BAB IV KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
B. Rekomendasi
Rekomendasi dari hasil penelitian, pertama untuk pengampu kebijakan, Kementerian Sosial c.q Direktorat Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas, menugaskan penyuluh sosial/Pendamping Penyandang Disabilitas (PPD) dan atau Tenaga Kesejahteraan Sosial Penyandang Disabilitas (TKSPD) dengan ragam disabilitas dalam mendampingi keluarga dan penyandang disabilitas agar memiliki kemandirian kerja di sektor formal.
Dampak Sosial Implementasi Program Tenaga Kerja Inklusif Bagi Penyandang Disabilitas Page 72
Pemerintah Daerah, support regulasi UU No 8 Tahun 2016 dalam bentuk Peraturan Gubernur dan Peraturan Daerah. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, menyosialisasikan UU No 8 Tahun 2016 pada lembaga pemerintahan/perusahaan yang memberikan peluang kerja bagi penyandang disabilitas dengan memperhatikan segala aksesibilitas sesuai dengan ragam disabilitas penyandang disabilitas. Pemerintah dan Pemerintah Daerah memberikan reward dalam bentuk bantuan pengadaan aksesibilitas dan atau konsesi/pengurangan pajak, mempermudah perijinan kepada perusahaan yang berprestasi dalam ketenagakerjaan/memperkerjakan/merekrut tenaga kerja penyandang disabilitas sesuai dengan yang diharuskan (kouta 1 persen atau 2 persen).
Kemenaker/Kemensos dan stakeholder menyusun JOB FRIENDLY bagi ragam disabilitas berbasis kompetensi. (lampiran 2)
Disnakertrans Prov/Kab/Kota meningkatkan peran dan fungsi jabatan fungsional Pengawas dan Pengantar Kerja (fungsi sosialisasi dan advokasi) berdasar ragam disabilitas.
Kolaborasi Disnakertrans dan Dinsos Prov/Kab/Kota dalam peningkatan dan pengembangan SDM Peksos/Pensos/PPD/TKSPD dengan Pengawas/Pengantar Kerja (mitra/pendamping kerja) melalui Bimtek Ketenagakerjaan Penyandang Disabilitas.
Pemerintah/Pemerintah Daerah/Perusahaan dan stakeholder berkolaborasi atau kerjasama untuk penyusunan Kurikulum Kerja berbasis Kompetensi bagi Penyandang Disabilitas Dalam Rangka Persiapan Kerja pada Perusahaannya.
Lembaga pemerintahan/perusahaan perlu peningkatan pada (1) aspek rekrutmen dan seleksi yang berpedoman pada UU No 8 Tahun 2016, (2) memperhatikan kompetensi penyandang disabilitas (tingkat pendidikan, pengalaman kerja, dan keterampilan), (3) meningkatkan perilaku pelaksana (stakeholder) berpihak pada penyandang disabilitas, (4) kejelasan informasi pelayanan dalam lembaga pemerintahan/perusahaan, (5) aspek penanganan pengaduan saran dan masukan, aspek kemudahan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas, kejelasan prosedur perekrutan, (6) memperjelas persyaratan aksesibilitas meliputi:
kemudahan persyaratan menjadi tenaga kerja di perusahaan/lembaga pemerintahan dan aksesibilitas di lingkungan kerja (perusahaan/lembaga pemerintahan), (7) mempermudah penyandang disabilitas dalam mengakses pekerjaan di perusahaan/lembaga pemerintahan, (8) memberikan perhatian dan reward/penghargaan bagi tenaga kerja penyandang disabilitas yang memiliki kinerja yang baik, (9) menambah jaringan sosial terkait lembaga penyedia tenaga kerja penyandang disabilitas.
Dampak Sosial Implementasi Program Tenaga Kerja Inklusif Bagi Penyandang Disabilitas Page 73
Daftar Pustaka
Abu, Ahmadi. 2009. Psikologi Umum. Jakarta: Rieka Cipta.
Amiruddin & Asikun, Zainal. 2004. Pengantar Metode Penelitian Hukum. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Anonim. 2019. Jumlah Tenaga Kerja Penyandang Disabilitas belum mencapai-kuota.
Diakses: http://www.gempi.co/gaya-hidup/8852/jumlah-tenaga-kerja-penyandang-disabilitas-belum-mencapai-kuota?page
Anonim. 2019. Liku-Liku Penyandang Disabilitas dalam dunia kerja di Indonesia.
Diakses:http://www.kompasnia.com/himispa/5cagdc3e3ba71715dd4e1562/lika Ardyanto, Michael. 2009. Pembelajran Studi Sosial. Bandung: Alfabeta.
Asyhadil, Zaeni. 2015. Hukum kerja: Hukum Ketenagakerjaan Bidang Hubungan Kerja.
Jakarta: PT Raya Grafindo Persada. Hal 84.
Bowman, Ann O’M. 2005. “Policy Implementation”. In Encyclopedia of Public
Dicktus. 2013. Diakses: http://www. Studilmu.com/blog/details/pengertian-inklusif-dan-5-hal-yang-dilakukan-pemimpin-Inklusif.
Djuwita, Ratna dkk. 2009. Psikologi Sosial (Terjemahan). Jakarta: Erlangga.
Edward III, George C (edited). 1984. Public Policy Implementing. Jai Press Inc, London-England.
Goggin et al. 1990. Implementation, Theory and Practice: Toward a Third Generatio. USA:
Scott, Foresmen and Company.
Grindle, Merilee S. 1980. Politics and Policy Implementation in The Third World, Prinenton University Press, New Jersey.
Handyajayani, Dwi. 2020. Hanya 2,8 % penyandang disabilitas memanfaatkan perguruan tinggi. Diakses:http://databoks-katadata.co.id/datapublish/2020/02/07/hanya-28-penyandang-disabilitas-perguruan-tinggi.
Hasanah, Sovia. 2019. Kesempatan Kerja Bagi Penyandang Disabilitas. Diakses: http://
www.hukumonline.com/klinik/detail/ulasa/it48cf8abc7de4/waspada-kerja-bagi-penyandang-disabilitas.
Ikawati. 2016. Menguak Tabir Sepuluh Tahun Gempa Yogyakarta 2006-2016. Yogyakarta:
Total Media.
ILO (International Labour Organization).2011. Mempromosikan Pekerjaan layak Bagi Semua ORANG: Membuka Kesempatan Pelatihan dan Kerja Bagi Penyandang
Disabilitas. Diakses:
http://www.ilo.org/ukmsps.public/ILO/document/publications/160360pdf.
Dampak Sosial Implementasi Program Tenaga Kerja Inklusif Bagi Penyandang Disabilitas Page 74
Imronah.1984. Implementasi Kebijakan Perspektif, Model dan Kriteria Pengukurannya, 219199, implementasi-kebijakan-perspektif-model,pdf.
International Labour Organization (ILO). 2006. Kaidah ILO tentang Pengelola Penyandang Cacat di Tempat Kerja. Jakarta: ILO Publication.
Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa. 2008. Edisi Keempat (Departemen Pendidikan Nasional). Gramedia: Jakarta.
Khakim, Abdul. 2014. Pengantar Hukum Indonesia. Jakarta: PT Raja Grafindo Persazzzda.
Kustiani, Rini. 2019. Berapa Banyak Penyandang Disabilitas di Indonesia?Simak data Ini.
Diakses: http://difabel.tempo.co./read/1266832/berapa-banyak-penyandang-disabilitas-di-Indonesia-data.
Miller, A. Frderick & Katz, H.Judith. 2002. The Inclusion Breakhtrough (Unleashing The Real Power of Diversity. Berret- Koehler: California.
Muhtaj, Majda El. 2017. Peranan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta Dalam Perlindungan Hukum Terhadap Perempuan Disabilitas Korban Kekerasan. Jurnal Ilmiah Hukum De Jure: Kajian Ilmiah Hukum. Volume 2, No 2. 2017. 204-210.
Nakamura, Robert T and Frank Smallwood. 1980). The Politics of Policy Implementation, New York: St Martin Press.
Nilawati, Cheta. 2019. Hak Bekerja dengan UU Penyandang Disabilitas yang rentan dilanggar. Diakses: https:// difabel.tempo.co.read/1254009/hak-bekerja-dalam-UU-penyandang-disabilitas-yang-rentan-dilanggar-fullview.
Norma Yunita. 2014.UUD 1945 dan Amandemen. Indonesia:Kunci Aksara.
Parsons, Wayne. 1995. Public Policy, an introduction to the theory and practice police analysis.
Permen Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2014 Tentang Pedoman Survei Kepuasan Masyarakat Terhaap Penyelenggaraan Pelayanan Publik.
Poerwanti, Sari Dewi. 2017. Pengelolaan Tenaga Kerja Difabel untuk Mewujudkan Workplace Inclusion. Jurnal of Disability Studies Vol. 4, No. 1, Januari-Juni 2017, hal.
1-24.
Purinami, Geminastiti, Apsari, C. N., & Mulayana, Nandang. 2018. Penyandang Disabilitas dalam Dunia Kerja. Jurnal Pekerjaan Sosial, ISSN:2620-3367,Vol 1.Nomor 3, hal:234-244.
Putra, Pamungkas Satya. 2018. Aksesibilitas Perlindungan Hukum Bagi Tenaga Kerja Penyandang Disabilitas di Kabupaten Karawang: Universitas Singa Perbangsa.
Dampak Sosial Implementasi Program Tenaga Kerja Inklusif Bagi Penyandang Disabilitas Page 75
Quade, E.S. 1984. Analysis For Public Decisions, Elsevier Science Publisher, New York.
Rabin, Jack. Administration and Public Policy,. Boca Raton, FL.: Taylor & Francis Group.
Pp. 209-212.
Rahayu, Sugi. Dewi, Utami dan Ahdiyana, Marita. 2013. Pelayanan Publik Bidang Transportasi Bagi Difabel Di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Reefani, Nur Kholis. 2013. Panduan Anak Berkebutuhan Khusus. Yogyakarta: Imperium Rioux, Marcia & Carbert Anne. 2003. Hunan Rights and Disability: The International
Context. Journal on Developmental Disabilities, Volume 10, Number 2, hal 1-13.
Ripley, Rendal. E dan Grace. A. Franklin. 1986. Policy Implementation and Boreaucracy.
Chichago-Illionis: secon edition the Dursey press.
Sabatier, Paul. 1986. “Top down and Bottom up Approaches to Implementation Research”.
Journal of Public Policy 6, (Jan), h. 21-48.
Setiono. 2002. Pemahaman Terhadap Metode Penelitian Hukum.Surakarta: Ilmu Hukum Pascasarjana UNS.
Sutopo, HB. 2002. Metode Penelitian Kualitatif. Surakarta:UNS Pers.
Taufiq, Nurdjannah. 2008. Pengantar Psikologi. Jakarta: Erlangga.
Undang -Undang Nomor 8 Tahun 2013 tentang Penyandang Disabilitas Undang-Undang Dasar Tahun 1945;
Undang-Undang Nomor 04 Tahun 1997 tentang Penyandang Disabilitas Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.
Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan;
Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2011 tentang Konvensi mengenai Hak-Hak Penyandang Disabilitas.
Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia;
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2016 Tentang Penyandang Disabilitas.
Wahab, Solichin A. 1991. Analisis Kebijakan dari Formulasi ke Implementasi Kebijakan, Jakarta: Bumi Aksara.
Wentling, Rose Mary & Nilda Palma-Rivas. 1997. Diversity in the Workforce Series Report
#1: Diversity in the Workforce: A Literature Review MDS-934. National Center for Research in Vocational Education Graduate School of Education.
WHO. 2007. International Classification of Functioning Disability and Health( Children &
Youth Version) . WHO Press:Switzerland.
Wibawa, Samodra. 1994. Kebijakan Publik, Intermedia Jakarta.
Dampak Sosial Implementasi Program Tenaga Kerja Inklusif Bagi Penyandang Disabilitas Page 76
Wingjosoebroto, Soetandyo. 2007. Hak Asasi Manusisa Konsep Dasar Dan Perkembangan Pengertianya Dari Masa ke Masa.Jakarta: ELSAM.
Dampak Sosial Implementasi Program Tenaga Kerja Inklusif Bagi Penyandang Disabilitas Page 77
2. Peran pemerintah Angket
Tertutup (aplikasi
9. Penanganan Pengaduan Saran dan Masukan
9. Penanganan Pengaduan Saran dan Masukan 4. Askes dalam ruang publik (toilet,
mushola, kantin, parkir)
Dampak Sosial Implementasi Program Tenaga Kerja Inklusif Bagi Penyandang Disabilitas Page 78
Lampiran
1. Try Out
a) Lokasi Tryout
Pengambilan data uji coba dilakukan di Yogyakarta yang diberikan kepada 30 Responden Penyandang Disabilitas yang sedang bekerja di lembaga pemerintah/perusahaan.
b) UJI Validitas dan Realibilitas Instrumen Kepuasan Penyandang Disabilitas Terhadap Perusahaan/Lembaga Pemerintah.
Analisis Uji Validitas Konstruk melalui koefisien korelasi item total dengan taraf signifikan 5% atau 0,05. Kriteria Penilaian Item berdasarkan Koefisien Korelasi Item Total dengan formula Pearson menggunakan batasan koefisien ≥ 0,30. Berdasarkan hasil dari Uji Validitas semua item yang mencapai koefisien korelasi minimal 0,30 daya pembedanya dinyatakan memenuhi syarat (Saifudin Azwar tahun 2012-163-164). Realibilitas Instrumen dengan menggunakan SPSS 20 for windows, penghitungan realibitas menggunakan metode koefisien Alpha Cronbach, dengan kriteria indeks keandalan yang dikatakan baik menurut Jemari Mardhapi minimum 0,70 (2012).
Adapun rangkuman Hasil Validitas dan Realibilitas Instrumen dapat dilihat pada tabel berikut:
Item_1 50.8333 43.040 .889 .961 Valid/Reliabel
Item_2 50.8333 44.006 .857 .961 Valid/Reliabel
Item_3 50.8000 44.579 .851 .962 Valid/Reliabel
Item_4 50.6667 45.195 .633 .965 Valid/Reliabel
Item_5 51.1000 47.334 .302 .970 Valid/Reliabel
Item_6 50.7667 43.220 .803 .962 Valid/Reliabel
Item_7 50.7333 44.685 .661 .965 Valid/Reliabel
Item_8 50.7667 45.426 .810 .963 Valid/Reliabel
Item_9 50.7333 44.823 .872 .962 Valid/Reliabel
Item_10 50.7333 43.926 .768 .963 Valid/Reliabel
Item_11 50.7667 44.254 .861 .961 Valid/Reliabel
Item_12 50.7333 45.513 .747 .963 Valid/Reliabel
Item_13 50.7667 44.806 .770 .963 Valid/Reliabel
Item_14 50.8000 44.993 .780 .963 Valid/Reliabel
Item_15 50.7667 42.944 .940 .960 Valid/Reliabel
Item_16 50.8000 42.786 .890 .961 Valid/Reliabel
Item_17 50.8667 43.568 .853 .961 Valid/Reliabel
Dampak Sosial Implementasi Program Tenaga Kerja Inklusif Bagi Penyandang Disabilitas Page 79 Case Processing Summary
N %
Cases
Valid 30 100.0
Excludeda 0 .0
Total 30 100.0
a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.
Reliability Statistics
Cronbach's Alpha
Cronbach's Alpha Based on
Standardized Items
N of Items
.965 .967 17
Berdasarkan hasil analisis data validitas butir maka dinyatakan 17 butir pernyataan instrumen tentang kepuasan penyandang disabilitas terhadap perusahaan/ lembaga pemerintahan diterima dengan kriteria nilai validitas lebih besar dari 0,3. Estimasi realibilitas instrumen dengan menggunakan formula Alpha Cronbach ditunjukkan hasil sebesar 0,96 (Alpha > 0,7) artinya instrumen kepuasan penyandang disabilitas terhadap perusahaan atau lembaga pemerintahan dikatakan reliabel.
Dampak Sosial Implementasi Program Tenaga Kerja Inklusif Bagi Penyandang Disabilitas Page 80
2. Karakteristik Ragam Disabilitas
Dampak Sosial Implementasi Program Tenaga Kerja Inklusif Bagi Penyandang Disabilitas Page 81
3. Jangkauan Wilayah Kerja Unit Pelayanan Teknis Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas
Dampak Sosial Implementasi Program Tenaga Kerja Inklusif Bagi Penyandang Disabilitas Page 82
4. Partisipasi Dunia Usaha dalam Memperkerjakan Penyandang Disabilitas Sesuai Kompetensi (Pasca Rehabilitasi Kemensos)