• Tidak ada hasil yang ditemukan

Model Sekolah Lapangan Kedaulatan Pangan Mendukung Swasembada Pangan Terintegrasi Desa Mandiri Benih di Jawa Barat

Pengaruh pemberian silase jerami (%)

BIOURIN TERNAK SAPI POTONG

6.28. Model Sekolah Lapangan Kedaulatan Pangan Mendukung Swasembada Pangan Terintegrasi Desa Mandiri Benih di Jawa Barat

I. TUJUAN

1. Meningkatkan kinerja penangkar dan kelembagaan penangkaran benih bermutu padi dan kedelai di wilayah Desa Mandiri Benih.

2. Meningkatkan penggunaan benih bermutu VUB padi dan kedelai di luar wilayah Desa mandiri Benih.

3. Menerapkan Model SL Kedaulatan Pangan di wilayah Desa Mandiri Benih Padi dan Kedelai.

II. KELUARAN

1. Peningkatan kinerja penangkar dan kelembagaan penangkaran benih bermutu padi dan kedelai di wilayah Desa Mandiri Benih.

2. Peningkatan penggunaan benih bermutu VUB padi dan kedelai di luar wilayah Desa mandiri Benih.

3. Penerapan Model SL Kedaulatan Pangan di wilayah Desa Mandiri Benih Padi dan Kedelai.

III. HASIL

Sekolah Lapang Kedaulatan Pangan Mendukung Swasembada Pangan Terintegrasi Desa Mandiri Benih Padi

Kegiatan dilaksanakan di Kelompok Tani Gangsa I, Desa Jatitengah, Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka. Kegiatan dilaksanakan selama satu tahun, mulai dari Bulan Januari sampai Desember 2017.

Kegiatan pendampingan yang dilakukan :

- Peningkatan Kinerja Penangkar dan Kelembagaan Penangkaran Benih Bermutu Padi di Wilayah Desa Mandiri Benih Padi (Pembinaan kelompok tani, optimalisasi Kinerja Lembaga Penangkar dan Kelembagaan Penangkaran Benih Bermutu Padi)

137 - Peningkatan penggunaan benih bermutu VUB Padi di luar wilayah Desa Mandiri Benih (penggunaan benih bermutu Inpari 32 di luar wilayah Desa Mandiri Benih Padi mengalami peningkatan, Sebelumnya di wilayah Kecamatan Jati Tujuh hanya mencapai 30% dan di wilayah Kabupaten Majalengka mencapai ± 10%, Pada Tahun 2017 penggunaan VUB Inpari 32 di wilayah Kec. Jati Tujuh mencapai ± 75% dan wilayah Kab. Majalengka ± 39%)

- Penerapan Model SL Kedaulatan Pangan di Wilayah Desa Mandiri Benih Padi (Pendampingan teknis produksi benih bagi petani penangkar melalui Model Sekolah Lapang, Pendampingan dan fasilitasi petani calon penangkar dalam proses sertifikasi benih, Pengenalan Varietas Unggul Baru melalui Display Varietas dan temu lapang).

- Areal untuk produksi benih pada lahan masing-masing petani peserta merupakan areal sekolah lapang (SL) dalam satu hamparan seluas 10 ha (Inpari 32) untuk memenuhi kebutuhan benih satu desa untuk satu unit SL. Sedangkan sebagai lahan Laboratorium Lapang (LL) sebagai lahan percontohan (demplot) bagi petani peserta Sekolah Lapang dengan luasan 5 ha (Inpari 32) dan untuk display varietas sebagai pengenalan Varietas Unggul Baru untuk dijadikan alternatif pergantian varietas (Inpari 38, 39, 41, 42 dan 43). Areal LL dan SL merupakan wilayah target penangkar dan areal penangkaran benih padi dan wilayah di luar Desa Mandiri Benih merupakan target adopsi benih.

Sekolah Lapang Kedaulatan Pangan Mendukung Swasembada Pangan Terintegrasi Desa Mandiri Benih Kedelai

Kelompok Tani Bantar Jaya, Desa Sanca, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, lokasi tersebut merupakan salah satu sentra pertanaman kedelai dengan areal yang cukup luas dan respon dari petani/penangkar dalam penerapan inovasi dan pengembangan VUB kedelai.

Kegiatan yang dilakukan :

- Peningkatan Kinerja Penangkar dan Kelembagaan Penangkaran Benih Bermutu Padi di Wilayah Desa Mandiri Benih Padi (pembinaan kelompok tani, optimalisasi Kinerja Lembaga Penangkar dan Kelembagaan Penangkaran Benih Bermutu Kedelai).

- Peningkatan penggunaan benih bermutu VUB Padi di luar wilayah Desa Mandiri Benih (Untuk mempercepat penyebarluasan penggunaan Varietas Unggul Baru (VUB) yang bermutu di lahan Laboratorium Lapang (LL) dan Sekolah Lapang (SL) diproduksi VUB (Anjasmoro). Penggunaan VUB di wilayah Kec. Gantar mencapai ± 50%, mengalami

peningkatan sebesar 30%, di mana sebelumnya penggunaan Varietas Anjasmoro hanya

± 20% masih menggunakan Varietas Wilis dan Lokal dan di wilayah Kab. Indramayu mengalami peningkatan sebesar 15%, di mana sekarang penggunaan Var. Anjasmoro sebasar ± 30%).

- Penerapan Model SL Kedaulatan Pangan di Wilayah Desa Mandiri Benih Kedelai (Pendampingan teknis produksi benih bagi petani penangkar melalui Model Sekolah Lapang, Pendampingan dan fasilitasi petani calon penangkar dalam proses sertifikasi benih, Pengenalan Varietas Unggul Baru melalui Display Varietas dan temu lapang).

Areal untuk produksi benih pada lahan masing-masing petani peserta merupakan areal Sekolah Lapang (SL) dalam satu hamparan seluas 22 ha (Anjasmoro) untuk memenuhi kebutuhan benih satu desa untuk satu unit SL. Sedangkan sebagai lahan Laboratorium Lapang (LL) sebagai lahan percontohan bagi petani peserta Sekolah Lapang dengan luasan 6 ha (Anjasmoro) dan pengenalan varietas unggul baru (Dena 1, Dega 1 dan Devon 1) masing-masing dengan luasan ± 0,02 ha. Lahan LL dan SL merupakan target penangkar dan areal penangkaran dan wilayah di luar wilayah Desa Mandiri Benih merupakan target adopsi benih kedelai.

138 Dengan kegiatan SL Kedaulatan Pangan Mendukung Swasembada Pangan Terintegrasi Desa Mandiri Benih bahwa : Kinerja lembaga penangkar dan kelembagaan penangkaran benih padi setelah pendampingan mengalami peningkatan dalam hal kemampuan melaksanakan kegiatan dan mengembangkan kepemimpinan kelompok dan kedelai peningkatan kinerja dalam merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan kegiatan, pengendalian dan pelaporan dan mengembangkan kepemimpinan kelompok.

Penggunaan Varietas Unggul Baru (VUB) meningkat yaitu Inpari 32 di wilayah Desa Mandiri Benih Padi (Desa Jati Tengah) mencapai 90% dan di luar wilayah di Kecamatan Jatitujuh mencapai 75% dan di wilayah Kabupaten Majalengka mencapai 39% (Kec.

Kertajati, Ligung, Sumber Jaya, Dawuan, Kadipaten, Palasah, Leuwimunding, Sukahaji dan Jatiwangi) dan penggunaan VUB kedelai Varietas Anjasmoro di wilayah Desa Mandiri Benih Kedelai (Desa Sanca) mencapai 70%, dan di luar wilayah (Kecamatan Gantar) mencapai 50% dan di wilayah Kab. Indramayu (Kec. Kroya dan Terisi) mencapai 30%.

Model Sekolah Lapang Kedaulatan Pangan Mendukung Swasembada Pangan Terintegrasi Desa Mandiri Benih Padi dan Kedelai diterapkan dengan mengoptimalkan kinerja lembaga dan kelembagaan penangkaran benih, pendampingan dalam teknis produksi benih dan sertifikasi benih, peningkatan pengetahuan, sikap dan keterampilan penangkar, perencanaan distribusi benih/bussiness plan, koordinasi untuk menjalin kemitraan dengan kelompok tani, kios tani, Dinas Pertanian dan Perikanan Kab.

Majalengka, Perum Perhutani Kabupaten Indramayu, dan PT. PERTANI dan pengenalan varietas unggul baru untuk mempercepat penggunaan VUB di wilayah Desa Mandiri Benih.

1. Model Sekolah Lapang Kedaulatan Pangan Mendukung Swasembada Pangan Terintegrasi Desa Mandir Benih Padi

- Sosialisasi Kegiatan

- Pel

- Pendampingan Teknis Produksi Benih Padi

139 - Pembinaan Peningkatan Kinerja Lembaga Penangkar dan Kelembagaan

Penangkaran Benih Padi

- Temu Lapang dan Evaluasi Kegiatan

- Hasil Produksi Benih Padi

140 2. Model Sekolah Lapang Kedaulatan Pangan Mendukung Swasembada Pangan

Terintegrasi Desa Mandir Benih Kedelai - Sosialisasi Kegiatan

- Pendampingan Teknis Produksi Benih Kedelai

- Pembinaan Peningkatan Kinerja Lembaga Penangkar dan Kelembagaan Penangkaran Benih Kedelai

141 - Evaluasi Kegiatan

- Prosessing Benih Kedelai

- Hasil Produksi Benih Kedelai