteri Pertanian, Ketua dan Anggota DPR Meninjau Stand Pameran

4.1.1. Pameran Pekan Nasional

PENAS Petani Nelayan XV 2017, merupakan forum pertemuan petani nelayan dan petani hutan sebagai wadah kegiatan belajar mengajar, tukar menukar informasi, pengalaman serta pengembangan kemitraan dan jejaring kerjasama antara para petani nelayan, petani hutan, peneliti, penyuluh, pihak swasta dan pemerintah sehingga dapat membangkitkan semangat, tanggung jawab serta kemandirian sebagai pelaku pembangunan pertanian, perikanan dan kehutanan.

PENAS Petani Nelayan XV 2017, mengusung Tema “melalui PENAS Petani Nelayan XV 2017, kita mantapkan Kelembagaan Tani Nelayan dan Petani Hutan sebagai Mitra Kerja Pemerintah dalam rangka Kemandirian, Ketahanan dan Kedaulatan Pangan menuju Kesejahteraan Petani Nelayan Indonesia”.

Lokasi Penyelenggaran PENAS XV di Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, Banda Aceh, diikuti sekitar 35.000 peserta terdiri dari para petani nelayan dan petani hutan dari seluruh provinsi se Indonesia, serta secara resmi dibuka oleh Presiden RI, Joko Widodo pada tanggal 6 Mei 2017, berlangsung selama 6 (hari) dari tanggal 6 s.d. 11 Mei 2017.

Pada acara pembukaan tersebut Presiden RI didampingi oleh ibu negara, Iriana Joko Widodo, juga turut hadir Menteri Pertanian (Arman Sulaiman), Gubernur Aceh (Zaini abdullah), dan Wali Nanggroe Aceh (Malik Mahmud) serta beberapa Gubernur, Bupati/Walikota dari Provinsi se Indonesia (Gambar 6).

52 Gambar 6. Presiden Membuka PENAS ke- 15

PENAS Petani Nelayan XV 2017, menampilkan 7 bidang 32 jenis kegiatan yang dirangkum dalam tujuh kelompok bidang, antara lain: Gelar Teknologi, Temu Wicara, Pameran Pembangunan Pertanian, Magang Petani Nelayan ASEAN + Jepang, Asah Terampil, Lomba Karya, dll (Gambar 7).

Gambar 7. Suasana PENAS XV Tahun 2017 di Provinsi Aceh.

6.18. Pendampingan Pengembangan Kawasan Pertanian Nasional Tanaman