• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sebelum

tinggal di permukiman baru mereka sulit untuk mendapatkan sumber penghasilan lainnya. Jawaban tersebut mengindikasikan bahwa lokasi yang dijadikan sebagai lokasi relokasi kurang memberikan peluang untuk mendapatkan pekerjaan sampingan masyarakat.

Jika dibandingkan dengan lokasi permukiman yang lama, lokasi yang sekarang kurang memiliki peluang untuk memperoleh sumber pendapatan. Hal ini dikarenakan pada lokasi yang lama terletak dekat dengan lokasi industri yang banyak terdapat aktivitas warga, sehingga kondisi seperti ini dimanfaatkan masyarakat untuk berjualan. Namun pada permukiman yang sekarang lokasinya jauh dari pusat kota dan dinilai sepi sehingga kurang berpeluang jika membuka usaha untuk mendapatkan sumber penghasilan.

Berdasarkan analisis dengan menggunakan perhitungan statistik uji tanda yang dibantu dengan SPSS Versi 14 didapatkan hasil sebagai berikut :

Sign Test Frequencies N pekerjaansetelah - pekerjaansebelu m Negative Differences(a) 36 Positive Differences(b) 1 Ties(c) 31 Total 68 a pekerjaansetelah < pekerjaansebelum b pekerjaansetelah > pekerjaansebelum c pekerjaansetelah = pekerjaansebelum

commit to user

Paired Samples Test

Paired Differences t df Sig. (2-tailed) Me an Std. Deviatio n Std. Error Mean 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper Pair 1 pekerjaansebelum - pekerjaansetelah .882 35 .97014 .11765 .64753 1.11718 7.500 67 .000

Hasil analisis diatas menunjukkan bahwa jumlah sampel yang mengalami perubahan ada sebanyak 37 responden, dengan 36 responden mengalami penurunan, 1 responden mengalami kenaikan, 31 responden tidak mengalami perubahan. Dari hasil pengujian juga didapat nilai t Hitung = 7,500 (>1,29) artinya bahwa ada penurunan yang Signifikan terhadap kemudahan dalam memperoleh sumber penghasilan setelah direlokasi. (Hipotesis yang digunakan yaitu Ho : Penurunan peluang memperoleh sumber penghasilan sebelum dan sesudah relokasi tidak Signifikan ; HI : Penurunan peluang memperoleh sumber penghasilan sebelum dan setelah relokasi Signifikan)

Dengan demikian maka dapat disimpulkan bahwa program relokasi yang dilakukan Kelurahan Pucangsawit memberikan dampak yang negatif terhadap ketersediaan/peluang memperoleh sumber penghasilan yang ditandai meningkatkan level kesulitan dalam ketersediaan lapangan pekerjaan setelah direlokasi.

c. Sintesis Dampak Relokasi Terhdap Kondisi Ekonomi Masyarakat

Dari kedua indikator yang digunakan dalam menilai dampak relokasi terhdap kondisi ekonomi tersebut maka dapat diketahui sintesanya sebagai berikut.

Tabel 6.15

Sintesa Dampak Relokasi Terhadap Kondisi Ekonomi Masyarakat

Indikator Keberhasilan

ekonomi

Pembahasaan Hasil Analisis

Kesimpulan Berhasil Tidak Berhasil Tingkat Pendapatan Penilaian perubahan tingkat pendapatan

Terjadi penurunan tingkat pendapatan yang signifikan setelah direlokasi. Program relokasi yang dilakukan Kelurahan Pucangsawit belum mampu memberikan dampak yang positif terhadap tingkat pendapatan masyarakat, sehingga program relokasi dapat dikatakan tidak berhasil dalam meningkatkan pendapatan. - Tidak berhasil Kemudahan Dalam Mencari Sumber Penghasilan Penilaian perubahan kemudahan dalam memperoleh peluang sumber penghasilan

Terjadi penurunan yang

Signifikan terhadap kemudahan dalam memperoleh sumber penghasilan setelah direlokasi. Program relokasi yang

dilakukan Kelurahan Pucangsawit memberikan dampak yang negatif terhadap ketersediaan/peluang

memperoleh sumber penghasilan yang ditandai meningkatkan level kesulitan dalam ketersediaan lapangan pekerjaan setelah direlokasi.

- Tidak

Berhasil

Sumber :Analisis Penulis,2010

Berdasarkan tabel di atas terlihat bahwa relokasi yang dilakukan di Kelurahan Pucangsawit belum mampu memberikan perubahan ekonomi masyarakat kea rah yang lebih baik. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa relokasi yang di lakukan di Kelurahan Pucangsawit tidak berhasil dalam meningkatkan

commit to user

Belum tumbuhnya masyarakat dalam meningkatkan kondisi ekonominya setelah program relokasi, disebabkan oleh belum terbentuknya stabilitas sistem dan jaringan kerja masyarakat pada lokasi permukiman baru yang mereka tempati sekarang. Pendeknya jangka waktu pelaksanaan penelitian ini dengan waktu selesainya program relokasi mungkin menjadi faktor yang menyebabkan perubahan ekonomi kurang terlihat perubahannya. Namun demikian, kesimpulan awal terhadap dampak ekonomi masyarakat setelah program relokasi ini dapat memberi masukan atau perhatian bagi pemerintah kota untuk segera dicarikan solusinya sehingga lokasi permukiman baru mereka dapat terus tumbuh dengan baik dan tidak mengalami degradasi yang menimbulkan kekumuhan seperti kondisi permukiman sebelumnya.

3. Dampak Relokasi Terhadap Kondisi Sosial Masyarakat

Dalam pembahasan ini akan dijelaskan mengenai perubahan yang terjadi pada kondisi sosial sebagai dampak adanya program reloksi yang dilakukan di Kelurahan Pucangsawit. Kehidupan di suatu lingkungan permukiman tidak hanya berkaitan dengan fisik lingkungan dan pemenuhan kebutuhan terhadap tutunan ekonomi mereka, akan tetapi juga menyangkut terhadap kondisi sosial untuk menunjang kehidupan mereka di suatu lingkungan.

Kondisi sosial yang dijadikan sebagai indikator untuk mngetahui dampak sosial dengan adanya relokasi adalah tingkat interaksi sosial masyarakat. Interaksi sosial merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan sosial masyarakat. Oleh karena interaksi merupakan syarat utama terjadinya aktivitas sosial, seperti dalam kehidupan sosial, ekonomi, politik dan budaya. Apabila interaksi sosial tidak berjalan dengan baik, maka memungkinkan terjadinya disintegrasi dalam kehidupan masyarakat pada akhirnya menghambat proses sosial itu

sendiri. Dengan terjadinya interaksi yang baik maka aspek integrasi memungkinkan akan tercapai.

Dengan demikian maka indikator kondisi sosial yang akan dinilai adalah interaksi masyarakat dengan lingkungan luar permukiman, interaksi dengan tetangga, kehadiran dalam mengikuti kegiatan gotong royong, dan kegiatan dalam mengikuti pertemuan rutin warga. Berikut adalah pembahsan mengenai masing-masing indikator

a. Interaksi Dengan Tetangga

Nilai-nilai kemasyarakatan yang sudah terbentuk pada lokasi permukiman yang lama relative tidak mengalami perubahan, atau dengan kata lain sosial masyarakat di lokasi permukiman yang lama masih dibawa pada lokasi permukiman yang baru. Seperti contohnya pada saat peneliti melakukan wawancara didapatkan bahwa kegiatan/aktivitas masyarakat yang biasa mereka lakukan di lokasi yang lama masih dilakukannya di lokasi yang baru sekarang seperti arisan, pertemuan rutin bapak-bapak, kerja bakti dan lain-lain.

Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa pada umumnya warga yang direlokasi sudah saling kenal antara satu dengan yang lain, karena mereka merupakan warga yang sama-sama direlokasi dari permukiman yang sama. Pada waktu dipindahkan ke kawasan relokasi, pembagian kapling rumah dilakukan melalui pengundian, sehingga ketika mereka menempati rumah dilokasi relokasi kedudukan rumah mereka terpencar dari orang-orang yang pernah menjadi tetangga pada saat di lokasi permukiman lama. Namun demikian, karena mereka berada pada lokasi permukiman yang sama interaksi dengan tetangga masih sangat baik dilakukan. tingkat interaksi dengan tetangga sebelum dan setelah relokasi dapat dilihat seperti gambar berikut :

commit to user

Gambar 6.6