• Tidak ada hasil yang ditemukan

Relevansi Program Rumah Bersalin Gratiis dengan Kebutuhan Masyarakat

BAB IV Analisis Program Layanan Kesehatan Rumah Bersalin Gratiis (RBG) Bagi Orang Miskin di Jakarta Timur terdiri dari gambaran

BERSALIN GRATIIS BAGI ORANG MISKIN DI JAKARTA TIMUR

C. Penemuan dan Pembahasan

1. Relevansi Program Rumah Bersalin Gratiis dengan Kebutuhan Masyarakat

Relevansi yang menggambarkan konsistensi tujuan, kebijakan, layanan dan program terhadap pemenuhan kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan di rumah bersalin gratiis. Berikut ini penjelasan tentang relevansi:

a. Tujuan Rumah Bersalin Gratiis

Tujuan rumah bersalin gratiis dalam pelayanan kesehatan yaitu:       

85

Wawancara Pribadi dengan General Administrasi rumah bersalin gratiis, Jakarta, 8 April 2011.

Perbaikan kualitas kesehatan dan aksesibilitas layanan kesehatan anggota (member) pemberdayaan di wilayah Integrated Community Development (ICD).86

Sehingga dapat saya simpulkan bahwa anggota (member) adalah ibu hamil yang berasal dari keluarga miskin atau tergolong mustahik yang memiliki akses minim terhadap fasilitas kesehatan di Jakarta Timur. Perbaikan kualitas kesehatan tersebut untuk keluarga inti yang termasuk dalam teori kemiskinan relatif.

Kemiskinan relatif adalah kemiskinan yang disebabkan oleh ketidakadilan dan ketimpangan yang terjadi dalam masyarakat ekonomi ke bawah akibat tersumbatnya akses-akses perbaikan kesehatan.

b. Kebijakan Rumah Bersalin Gratiis

Kebijakan rumah bersalin gratiis yaitu:

Ibu hamil yang berasal dari keluarga miskin, frekuensi pemeriksaan kehamilan minimal 4 kali, pemeriksaan USG minimal 1 kali selama kehamilan untuk deteksi dini terhadap kelainan bawaan, risiko kehamilan dan persalinan lainnya.87

Untuk menjadi calon anggota diharuskan mengisi berkas lembar pengantar dan formulir permohonan keanggotaan. Formulir keanggotaan terdiri dari identitas pemohon, identitas ibu hamil, riwayat kehamilan dan persalinan sebelumnya, persetujuan, rekomendasi, pernyataan komitmen hidup sehat dan islami, pernyataan kesungguhan, dan pernyataan pengurus masjid setempat.

Selain itu calon anggota harus melampirkan berkas yang menguatkan persyaratan diantaranya fotokopi KTP pasien dan       

86

Hilmi Sulaiman R, Deskripsi Program Rumah Bersalin Gratiis.

87

suami/wali, fotokopi KK, fotokopi surat nikah, pas foto 4x6, SKTM dari RT/RW setempat, dan hasil USG.

Untuk pengisian berkas lembar pengantar dan formulir permohonan keanggotaan dapat dibawa pulang dan dikembalikan setelah seluruh persyaratan lengkap. Selanjutnya, berkas akan langsung di follow up melalui survei untuk yang di wilayah ICD akan di rekap dan di survei bersamaan setiap hari selasa oleh MRO, sedangkan untuk di wilayah non ICD akan langsung di survei oleh surveyor internal rumah bersalin gratiis.

Dalam aplikasi program rumah bersalin gratiis mengalami kendala internal dan eksternal. Kendala internal berasal dari rumah bersalin gratiis dalam mensurvei menurut general administrasi yaitu proses survei calon anggota, sering tertunda sampai beberapa hari karena RBG tidak punya surveyor khusus untuk survei data calon anggota. Sedangkan kendala eksternal berasal dari anggota yaitu proses administrasi yang dibutuhkan sebagai kelengkapan persyaratan menjadi anggota sering tidak lengkap karena anggota kebanyakan pendatang yang tidak punya KTP dan KK wilayah Jakarta.

Dari hasil wawancara yang dilakukan penulis terhadap anggota maka dapat disimpulkan:

1) Dari 5 anggota yang diwawancarai untuk ibu Siti tempat tinggalnya campur dengan mertua yang di dalam ada tiga kepala

keluarga.88 Sedangkan ibu Catur, ibu Tri, ibu Dianti dan ibu Marlina tempat tinggal sementara di rumah kontrakan.89

2) Dari 5 anggota yang diwawancarai untuk ibu Catur, ibu Dianti, ibu Marlina, dan ibu Siti telah memenuhi persyaratan untuk menjadi anggota. Namun menurut ibu Catur pada tahun 2007 berbeda dengan tahun yang sekarang lebih selektif dengan adanya pernyataan dari DKM masjid setempat. Menurut ibu Tri persyaratan dengan seadanya yaitu SKTM dari RT/RW setempat, dan fotokopi surat keterangan nikah. Sedangkan KTP dan KK Jakarta dalam proses pembuatan karena tempat tinggal yang sebelumnya berpindah-pindah dari Solo ke Bengkulu. Ketika penulis berada di ruang pendaftaran ada calon anggota (member) baru, saat itu posisi ibu X hamil dalam kondisi rujukan ke rumah sakit yang berada di Harmoni dikarenakan tidak ada respon dari bayi yang ada dikandungan padahal usia kandungan melebihi waktu yang diperhitungkan, pengajuan member pun baru dilakukan saat itu karena izin dari bidan. Ibu X harus melengkapi persyaratan dan mengisi formulir dengan benar.

Berhubung ambulance digunakan untuk keperluan RBG saat itu baru balik jam 14.00 siang. Ibu X pun disuruh pulang untuk siap- siap membawa perlengkapan melahirkan dan balik lagi jam 14.00 siang. Ibu X mengisi formulir dilakukan di rumah, saat itu yang       

88

Wawancara Pribadi dengan Ibu Sitisa’diah, Jakarta, 18 April 2011.

89

Wawancara Pribadi dengan Ibu Dianti dan Ibu Marlina, Jakarta, 2 Mei 2011. Wawancara Pribadi dengan Ibu Triwiyanti dan Ibu Caturwiyanti, Jakarta, 20 April 2011.

dibawa ibu X adalah SKTM dari Kelurahan, jadi pulang untuk melengkapi persyaratan.

Dari data di atas dapat saya simpulkan bahwa rumah bersalin gratiis sangat selektif untuk calon anggota. Dalam memberikan jaminan pemeliharaan kesehatan anggota dengan riwayat persalinan normal (tidak pernah sesar) dan ibu hamil bukan di luar pernikahan. Untuk administrasi yang kurang dapat dilengkapi dengan informasi surveyor yang meninjau langsung kondisi ekonomi anggota.

c. Layanan Rumah Bersalin Gratiis

Layanan kesehatan rumah bersalin gratiis untuk masyarakat ekonomi menengah ke bawah yaitu:

Tersedianya sarana dan prasarana rumah bersalin gratiis sesuai standart yang berlaku di Indonesia, tersedianya sumber daya manusia medis yang memenuhi persyaratan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia (memenuhi standart kompetisi dan mempunyai ijin praktik).90

Dari hasil wawancara yang dilakukan penulis terhadap anggota maka dapat disimpulkan:91

1) Tangible merupakan sarana dengan fasilitas yang dapat

langsung dirasakan oleh penerimanya (anggota) yaitu dari 5 anggota yang diwawancarai untuk kondisi ruangan bersih, rapih, nyaman dan aman. Penataan ruangan cukup memadai dan ruangan lebih luas dan tertutup. Kunjungan lebih mudah. Alat- alat medis sudah sudah memadai dan kebersihannya terjaga.       

90

Hilmi Sulaiman R, Deskripsi Program Rumah Bersalin Gratiis.

91

Wawancara Pribadi dengan Ibu Sitisa’diah, Jakarta, 18 April 2011. Wawancara Pribadi dengan Ibu Dianti dan Ibu Marlina, Jakarta, 2 Mei 2011. Wawancara Pribadi dengan Ibu Triwiyanti dan Ibu Caturwiyanti, Jakarta, 20 April 2011.

Tempat parkir kurang memadai. Penampilan petugas seragam rapih dan bersih.

2) Responsiveness merupakan kemampuan untuk memberikan

pelayanan kepada pasien dengan cepat dan tepat yaitu dari 5 anggota yang diwawancarai pelayanan sudah bagus. Tindakan perawatan tensi, timbang berat badan. Dokter atau bidan yang meriksa kesehatan memberikan pengobatan secara tepat dalam pemberian resep obat, dan petugas ramah-ramah dalam memberikan informasi.

Menurut manager RBG fungsi dan peran dokter, bidan dan perawat sebagai fasilitator layanan kesehatan yang berhubungan langsung dengan pasien. Yang berperan dalam pemberian informasi kepada masyarakat tentang persalinan gratis adalah bidan. Bidan memberikan info persalinan gratis kepada ibu hamil yang tergolong mustahik sedang berkunjung ke RBG atau saat melakukan aksi siaga sehat di wilayah ICD.

Dari data di atas dapat saya simpulkan bahwa untuk dokter dan bidan sudah ada izin praktik yang dipasang pada dinding ruangan. Sedangkan untuk sarana dan prasarana di RBG sudah cukup baik namun masyarakat ekonomi menengah ke bawah dan saya masih berharap adanya tambahan fasilitas diantaranya:92

1) Untuk perlengkapan medis adanya penambahan alat USG, Rongent, dan Dokter ahli kandungan.

      

92

2) Untuk dapur umum keberfungsian selama ini kurang karena pemberian makanan kepada pasien dan makanan untuk para pegawai kerjasama dengan rumah makan tidak dibuat sendiri oleh pihak RBG.

3) Untuk tempat parkir belum ada arahan sehingga penempatan motor terkadang tidak tertata rapih.

d. Program Rumah Bersalin Gratiis

Jenis program pelayanan kesehatan dibedakan menjadi tiga yaitu:

1) Layanan Umum

Pelayanan kesehatan umum yang dilakukan oleh dokter umum adalah pemeriksaan dan pengobatan umum terhadap pasien. 2) Layanan Ibu dan Anak

Pelayanan kesehatan ibu dan anak yang dilakukan bidan berbentuk klinik kesehatan ibu dan anak menangani pelayanan prenatal, pelayanan postnatal dan neonates, pelayanan keluarga berencana (KB), pelayanan imunisasi dan persalinan.

3) Layanan Jasa

Pelayanan kesehatan yang berbentuk jasa yaitu pelayanan jasa pengantaran ambulance, mobil jenazah, edukasi kesehatan, pembinaan anggota dan pelayanan rujukan.

Dari data di atas dapat saya simpulkan bahwa anggota (member) dapat memilih jenis program pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan pengobatan dan perawatan. Sehingga intervensi kesehatan yang

diberikan dapat lebih menjamin pemeliharaan kesehatan anggota selama 3 tahun secara gratis.

e. Kesimpulan akhir dari pembahasan relevansi di atas maka penilaian yang mengkategorikan rumah bersalin gratiis cukup relevan, walaupun dibeberapa aspek masih harus dilakukan perbaikan.