• Tidak ada hasil yang ditemukan

Allah memakai manusia untuk melaksanakan rencana-Nya, terutama orang-orang yang berdoa. Fokus kedua dari Sekolah Doa yang mengubah Dunia berkaitan dengan lebih spesifik kepada orang-orang yang berdoa. Bagaimana seseorang hidup mempengaruhi bagaimana seseorang berdoa dan bagaimana seseorang berdoa sering menentukan bagaimana dan seberapa besar Allah akan memakainya untuk dampak kekekalan melalui hidup mereka. Adalah fakta Alkitab bahwa Allah bekerja melalui individu-individu. Will Houghton menulis, “Allah menulis sejarah dalam hubungannya dengan kepribadian manusia. Kitab Kejadian mengumpulkan sekitar delapan orang. Alkitab menyajikan era dan kejadian-kejadian besar, tetapi pusatnya adalah individu-individu dan pada umumnya mereka adalah kunci dari zaman tersebut.” (30/6) Adalah benar bahwa manusia adalah sarana Allah untuk melakukan kehendak-Nya di bumi. Santo Agustinus menambahkan, “Tanpa Allah, kita tidak mampu. Tanpa kita, Allah tidak mau.” (3/152)

Pemikiran ini dapat diterapkan kepada kebaktian-kebaktian gereja yang kita hadiri. Bagaimana Allah dapat menjangkau mereka yang terhilang dalam kebaktian tersebut? Apakah ia menggunakan bangku atau lampu atau karpet? Atmosfernya, tentu saja, dapat membuat seorang yang belum percaya merasa diterima, tetapi cara Allah adalah dengan memakai manusia, seperti anda atau pengkhotbah. Allah jarang memakai barang; rencana-Nya terpusat pada individu. Inilah mengapa keseluruhan Ruang Pengajaran dalam Sekolah Doa kita ditujukan untuk subjek para pribadi yang ingin dipakai Allah dalam doa. Hanya ketika kita bertumbuh dalam kerohanian kita doa, kita dapat memiliki efek sepenuh yang Allah mau. Pertumbuhan seperti ini dapat disebut “pengembangan diri”, Di bawah ini adalah kebutuhan utama pertumbuhan rohani yang sehat dan berarti.

1. Kebutuhan akan penyerahan total.

Daerah yang sangat penting dari pengembangan diri, dalam terang prinsip-prinsip Alkitabiah, adalah aspek penyerahan total. Leonard Ravenhill menyatakan, “Terdapat banyak kesulitan dalam penginjilan dunia. Tetapi kesulitan tidak berarti untuk mereka yang memiliki tekad kuat. Harganya mahal. Allah tidak sekedar ingin berpartner dengan kita, tapi menginginkan kepemilikan atas hidup kita.” (15/27) M.Francis Coillard menambahkan, “Kita harus ingat bahwa Kristus tidak bersyafaat untuk dunia sehingga kita dapat diselamatkan, Kristus memberikan dirinya. Doa-doa kita untuk penginjilan dunia akan menjadi ironi pahit jika kita tidak memberikan diri kita sepenuhnya.” (1/98) Disini, adalah awal dari kematangan rohani. Kita harus menjadi seperti Yesus, dan Yesus memberikan segalanya.

2. Kebutuhan untuk menerima pengampunan Allah.

Sebagian orang Kristen, sayangnya, memiliki gambar diri yang rusak karena mereka tidak belajar untuk menerima pengampunan Allah. Karena itu, mereka terus menerus menderita secara rohani karena mereka merasa tidak layak datang di hadapan tahta Allah dalam kondisi mereka yang sekarang. Seorang penulis anonim pernah menulis, “Orang-orang kudus adalah mereka yang mengijinkan pengampunan Allah datang secara mereka begitu penuh sehingga bukan hanya dosa

33

mereka yang dihapuskan, tetapi juga kepentingan diri mereka sendiri, ego mereka, dan akar dari mementingkan diri mereka sendiri. Dan lagi, kita melihat, intensitas dari kekuatan mereka untuk mengampuni berbanding lurus dengan kerelaan mereka untuk menerima pengampunan…” (11/223) Disini kita menemukan kunci penting lain dalam pengembangan diri. Sangat penting untuk menyadari bahwa Kristus mati di kayu salib supaya kita diampuni sepenuhnya dari segala dosa. Dan pengampunan ini bersifat final. Yesus sendiri menyatakan, “Sudah selesai.” Hanya dengan menerima kenyataan ini kita dapat sepenuhnya bertumbuh dan menjadi pejuang-pejuang doa yang tangguh.

3. Kebutuhan akan disiplin.

Disiplin, tidak diragukan lagi, adalah faktor utama dari pengembangan diri. Keseluruhan hidup kekristenan adalah hidup dalam ketaatan sepenuhnya dan disiplin. Benar, ada kebebasan dan kegembiraan dalam melayani Tuhan, tetapi janganlah kita lupa ada dua sisi dari mata uang –disiplin dan ketaatan. Hope MacDonald berkata tentang disiplin seperti ini, “Disiplin adalah satu-satunya kunci yang akan membukakan pintu kepada hidup yang penuh dan berkemenangan dalam Kristus.” (35/33)

4. Kebutuhan untuk merawat tubuh jasmani kita.

Kita dapat berfungsi dengan baik dalam alam rohani ketika kita berada dalam fungsi jasmani yang terbaik. Jelaslah bahwa kita tidak dapat memberikan perhatian sepenuhnya kepada kebutuhan spesifik dalam doa ketika pikiran kita terfokus kepada kesulitan fisik atau rasa sakit dalam tubuh kita. Tentu saja, Allah terkadang mengijinkan rasa sakit dan penderitaan untuk membawa anak-anakNya mencapai ketinggian yang baru, tetapi terlalu banyak kasus terjadi, tubuh tidak dirawat semestinya, sehingga terutama dalam usia tua, kerusakan terjadi akibat tidak dilakukannya perawatan sejak muda. Yesus bahkan memperingatkan murid-muridNya dalam hal ini. Berbicara mengenai kejadian-kejadian yang akan mengawali kedatanganNya yang kedua, Kristus memperingatkan murid-muridNya untuk menahan diri dari “kemabukan pesta pora dan hawa nafsu” (Lukas 21:34) Peringatan pertama dalam daftar tersebut, pesta pora, mengacu kepada pemenuhan kebutuhan tertentu, seperti makan berlebihan. Yesus menentang hal-hal ini karena ia tahu akibatnya akan menahan orang percaya dalam pengembangan diri kehidupan yang sehat secara rohani dan jasmani.

5. Kebutuhan untuk menghormati manajemen waktu kita.

Sejarah mengindikasikan bahwa mereka yang mengerjakan banyak hal untuk Allah belajar manajemen waktu yang baik. Mereka menghargai setiap menit sebagai karunia tak ternilai dari Tuhan. Orang-orang seperti John Wesley, contohnya, memulai harinya pada pukul 4 pagi. Dan selalu tepat waktu, pengkhotbah tersebut beristirahat pada pukul 10 malam. Jika masih ada tamu yang mendatanginya pada jam ia harus beristirahat, Wesley akan menghentikan mereka dengan hormat dan berkata, “Ayolah saudara-saudara, saatnya bagi semua pria baik untuk beristirahat di rumah.” Wesley tahu bahwa jika ia gagal untuk beristirahat dengan baik malamnya, ia akan sangat menderita pagi berikutnya.

Mungkin kesalahan terbesar yang dibuat orang Kristen mengenai penggunaan waktu adalah mereka terlalu ketat mengaturnya. Kita harus belajar untuk mengarahkan fokus kita kepada apa

34

yang paling penting. Seorang Quaker yang sangat bijaksana, Thomas Kelly, menyimpulkan dengan baik, “Kita tidak dapat mati di setiap salib.” (11/203)

6. Kebutuhan untuk pembaharuan budi.

Kita tidak boleh mengabaikan kebutuhan untuk “berpikir sehat” dalam hal pengembangan diri ini. Topik ini menyangkut penanganan hati-hati apa yang kita ijinkan masuk ke dalam kepala kita. Bahkan dalam Perjanjian baru kata “bertobat” memiliki arti harafiah “memiliki pikiran baru.”

Berpikir positif menghasilkan pengembangan pribadi yang kuat, sementara pemikiran negatif menghasilkan penghalang besar bagi kematangan rohani. Norman Vincent Peale menasehatkan “Setiap pemikir menyadari bahwa dokter benar ketika menasehati mereka bahwa kebencian, pikiran negatif, pikiran jahat, kecemburuan, adalah sikap hati yang menghasilkan kesehatan yang buruk. Melampiaskan kemarahan dan mengalami sendiri perasaan tenggelam dalam perut anda, perasaan sakit perut. Reaksi kimia dalam tubuh dihasilkan oleh luapan emosional yang menghasilkan perasaan sakit secara jasmani.

Jika hal ini diteruskan, kondisi tubuh akan menurun.” (11/213) Ini adalah fakta yang menarik bahwa karena reaksi kimia dalam tubuh ini seseorang dapat diketahui berbohong ketika melakukan tes poligraf.

7. Kebutuhan akan “roh yang benar.”

Terkadang membingungkan, ketika melihat sisi natural dari segala sesuatu, untuk membaca dalam Alkitab bahwa Allah memilih seorang tua berusia 80 tahun untuk memimpin orang-orang-Nya melewati padang gurun menuju tanah perjanjian. Mengapa Allah menunjuk Musa yang sudah berumur untuk melakukan tugas ini? Mungkin jawabannya dapat ditemukan dalam Bilangan 12:3. Disini digambarkan bahwa Musa adalah, “seorang yang sangat lembut hatinya, lebih dari setiap manusia yang di atas muka bumi…”

Musa lembut hati, dan karena inilah Allah memilihnya untuk melakukan pekerjaan dengan tanggung jawab luar biasa besar. Singkatnya, ia mempunyai roh yang benar. Bahkan, halaman demi halaman, Musa lebih banyak menulis halaman-halaman dalam Alkitab lebih daripada siapapun, termasuk Paulus. Tidaklah sulit untuk melihat mengapa ia terpilih. Allah dapat percaya kepadanya bahwa ia akan mendengarkan dan taat. Seorang dengan ‘roh yang benar’ selalu dapat mendengarkan.

Daniel memiliki sifat hati yang sama. Alkitab memberitahu kita bahwa nabi tersebut ditinggikan di atas raja dan penguasa Babilon. Alkitab tidak hanya mengungkapkan fakta ini tetapi menyebutkan juga mengapa ia mendapatkan promosi ini. Beberapa orang berpikir bahwa ini terjadi karena Daniel berdoa, tetapi tidak menjelaskan semuanya. Alkitab menulis dengan sederhana, “…Daniel berbeda dari pemimpin dan penguasa lainnya, karena ia memiiki roh yang luar biasa…” (Daniel 6:3, Terjemahan Bebas)

35

Pengembangan diri dalam semua sisi adalah penting jika kita ingin dipakai Allah. Mereka yang tidak mengembangkan “roh yang luar biasa” dalam diri mereka tidak akan pernah bertumbuh sepenuh yang Allah inginkan bagi mereka.

8. Kebutuhan akan integritas.

William J.Krutza, dalam artikelnya berjudul “Doa adalah sesuatu yang serius.” Menjelaskan, “Menjangkau Allah berarti bersedia melepaskan diri sendiri. Datang kepada Allah apa adanya adalah satu-satunya sikap di mana Allah dapat membentuk kita kepada apa yang seharusnya. Datang di hadapan Allah membutuhkan kejujuran dari hati dan motivasi kita.” (28/61)

Disini kita menemukan elemen penting lain dari pengembangan diri. Hal ini melibatkan integritas, atau kejujuran yang sederhana. Jika kita ingin bertumbuh sepenuhnya sebagai murid Kristus, kita harus melakukan, seperti yang disarankan psikoterapis Frances G.Wickes, “menelanjangi diri kita dari menipu diri sendiri, untuk melihat seperti apa diri kita sebenarnya, hanya dapat dilakukan ketika seseorang tahu siapa dirinya sebenarnya.” (11/209)

9. Kebutuhan untuk mati atas diri sendiri.

William Parker dan Elaine St. Johns dalam bukunya Doa dapat mengubah hidup Anda mengingatkan kita akan sebuah cerita tentang Francesco de Pietro Bernardone, seorang anak dari seorang pedagang kaya di kota Asisi Italia. Ia sangat mencintai kesenangan. Suatu hari Francesco menemui seorang penderita lepra yang sekarat ketika ia sedang mengendarai kudanya di jalan tandus. Hal itu adalah pengalaman yang mengerikan untuknya sehingga ia tidak dapat melepaskan matanya dari kenyataan sosial dimana orang diabaikan begitu saja. Ini, tentu saja, adalah reaksi alami, Namun, sebuah bayangan melintas di pikiran orang muda yang sehat tersebut, Itu adalah gambaran dirinya seperti yang Yesus pikirkan. Sebelum bayangan tersebut menghilang dan ia menemukan alasan untuk tidak melakukan, ia melompat dari kudanya, menaruh seluruh emas yang ia punya di tangan si penderita kusta tersebut. Kemudian ia dengan lembut mencium tangan si kusta yang sudah tak berbentuk itu. Pada saat itulah Francesco Bernardone mengalami kematian rohani dan kemudian bangkit sebagai seorang yang kita kenal dengan baik sebagai Santo Fransiskus dari Assisi.

Apa artinya mati bagi diri sendiri? Leonard Ravenhill menjawab, “Orang yang mati bagi diri sendiri.. tidak memiliki ambisi pribadi – dan tidak menginginkan apapun yang lain yang membuatnya iri hati. Ia tidak memiliki reputasi – tidak memiliki apapun untuk dipertentangkan. Ia tidak memiliki kepemilikan – dan karena itu, tidak memiliki apa-apa untuk dikhawatirkan. Ia tidak memiliki hak – karena itu ia tidak pernah merasa disalahgunakan haknya. Ia sudah mati bagi dirinya – sehingga tidak ada seorangpun yang dapat membunuhnya.” (15/144)

Benarlah, hanya dengan belajar mati kita dapat belajar hidup, itulah mengapa mati bagi diri sendiri sangat penting untuk pengembangan diri.

36

10. Kebutuhan untuk mengembangkan kapasitas kita untuk mengasihi.

Sebelum abad ke 20, Henry Drummond mengkhotbahkan khotbah berkuasa kepada sekumpulan misionaris muda. Ia memilih dasar Alkitab dari 1 Korintus 13. Drummond dengan kuat menyatakan “Gereja” [pada zaman-zaman awalnya] mengerjakan keselamatan mereka dengan berpegang kepada Hukum Taurat, dan ratusan serta puluhan peraturan lain yang dikembangkan dari Taurat. Kristus berkata, “Aku akan menunjukkan padamu jalan yang lebih sederhana. Jika kamu mengasihi, kamu dengan tidak sadar telah memenuhi keseluruhan hukum tersebut.

Drummond menggunakan pesan itu untuk menekankan pentingnya mengembangkan kapasitas kita untuk mengasihi. Pengkhotbah yang menginspirasi itu berkata, “Jika manusia mengasihi manusia,mereka tidak perlu diberitahu untuk tidak saling membunuh. Anda hanya akan merendahkannya jika anda menasehatinya untuk tidak mencuri. Akan percuma untuk memohon padanya untuk tidak berbohong. Jika ia mengasihi orang lain ia tidak akan melakukan hal-hal tersebut.”

Drummond meneruskan dengan menganalisa apa yang disebutnya sembilan rasa dari spektrum kasih. Termasuk di dalamnya adalah kasih, kemurahan, kerendahan hati, kesopanan, tidak mementingkan diri, sifat yang tenang, dan ketulusan. Kemudian penulis tersebut menyimpulkan, “Anda akan mengamati bahwa semua peraturan tersebut berhubungan dengan manusia, berhubungan dengan kehidupan, berhubungan dengan masa kini, masa depan dan kepada keabadian yang belum pernah kita sentuh sebelumnya. Kita telah mendengar banyak kisah mengenai kasih Allah ; Kristus berbicara banyak mengenai kasih kepada manusia. Kita membuat banyak kedamaian dengan surga; Kristus membuat kedamaian yang sama di bumi.” (11/106)

Dr. Carl Menninger dalam bukunya Kasih Melawan Kebencian (Hartcourt,Brace, and Co., 1942) dengan bijaksana menyimpulkan semuanya: “Jika kita dapat cukup mengasihi…inilah dasarnya. Ini adalah kunci untuk semua program terapi dari rumah sakit psikiatri modern..kasih adalah obat dari semua penyakit di dunia.”

37

Respon Siswa

Pelajaran-pelajaran yang saya dapatkan dari Ruang Kuliah Satu

__________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________

38

Ruang Kuliah Dua